
"Panggil Burgon dan Eric ke sini!. Perintah Dion pada Hans pengawalnya itu dengan tegas
"Baik tuan besar." Jawab Hans patuh, kemudian pamit dari tempat itu untuk mencari Eric dan Burgon
Kenapa tidak menggunakan telepon saja ya?. Kan lebih mudah dan cepat. Tapi kenapa Dion tidak melakukannya?.
Mungkin Dion punya alasan sendiri, maka tidak mau menggunakan telepon, tapi lebih suka memanggil anak buahnya secara langsung
Hingga 10 menit kemudian, Eric dan Burgon baru datang, dan langsung menghadap Dion. Di dalam hatinya timbul tanda tanya. Kenapa tuan besar memanggil nya untuk datang
"Salam tuan besar!" Sapa Eric dan Burgon bersamaan
"Ya terima kasih!. Silakan duduk!" Jawab Dion datar dan berkharisma
"Apakah kau tahu, untuk apa aku memanggilmu ke sini?" Tanya Dion pada Eric, tanpa membuang waktu lagi
"Maafkan saya tuan besar, jika saya tidak mengetahuinya. Jawab Eric jujur dan apa adanya
"Menurut informasi dari tim intelijen kita. Ayahmu Carlos itu, dulunya adalah penyokong walau terpaksa, kelompok Braga, musuh besar kakekku itu juga paman Iron itu."
"Apakah kau mengetahui informasi tersebut Eric?" Tanya Dion dengan aura mengintimidasi
"Sekali lagi saya minta maaf tuan besar, kalau saya tidak mengetahuinya." Jawab Eric jujur
"Burgon!. Jelaskan pada Eric ini!" Perintah Dion tegas
"Baik!" Responnya cepat
Kemudian Burgon mulai menjelaskan, informasi yang didapatkannya, melalui Rams dan tim intelijen, yang selalu disebar di sekitaran kota B, kota Golden City, dan kota kota lainnya
"Delapan belas atau 19 tahun yang telah lalu, kelompok Braga terbentuk. Mereka mendirikan gangster sekaligus mafia bawah tanah, yang bergerak di bidang perdagangan gelap, dan mau menerima misi tingkat 1 sampai 3, dalam masalah melenyapkan nyawa seseorang."
"Dalam perjalanan kelompok tersebut, mereka mengajukan pinjaman kepada bank, di mana ayahmu bekerja disana. Walau saat itu, ayah mu belum menjadi pimpinan. Hanya staf biasa, yang menangani masalah simpan pinjam."
"Mengetahui bahwa ayahmu adalah orang yang berasal dari luar, mereka memanfaatkan ketidaktahuannya untuk mempengaruhi ayahmu, agar mau membantu kelompok Braga dalam masalah pendanaan."
"Pada awalnya ayahmu menolak, karena sistem kerja di perbankan, di atur secara sistematis. Tapi karena dia diancam, mau tidak mau ayahmu mendukung kelompok tersebut, dengan memberikan pinjaman yang jauh lebih besar kepada kelompok Braga itu."
"Dengan andil ayahmu tersebut, kelompok Braga semakin lama semakin menjadi besar, dan menetapkan secara sepihak, bahwa ayahmu termasuk kelompok mereka."
"Dua tahun kemudian, kelompok mereka berhasil diatasi oleh kelompok pengawal, yang diketuai oleh Iron, termasuk juga aku ini. hingga tidak terdengar lagi kabar beritanya."
"Setelah 18 tahun bersembunyi, akhirnya mereka berdua muncul kembali, dan langsung mengadakan serangan secara terencana pada kita. Tapi keburu ketahuan oleh tuan senior. Itu semua atas laporan dari ketua Hans ini."
"Dengan gerakan cepat seperti yang kau ketahui. usaha mereka gagal total. Malah puluhan anak buahnya mati dan tertangkap. Yang pada akhirnya diserahkan pada pihak berwajib."
"Berdasarkan informasi yang didapatkan dari mereka yang masih hidup, diketahui bahwa kau, juga kedua orang tuamu serta adik mu itu, telah menjadi target untuk direkrut kedalam kelompok mereka."
"Jika kalian menolak, maka kelompok Braga akan menyandera keluargamu, agar kau mau bekerjasama dengan mereka."
"Apa!" Teriak Eric spontan secara tidak sengaja, karena terkejut mendengar berita itu
"Tenangkan dirimu!. Burgon belum selesai bicara!" Bentak Dion sedikit keras
"Maafkan saya tuan besar dan ketua Robin!" Respon Eric menyesal, tapi dalam hatinya bergemuruh tanda marah pada kelompok Braga itu
"Lanjutkan Burgon!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawabnya cepat
"Jadi sebagai sesama rekan kerja. Aku sarankan, agar kau awasi kedua orang tua mu juga adikmu itu, agar kelompok Braga tidak berani macam macam pada mereka" Ucap Burgon mengakhiri penjelasannya
"Apakah penjelasan Burgon tadi cukup jelas Eric?" tanya Dion mengambil alih waktu bicara pada Eric itu
__ADS_1
"Sangat jelas tuan besar!" Jawab Eric dengan ekspresi khawatir
Melihat kekuatiran pengawalnya itu, Dion memutuskan untuk menugaskan Eric dan 10 orang orangnya itu, untuk mengawal keluarganya, ditambah dengan 50 pengawal elit lainnya
"Mulai hari ini, aku tugas kan kau untuk menjadi pengawal keluargamu, Kemanapun mereka pergi, kawal mereka!"
"Kau tidak akan dibiarkan sendiri. Aku akan kirimkan 60 pengawal level menengah dan elit, untuk menjadi bawahanmu, termasuk juga 10 anak buah mu dulu. Jaga keselamatan keluargamu itu! Jangan sampai kelompok Braga, berhasil dengan rencana nya "
"Apakah kau bersedia Eric?" Tanya Dion tanpa ditutup tutupi lagi
"Saya sangat bersedia tuan besar!, malah sangat bangga sekali, mendapat tugas yang mulia ini!" Jawab Eric spontan berdiri, dan membungkuk hormat kearah Dion
"Bangunlah!. jangan seperti itu. Duduk di kursi mu kembali!"
"Terima kasih tuan besar!" Responnya Eric lega
"Apakah ada yang ingin kau sampaikan lagi Eric?" Tanya Dion tiba tiba, sesaat setelah dia duduk
"Tidak ada tuan besar!" Jawab Eric bertanya tanya dalam hati
"Baik!. Sekarang kau dengarkan perintahku ini!."
"Selain mengawasi dan memastikan keselamatan keluargamu, kau juga punya tugas dan kewajiban, untuk menemukan keberadaan Braga dan kelompoknya itu."
"Cari keberadaan kelompok Braga dimanapun mereka berada. Aku tidak akan tenang sebelum Braga ditemukan!"
"Bekerjasama lah dengan kelompok lain, agar Braga cepat ditemukan." Perintah tegas Dion pada Eric
"Laksanakan sekarang." Titah Dion tegas
"Siap tuan besar!" Respon Eric cepat, kemudian meminta ijin untuk meninggalkan ruangan itu
Sepeninggal Eric. Dion mengajak Hans dan Burgon, untuk menemui Rams di ruang monitor kebanggaannya itu. Sekaligus untuk menemui si legenda cyber juga Austin, yang sekarang sudah bergabung dengan tim cyber dan hacker Birawa Group
***
Dion hanya mengangguk, sambil melambaikan tangannya, untuk membalas penghormatan mereka. kemudian tanpa membuang waktu lagi dia berkata.
"Apa kabar paman Austin?" Apakah kau nyaman bekerja disini?" Tanya Dion dengan ekspresi menguji
"Saya betah dan nyaman bekerja disini tuan besar!" Jawab Austin jujur dan berkata apa adanya
"Hem!. Baguslah kalau begitu. Aku senang mendengarnya!" Respon Dion datar tapi jujur
"Paman Deon!. dan kalian semua!. Bagaimana kalau seluruh komputer yang ada di ruangan ini kita ganti, dengan yang jauh lebih canggih dan terbaru?" Ucap Dion memberi usul
"Paman sangat setuju tuan besar. Sudah lama paman ingin mengutarakan ini, tapi belum sempat, karena kesibukan tuan besar sangat banyak."
"Syukurlah hari ini, tuan mengatakannya sendiri jadi paman sangat senang dan mendukung usul tuan besar itu." Jawabnya cepat dengan ekspresi senang. kemudian dia bertanya pada yang lainnya termasuk pada Austin
"Bagaimana dengan yang lain. Apakah kalian setuju, jika komputer komputer kita, diganti dengan yang lebih baru, dan tercanggih saat ini?" Tanya Deon pada bawahan muridnya itu
"Kami semua setuju guru!" Ucap mereka serempak
"Lalu bagaimana dengan paman Austin. Apakah Paman mendukung?" Tanya Dion mewakili guru Rams itu
"Saya selalu mendukung apapun keputusan dari tuan besar. Karena saya hanya pekerja disini!" Ucap Austin merendah
"Paman tidak boleh berkata seperti itu. Walaupun paman bekerja disini, tapi seluruh orang orang ku, termasuk paman, sudah ku anggap sebagai keluarga sendiri. Apakah paman mengerti?" Tanya Dion tegas
"Maafkan saya tuan besar, jika saya salah bersikap." Jawab Austin tidak enak hati
"Tidak apa apa paman!. Yang penting komputer komputer di ruangan ini, sebentar lagi akan diganti dengan komputer yang jauh lebih canggih dan terbaru saat ini."
__ADS_1
"Apakah kau senang Rams!" Tanya Dion cepat
"Senang sekali tuan besar!" Jawab Rams jujur
"Lalu komputer macam mana yang diinginkan?" Tanya Dion meminta pendapat
"Menurut paman. Sebaiknya kita ganti dengan komputer layar sentuh, yang monitornya dilengkapi dengan NFI atau near field imaging. agar akurasi data dan gambar cepat diproses."
"Selain itu kita bisa juga menyiapkan beberapa perangkat komputer layar sentuh, seperti yang ada di film film fiksi itu."
"Selain layarnya lebar, seperti transparan, pengoperasiannya juga cukup mudah. Dan akurasi data serta gambar lebih cepat ditampilkan dilayar." Jawab Deon dengan beberapa usulnya itu
"Bagus! seperti yang kuinginkan." Reaksi Dion senang, lalu dia berkata lagi
"Aku tugaskan pada paman Deon, untuk mencari barang yang diinginkan. Berapa pun harganya, aku tidak peduli. Yang penting barang itu ada di ruangan ini!" Ucap Dion tegas
"Apakah paman bersedia?"
"Siap tuan besar!" Jawab Deon tegas
"Bagus!. Mulai besok, paman boleh pergi mencari komputer komputer itu, walau di luar negeri sekalipun!" Ucap Dion bersemangat
"Maaf tuan besar, jika saya menyela!" Ucap Rams ragu ragu
"Ya silakan Rams!" Respon Dion dingin
"Mengenai komputer komputer itu, mungkin kita bisa memesannya langsung dari sini, dan barangnya akan diantar ke tempat ini oleh penjualnya. Apakah tuan besar setuju?" Ucap Rams dengan usul bagusnya tersebut
"Pendapatmu itu memang benar, dan aku juga kepikiran tentang itu. Tapi alangkah lebih baiknya, kalau ada yang pergi langsung ke tempat penjualan komputer tersebut, dan mengecek barang serta kualitasnya?"
"Aku tidak mau setelah barang sampai, walaupun kita bisa komplain dan mengembalikannya, tetapi itu akan merubah image yang kurang baik pada kita."
"Jadi aku memutuskan, agar salah seorang dari kalian, untuk langsung pergi ke tempat penjualan komputer itu."
"Oleh karena itu, aku mengutus gurumu tersebut, untuk pergi mencarinya."
"Gurumu tidak akan pergi sendiri, tetapi akan ditemani oleh 20 orang pengawal elit, dan 5 orang diantara kalian ini."
"Apakah kau paham dengan rencana ku ini Rams?" Tanya Dion menohok sekali
"Saya paham tuan besar, dan maafkan atas ketidaktahuan saya terhadap rencana tuan itu. Sekali lagi saya minta Maaf." Jawab Rams cepat, dan merasa tidak enak hati
"Sudahlah!. Kau tidak salah. tetapi hanya memberikan usul. dan aku ucapkan terima kasih." Respon Dion untuk membesarkan hati bawahannya tersebut
"Sekarang dengarkan baik baik!. Mudah mudahan, dalam masa tidak lebih dari 1 bulan, semua komputer komputer ini, sudah tergantikan dengan komputer baru!"
"Untuk memindahkan data data yang ada di dalam komputer ini. Paman Austin juga Rams, serta kalian semua, tentu mampu melakukannya."
"Jika anda yang butuh memori berkapasitas besar. minta pada atasan mu ini, agar dia bisa mencarinya."
"Untuk paman Deon!. Sekali lagi aku tugaskan dan aku percayakan, untuk mencari komputer komputer yang diinginkan. Ditemani oleh 5 orang diantara kalian ini."
"Apakah ada yang bersedia?" Tanya Dion dengan suara lantang
"Saya bersedia tuan besar!"
"Saya bersedia tuan besar!"
"Kami juga bersedia tuan besar" Respon puluhan anak buah Rams itu cepat dan berbarengan
"Bagus!. Aku hargai kesigapan kalian itu. Tetapi untuk masalah ini, aku serahkan kepada atasan kalian, untuk memilih siapa yang akan dibawanya nanti."
"Aku hanya menunjuk guru kalian ini, untuk menjalankan tugas dariku. Hanya itu!"
__ADS_1
"Apakah bisa dipahami?" Tanya Dion tegas
"Paham tuan besar.!" Jawab mereka serempak. Kemudian membungkuk hormat kearah Dion, ketika Dion mau keluar dari ruangan itu, untuk mengerjakan pekerjaan lain