
"Tidak bisa!. Susah payah aku bangun pangkalan itu, dengan biaya yang tidak sedikit!".
"Seenaknya saja kau menyuruh ku untuk menghancurkannya!" Reaksi Leopard tidak terima
"Berarti kau membantah perintah ku orang tua?" Tanya Dragon kurang senang
"Ya!. Aku menolak keinginan gila mu itu!" Jawab Leopard cukup berani
"Baiklah kalau begitu!. Aku tidak akan memaksa mu. Tapi...!"
Zet! set! Wus!
Tiba tiba saja seberkas sinar keluar dari tubuh Dragon, dan menyatu dengan tangannya
Tak lama kemudian, sinar itu di lemparkan ke tubuh Leopard dan Tejamaya, hingga membuat tubuh keduanya dilingkupi oleh sinar terang tersebut
Apa yang Dragon lakukan, memicu rasa tidak senang pada Leopard atau Leo itu. dan tak lama kemudian dia pun berkata dengan nada marah. "Apa yang kau lakukan?. Lepaskan sihir busuk mu ini!" Teriak Leopard tidak terima
"Tenang saja orang tua!. Sebentar lagi kau akan merasa tenang." Jawab Dragon kalem, tapi sesudah itu
"Argh!"
"Argh!" Teriak Tejamaya dan Leo bersamaan, ketika rasa sakit mendera tubuh keduanya
Rasa sakit yang mereka alami, lebih sakit dari hantaman aura yang berbalik arah beberapa menit yang lalu
Tubuh keduanya tergoncang kuat, dan hampir tidak mampu ditahan lagi. Tapi sedetik kemudian, deraan rasa sakit tersebut hilang, dan berganti dengan rasa nyaman
Kini tubuh keduanya terkulai di lantai dan tidak sadarkan diri
"Sekarang giliran kalian para penyihir!"
"Ilmu kalian akan aku cabut, dan akan membuat tubuh kalian merasa sakit."
"Maka bersiaplah!" Ucap Dragon sangat berwibawa sekali
Sedetik kemudian, dari tubuh juga kedua tangannya keluar seberkas sinar yang sangat terang. Mengarah pada 30 orang penyihir, dan mengikat tubuh tubuh mereka agar tidak bisa bergerak
Hampir satu setengah menit hal itu berlangsung, hingga seluruh kekuatan, kesaktian dan pengetahuan mereka tentang sihir, jurus, juga yang lainnya hilang, dan raib dari tubuh tubuh mereka
Sama seperti dua tuannya tadi. tubuh tubuh mereka pun menjadi lemah, dan terkulai di lantai. Tapi tidak sampai pingsan
Dalam rasa putus asa tersebut. Mereka mendengar suara yang sangat mendominasi sekali
"Sekarang kalian bukan siapa siapa lagi!"
"Kekuatan serta pengetahuan kalian tentang sihir telah aku cabut!"
"Sampai kapan pun kalian tidak akan bisa mempelajari sihir atau sejenisnya lagi!"
"Jika kalian tetap memaksa, maka formasi kematian yang aku tanamkan di tubuh kalian itu akan bereaksi, dan membuat tubuh kalian meledak, dan hancur menjadi debu!" Ucap Dragon pada 30 mantan penyihir itu
"Sekarang dengarkan baik baik!"
"Pergilah dari sini, dan hidup sebagai orang biasa!"
"Jika tetap memaksa untuk tinggal, maka nyawa kalian sebagai taruhannya!" Ucap Dragon lagi
"Baik tuan pendekar!. Kami akan pergi dari sini!"
"Terima kasih karena masih memberi kesempatan pada kami untuk hidup!"
"Jika kedepannya ada kehidupan lain, maka kami akan mengabdi pada tuan!" Jawab salah seorang mantan penyihir itu pada Dragon, dengan sikap tunduk
"Baik!. Sekarang bersiaplah!. Aku akan mengirim kalian ke tempat kalian masing masing, agar bisa berkumpul dengan keluarga kalian di sana!"
"Tentang harta yang telah kalian dapatkan, akan aku sertakan dengan kepergian kalian nanti!" Jawab Dragon dengan ekspresi tenang. Lalu melambaikan tangannya ke arah orang orang yang ada di depannya itu, dan..
Wus!
Blam!
__ADS_1
Tiga puluh orang tersebut menghilang dari pandangan, dan pergi entah kemana
Kini yang tinggal hanya Tejamaya, Leopard serta Ranggaspati. Sedangkan lima operator yang sejak awal ada di ruangan itu, masih dibuat pingsan oleh Dragon
"Kalian bangunlah!" Ucap Dragon dengan suara menggema. Lalu mengibaskan tangannya ke arah Tejamaya dan yang lainnya
Dalam sekejap saja, kesadaran mereka telah kembali
Hal pertama yang dilakukan oleh mereka adalah melongo diam, terutama Leopard. Dia tidak bisa berpikir apa yang sebenarnya terjadi padanya
Dalam rasa bingung itu leopard masih sempat bertanya. Kemana orang orang ku?"
"Apa yang telah kau lakukan pada mereka?"
"Kau tenang saja orang tua!. Mereka sudah tidak ada lagi di benua ini, maupun di benua manapun!"
"Jadi jangan lagi kau cari mereka!"
"Semua kekuatan juga pengetahuan mereka tentang sihir telah aku cabut!"
"Kalau pun mereka masih hidup, sudah tidak berguna lagi bagi orang lain, apalagi buat kalian!" Jawab Dragon berterus terang
"Jadi mereka sudah mati!" Tanya Tejamaya penasaran
"Kira kira begitulah orang tua!" Jawab Dragon enteng saja
"Ja ja jadi!. Berarti mereka..?"
"Sudah!. Jangan dibahas lagi masalah itu!"
"Masih ada hal penting lainnya yang ingin aku katakan pada kalian, terutama kau anak kecil!" Ucap Dragon tegas
"Apa yang ingin kau katakan padaku bhangsat!" Respon Ranggas Pati kasar, dan belum juga menyadari situasi
"Jaga sikap mu anak kecil!. Jangan berani bersikap kurang ajar pada tuan agung kami ini!" Ucap Abhicandra tidak senang
Wus!
Blar!
Blam!
Dua kekuatan besar beradu di udara. Akibat Ranggaspati tidak terima di bentak seperti itu. Dan dengan cepat merilis kekuatan Kalamurka nya, lalu dilemparkan ke arah Abhicandra
Tapi sayang sekali!. Abhicandra bukanlah orang lemah. Dengan mudahnya dia mengusir serangan tersebut, dan mengembalikan pada pemiliknya, sehingga membuat tubuh Ranggas Pati terlempar ke belakang, dan memuntahkan darah segar dari mulutnya
"Anak ku!"
"Cucu ku!" Teriak Leopard juga Tejamaya hampir bersamaan
"Keparat!. Aku bunuh kau murid durhaka!" Reaksi Tejamaya benar benar marah. Kemudian mengerahkan kemampuan sihirnya dan lain lain, untuk mencelakai Abhicandra yang dipanggil nya murid durhaka itu
Tapi betapa terkejutnya dia, saat menyadari, tidak ada aura kekuatan apa pun yang mengalir dari dalam tubuhnya
Berapa kali pun dia mencoba. Aura panas tidak bisa dia rasakan di tubuhnya. Lalu dengan rasa penasaran tinggi, Tejamaya mengalihkan pandangannya kearah Dragon, seolah-olah ingin bertanya, apa yang terjadi pada kekuatannya tersebut
Dragon yang dipandang seperti itu langsung mengerti, apa tujuan Tejamaya bersikap demikian. Lalu diapun berkata
"Sama seperti 30 penyihir mu itu!. Kekuatan mu juga anak mu itu telah aku cabut, kecuali cucu mu itu!"
"Kekuatannya aku batasi dan aku kunci, agar tidak bisa berkembang dan digunakan untuk berbuat kejahatan lagi!"
"Dalam tubuh kalian telah aku tanam formasi kematian dan formasi darah!"
"Jika ke depannya kalian berbuat jahat lagi, terutama kalian berdua orang tua!"
"Maka formasi yang telah aku tanam itu akan membuat tubuh kalian meledak, serta hancur tidak tersisa!"
"Khusus untuk Ranggas Pati. Kekuatannya telah aku cabut dua tingkat, dan aku kunci sisanya!"
"Jika nanti dia berbuat jahat lagi, maka formasi darah itu akan membuatnya merasa kesakitan."
__ADS_1
"Oleh karena itu!. Jangan berani melawan ku lagi!" Jawab Dragon penuh ancaman
"Kurang ajar!. Dasar manusia licik!"
"Sekarang kekuatan ku sudah hilang, dan tidak bisa lagi melawan!"
"Apakah hari ini adalah hari kematian ku, juga kehancuran organisasi ku?" Batin Tejamaya dalam hati
"Jangan membatin lagi orang tua!"
"Aku tahu apa yang barusan kau katakan dalam hati itu!"
"Tapi karena waktu ku hampir habis!. Maka aku akan melaksanakan niat ku tadi!"
"Cepat hancurkan markas bawah laut mu itu!"
"Jika tidak!, maka aku sendiri yang akan melakukannya!" Ucap Dragon cukup jelas, dan mengeluarkan aura intimidasi yang sangat menakutkan sekali, hingga mengejutkan semua orang yang ada di ruangan tersebut
"Ba Ba baik tuan agung!" Jawab Leopard patuh, kemudian mengaktifkan komputer yang masih tersisa. Lalu mengetikkan kata perintah
"Segera kosongkan markas!. dan berkumpul di ruang evakuasi!"
"Dalam sepuluh menit!. Markas akan diledakkan!" Bunyi perintah itu, dan langsung dikirimkan pada orang-orang yang berada di markas bawah laut tersebut
Mendapat perintah yang mendadak seperti itu, sontak saja membuat semua orang yang ada di ruang kendali menjadi kebingungan. Mereka seakan tidak percaya, bahwa perintah tersebut dikeluarkan oleh tuan mereka
Tapi setelah berlalu hampir 1 menit, barulah mereka menyadari, bahwa perintah itu memang benar-benar serius
Sontak saja semua orang yang ada di situ menjadi kalang kabut. Lalu salah seorang di antara mereka, yaitu kapten ruang kendali, memberi pengumuman melalui pengeras suara, ke seluruh ruangan yang ada di markas bawah laut itu
Pengumuman tersebut tentu saja membuat semua orang menjadi bingung serta takut. Tapi karena perintah itu dikeluarkan oleh kapten pangkalan, maka tanpa berpikir panjang lagi, semua orang yang sedang bekerja, meninggalkan pekerjaan mereka. Yang sedang tidur atau baring-baring pun segera bangun, dan bergegas menuju ruang evakuasi untuk menyelamatkan diri
Kapten kapal yang ruang kendalinya berada di dalam kapal selam berukuran besar. segera mengaktifkan perintah untuk peledakan, yang akan berlangsung sekitar 5 menit lagi
Setelah itu kapal selamnya bergerak cepat, dan meninggalkan markas bawah laut tersebut. Sementara di atas laut, terlihat delapan buah kapal berukuran besar, membawa ribuan pekerja dan orang-orang yang ada di pangkalan tadi
Setelah 5 menit terlewati, terdengar ledakan yang sangat kuat sekali, yang berasal dari dalam laut, dan..
Boom!
Boom!
Blar!
Bumi terasa berguncang, air laut tiba-tiba naik. Dan air yang ada di atas markas tersembunyi itu menyembur ke atas, disertai dengan asap tebal, api dan lain sebagainya
Kapal selam yang ditumpangi oleh kapten pangkalan serta 150 anak buahnya, sempat berguncang, dan hampir kehilangan kendali
Tapi untungnya kapal selam tersebut berukuran cukup besar, hingga ledakan tersebut tidak begitu mempengaruhi performanya
Namun walaupun demikian, ada beberapa buah alat komunikasi serta layar monitor yang mengalami kerusakan, tapi tidak mempengaruhi keseluruhan kinerja dari kapal selam tersebut
Sementara 8 buah kapal yang sedang melaju kencang di atas laut, jaraknya sudah cukup jauh, dan masih belum terkejar oleh gelombang yang menerjang cukup besar itu
Akhirnya setelah sepuluh menit berlalu, delapan buah kapal berukuran besar itu, berhasil berlindung di balik pulau, dan selamat dari hantaman ombak berukuran tinggi itu
Namun walau demikian. Kapal kapal itu tetap terkena dampak dari sisa sisa gelombang yang tadi menerjang pulau itu, hingga membuat kapal sedikit terombang ambing, dan ada yang hampir karam
Tapi setelah satu menit berlalu. Keadaan genting itu akhirnya terlewati. Gelombang laut tidak lagi besar, dan keadaan kembali seperti semula
Namun waktu ledakan itu terjadi, beberapa buah kapal yang kebetulan sedang melintas mengalami bencana, dan hampir saja tenggelam. Bahkan ada sebuah kapal nelayan, terseret ombak dan terhempas di pantai. Hancur!Beruntung penumpangnya selamat
Sedangkan masyarakat yang mendiami pesisir pulau pulau, walau jaraknya cukup jauh, hanya terkena dampak kecil saja
Hanya gelombang setinggi satu meter yang menghantam pemukiman mereka. Tapi tidak membuat tempat tersebut hancur karena terjangan gelombang yang tidak begitu kuat
Kini keadaan kembali normal. Hanya riak riak kecil gelombang yang terlihat di lautan, juga di pesisir pantai
Orang orang yang bekerja di markas bawah laut itu, kembali berpikir, kenapa Leopard atau Tejamaya, menyuruh mereka pergi, dan menghancurkan markas bawah laut nya sendiri
Tapi pertanyaan pertanyaan tersebut, tidak bisa dijawab. Karena orang orang yang ada di masing masing kapal, dan kapal selam, juga tidak tahu cerita yang sebenarnya. Jadi mereka hanya diam saja
__ADS_1
Sementara itu, penduduk pesisir atau penumpang kapal yang mengalami kejadian tiba tiba tersebut. Hanya terpaku diam. Mereka tidak mengetahui asal muasal gelombang itu