
Satu minggu kemudian
Beberapa orang anak buah Dion atau tim kecil yang ditugaskan untuk menyelidiki, melihat, dan mempertimbangkan, apakah rencana dari tuan besar mereka itu bisa dilaksanakan atau tidak, telah selesai dalam tugasnya masing masing
Di ceritakan bahwa Abhicandra bersama dengan Taraka, juga yang lain, termasuk Adiwilaga, kembali memasuki komplek perumahan tersebut, tanpa mengalami hambatan sama sekali dari para penjaganya
Di kawasan itu mereka berhasil menemui orang yang bernama Bajra Napoleon, dan menyampaikan niat dari tuan besar mereka, yang ingin bertemu dengan si Bajra itu dalam masa dekat ini
Awalnya kedatangan Abhicandra dan Taraka ke rumah itu, mendapatkan rintangan. Tapi setelah dia menunjukkan kartu kelas utama yang dimilikinya, para penjaga pintu gerbang, mendadak terdiam
Mereka tahu apa arti kartu tersebut, karena sudah di beri tahu oleh penguasa lokasi perumahan itu, bahwa orang yang memegangnya berarti adalah orang penting, yang dimuliakan oleh pengembang sekaligus pemilik perumahan elit tersebut
Perintahnya adalah perintah pemilik wilayah yang mereka tempati. Larangannya juga larangan Arjaya. Jadi mereka tidak berani mencegah orang tersebut untuk memasuki rumah atau lokasi manapun yang dia kehendaki, sepanjang tidak mengganggu privasinya
Tanpa bertanya lagi, mereka mengizinkan Abhicandra dan teman temannya untuk masuk, serta menemui bos besar mereka di dalam
"Selamat datang tuan tuan terhormat!. Ada gerangan apakah kalian datang menemui ku?"
"Apakah ada titah yang ingin disampaikan pada kami?" Ucap Bajra Napoleon dengan sikap ramah pada mereka, terutama pada Abhicandra
Tapi di dalam hatinya timbul yanda tanya besar, siapa orang yang bisa masuk dan datang menemuinya, tanpa dihalangi oleh para pengawalnya tersebut
"Langsung saja pada intinya tuan Baja. Kedatangan kami kesini karena diutus oleh tuan besar kami untuk menyampaikan niatnya!" Jawab Abhicandra berterus terang
"Kalau boleh tahu niat apakah itu?" Tanya Bajra penasaran
"Kebetulan tuan kami sudah lama tidak olahraga, begitu juga dengan anak buahnya."
"Jadi dia berkeinginan untuk mengadakan latih tanding, dengan tuan juga pengawal tuan di sini!"
"Apakah tuan Bajra menyetujuinya?" Ucap dan tanya Abhicandra ingin tahu
"Hahahaha!. Pucuk dicinta ulam pun tiba!" Respon Bajra Napoleon senang
"Tapi kalau boleh tahu dengan siapa kami sedang berhadapan?" Tanya Bajra Napoleon ingin tahu
"Aku Abhicandra, dan mereka semua adalah pengikut ku!" Jawab Abhicandra sedikit berbohong, sambil mengeluarkan kartu emas yang dimiliknya dan disodorkan pada Bajra Napoleon
"I.i.ini kartu emas!. Lambang penguasa kehormatan di tempat ini!" Reaksi Bajra terkejut
"Siapa sebenarnya tuan ini?" Tanya Bajra penasaran
"Saya hanya warga biasa, yang kebetulan dimuliakan oleh pemilik Arjaya Graha!"
"Tapi jika mau mengetahui siapa aku, silakan lihat bagian lain di kartu tersebut!" Jawab Abhicandra merendah
"Mendengar jawaban klise seperti itu. Bajra buru buru membalikkan kartu yang dipegangnya, untuk melihat sisi lain kartu tersebut. Kemudian membacanya.
"Warga kehormatan utama. Dewa metafisika Abhicandra!" Bunyi tulisan yang ada di bagian depan kartu berwarna kuning tersebut memberitahukan siapa pemilik kartu itu sebenarnya
"Luar biasa!.Ternyata anda adalah orang yang sangat dihormati oleh Arjaya!"
"Pantas saja dengan mudahnya masuk ke wilayah ini tanpa pemeriksaan?"
"Ternyata anda adalah pemegang kartu tertinggi di wilayah ini!"
"Hanya ada dua kartu yang pernah di keluarkan. Satu dimiliki oleh Arjaya, dan satu lagi oleh tuan dewa."
__ADS_1
"Aku saja yang lumayan lama tinggal di sini, tidak diberikannya dengan serta merta." Ucap Bajra sengaja membelokkan fakta, tentang keberadaannya di perumahan tersebut
"Sialan si Arjaya itu!. Awas kau nanti!" Batin Bajra dalam hati terlalu geram
"Tuan dewa!. Sebagai pemegang kartu tertinggi ini. anda berhak untuk mendatangi tempat manapun yang anda suka, tanpa anda yang berani menghentikan anda!"
"Aku saja tidak berhak untuk menghentikan anda, jika anda ingin memeriksa tempat ini!" Respon Bajra apa adanya
"Anda hanya melebihkan kata saja tuan Baja!. Sebenarnya tidak begitu juga kenyataannya."
"Kemarin waktu mau masuk ke sini, sempat juga dihadang oleh penjaga pintu gerbang !"
"Untung bisa diatasi berkat kartu ini." Jawab Abhicandra berterus terang
"Berita penghadangan itu memang sempat aku dengar, tapi hanya sekilas saja."
"Ternyata itu adalah anda sendiri!" Ucap Bajra Napoleon tulus
"Orang ini pembawaannya tenang. Tidak terkesan sombong atau mau menang sendiri."
"Sangat bertolak belakang dengan berita yang aku dengar. Baik dari Gustav maupun dari anak buahnya sendiri." Batin Taraka dalam hati
"Tapi walau tenang. dia seperti menyimpan sebuah kekuatan besar, yang sulit untuk di ukur." Batin Taraka lagi
"Oh ya tuan dewa!. Hampir aku lupa!"
"Tentang niat dari tuan anda itu, bisa kami pertimbangkan, karena aku juga sudah lama tidak berolahraga, atau saling bertukar jurus dengan orang lain!"
"Rasanya di negara manapun aku datang, belum ada yang mampu memuaskan ku!" Ucap Bajra mulai menyombongkan diri
"Mudah mudahan tuan anda itu, bisa membuat ku merasa puas, atau minimal keluar keringat lah!" Ucapnya lagi
"Tapi bagaimana aturannya?. Apakah tuan anda ada menitipkan pesan untuk ku?" Tanya Bajra ingin tahu, tapi masih terlihat sombong dalam ucapannya
"Oh kebetulan aku ada membawanya!" Jawab Abhicandra sudah merasa geram. Kemudian mengambil sesuatu dari balik jas yang dipakainya, Lalu memberikannya pada Bajra Napoleon untuk di baca
Setelah satu menit membaca dan memahami isinya, kepala Bajra Napoleon terlihat mengangguk angguk tanda mengerti
"Cukup menarik!. Belum pernah aku mendapat tantangan yang cukup berani seperti ini!"
"Baru tuan besar anda seorang yang berani melakukannya!" Ucap Bajra Napoleon berterus terang
"Tapi yang menjadi pikiran ku!, bukan hanya tuan anda yang ingin turun tangan dalam tantangan tersebut."
"Dia juga menawarkan, agar masing masing mengeluarkan jagoannya, untuk maju di arena latih tanding nanti!"
"Pertanyaannya adalah, apakah tuan kalian itu mempunyai orang yang sanggup mengalahkan anak buah ku?" Ucap Bajra terkesan meremehkan Dion
"Tentang masalah itu!. tuan Baja tunggu dan lihat saja, setelah tuan kami itu datang ke sini!" Jawab Adiwilaga dengan suara sedikit keras
"Anda adalah..?" Tanya Bajra ingin tahu
"Aku Kaisar!. Orang biasa yang ingin merasakan jurus jurus mu itu!" Jawab Adiwilaga dengan suara tegas
"Hahahaha!. Anda lucu sekali!. Jangankan untuk melawan ku, melawan anak buah ku saja anda tidak pantas!" Sambut Bajra menyombongkan diri, dengan tertawa terbahak bahak, meremehkan kekuatan si kaisar dewa perang tersebut
"Kalau begitu anda boleh mencoba jurus ku ini!" Respon Adiwilaga marah, kemudian berdiri dan ingin bersiap menyerang Bajra Napoleon di rumahnya sendiri
__ADS_1
"Tahan senior!. Kedatangan kita kemari bukan untuk membuat keributan, tapi cuma menyampaikan amanat dari tuan besar kita saja!" Ucap Abhicandra berusaha melerai, dan meredakan amarah seniornya tersebut
"Huh!. Kalau bukan karena niat tuan besar kami. Saat ini juga kau akan aku habisi!" Ucap Adiwilaga berterus terang
"Maaf kan sikap orang ku ini tuan Bajra. Dia memang bertemperamen kasar, tapi percayalah, hatinya sebenarnya baik." Ucap Abhicandra membelokkan kata, agar situasi mereda
"Tidak masalah tuan dewa!. Itu pertanda bahwa dia mempunyai semangat untuk dikalahkan!" Jawab Bajra malah kembali meremehkan keberadaan Adiwilaga tersebut
"Kalau begitu kami undur diri tuan Baja!"
"Berita bagus ini akan segera kami sampaikan pada tuan besar kami."
"Tiga hari lagi kami akan datang kemari, untuk mengadakan latih tanding, antara kedua belah pihak." Ucap Abhicandra berusaha meredam
kesalahpahaman tersebut. Kemudian buru-buru mengajak senior juga orang-orang yang dibawanya keluar dari rumah tersebut, dan bergegas meninggalkannya
Setelah rombongan Abhicandra pergi. Bajra Napoleon menjadi uring-uringan. Dia sangat marah sekali, karena telah direndahkan oleh seorang Adiwilaga yang dianggap hanya orang tua lemah saja
Jika Abhicandra tadi tidak bersama dengan orang-orang tersebut, saat itu juga Bajra akan menghajar si Adiwilaga. Tapi terpaksa ditahannya, karena adanya si dewa metafisika, yang dia sendiri harus memberi hormat padanya
Geram karena kekesalannya tidak tersalurkan. Bajra Napoleon memanggil anak buahnya menghadap, dan memberi perintah untuk mengikuti mobil mereka secara diam-diam
"Aku harus mencari tahu, siapa orang yang dipanggil tuan besar oleh mereka itu!"
"Jika dia memang orang yang sedang aku cari, maka ini adalah kesempatan besar bagi ku, untuk membalaskan dendam kematian orang tuaku!" Ucap Bajra Napoleon dengan suara lantang
"Tapi jika bukan!. Maka anggap saja sebagai latihan untukku menghadapi orang tersebut, yang katanya juga kuat seperti ku!" Ucapnya lagi
"Karlos!. Ikuti orang orang itu, dan cari tahu siapa mereka sebenarnya!"
"Aku curiga mereka orang yang sedang kita cari selama ini!" Ucap dan perintah Bajra pada anak buahnya
"Baik tuan muda!" Jawab Karlos tegas dan patuh
***
Tiga hari kemudian seperti waktu yang dijanjikan
Dion beserta 250 pengawal terpilih, pergi mengunjungi Bajra Napoleon, dengan menaiki puluhan mobil mewah, yang up to date, yang Bajra sendiri kemungkinan belum memilikinya
Iring iringan mobil mewah milik Dion itu, ketika hendak dibawa masuk ke arena perumahan mewah dan elit tersebut, tidak mendapatkan hambatan, karena para penjaga gerbang perumahan itu, sudah dikasi tahu, bahwa akan ada tamu VIP yang akan datang, menemui penguasa kekuatan wilayah perumahan itu
Selang setengah jam kemudian, puluhan mobil mewah itu berhenti persis di pelataran parkir rumah atau mansion mewah milik Bajra yang cukup luas itu
Kedatangan Dion dan rombongannya, disambut langsung oleh Bajra Napoleon, bahkan pemilik dan pengembang wilayah itu, juga terlihat ada bersamanya
Tapi sayangnya, pemilik dan pengembang perumahan mewah itu, bukan langsung menemui kepada Dion, namun menuju kepada Abhicandra, sang penolongnya tersebut. lalu berkata.
"Selamat datang tuan penolong!. Mari silakan masuk ke dalam!" Ucap Arjaya cukup ramah, tapi mengacuhkan keberadaan Dion tuan besar yang seharusnya dia hormati
"Maaf tuan Arja!. Yang seharusnya disambut bukanlah aku, tetapi tuan besarku itu!" respon Abhicandra tidak enak hati
"Selain anda dan tuan muda Bajra, tidak ada yang penting bagiku di sini!" Jawab Arjaya begitu menyombongkan diri dan sangat jumawa sekali
"Tidak apa-apa paman abi!. Lupakan saja!" Respon Dion berbesar hati dan cukup bijaksana sekali
"Kurang ajar!. beraninya bersikap begitu pada tuan besar kami!"
__ADS_1
"Jika sudah tiba waktunya kau akan aku habisi!" Batin Adiwilaga geram dalam hati
"Siapa diantara kalian orang yang bernama Dion?" Ucap Bajra dengan ekspresi marah