
Sementara Dion tengah asyik menikmati makan siang nya, di rumah makan sederhana itu, Robin dan puluhan anak buahnya, sedang menyisir daerah pinggiran kota B, untuk memberangus kelompok pengekploitasi anak jalanan itu
Di setiap lokasi yang mereka kunjungi, pasti ketemu dengan orang orang naif seperti itu. Dengan pongahnya menindas dan mengintimidasi anak anak, bahkan orang dewasa, untuk menuruti perintah mereka guna mencari uang, dengan cara mengemis
Tingkah polah mereka sangat meresahkan warga sekitar, termasuk juga aparat pemerintahan dan jajarannya
Berbagai macam cara mereka lakukan untuk menumpas kelompok kelompok itu,tapi selalu gagal. patah satu tumbuh seribu, hilang satu, muncul lagi kelompok lain, seperti jamur
Sepertinya mereka dikendalikan oleh satu sindikat atau mafia besar, sehingga bisa bertahan sejauh ini
Tapi bagi Robin, yang didampingi oleh orang orang terkuatnya, mempunyai cara sendiri untuk menumpas mereka sampai ke akar akarnya, yaitu dengan cara menyiksa Bangor, agar mau membuka mulut, membocorkan rahasia, dimana markas mereka, berikut siapa pemimpinnya
Karena tidak sanggup menahan penyiksaan yang tidak kenal batas itu, Bangor akhirnya menyerah, dan mengatakan yang sebenarnya
Setelah mengetahui lokasi letak markas itu, Robin segera menghubungi temannya, Hans untuk menyusul mereka kesana
Tapi dia tidak bisa datang, karena tidak di izinkan oleh Dion
Sebagai gantinya, Dion mengirim Leon yang sudah kembali bergabung dalam tim pengawal Dion di kota B, dan Kota Golden City
Kedatangan Leon, si dewa perang, yang kekuatannya sekarang setingkat dengan Robin. tentu saja menambah semangat yang lain menjadi naik, walau sudah ada Robin si dewa kematian diantara mereka
Tapi setidaknya, dua kekuatan besar, akan sangat menentukan bagi timnya, apakah kalah atau menang di pertarungan nanti
Walau sudah ada senior mereka, yaitu, langit, Awan dan Bumi dalam tim itu , tapi tetap saja beda kalau ada petinggi pengawal di antara mereka
Setelah membereskan semua kelompok pengkordinir anak dan kelompok pengemis yang bertebaran di kota B. Robin memutuskan untuk langsung menyambangi markas kelompok itu secara langsung
Tapi sebelum dia memerintahkan anak buahnya untuk bergerak, Robin menyapa Leon, sahabat terbaiknya itu, dengan berkata..
"Baguslah kau sudah bergabung dengan kami, apa kabar kakak tertua, Iron?" Tanya Robin sesaat Leon datang menghampirinya
"Dia baik baik saja!" Jawab Leon singkat
"Oh ya, kenapa kalian seperti bersiap siap begini, seperti akan pergi berperang saja!" Tanya Leon keheranan
"Benar katamu! Kita akan menyambangi markas kelompok pengacau ketentraman kota di wilayah barat sana. satu kilometer jauhnya dari sini." Jawab Robin sedikit kesal
"Apakah kakak kedua tidak mengatakannya?"
"Tidak, cuma dia mengatakan, bantu Robin mengamankan kota B!" Gitu saja
"Dasar Hans!" Batinnya dalam hati
"Oh ya, kapan kita akan pergi kesana, tanganku sudah gatal, ingin memberi lulur darah pada tubuh mereka!" Ucap Leon tidak sabaran
"Tahun depan!," Jawab Robin semakin kesal.
Leon tertawa mendengar jawaban sahabat baiknya itu. Baginya jawaban ketus Robin, semacam bumbu dapur yang fungsinya sebagai penyedap dan pelengkap rasa saja
__ADS_1
"Ayo kita bergerak!" Perintah Robin pada anak buahnya, tapi tidak pada Leon, kerena tingkatan mereka sama
***
"Kak Dion!. Sekarang Lili tau, yang memberi jabatan wakil General manager di hotel itu adalah kakak sendiri. Bukankah tebakan ku benar? Tanya Emily setelah selesai makan
"Dulu sebelum aku seperti ini, aku pernah berjanji padamu, kalau aku punya kesempatan, orang pertama yang akan ku tolong adalah dirimu. Tapi jangan gr dulu" Jawab Dion sambil bergurau
"Aku berbuat seperti ini semata mata karena persahabatan kita, bukan karena yang lain."
"Kau sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri. jadi perasaan ku ini, sebatas antara kakak dengan adik, tidak kurang tidak lebih!" Ucap Dion mencoba memberi penjelasan
"Tapi di dunia kerja, statusnya tetap bawahan. Apakah kau mengerti?" Sambung Dion tegas
"Lili juga begitu kak, sejak pertama kakak menolongku, aku bersumpah, akan menjadikan kakak sebagai pelindung ku, walau sebagai saudara saja."
"Jadi kekuatiran nona Ivory tidak beralasan lagi, karena hari ini, kakak dan Lili, sudah mengutarakan maksud hati masing masing."
"Terima kasih dek! karena kamu sudah meringankan beban perasaan kakak yang selama ini kakak simpan saja."
"Mulai hari ini, hubungan kita sebagai kakak dan adik , saling melindungi dan menyayangi satu sama lain." Tegas Dion
"Aku akan memberitahu kakek tentang masalah ini nanti."
"Tapi ingat!. di dunia kerja dan statusnya, posisi mu walau sebagai saudara angkat ku, tetap harus diterapkan sebagai mana biasa." Tegas Dion lagi
"Itu jelas Lili ketahui, dan tidak akan Lili langgar walau sampai kapanpun!" Janji Emily atau Lili pada Dion, saudara angkat barunya itu
***
"Mungkin ini tempatnya, seperti yang diceritakan oleh di Bangor itu, sebelum kita habisi." Ucap Robin mencoba mencari tau
"Awan!. Gunakan kemampuan Indra penciuman mu di sekitar sini, cari! apakah ada kehidupan di dalam bangunan tua ini!" Ucap Robin memberi perintah
"Siap bos!" Jawab orang yang dipanggil Awan patuh
"Sementara Awan sedang mencari tau kondisi di sini, persiapkan diri kalian dengan baik!" Sambung Robin memberi perintah pada anak buahnya yang lain
"Aku mencium ada bahaya yang sedang mengintai kita di sana!" Ucap Leon memberi peringatan
"Lapor bos!. didalam ada tercium hawa kehidupan dalam jumlah banyak, dan mereka tengah bersiap menyambut kita dengan puluhan jebakan yang sengaja mereka pasang di setiap lorong atau tempat tempat yang akan kita lalui nanti!" Lapor Awan begitu rinci sekali
"Kalau begitu, kita ledakkan saja tempat ini, agar mereka keluar dari persembunyian nya." Usul Leon tidak sabaran
"Usulmu boleh juga, tapi akibatnya, keinginan mu untuk memberikan lulur darah pada musuh kita, tidak akan kesampaian, karena mereka telah mati semua akibat ledakan itu! .Mau?" Sanggah Robin bercanda sekaligus memberi penekanan
"Benar juga katamu, sebagai dewa perang, aku memang tidak sabaran, cegat, serang bunuh, selesai!, tidak bertele tele seperti itu" Belanya enteng
"Kau memang begitu, selalu tidak sabaran, gerasah gerusuh tidak karuan, tapi kuat." Ejek Robin langsung mengena tapi tetap memuji sahabatnya itu
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita kepung saja bangunan tua ini, dan pancing mereka keluar dengan membakar sampah di sekeliling bangunan nya." Ucap Leon memberi solusi
"Aku yakin, dengan masuknya asap tebal kedalam rumah, akan membuat mereka keluar, karena tak tahan dengan asap yang masuk kedalam." Sarannya cukup bagus
"Bagus juga saranmu. kalian! Cepat lakukan usul bos kalian yang satu ini, cari sampah dan rerumputan sebanyak banyaknya, dan jangan lupa, kumpulkan juga kayu kayu buruk yang dibuang di sekitar sini, dan bakar di sekeliling bangunan ini!" Perintah Robin tegas dan rinci
"Baik bos!" Serempak mereka menjawab, lalu bergegas menyebar mencari benda benda yang dimaksud
***
Sementara itu, belasan bahkan puluhan mata mata yang di tempatkan di posisi yang tidak terlihat, seperti kebingungan dengan aktifitas yang sedang mereka kerjakan itu
Terlihat puluhan orang, sedang mengumpulkan barang barang bekas dan sampah sampah kering di sekitar situ
Tapi salah seorang dari pengintai itu, segera menyadari, apa yang akan mereka lakukan
"Lihat, bukankah itu tindakan seperti ingin membakar tempat ini, apa yang harus kita lakukan?" Tanya seorang pengintai itu panik, setelah dia melihat salah seorang pengepung itu mengeluarkan korek api gas dari sakunya
"Kau benar!. cepat laporkan pada bos, katakan, bahwa tempat kita akan di bakar oleh mereka. minta petunjuk!" Usul kawannya yang lain
***
"Bakar!" Teriak Robin kuat
Seketika, sampah dan kayu yang mereka kumpulkan tadi menyala setelah beberapa orang melemparkan korek api dari dalam sakunya
"Bos! Tempat ini akan dibakar oleh kelompok pengepung itu. Apa yang harus kita lakukan bos?" Tanya anak buahnya panik
"Apa!. dibakar? bagaimana bisa? Bangunan ini terbuat dari batu bata dan semen, tak mungkin bisa mereka bakar dengan mudah!" Jawab bosnya terkejut
"Tapi kenyataannya seperti itu bos. di sekeliling rumah ini, telah terkumpul banyak sekali barang barang bekas, termasuk juga sampah sampah kering, dan ban bekas yang berserakan di tempat ini." Bela anak buahnya ngotot
"Dengan barang barang bekas itulah, mereka ingin membakar bangunan ini." Sambungnya lagi
"Bos gawat! Ternyata apa Yang dilaporkan olehnya benar. Bangunan ini telah dibakar oleh mereka!, lihat asap yang masuk semakin banyak!" Ucap salah seorang dari mereka panik
"Kurang ajar!. Ternyata jebakan yang telah kita pasang itu sia sia saja!. Aku yakin, kalau mereka langsung masuk tadi, maka semuanya akan mati terkena jebakan itu." Ucap bos itu marah
"Lalu apa yang harus kita lakukan bos?"
"Cepat cari tahu! apakah benar bangunan ini telah dibakar oleh mereka, atau hanya sekedar membakar barang barang bekas itu di sekitar bangunan ini saja?" Ucap bos tersebut mulai panik
"Baik bos!" Jawab anak buahnya singkat, lalu bergegas pergi, memeriksa apa yang telah diperintahkan oleh bos nya tadi
Tak lama kemudian, dia kembali ke ruangan yang ditempati oleh bos nya itu, beserta beberapa orang bawahannya yang lain
"Ternyata benar bos! bangunan ini memang tidak dibakar, tetapi cuma diasapi di sekelilingnya, tapi akibatnya, banyak asap yang masuk ke dalam rumah ini, mata kami pun sudah semakin perih bos!"
"Dasar lemah dan pengecut! hanya asap begitu saja kalian sudah kalah!" Bentak bos tersebutmarah
__ADS_1
"Tapi bos!"
"Tidak ada tapi tapi! cepat pergi!"