Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
87. Mulai membangun


__ADS_3

Berita tentang terbakarnya markas preman atau kelompok pengacau, yang selalu meresahkan masyarakat pinggiran kota B, merebak dengan begitu cepat di seantero kota B


Ditambah lagi dengan menghilangnya anggota gerombolan itu secara misterius. Pihak yang berwajib pun tidak menemukan bukti, adanya perkelahian atau pertarungan di lokasi tersebut


Orang orang cuma mengindikasikan, bahwa kejadian itu murni kecelakaan, yang disebabkan oleh kebakaran, hingga menghanguskan seluruh bangunan yang mereka tempati, dan membakar semua penghuninya ketika sedang tidur


Padahal sebenarnya mereka tahu, penyebab kebakaran tersebut, karena ditemukan bukti onggokan daging yang tidak terbakar habis, ditambah lagi dengan adanya beberapa potongan kepala yang terpisah dari badannya


Hasil akhir menyebutkan, bahwa penyebab kematian mereka adalah, konflik antar sesama gangster atau preman untuk memperebutkan satu wilayah kekuasaan


Tapi walau bagaimanapun, kematian kelompok yang sangat meresahkan tersebut, tentu saja sangat menggembirakan orang orang di kota B umumnya, dan masyarakat yang tinggal disekitar markas kelompok tersebut khususnya


Mereka sangat berterima kasih, kepada orang yang telah menghabisi mereka, serta membebaskannya dari tekanan dan ketakutan, yang selama ini mereka alami


Karena investigasi telah selesai, otoritas kota segera membersihkan lokasi kejadian, dengan menggunakan alat alat berat, dan dibantu oleh orang orang sekitar secara suka rela, sebagai bentuk terima kasih mereka, karena telah terbebas dari teror yang selama ini menimpa mereka


***


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, pagi berganti siang, sore berganti malam, dan malam berganti pagi kembali. Peristiwa itu datang silih berganti, seperti perputaran roda yang berputar nya sangat teratur sekali


Hari berikutnya, sekitar pukul 8.17 pagi. Dion memanggil orang orangnya, untuk datang ke vila, guna membicarakan langkah langkah apa yang harus mereka ambil, sebelum melaksanakan sesuatu


Mereka yang dipanggil antara lain adalah, Ivory, Hans Rams, Burgon, Erisha, James, Govin dan Robin, yang sudah sehat kembali, ditambah lagi dengan para komandan bawahan mereka masing masing


Tanpa mau membuang waktu, Dion memulai pembicaraan nya. "Aku sudah berjanji kepada paman Tiger, untuk mengembangkan daerahnya, menjadi satu tempat tujuan wisata berskala besar, atau nasional, bahkan Jika memungkinkan internasional."


"Kesepakatan kerjasama itu tergantung dari pihak kita, dan aku sudah menyetujui site plan yang diajukan oleh paman Tiger."


"Untuk mendukung rencana tersebut, tentunya kita harus mempunyai satu tim yang handal, yang akan diterjunkan ke sana, yang benar benar menguasai tentang dunia pariwisata."


"Selain itu, yang perlu diperhatikan juga adalah tim pendukung, yang tugasnya mengamankan wilayah tersebut dari gangguan pihak yang tidak bertanggung jawab."


"Maaf tuan muda kalau aku menyela!" Ucap Ivory tiba tiba


"Ya, silakan saja Ivory!" Jawab Dion Ramah


"Di kota manakah daerah yang ingin tuan bangun itu?" Tanya Ivory ingin tahu


"Menurut informasi dari paman Tiger, daerah itu bernama desa BS, yang berada di kota S. Kontur tanahnya sangat cocok untuk daerah perkebunan, pertanian dan perikanan"


"Ditambah lagi daerahnya yang berbukit bukit, dan tak jauh dari desa itu, terdapat laut dengan pantai putihnya yang sangat indah."


"Kalau begitu, sebaiknya tuan melibatkan putra daerah setempat. karena mereka lebih tahu daerahnya masing masing." Ucap Ivory memberikan saran pada Dion

__ADS_1


"Di perusahaan kita, ada beberapa orang yang berasal dari kota tersebut, yang mempunyai talenta cukup bagus."


"Jadi aku sarankan kepada tuan, untuk merekrut beberapa orang diantara mereka, untuk diterjunkan di daerah nya masing masing.


"Itu jauh lebih baik. Apakah kau mengetahui di departemen manakah mereka bekerja saat ini?" Tanya Dion dengan antusias


"Dua orang yang aku ketahui, berada di departemen sumber daya manusia, yang sekarang bekerja di perusahaan bahan baku pembuatan alat elektronik."


"Sedangkan dua lainnya, yang juga mempunyai talenta cukup tinggi, kebetulan saat ini bekerja di tempat yang sama, yaitu di bidang intertain dan pariwisata."


"Bagus kalau begitu! Apakah hari ini juga, kau bisa mendatangkan keempatnya untuk menghadap ku?"


"Bisa tuan muda. Saat ini juga aku hubungi manager atau direktur tempat dimana mereka bekerja, agar bisa mengantarkan orang orang yang dimaksud, untuk menghadap tuan di kota Golden City ini."


"Baik!. Aku tunggu beritanya." Ucap Dion senang


"Sementara menunggu mereka datang, aku akan membentuk tim yang akan diterjunkan di desa sumber Sari tersebut."


"James dan Erisha!. Aku tugaskan untuk menjadi ketua tim pengembangan daerah tersebut, yang akan didampingi oleh beberapa orang komandan, dan 200 orang tenaga pengamanan yang berasal dari kota ini."


"Sedangkan Burgon dan Robin, kalian tetap aku tugaskan untuk menangani proyek, di lahan baru yang kita beli itu, didampingi oleh beberapa orang komandan, dan 200 orang tenaga pengamanan juga."


"Sementara Hans dan Rams, tetap berada di kota Golden City ini, dibantu oleh beberapa orang komandan, juga 200 orang pengawal."


"Besok aku akan meminta tambahan tenaga pengamanan kepada Iron, agar mengirimkan 1.000 orang tenaga lagi ke daerah ini, yang terdiri dari 100 orang samurai, 100 orang ninja, dan 100 orang assassin, dan sisanya terdiri dari berbagai macam keahlian, untuk memperkuat tim yang sudah aku bentuk tadi."


"Sedangkan Govin, akan aku kirim kembali ke kota J, untuk mendampingi kakekku, agar bisa mengecek kesehatannya. Sebagai gantinya, aku akan meminta murid murid Govin,untuk dikirimkan ke sini."


"Sementara untuk Leon, yang tugasnya menjaga vila ku ini, untuk sementara, posisinya digantikan oleh Hans, karena sehari sebelumnya, dia ku perintahkan kembali ke kota J, untuk mendampingi Iron selama seminggu, guna memperkuat dan mengamankan aset aset perusahaan ku, yang ada di sana, juga di kota lain."


"Apakah semuanya bisa dipahami?" Tanya Dion tegas


"Dimengerti tuan muda!" Jawab mereka serempak


Tidak terasa pembicaraan itu sudah berjalan sekitar 45 menit. mungkin ini saatnya orang orang yang dipanggil akan datang


Ternyata perkiraan itu benar, empat orang yang dipanggil untuk menghadap Dion, saat ini hampir memasuki vila tempat Dion tinggal


Kesan pertama yang timbul di hati mereka adalah kagum, wah dan luar biasa. Dalam hati mereka berkata " Ini bukan rumah lagi, bahkan bukan vila, tetapi istana!" Kata hati mereka serempak dan hampir sama


Tiga diantara mereka, sempat berhenti, karena takjub memandang bangunan vila milik tuan mudanya, karena bentuk dan ukurannya yang sangat besar, indah dan megah


Sementara pemandu mereka, sudah berjalan duluan, dan hampir memasuki pintu vila, tetapi ketika mereka menoleh kebelakang, dia tidak mendapati 3 orang yang tadi datang bersama nya

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan di situ? cepat ikut aku! tuan muda sedang menunggu!"


"Baik manager!" Jawab mereka serempak


Begitu keempatnya masuk, tidak bisa disembunyikan lagi rasa kagum mereka, ketika melihat interior dalam vila tersebut sangat mewah sekali


Kedatangan mereka segera dilaporkan kepada Dion, dan tanpa berbasa basi lagi, Dion meminta mereka untuk segera menghadapnya, karena waktu terus berjalan


Di sepanjang ruang yang mereka lalui, Manager itu terus memberikan fatwa dan larangan , apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, ketika berhadapan dengan tuan muda Dion


Tapi yang namanya manusia, tetap saja lupa, begitu mereka sampai di hadapan Dion, keempatnya kembali terpana, begitu berhadapan dengan Dion. Dalam hati mereka berkata. "Benar benar sultan, tampan dan berwibawa!"


"Ayo mendekat dan duduk lah!" Ucap Dion penuh wibawa, hingga membuat keempatnya menelan saliva karena grogi


"Perkenalkan diri kalian masing masing!" Ucap Dion serius


Sekian detik berlalu, tapi tak seorangpun yang berani memulai pembicaraan dengan Dion, Bukan karena apa, tapi takut salah dalam bersikap dengan tuan mudanya


Masing masing saling sikut, untuk meminta yang di sebelahnya, untuk memperkenalkan diri duluan


Tapi tak lama kemudian, sang manajer memberanikan diri dengan berkata. "Saya Denny, manajer pemasaran di bahan baku alat alat elektronik."


"Saya Tama, asisten manajer di perusahaan yang sama dengan manajer Denny."


"Saya Citra, bekerja di bidang entertainment dan pariwisata."


"Saya Hartini, tuan boleh memanggilku Tini saja, seorang karyawan biasa di departemen sumber daya manusia." Ucap Tini dengan wajah ceria


"Apakah kalian berempat berasal dari daerah yang sama?" Tanya Dion serius


"Benar tuan!. Kami sama sama berasal dari kota S, tapi berlainan desa. Kalau saya berasal dari desa W, sedangkan Herry, berasal dari desa K, sementara Citra dan Hartini berasal dari desa yang sama, yaitu desa BS." Jawab Denny panjang lebar


"Baiklah! aku rasa sudah cukup perkenalannya. Sekarang dengarkan baik baik. Daerahmu akan ku kembangkan menjadi tempat tujuan wisata, khususnya desa BS, yang bekerjasama dengan paman Tiger, mungkin kalian sudah mengenalnya."


"Kami sangat mengenalnya tuan. Paman Tiger adalah orang yang baik, kami biasa memanggilnya dengan juragan Ti," Jawab Tini tanpa malu malu lagi


"Ternyata begitu, baiklah terima kasih atas informasinya." Ucap Dion senang


"Hari ini kalian kubebaskan untuk tidak bekerja, sebab besok kalian berempat akan ku kirim ke daerah kalian, untuk menjadi asisten ahli yang menangani proyek pariwisata tersebut."


"Kalian akan berada di bawah perintah Erisha dan James. Semua perintahnya yang benar adalah perintahku, jadi lakukan semua yang diinginkannya, demi terbentuknya desa BS menjadi satu tempat tujuan wisata."


"Baik tuan muda!" Jawab mereka serempak

__ADS_1


"Baiklah!. karena tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, maka pertemuan cukup sampai di sini saja, kalian boleh membubarkan diri, dan khusus untuk kalian berempat, akan ditangani oleh sekretaris ku Ivory."


__ADS_2