Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Pengawas diawasi


__ADS_3

"Ya biasalah!. Namanya saja pedagang, pasti ada pembeli nya!" Respon temannya datar


"Biasa bagaimana?. Kalian perhatikan baik baik!. Sepuluh orang itu keluar dari dua mobil mewah."


"Bukankah itu aneh?" Jawab temannya protes


"Mana ada orang kaya mau makan nasi goreng dan bakso di pinggir jalan. kalau bukan ada apanya?" Sambungnya lagi


"Jadi maksudmu bagaimana?" Tanya temannya tidak mengerti


"Kau bodoh atau apa sih?. Jelas mereka itu adalah mata mata, yang sedang mencari tahu tentang kita!"


"Kedua pedagang keliling itu adalah anak buah mereka, yang sedang menyamar sebagai pedagang bakso dan nasi goreng."


"Padahal mereka adalah mata mata!" Jawab temannya kesal


"Kurang ajar!. Ternyata kita di bohongi oleh mereka!"


"Cepat laporkan masalah itu pada bos!. agar bisa memberi petunjuk, apa yang harus kita lakukan pada mereka!" Respon temannya yang lain merasa cemas


"Jangan gegabah!. Kita hanya bertiga, sedangkan mereka berjumlah sepuluh orang. 12 dengan pedagang itu!"


"Jika kita nekat mendekati mereka, kita sendiri yang akan mati!" Ucap temannya yang lain


"Siapa suruh mendekati mereka!. Cukup beritahu bos, beres!" Jawab rekannya menimpali


"Oke kalau begitu!" Sambut temannya mengerti. Kemudian mengambil handphonenya, untuk memotret orang orang tersebut. Lalu dikirimkan pada bos mereka


Tapi belum juga rencana tersebut terlaksana, sesuatu terjadi pada ketiganya


Bug! Bug! Bug!


Tanpa bersuara tanpa diduga, tiga orang ninja tiba tiba muncul di belakang mereka, dan langsung memukul tengkuk ketiganya hingga pingsan


"Angkat tubuh mereka!, dan masukkan ke dalam mobil itu!" Ucap seseorang memberi perintah


"Baik ketua!" Jawab salah seorang ninja patuh, kemudian mengangkat tubuh tidak berdaya tersebut, dan dimasukkan ke dalam mobil yang tak jauh dari tempat mereka mengawasi tadi


"Dasar amatiran!. Birawa Group dilawan!" Ucap seseorang yang ternyata adalah Burgon


"Cepat bawa mereka ke markas. Buat ketiganya mengakui, bahwa mereka adalah penjahat yang sedang kita cari!"


"Jika tidak mau mengaku juga! lakukan sesuai prosedur!" Perintah Burgon tegas pada anak buahnya


"Siap laksanakan ketua!" Jawab ketiga orang ninja mantan tentara itu patuh


***


Satu jam kemudian, ketiga penguntit yang ditugaskan untuk mengawasi Bowo dan temannya, telah mengakui perbuatan mereka


Tidak tahan disiksa, bahkan diancam akan di kebiri, akhirnya ketiganya memberi tahu siapa mereka sebenarnya


Bukan hanya itu saja, ketiganya juga mengakui, bahwa mereka yang selalu menghadang konvoi kendaraan pengangkut semen, untuk dirampas isinya


Kalau mereka melawan atau tidak mau menyerahkan bawaan mereka, maka kelompok Rojak tidak akan segan-segan lagi untuk menghabisi para sopir tersebut. Tapi sampai sejauh ini, belum ada yang mati ditangan kelompok pimpinan Rojak itu


Adapun kelompok bekas anak buah Sengkuni, dibuat tidak berdaya, bahkan mereka dipaksa agar ikut menjadi bagian dari mereka


Karena berada di bawah ancaman senjata, maka mau tidak mau, mereka harus mengikuti kemauan dari kelompok Rojak tersebut, dan dipaksa tidak boleh membuka mulut pada siapapun


Selain itu, mereka juga menjelaskan bahwa komplotan begal semen dan sembilan bahan pokok lainnya, seluruh anggotanya berjumlah 270 orang, yang dipimpin oleh tiga ketua


Mereka adalah Rojak 1, Rojak 2 dan Rojak 3, yang masing masing beranggotakan 100 orang lebih

__ADS_1


Tapi ketika ditanya alasan kenapa mereka melakukan itu, ketiga mata-mata amatiran tersebut tidak bisa menjawabnya, karena mereka tidak tahu apa yang harus mereka katakan


Setelah mendapatkan keterangan tersebut, Robin dan Burgon memutuskan untuk bertindak cepat


Sebenarnya mereka bisa mendapatkan informasi lebih awal, jika Rojak dua, dan dua anak buahnya tidak mati dalam perjalanan, ketika menuju ke rumah sakit


Kejadian itu tentu saja memutuskan mata rantai informasi, yang ingin segera mereka dapatkan


Tapi bukan Burgon namanya, kalau tidak bisa menemukan dimana keberadaan anggota Rojak Rojak yang lain


Malam itu, sekitar pukul 9.30 malam, setelah selesai mengintrogasi ketiga mata-mata amatiran tersebut, Burgon dan Robin, yang didampingi oleh Langit, Awan Bumi serta Eric, terlihat sedang mengadakan pertemuan


Dalam pertemuan itu, Burgon yang paling banyak menjadi pembicaranya


"Malam ini juga kita bergerak menyambangi rumah itu, dan meringkus penghuninya!" Ucap Burgon ditengah pertemuan itu, setelah sekian lama mereka berunding


"Bagaimana dengan pihak otoritas setempat, apakah perlu kita libatkan?" Tanya Bumi menimpali


"Menurutku perlu, karena mereka penguasa daerah ini, terutama aparatnya."


"Jika kita tiba tiba menyerang mereka tanpa berkoordinasi, jelas kita telah menyalahi aturan."


"Lagipula lokasinya boleh dikatakan berada di tengah kota, walau itu perumahan." Jawab Burgon tegas


"Cukup aneh!. Kelompok yang sangat meresahkan itu tinggal di tengah kota, tapi kok tidak ketahuan oleh aparat ya?" Ucap Eric menimpali


"Bisa saja terjadi. Di sini mereka berperilaku baik dan bertindak sesuai aturan!"


"Tapi di luaran sana. mereka Bromocorah yang tidak segan segan menghabisi lawan maupun kawan!" Jawab Robin mantap


"Kalau begitu tunggu apa lagi!. segera beritahu pihak berwajib, dan katakan bahwa lokasi penjahat itu telah ditemukan!" Sambut Langit memberi usul


"Sabar!. Masih ada lagi yang perlu kita bicarakan." Jawab Burgon penuh mengandung teka teki


"Kita lupa untuk menanyakan pada ketiga mata-mata tersebut, yaitu tentang lokasi di mana mereka menyimpan hasil jarahan mereka!" Jawab Burgon berterus terang


"Benar juga apa yang ketua katakan. Kenapa kita bisa lupa ya?" Sambut Langit menimpali


"Kalau begitu. Eric dan Bumi, aku tugaskan untuk menemui mereka, dan dapatkan informasi tentang itu!" Ucap Burgon memberi perintah


"Baik ketua!" Jawab keduanya patuh, Kemudian pergi menuju ke ruang interogasi, untuk mendapatkan informasi dari mata-mata tersebut


***


Tiga puluh menit kemudian, semua informasi tambahan yang dibutuhkan sudah mereka dapatkan


Burgon sebagai ketua senior, dari lima komandan pasukan pengawal Birawa Group memerintahkan, agar mendatangi markas begundal itu tepat pukul 12 malam, dengan perhitungan bahwa mereka sudah pada tidur semua


Seperti yang diperkirakan, begitu mereka sampai di lokasi perumahan tersebut, kondisinya memang sudah mulai sepi. Tapi di rumah Rojak Babu, masih ada tanda tanda kehidupan


Tak mau targetnya melarikan diri atau sempat melakukan perlawanan, Burgon memerintahkan pada tim pembuka jalan, yang terdiri dari 10 orang ninja, untuk mendatangi mereka secara diam diam


Benar saja, hanya dalam tempo tak lebih dari tiga menit, orang orang yang berada di pos penjagaan, berhasil di lumpuhkan seluruh nya


"Cepat menyebar!, dan kepung rumah ini secara diam diam!"


"Jangan sampai terdengar bunyi tembakan kalau tidak terpaksa." Ucap Burgon memberi perintah


"Siap!" Jawab mereka serempak. Kemudian Berpencar secara sembunyi sembunyi mengelilingi rumah targetnya


Orang orang yang dibawa untuk meringkus komplotan Rojak Babu hanya berjumlah 50 orang. Tapi mereka adalah pasukan yang sangat terlatih


Dalam sekejap saja. pintu dan jendela rumah bagian samping telah terbuka separoh

__ADS_1


Tapi secara tiba tiba, terdengar bunyi tembakan cukup kuat dari dalam rumah, dan hampir mengenai anak buah Burgon


Beruntung mereka cepat menghindar, dengan berlindung di balik tembok dekat pintu bagian depan, juga jendela bagian samping


Akibat bunyi tembakan itu, seluruh anak buah Rojak Babu terbangun, dan buru buru berlari ke arah sumber suara.


Tapi naas, tindakan mereka yang ceroboh itu, mengakibatkan beberapa orang diantara mereka menjadi korban tembakan rekannya sendiri


Diantara mereka ada yang langsung mati, tapi ada juga yang hanya terluka saja


"Hentikan tembakan!. Itu teman kita sendiri!" Ucap Rojak tiga cukup kuat


"Arahkan moncong senjata kalian ke arah pintu itu!"


"Tembak siapa saja yang berani muncul!" Ucap Rojak tiga tegas. Kemudian memberi perintah pada anak buahnya dengan berkata. "Kerry!. Pimpin mereka!. Aku akan menemui bos!" Ujarnya tegas, sambil tersenyum penuh misteri


"Siap bos!" Jawab Kerry patuh, kemudian membantu temannya mengamankan lokasi tersebut


Sementara itu, Burgon, Robin dan Bumi, menyuruh anak buahnya untuk melemparkan bom asap ke dalam rumah Rojak secara cepat


Akibat dari tindakan itu, bom tersebut meledak di dalam rumah, dan membuat orang orang yang ada di dalamnya menjadi kalang kabut


Asap yang cukup tebal, membuat mata mereka perih, dan susah untuk bernafas. Akhirnya mereka terpaksa keluar untuk mencari udara segar


Sambil mereka keluar itu, senjata yang mereka pegang, isinya di muntah kan semua, dengan harapan mengenai para penyerang


Tapi anak buah Burgon, bukanlah pasukan kaleng kaleng, tembakan yang serampangan itu, dengan mudah di hindari mereka, dengan berlindung di balik mobil pemilik rumah itu sendiri


Sebaliknya, anak buah Rojak Babu, yang mencoba keluar dari dalam rumah itu, malah yang menjadi korban, akibat tembakan balasan dari anak buah Burgon


Dor! Dor! Dor!. Bertubi tubi tembakan di lepaskan oleh anak buah Rojak, tapi tak satupun yang mengenai sasaran


Tak mau menjadi korban, dan terus menjadi sasaran . Begitu mereka keluar seluruhnya dari dalam rumah. Anak buah Burgon mengarahkan tembakannya ke arah musuh, dan akibatnya 9 diantara 13 orang itu meregang nyawa saat itu juga


Senjata yang di pasangi peredam tersebut berbunyi seperti tertahan, tapi laju peluru nya sangat kencang sekali


Shut! shut! shut!


Dalam sekejap saja 13 orang itu roboh ke tanah, ada yang mati ada juga yang terluka. tapi mereka sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi


Sementara itu, tim penyerang yang masuk lewat jendela samping, tidak menemui hambatan. Mereka segera memeriksa seluruh ruang yang ada.Tapi tidak menemukan siapa siapa di dalamnya


"Cepat masuki rumah itu!. Bantu tim dua menggeledah rumah ini!" Ucap Burgon memberi perintah


Tengah mereka memasuki rumah tersebut, sepasukan polisi datang ke lokasi itu, dan langsung menemui Burgon serta Robin


"Selamat malam senior. Maaf kami datang terlambat!" Ucap komandan tersebut tidak enak hati


"Tidak masalah Dan!. Hanya masalah kecil saja!" Jawab Burgon enteng


"Bagaimana dengan pemimpin komplotan itu, apakah mereka sudah tertangkap?" Tanya komandan polisi ingin tahu


"Belum tahu lagi!, karena anak buah ku sedang memeriksa ke dalam." Jawab Burgon apa adanya


"Kalau begitu izin untuk membantu yang di dalam!" Respon komandan tersebut cukup cepat


"Silakan Dan!" Jawab Burgon singkat


Tak lama sesudah itu, belasan polisi bersenjata lengkap, yang di ikuti oleh komandannya, juga oleh Robin, Burgon serta yang lain memasuki rumah tersebut


Tapi belum juga mereka berada di dalam, anak buah Burgon pun keluar


"Lapor ketua!. Di dalam rumah ini kosong!. Tidak di temukan siapa siapa!.Kecuali beberapa sosok tubuh yang sudah tidak bernyawa " Ucap Bumi apa adanya

__ADS_1


"Bagaimana bisa!. Dari mana mereka bisa melarikan diri?. Padahal tempat ini sudah di kepung?" Respon Burgon keheranan


__ADS_2