Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Ingin menjadi murid


__ADS_3

"Sungguh kami merasa sangat beruntung, karena berada di tempat yang benar." Jawab Adiwilaga berterus terang


"Kita sama sama merasa beruntung kawan. Jika ada Birawa tanpa adanya kalian, maka keberuntungan itu tidak akan ada."


"Sebaliknya begitu juga dengan kalian. Tanpa tempat yang benar, maka kehebatan kalian akan sia sia saja."


"Jadi sudah sangat wajar kalau kita dipersatukan seperti ini dan seperti sebuah situasi yang disengaja."


"Tempat baik pasti isinya orang baik. Tempat hebat pasti isinya orang hebat juga. Benarkan begitu guru besar?" Ucap dan tanya tuan Birawa mengejutkan mereka


"Hahahaha!. Tuan benar!. Sangat benar!" Respon dan tawa Adiwilaga dan teman temannya spontan


"Sudah! sudah! sudah!. Reuninya sudah cukup!. sekarang mari kita bicarakan langkah kita selanjutnya." Ucap Gentala tegas


"Oh ya ketua. Dari tadi kami perhatikan ada anak kecil bersama dengan kita. Kalau boleh tahu siapakah dia?" Tanya Abhicandra penasaran


"Perkenalkan!. Dia ketua muda sekaligus pemilik padepokan ini, anak dari tuan besar Dion dan Nyonya Ivory." Jawab Gentala cepat


"Ketua muda?. Sekecil ini sudah menjadi ketua?" Reaksi Abhicandra kebingungan


"Apakah kau meragukan keberadaannya adik?" Tanya Gentala kurang senang


"Tidak ketua!. hanya heran dan takjub saja!" Jawabnya berterus terang


Dalam mata batinnya dia melihat, tubuh Dragon mengeluarkan siluet sembilan naga, dan semuanya sangat terang sekali


Secara tidak sengaja mata nya bertatapdengan mata Dragon, dan menimbulkan kesan takut dihatinya, hingga membuat Abhicandra menggigil ngeri. Tapi hanya dia yang tahu dan merasakannya


"Apakah kau merasakan ada sesuatu yang aneh di tubuh ketua kami adik?" Tanya Gentala apa adanya


"Iya ketua!. dan tidak bisa dilukiskan dengan kata kata sangking luar biasanya!" Jawab Abhicandra berterus terang


"Maaf tuan besar!. Anda dan istri sangat beruntung sekali, karena memiliki keturunan seperti ketua muda ini!"


"Di usia semuda ini, sudah mempunya Prabawa yang luar biasa. saya saja merasa tidak pantas bersanding dengan anak anda."


"Kekuatan mata batin dan pengetahuan metafisikanya, berada jauh di atas saya, bahkan sangat jauh bagai langit dan bumi!" Ujarnya memuji


"Ketahuilah adik ku!. ketua muda adalah pewaris satu satunya ilmu tertinggi wahyu taqwa yang sangat melegenda itu. Jadi wajar kalau kau tidak akan sanggup bila berhadapan dengannya secara langsung." Jawab Gentala apa adanya


"Pantas saja aku tidak bisa menyelami lautan kekuatannya ketua. Ternyata ilmu yang sangat di segani bahkan ditakuti oleh sesama praktisi metafisika ada di dalam tubuhnya."


"Kalau begitu aku ingin berguru dan menjadi muridnya saja!" Ucap Abhicandra berterus terang


"Kau sudah pantas dipanggil kakek olehnya adik. tidak wajar kalau kau ingin menjadi muridnya!" Respon Gentala mencoba menggoda adik seperguruannya itu


"Dalam ilmu metafisika, siapa yang ilmunya tinggi bahkan jauh lebih tinggi, maka dia sudah bisa dianggap sebagai pemimpin dari praktisi metafisika."


"Aku kira guru Kamandaka saja tidak bisa mengimbangi kekuatan ketua muda. karena wahyu taqwa adalah ilmu tertinggi dan menduduki peringkat pertama di dunia ini!" Jawab Abhicandra kurang senang


"Ketua muda!. jadikan kakek sebagai murid mu. Apapun perintah anda akan murid patuhi!" Ucap Abhicandra serius, hingga mengejutkan semua yang ada, termasuk juga Dion, tuan Birawa dan Ivory


Semua orang memandang kearah Dragon, dan seperti sedang menunggu jawabannya


"Kakek Abi!. Wahyu taqwa tidak bisa diturunkan secara sembarangan pada orang lain, kalau bukan keturunan langsung dari pemiliknya!"


"Jadi permohonan paman yang aneh itu tidak bisa Draco penuhi!"


"Lagi pula Draco ini masih kecil, dan tidak pantas mengajari yang tua. karena itu akan dianggap kurang sopan, bahkan terkesan kurang ajar." Jawabnya cukup bijaksana

__ADS_1


"Kakek tidak peduli apapun yang orang katakan. yang penting kakek bisa belajar banyak tentang ilmu metafisika itu dari tuan muda!"


"Tidak menjadi murid pun tidak apa apa, tapi mohon kiranya ketua muda memberikan tunjuk ajar pada orang tua ini, barang satu atau dua jurus saja."


"Ayah!"


"Tidak apa apa anak ku, lakukan saja!"


"Lagipula semua orang sudah sama sama mendengar, bahwa kakek Abi ini yang memintanya sendiri. Jadi orang tidak akan menilai bahwa kau yang bersikap tidak baik pada orang yang lebih tua." Jawab Dion cepat dan menenangkan gejolak hati Dragon


"Kakek guru!"


"Apa yang dikatakan oleh ayah mu itu benar ketua muda. Adik seperguruan kakek ini sendiri yang datang padamu, dan meminta agar ketua muda mau menjadi gurunya!" Respon Gentala cepat dan mendukung keputusan dari Abhicandra itu


"Baiklah kakek Abi!. Draco mau menjadi pendamping dalam pengetahuan metafisika itu, tapi bukan sebagai guru dan murid, karena hal itu kurang pantas dilakukan oleh anak muda seperti Draco."


"Jadi mulai sekarang, kita adalah partner dalam mempelajari ilmu yang menurut orang rumit itu bersama sama." Jawab Dragon mantap dan mengejutkan semua orang


"Luar biasa!, anak sekecil itu kata katanya sudah sangat bijaksana sekali. Seperti bukan anak kecil saja." Batin Adiwilaga takjub dalam hati


"Hebat!"


"Luar biasa anak tuan besar itu!" Batin yang lainnya lagi dalam hati


"Murid Leon!. Menurut tuan besar, kau sekarang menjadi pengawal pribadi anaknya. Apakah itu benar?" Tanya Adiwilaga tiba tiba


"Benar guru!" Jawabnya singkat


"Kalau begitu kau sangat beruntung anak ku!, karena paman guru mu saja ingin menjadi murid dari tuan muda Draco!"


"Lalu bagaimana dengan mu, apakah kau tidak mempunyai keinginan tentang itu?" Tanya Adiwilaga lagi


"Kau memang murid yang baik!. Apakah kau sudah bertegur sapa dengan kakak seperguruan mu itu?" Tanya Adiwilaga lagi


"Sudah guru!. Cuma Leon terkejut saja kalau ketua Iron juga Hans ini adalah murid muridnya kakak Adhipramana." Jawab Leon berterus terang


"Jadi selama ini kalian tidak saling menanyakan siapa guru kalian masing masing?"


"Tidak Guru!"


"Kalau begitu bagaimana kalian bisa bertemu dan mengangkat saudara?"


"Ceritanya panjang guru. Sekarang ini murid tidak bisa mengatakannya. Benarkah begitu kakak Iron?"


"Salah cara memanggil mu ini!. Kau yang sepantasnya dipanggil kakak bahkan paman guru oleh mereka berdua!" Reaksi Adiwilaga kurang senang


"Adhi. ajari murid murid kurang ajar mu ini, agar merubah kebiasaan buruknya pada adik seperguruan mu!" Ucapnya tegas


Baik guru!" Jawab Adhi patuh


"Karena kalian berdua sudah tahu bahwa adik Leon ini adalah murid seperguruan ku, maka mulai saat ini kalian harus memanggilnya paman guru jangan namanya saja. Paham?" Ucap Adhipramana tegas


"Paham guru!" Jawab Iron juga Hans cepat


"Bagus!. Ini barunya namanya murid yang tahu aturan!" Respon Adiwilaga senang


"Tuan besar dan tuan senior juga nyonya!. Maaf kalau keadaan di sini kami dominasi." Ucap Adiwilaga tidak enak hati


"Tidak apa apa paman. Itu memang sudah sewajarnya terjadi dalam pertemuan yang sebesar ini." Jawab Dion cepat memberi pengertian besar pada orang orangnya

__ADS_1


'Terima kasih tuan" Jawab Adiwilaga senang


"Karena bincang bincangvnya sudah selesai, bagaimana kalau kita berkeliling, untuk melihat mahakarya dari murid murid kalian ini!" Sela tuan Birawa tiba tiba


"Ide bagus tuan senior!. Kami sebenarnya juga berpikiran demikian." Sambut Gentala cepat


"Kalau begitu tunggu apa lagi!" Sambut tuan Birawa tegas


***


Setelah mereka berada di luar, Gentala dengan didampingi oleh murid murid nya, mengajak tamu tamu nya untuk berkeliling padepokan


"Ini sangat luar biasa!" Di sebuah perkampungan cukup terisolir dari dunia luar, ada sebuah perguruan silat sebesar ini!"


"Kalau bukan ada orang hebat di belakangnya, tidak mungkin kakak bisa mempunyai padepokan sebesar dan semegah ini!" Ucap Adiwilaga penuh kekaguman


"Ini semua berkat adanya tuan kalian itu!"


"Dialah yang mempunyai ide untuk membangun ulang seluruh bangunan usang perguruan, termasuk menambah bangunan bangunan baru." Jawab Gentala apa adanya


"Ternyata begitu!. Pantas saja padepokan mu menjadi semegah ini!" Respon Adiwilaga kagum


"Jangan ulangi lagi perkataan mu adik, kalau tuan besar tahu nanti dia akan marah!" Ucap Gentala tidak enak hati


"Maksud kakak?" Tanya Adiwilaga penasaran


"Seluruh lokasi perguruan, termasuk lahan lahan yang sekarang telah dipasangi pagar tinggi itu, sudah dibeli oleh tuan kalian, dan seluruh bangunannya juga di bangun atas perintah dia." Jawab Gentala jujur


"Ternyata begitu!. Tidak disangka kita sekarang bernaung dalam satu perusahaan yang sama, dan bekerja juga pada orang yang sama." Ucap Adiwilaga lirih


"Itu yang namanya takdir, mungkin kita memang sudah ditakdirkan untuk menjadi pelindung penguasa Birawa Group tersebut." Jawab Gentala apa adanya. disela sela berkeliling itu


"Bagaimana perkembangan anak ku guru?. Apakah sekarang sudah mengalami kemajuan?" Tanya Dion pada gurunya


"Tidak dibimbing pun tuan muda sudah menguasai ilmu itu dengan sempurna. Jadi guru hanya memantau saja." Jawab Gentala berterus terang


"Ternyata anak kita bukan anak sembarangan. Terbukti dia tidak begitu memerlukan pengajaran yang keras. dari kakek gurunya" Ucap Dion pada Ivory


"Papa benar!. Draco anak kita memang manusia terpilih. kita patut bangga padanya!" Respon Ivory senang


"Siapa dulu ayahnya!" Sambut Dion membanggakan diri


"Huh dasar papa!. Memang mama mau dikemanakan?" Jawab Ivory merajuk manja


"Iya! iya!. Anak kita berdua!" Ucap Dion cepat menenangkan istrinya itu


Ivory tersenyum senang, karena Dion sangat baik padanya. Hal itu membuat Ivory merasa sangat diperhatikan, dan merasa sebagai manusia yang sangat beruntung di dunia


"Salam tuan besar dan nyonya!" Ucap Iron cukup sopan


"Ada apa paman?" Tanya Dion keheranan


"Tuan senior memanggil anda." Jawab Iron apa adanya


"Dimana kakek ku? " Tanya Dion cepat


"Di aula pelatihan bersama dengan tuan muda!"


"Baiklah kalau begitu aku akan ke sana!. Paman susul lah dulu kakekku itu" Respon Dion cukup mengerti

__ADS_1


"Baik tuan besar!" Jawab Iron patuh. kemudian meninggalkan mereka berdua dengan langkah cepat


__ADS_2