Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Berniat curang


__ADS_3

"Hahahaha!. Apakah permainan seperti ini yang ingin kau tunjukan pada kami Meong?" Ucap Adiwilaga penuh ejekan


"Namaku Miyazawa, bukan meong?" Responnya Miyazawa marah


"Sama saja itu!. Bukankah sekarang kau dan anak buah mu itu, semuanya telah berubah menjadi kucing?"


"Kau lihatlah sekeliling mu!. Seluruh yang ada di sini kecuali kami adalah kucing, yang siap untuk kami gebuk!" Jawab Adiwilaga enteng. Kemudian menunjuk ke arah anak buah Miyazawa, sambil tersenyum penuh kemenangan


"Mustahil!. Bagaimana ini bisa terjadi" Reaksi Miyazawa terkejut, saat melihat bawahannya berubah menjadi kucing


Nampaknya dia sudah terpengaruh oleh formasi ilusi, yang dibuat oleh Dragon, yang entah kapan dibuatnya itu. Begitu juga dengan anak buahnya tersebut


Kemanapun mereka memandang, seluruhnya berubah menjadi kucing. Sedangkan di belakang mereka adalah tuannya, yang sedang memegang sapu lidi, siap untuk memukul hewan peliharaannya


Sementara bagi Adiwilaga dan yang lain. Mereka tetap melihat apa yang ada di depan mereka itu adalah musuh, yang sedang mengepung mereka dari berbagai arah


Sebaliknya ketika mendengar Miyazawa berkata seperti itu. Adiwilaga hanya tersenyum ringan saja. Kemudian dia berkata "Itu mudah saja bagi tuan muda kami!"


"Hanya dengan menjentikkan jarinya saja, kalian semua akan mati. Apalagi merubah kalian menjadi kucing!" Sambut Adiwilaga cuek


"Siapa tuan muda kalian?. Tunjukkan pada ku!. Biar aku yang akan mengajari nya sopan santun. Agar tidak bersikap kurang ajar pada orang tua!" Jawab Miyazawa tidak kenal takut. Tapi matanya jelalatan ke sana ke mari, melihat kondisi anak buahnya, yang sekarang sudah berubah menjadi kucing


"Kau tidak pantas berhadapan dengannya!. Sekarang kau adalah lawan ku!" Sambut Adiwilaga penuh tantangan. Kemudian tertawa terbahak bahak, sambil membalikkan ibu jarinya ke arah bawah


"Jangan tertawa dulu orang tua!."


"Sehebat apapun tuan muda kalian itu!. tidak akan bisa lolos dari formasi ini!" Jawab Jundan Miyazawa yakin sekali


"Benarkah?" Reaksi Dragon cuek, sambil tersenyum meremehkan ke arah Miyazawa. Kemudian merilis formasi ilusi kembali, yang jauh lebih kuat dari formasi sebelumnya


Seketika lokasi pertempuran berubah menjadi hutan belantara, yang penuh dengan binatang berbisa


Bukan hanya itu saja. disekitar hutan itu juga terdapat banyak mahluk mengerikan juga buas. Lebih dari 550 ekor serigala, dan 475 ekor beruang berbaris rapi saling berhadap hadapan.


Sedang di belakang mereka, berbaris rapi pula para pemburu, yang siap membunuh dengan senjata otomatisnya


Padahal semua itu adalah akal akalan dari Dragon saja. Dengan kemampuan metafisikanya, tempat pertempuran itu telah dirubah menjadi sebuah hutan belantara, yang penuh dengan hewan hewan liar berbahaya


"Ada apa ini?. Kenapa markas kita berubah menjadi hutan, padahal tadinya tidak!" Ucap salah seorang komandan perang Jundan Miyazawa keheranan


Sebaliknya bagi Miyazawa, dia mencoba bersikap realistis, walau tidak mampu juga memecahkan misteri itu. dan tak lama kemudian dia berkata. "Siapa kau anak kecil?" Tanya Miyazawa penasaran


"Kenapa kau bisa merubah tempat ini menjadi hutan?"


"Katakan siapa kau sebenarnya, sebelum aku habisi?" Tanya Miyazawa penuh ancaman, walau sebenarnya dia mulai takut


"Kau tidak perlu tahu siapa aku!. Tapi yang perlu kau tahu!. Aku adalah anak yang ingin kau culik itu!. Apakah kau masih ingat orang tua?" Jawab Dragon jumawa sekali


"Ja ja jadi!. Kau adalah anak yang mengalahkan empat manusia setengah mesin itu, juga pengawal pengawal ku yang lain?" Reaksi Miyazawa gugup


"Tepat sekali!. dan sekarang adalah giliran mu untuk menyusul mereka ke neraka!" Jawab Dragon enteng saja


"Jangan bangga dulu anak kecil!. Aku belum mengaku kalah!"

__ADS_1


"Walau kau telah merubah tempat ini menjadi hutan, dan anak buah ku menjadi hewan. Tapi aku tahu itu adalah sihir mu!"


"Aku juga menguasai sihir, dan akan ku rubah tempat ini menjadi seperti semula!" Ucap Miyazawa cukup berani


"Kalau bisa ya lakukan lah!"


"Aku ingin melihat sampai dimana kekuatan guru dari semua orang. Mantan tentara, petarung nomor satu dan lain sebagainya!" Jawab Dragon tegas


"Kau lihat ini anak kecil!. Bukan hanya kau saja yang bisa bermain sihir, aku juga bisa!" Ucap Miyazawa lantang. Kemudian berseru pada anak buahnya dengan suara kuat


"Para penyihir!. Bantu aku menghancurkan sihir busuk ini!"


"Kita jadikan mereka ayam sayur, lalu hancurkan semuanya!" Seru Miyazawa memberi semangat


Mendengar seruan seperti itu anak buahnya menjadi sadar dari keterkejutannya, Lalu bersama sama membaca mantra untuk melawan formasi yang dibuat oleh Dragon


Seketika di lokasi tersebut berpendar cahaya berwarna merah bercampur hitam, Dan berusaha mengurung Dragon


Tapi cahaya merah tersebut terdorong balik ke arah pembuatnya, hingga menyebabkan orang orang tersebut terpental mundur, termasuk juga Miyazawa serta membuatnya muntah darah, jatuh lalu mati. Tapi Miyazawa masih selamat, Dia hanya mengalami muntah darah saja


Melihat pemandangan dan kejadian itu, Miyazawa menjadi ketakutan, dan berusaha mundur serta ingin melarikan diri dari arena pertempuran, walau dari mulutnya masih ada darah yang tersisa


Tapi langkahnya terhenti, saat Adiwilaga menampar wajahnya dengan kecepatan luar biasa, hingga membuat Miyazawa terpukul mundur, dan jatuh di hadapan anak buahnya sendiri


"Ilmu apa yang kalian gunakan?. Kenapa 100 anak buah ku mati saat melawan sihir busuk mu itu?" Tanya Miyazawa penasaran, sambil menyeka darah yang keluar dari mulutnya


"Tanyakan saja pada arwah anak buah mu, yang mati penasaran itu!" Jawab Adiwilaga enteng


"Kurang ajar kau orang tua!. Dasar cari mati!" Respon Miyazawa marah. Kemudian memerintahkan pada anak buahnya untuk mulai menyerang


Tak lama sesudah itu, Formasi yang berisi ribuan anak buah Miyazawa, merangsek ke arah orang orangnya Dragon, dan berusaha membunuhnya


Tapi belum juga mereka sampai, satu kekuatan besar, menghancurkan formasi itu dan membuat orang orangnya terpental ke mana mana


Melihat itu, Miyazawa kembali terkejut dan tak habis habisnya berpikir, bagaimana formasi yang dibanggakannya tersebut, bisa hancur hanya dalam sekejap mata


Siapa sebenarnya orang yang sedang diprovokasi nya itu?. Kenapa kekuatannya sebegitu mengerikan?


"Bagaimana orang tua?. Apakah pertarungan ini bisa kita lanjutkan?" Tanya Dragon cukup jelas, hingga membuyarkan lamunan dari lawannya tersebut


"Siapa takut!. Aku adalah petarung, mati juga sebagai petarung!" Jawab Miyazawa tegas. Kemudian memerintahkan pada orang orangnya untuk kembali menyerang


"Cepat bangun, dan lawan mereka!" Teriaknya


"Kakek Adi juga yang lain!. Aku serahkan mereka pada kalian!"


"Habisi, dan jangan ada satupun yang tinggal!" Perintah Dragon tegas pada anak buahnya bercampur kesal


"Dengan senang hati tuan muda!" Jawab Adiwilaga tegas, mewakili teman temannya.. Lalu merangsek maju, menyongsong musuh yang juga meluruh ke arah mereka


Pertempuran segera pecah. Masing masing sudah menemukan lawannya sendiri sendiri, Sedangkan tiga pengawal wanita asal Shanghai, juga yang lainnya tidak terlihat di lokasi itu


Ternyata mereka tidak diikut sertakan dalam penyerangan tersebut. Mereka di perintahkan tetap tinggal di kota emas, dan posisi mereka digantikan oleh pengawal lain dengan berbagai pertimbangan

__ADS_1


Dalam pertarungan kali ini, Iron berhadapan dengan seorang karateka, yang kemampuannya cukup mumpuni dan mampu mengimbangi kecepatan gerak dari Iron, Maka jika dilihat, pertarungan mereka itu, cukup menarik perhatian semua orang


Sementara di bagian lain. Robin. Burgon, Langit, Awan, Eric dan Bumi, serta yang lain, mereka sudah menemukan lawan yang agak berimbang, dan terlihat sedang bertarung dengan serius di arena pertempuran


Sedangkan Adiwilaga, Adiguna dan pemimpin pemimpin yang lain. Juga terlihat sedang berhadapan dengan musuh musuhnya


Adiwilaga berhadapan dengan Miyazawa. Adiguna berhadapan dengan Saratogi, wakil ketua kelompok tersebut dan pertarungan mereka sangat seru sekali


Sementara Dragon, Abhicandra juga Leon hanya memantau jalannya pertarungan itu saja


Hampir dua jam pertarungan tersebut berlangsung. Itupun di gabung dengan dialog sebelum pertarungan yang sesungguhnya terjadi


Akhirnya pertarungan seru tersebut dimenangkan oleh kubu Dragon, dengan menghabisi sekitar seribuan orang lebih. Hingga yang tersisa saat ini hanya para pemimpin juga komandannya saja, termasuk Miyazawa sendiri


Saat ini pertarungan antara Miyazawa dan Adiwilaga masih terus berlangsung Belum ada yang menyatakan menyerah atau kalah. Tapi kondisi tubuh Miyazawa banyak mengalami luka dan berdarah darah


Dalam pertarungan seru tersebut. Baik Adiwilaga maupun Miyazawa, sudah menggunakan senjata tajam. Oleh karena itulah, tubuh Miyazawa banyak mengalami luka


Sedangkan Adiwilaga hanya mendapat luka di tangan kirinya saja


Dalam satu kesempatan bagus, saat tubuh Miyazawa melambung tinggi, senjata yang dipegang oleh Adiwilaga dilemparkannya ke arah Miyazawa, dan tepat mengenainya


Kejadian itu tentu saja mengagetkan Miyazawa, hingga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan, dan segera jatuh ke tanah


Sementara di tempat lain. Beberapa orang komandan dan tiga orang pemimpin kelompok tersebut masih juga bertarung Tapi kondisi tubuh mereka sudah mulai lemah dan akhirnya berhasil dihabisi satu persatu


Saratogi, yang menjadi harapan terakhir dalam kelompok tersebut, pun mati secara mengenaskan. Kepalanya putus dan terlepas dari badan akibat ditebas oleh Robin dengan pedang yang direbutnya sendiri dari tangan lawannya


Kini pertarungan telah terhenti. Musuh kuat sudah seluruhnya dihabisi, dan Miyazawa sedang menanggung derita rasa sakit, akibat perutnya ditembus oleh pedang tajam yang dilemparkan oleh Adiwilaga


Dalam rasa sakit yang teramat sangat itu, Dragon datang menghampiri Miyazawa dan berkata.


"Sekarang jemput lah ajal mu orang tua!"


"Katakan mau dengan cara bagaimana kau ingin mati!" Ucap Dragon penuh intimidasi


"Ampuni kesalahan ku tuan muda. Beri aku kesempatan sekali lagi untuk hidup!" Ucap Miyazawa penuh pengharapan


"Dosa mu sudah terlalu banyak! Mungkin aku tidak bisa memaafkan mu."


"Akibat dari ambisi mu. banyak nyawa yang melayang!"


"Akibat dari keserakahan mu semua orang kau korban kan!"


"Kau lihatlah sekeliling mu!. Bukankah mereka semua juga mempunyai keluarga!"


"Akibat dari Kematian mereka itu, keluarganya tentu akan sedih."


"Jadi seluruh harta yang kau kumpulkan, akan kami sita, dan akan diberikan pada ahli warisnya!"


"Apakah kau bisa menerima keputusan itu Miyazawa?" Ucap Dragon penuh penekanan


"Saya terima tuan muda. Tapi..!"

__ADS_1


Wus!


Tap!


__ADS_2