
Benoa yang melihat itu menjadi bergidik ngeri. Dia tidak menyangka bahwa kebandelannya akan berakibat fatal. Bumi yang sudah semakin dekat dengannya, seringai nya bertambah menakutkan
Karena tidak tahan melihat kelakuan Bumi tersebut, Benoa pun berkata. "Apa yang akan kamu lakukan?. Jangan berani macam-macam denganku!" Ujarnya sambil mengancam
"Memangnya kenapa, kalau aku harus mengiris-iris wajah munafik mu itu?" Jawab Bumi cukup cuek sekali
"Aku adalah saudara kandung dari ketua satu!. Jika kau berani macam-macam, maka dia akan mencincang tubuhmu!" Ucap Benoa mencoba menakuti Bumi, dengan menggunakan nama besar dari kakak kandungnya tersebut
"Oh, aku menjadi sangat takut sekali!. Tapi jika wajahmu di iris-iris, mungkin kakak kandung mu yang penakut itu akan datang kemari!" Jawab Bumi cuek saja. Kemudian tanpa diduga oleh siapa pun termasuk juga Dion. Bumi menggores pipi Benoa, dan menusuk pahanya, tapi tidak begitu dalam
Crash! Crash! Jleb!
"Argh!" Teriak Benoa kesakitan, manakala pipi dan pahanya terluka, dan darah langsung keluar dari bekas lukanya itu
Tidak berhenti di situ saja. Tangan Bumi yang sedang memegang belati cukup panjang tersebut, melayang ke arah dua paha Benoa, dan berniat ingin melukai sesuatu yang ada di dalamnya
Melihat kenekatan Bumi itu, Benoa langsung berteriak, agar Bumi menghentikan aksinya tersebut. dengan berteriak lantang
"Hentikan!. Aku akan menjawab apapun yang akan kalian tanyakan!" Ucap Benoa mencoba membujuk Bumi, yang ternyata sangat nekat sekali
"Baik!. Sekarang katakan apa yang ditanyakan oleh tuan besar kami tadi!" Respon Bumi merasa menang
"Ketua yang memimpin sekelompok orang di desa bagian selatan adalah kakakku. Dia bernama Bombao."
"Dia mempunyai anak buah lebih dari 400 orang."
"Kemampuan mereka tidak main-main!. Mungkin Jika kalian berhadapan dengan anak buahnya, pasti kalian akan kalah!"
"Dia adalah ketua satu, yang menguasai berbagai macam teknik pertarungan, juga ilmu sihir, yang jauh lebih tinggi dari kemampuan 6 orang penyihir yang tidak berguna itu!"
"Selain itu, ia juga berprofesi sebagai cenayang atau master metafisika berlevel 10."
"Jika kau kebetulan berhadapan dengan dia! Jangan harap kau akan hidup!" Ucap Benoa mencoba menakut-nakuti Bumi juga orang-orang yang ada di situ, termasuk juga Dion, Dragon dan yang lainnya
"Teruskan!" Respon Bumi biasa-biasa saja
"Orang yang mengetuai kelompok di bagian utara adalah seorang ahli beladiri, yang dulunya adalah seorang petarung profesional."
"Tapi karena bos tempat dia bekerja tidak menyukai perilakunya, maka dia memutuskan untuk keluar dari persatuan petarung tersebut, kemudian bergabung dengan bos besar kami!"
"Lalu siapa bos besar kalian itu?" Tanya Dion kembali mulai tertarik
Benoa tidak langsung menjawab pertanyaan dari Dion itu, tetapi menarik nafas dalam-dalam. Dan ketika degup jantungnya sudah kembali normal, dia pun memutuskan untuk berkata.
"Orang yang menjadi pemimpin besar kami adalah Ro..."
Dor!
"Argh!"
Tubuh Benoa tiba-tiba terjatuh, karena ditembus oleh peluru tajam, yang ditembakkan oleh seseorang dari jarak jauh
Kepala bagian belakangnya sedikit hancur, karena ditembus oleh peluru itu
__ADS_1
Tidak sampai disitu saja, Haraga yang sejak dari tadi hanya diam saja, karena nyalinya benar-benar sudah ciut, juga menjadi korban penembakan tersebut
Disusul oleh berondongan senjata otomatis dari jarak jauh juga, yang langsung mengarah kepada anak buah Haraga yang lain, dengan niat untuk membunuhnya
Kejadian tersebut terjadi tiba-tiba dan tidak bisa dicegah oleh siapapun termasuk oleh Dragon dan Dion. tapi Dragon dan Abhicandra bertindak cepat. Mereka segera merilis kemampuan formasi perlindungannya, untuk melindungi para pengawal juga penduduk desa termasuk juga Dion
Walau sebenarnya Dion tidak memerlukannya, tapi karena sudah dilindungi oleh anaknya tersebut, maka dia diam saja. Bahkan ikut memperkuat formasi perlindungan itu, dengan mengirimkan tenaga dalamnya ke dalam formasi tersebut
Namun beberapa saat kemudian, bunyi tembakan itu berhenti, dan tidak ada lagi suara-suara kesakitan dari anak buah Haraga. Karena anak buah Dion serta Dragon membalas tembakan mereka dengan senjata otomatis juga
Setelah tembakan itu benar-benar berhenti. Dion juga yang lain, segera mengedarkan pandangannya ke arah orang-orang yang tergeletak di lantai
Di tempat itu mereka mendapati, lebih dari 65 orang anak buah Haraga yang ada di aula tersebut, semuanya mati tertembak. Tiga penduduk desa dan satu pengawal Dragon juga menjadi korban penembakan itu, walau tidak sampai mati
Setelah bisa menguasai keadaan, Dion segera berkata. "Cepat periksa!. Siapa tahu ada petunjuk, siapa yang telah menembaki kita tadi!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik!" Jawab anak buahnya serempak. Kemudian berjalan berhati-hati, karena dikhawatirkan masih ada musuh yang sedang mengarahkan senjatanya ke arah mereka
Tapi sampai 1 menit kemudian, tidak ada lagi musuh yang tertinggal. Bahkan mereka mendapati ada 6 orang penembak jitu, yang sudah meregang nyawa, dan beberapa senjata tergeletak begitu saja. Berarti jumlah mereka lebih dari enam orang
Penemuan mereka itu langsung di sampaikan pada Dion, untuk mendapatkan arahan
"Siapa Ro itu?. Apakah ucapannya terhenti karena tembakan tersebut?" Ucap Dion penasaran
"Anakku!. Apakah ilmu yang kau kuasai tersebut, bisa memindai pikiran orang yang sudah mati?" Tanya Dion ingin jawaban
"Draco belum pernah mencobanya ayah. Tapi dengan menggunakan tubuh mereka, mungkin Draco bisa mengirimkan aura kesadaran Draco, kepada orang yang dimaksud!" Jawab Dragon apa adanya
"Baik ayah!. Akan Draco coba!" Jawabnya cepat. kemudian mengalihkan perhatiannya pada Abhicandra, untuk membantunya menyebarkan aura kesadaran, yang juga dia kuasai, walau belum begitu tinggi
Tak lama kemudian, tubuh kedua orang tersebut memancarkan aura yang cukup kuat. Satu berwarna kuning keemasan, dan yang satu lagi berwarna merah
Aura kesadaran metafisika mereka, segera menyebar di udara, kemudian pergi jauh untuk mencari lokasi orang yang bernama Ro tersebut, dan tak lama kemudian, lokasi orang yang dimaksud sudah diketemukan, walau masih samar-samar
Bukan hanya itu saja, Dragon dan Abhicandra juga sudah mengenali wajah pemimpin besar kelompok pengacau tersebut, dan sepertinya mereka pernah mengenali siapa orang itu, terutama Abhicandra sendiri, karena wajahnya mirip dengan seseorang yang selama ini menjadi gurunya
Abhicandra mendadak tersentak diam. Kemudian mundur sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya, pertanda kekuatannya tidak mampu memindai tubuh orang tersebut, karena dia juga mempunyai ilmu metafisika yang jauh lebih tinggi dari Abhicandra
Namun tidak demikian dengan Dragon. Dia santai santai saja, bahkan tidak terlihat mengeluarkan keringat sedikit pun. Kemampuan metafisikanya sudah sangat tinggi sekali, sehingga ketika ada serangan balik dari orang yang mirip dengan guru Abhicandra itu, Dragon dengan mudah mematahkannya, bahkan menghancurkannya dengan begitu saja
Sementara itu di seberang sana, orang yang mirip dengan guru Abhicandra, membatin sendiri dalam hati
"Siapa anak kecil itu?. Kemampuannya sangat tinggi sekali!"
"Hampir saja aku celaka, karena serangan baliknya!" Monolognya dalam hati
"Aku rasa serangan itu memang sengaja dilakukan oleh mereka berdua. Kalau orang yang bernama Abhicandra tersebut memang kita kenal!"
"Tapi tentang anak kecil itu tidak aku ketahui sama sekali!" Jawab orang yang bersama dengan Ro itu menjelaskan
"Aku harus mencari informasi tentangnya. Siapa tahu dia bisa aku jadikan murid!" Batin orang yang bernama Ro tidak lengkap itu dalam hati
Sebaliknya di tempat Dragon berada. Dia segera menghampiri Abhicandra dan mengirimkan aura penyembuhannya ke arah tubuh Abhicandra. Dan tak lama kemudian, tubuhnya sudah kembali sehat seperti semula
__ADS_1
"Senior adi!. Apakah kau tahu siapa orang yang telah melukai ku tadi?" Tanya Abhicandra pada Adiwilaga, yang saat itu hanya diam saja sejak dari dia datang
"Mana aku tahu, siapa orang yang telah melukaimu itu adik Abi!" Jawab Adiwilaga apa adanya
"Tapi kalau kau tahu, siapa orang itu! Kau boleh mengatakan kepada kami, agar kami tahu siapa dia!" Sambung Adiwilaga ingin mendapatkan jawaban dari Abhicandra
"Orang itu sepertinya aku kenal, dia bernama Ronin, atau samurai tak bertuan!" Jawab Abhicandra berterus terang
"Ronin! Saudara seperguruan dari guru-guru kita? dan yunior dari kakak Gentala" Reaksi Adiwilaga juga yang lain terkejut sekali
"Kemungkinan memang iya!. Karena aura kesadarannya sepertinya aku kenal!"
"Aura kesadaran tersebut, juga aku miliki, yang pernah diturunkan padaku waktu dulu berguru padanya!"
"Kalau begitu, dia pernah menjadi guru mu!. Begitu?" Tanya Adiwilaga penasaran
"Benar sekali senior!. dan aku selama ini telah menyembunyikan rahasia tersebut dari pengetahuan kalian!" Jawab Abhicandra berterus terang dan menyesali keputusannya tersebut
"Bukan hanya itu saja senior!. Murid langsung dari kakek guru kita juga ada di sana!"
"Apa!. Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Reaksi Adiwilaga sangat penasaran sekali
"Itu aku ketahui ketika aku mencoba memindai aura kesadaran, orang-orang yang ada bersama dengan guruku tersebut!"
"Oleh karena itu. tubuhku tadi terpental, dan sempat memuntahkan darah segar!"
"Kekuatan dua orang itu tidak bisa dianggap main-main!"
"Kekuatan mereka berdua, seimbang dengan kekuatan senior Gentala. atau mungkin melebihi nya!"
Sementara kekuatan ku sangat jauh sekali di bawahnya!" Jawab Abhicandra berterus terang dan tidak bersemangat lagi
"Tapi bagaimana mereka terlibat dalam kejahatan?. Bukankah itu sangat dilarang oleh guru-guru kita, apalagi oleh kakek guru?" Ucap Adiwilaga, menyayangkan tindakan mereka tersebut
"Mana aku tahu!. Kau tanyalah langsung pada mereka!. Siapa tahu kau bisa mendapatkan jawabannya!" Jawab Abhicandra dengan ekspresi sedikit kesal
Sementara reaksi Adiwilaga hanya biasa-biasa saja. Tak lama kemudian dia bertanya kepada Dragon
"Maaf tuan muda!. Apakah waktu pemindaian itu, tuan muda bisa mengetahui dimana lokasi mereka yang sebenarnya?" Tanya Adiwilaga ingin tahu
"Lokasi mereka tidak begitu jelas kakek Adi!. Aku cuma bisa memindai keadaan di sekitarnya!"
"Tempat yang mereka gunakan itu, merupakan sebuah bangunan mirip istana, yang jumlah pengawalnya sangat banyak sekali!"
"Tapi yang lebih mencengangkan adalah, di tempat itu, ada inisial huruf T dan patung orang tersebut!"
"Sepertinya orang itu adalah bos besar mereka. Karena orang yang bernama Ronin serta satu orang lagi itu waktu kami pindai tadi, sedang berada di depan patung tersebut, dan sedang melakukan penghormatan!" Jawab Dragon cukup jelas sekali
"Tunggu dulu anak ku!. Rams! Apakah orang yang berinisial huruf T tersebut, sama seperti yang kau beritahukan pada ku?" Tanya Dion sangat penasaran sekali
"Sepertinya iya tuan besar!. Karena ciri-ciri orang tersebut, sama dengan orang yang sedang kita cari selama ini!" Jawab Rams apa adanya
"Anakku Draco!. Bisakah kau pindahkan patung tersebut kemari?"
__ADS_1