
Bug!
"Hugh!"
Bunyi benturan benda keras dan jeritan tertahan terdengar cukup kuat di telinga orang orang yang kebetulan berada di dekat Takeda, kemudian..
Krak!
Disusul dengan bunyi benda yang patah, tapi tertahan juga. Ternyata memang benar adanya. Tulang dada Takeda patah, dan membuatnya menjadi sesak nafas
Tubuhnya ambruk ke tanah keluar dari jalanan beraspal, dan menabrak tiang listrik hingga bergetar saking kuatnya benturan itu
Tidak diketahui apakah dia mati atau pingsan, belum ada seorang pun yang tahu
Beberapa orang pengawal keluarga Birawa, datang memeriksa kondisi Takeda tersebut, dan mendapati, bahwa nyawanya telah terlepas dari badan
Dua orang pengawal itu, memberi kode pada Robin, dan mengatakan apa yang terjadi pada Takeda
"Cuma segitu saja kekuatan orang itu. Sungguh membuat ku kecewa!" Monolog Robin dalam hati..Kemudian menghampiri Dragon untuk meminta maaf
"Tidak apa apa paman Robin!. Itu sudah biasa terjadi dalam pertarungan!" Respon Dragon santai saja
"Siap tuan muda!" Jawab Robin merasa lega
Sementara itu, pertarungan ditempat lain masih terus berlangsung, tapi semakin terlihat berat sebelah. Bumi sudah berhasil mengalahkan Anderson, tapi tidak sampai mati dibuatnya
Sedangkan Eric juga sudah mengalahkan dua orang yang tergolong kuat itu. Sementara kawan kawannya juga sudah pada menyerah tapi lebih banyak yang mati
Kini yang tersisa hanya Anderson dan tujuh anak buahnya saja, sedangkan yang lain sudah mati semua
Sungguh mereka manusia yang benar benar sombong, takabur dan merasa yang paling kuat sendiri. Tidak akan kalah dan terkalahkan
Tapi kenyataannya sangat berbeda. Baru menghadapi anak buah Dragon saja sudah pada mati semua, apalagi kalau langsung berhadapan dengannya
Anderson menjadi sadar, bahwa orang yang sedang diprovokasi nya itu bukan orang sembarangan. Anak buahnya saja sekuat itu, apalagi pemimpinnya
Dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat bagaimana seorang Takeda dibuat tidak berdaya, terpental hanya dengan pandangan matanya saja
__ADS_1
Hanya dengan berdiri diam serta terkesan santai, Takeda yang terkenal kuat itu, tidak mampu mendekati Dragon barang seinci pun
Menyadari akan hal itu, Anderson hanya bisa pasrah saja, saat tubuhnya di angkat serta dilemparkan seperti binatang, dan dimasukkan ke dalam mobil yang ditumpanginya tadi
"Bereskan kekacauan ini!. Aku tidak mau melihat ada noda darah di jalan yang selalu kita lalui!" Ucap Dragon memberi perintah
Baik tuan muda!" Jawab mereka serempak. Kemudian mengangkat tubuh tubuh yang sudah tidak bernyawa, untuk di bawa ke desa, atau kota kecil, agar diurus oleh penduduk desa, untuk dimakamkan di sana
Sementara itu, Dragon dengan di dampingi oleh Leon juga Bumi, terlihat sudah meninggalkan tempat kejadian, menuju ke perguruan yang diketuainya
***
Gunung Dagu, Jilin Utara Jepang pada waktu yang sama
Seorang pria sedikit botak, dan perut sedikit buncit juga, terlihat sedang marah marah entah pada siapa
Barang barang yang ada di depannya, banyak yang sudah hancur, akibat ditendang atau di tebas dengan katana tajam miliknya, serta di brondong dengan peluru dari senjata mesin otomatis yang selalu ada di atas mejanya
Orang orang yang saat itu datang melaporkan berita besar padanya itu. seluruhnya berlarian keluar, karena ingin menyelamatkan diri dari terkena peluru nyasar
Orang tersebut adalah Jundan Miyazawa, big bosnya organisasi mafia bawah tanah tersebut, yang ngebet sekali ingin menculik Dragon, untuk dijadikan mesin uangnya
Pupus sudah harapannya untuk mendapatkan untung banyak, dengan menculik Dragon. Di pikiran sederhananya, gampang bagi anak buahnya untuk menculik anak sekecil itu. Tapi dia tidak memperhitungkan kekuatan dari kelompok Dragon tersebut
Maka beginilah jadinya. Miyazaki Ozawa, Tanawat Virote, Anderson dan Takeda mati secara sia-sia. Termasuk juga orang kepercayaannya, yaitu Bajra Napoleon dan beberapa orang kuat lainnya, selain daripada ribuan anak buahnya yang sudah mati itu
Padahal Jundan Miyazawa tidak mengetahui secara pasti, Apakah semua orang yang disebutkannya tadi itu telah mati. Jadi dia hanya menebak saja. Maka ketika mendengar kematian orang-orang kepercayaannya itu, dia menjadi tidak terkendali. padahal Miyazaki Ozawa, Tanawat Virote dan Anderson masih hidup. yang mati hanya Takeda dan Bajra saja
"Panggil Zabuza kemari. Aku ingin memberi tugas padanya!" Ucap Miyazawa memberi perintah, setelah dia bisa meredakan emosi nya
Tak lama kemudian, orang yang ingin dipanggil oleh Jundan Miyazawa pun datang. Dia adalah Harajuku Zabuza. Seorang master beladiri, yang menguasai belasan cabang keahlian teknik pertarungan
Selain itu dia juga seorang praktisi Genjutsu, Ninjutsu juga Taijutsu. jika disamakan dengan kemampuan Abhicandra, maka kekuatan dari Harajuku Zabuza itu hampir sama, terutama dalam kemampuan Genjutsu tersebut
Jika Zabuza dalam menerapkan Genjutsu itu menggunakan aura sihir hitam. Maka Abhicandra menggunakan aura kesadaran dan aura spritualnya
Sama bentuk tapi berlainan cara penerapannya, serta energi yang dihasilkannya pun berbeda-beda, tergantung dari berapa lama mereka menekuni bidang itu
__ADS_1
Jika Abhicandra mampu menciptakan api dari tangannya, yang sebenarnya itu adalah aura spiritualnya. maka Zabuza juga demikian. Bahkan api yang dikeluarkan dari tangannya itu adalah api sungguhan. Jadi berhati-hatilah si Abhicandra tersebut, bila ketemu dengannya
"Siap menjalan perintah ketua!" ucap Zabuza sesaat setelah berada di depan Miyazawa
"Pergi ke negara ini!. Bawa petarung sebanyak yang kau mau!"
"Tangkap orang yang bernama Dragon, dan bunuh orang orangnya, termasuk orang tuanya itu!" Ucap Miyazawa tegas
"Siap laksanakan ketua!" Jawab Harajuku Zabuza patuh. Kemudian keluar dari ruangan yang berantakan itu, untuk menemui anak buahnya yang berada di luar
Satu jam kemudian, dia sudah berhasil mengumpulkan sekitar 125 orang petarung, 121 orang ninjutsu. 113 taijutsu atau karateka, dan 50 orang assassin, serta 27 samurai
Semua orang-orang yang dipilihnya itu, adalah orang yang selalu memenangkan pertarungan di setiap event, yang diadakan oleh Jundan Miyazawa tersebut
Tinggal mereka saja harapan terakhir dari Jundan Miyazawa untuk bisa menangkap Dragon, dan menghabisi orang orangnya, termasuk menghabisi orang tuanya itu
Apabila usaha nya kali ini tidak berhasil, maka mau tidak mau, dia harus turun tangan sendiri datang ke Indonesia
Untuk diketahui, Jundan Miyazawa adalah mantan tentara, sekaligus ninjutsu terkuat di seluruh Jepang. Kemampuan bermain pedang dan katana nya, tidak diragukan lagi. Jarang sekali ada orang yang selamat dari serangannya.
Apabila pedang sudah ditarik dari sarungnya, maka bersiap-siaplah untuk mati
Orang-orang terkuat nya saja, semuanya tunduk dan patuh padanya, karena mereka tidak akan pernah bisa mengalahkan bosnya tersebut
Jadi ketika diperintahkan olehnya, siapa pun yang ditunjuk akan merasa senang, dan merasa di utamakan, termasuk juga oleh Harajuku Zabuza itu
Sementara Zabuza sendiri, adalah orang kepercayaannya, sekaligus kartu truf bagi organisasinya, apabila seluruh petarung yang dimiliki oleh Jundan Miyazawa kalah dalam pertarungan yang diadakannya
Maka untuk menebus kekalahan nya tersebut, Jundan Miyazawa segera memerintahkan agar Harajuku Zabuza dikeluarkan, untuk menghabisi lawan-lawannya
Biasanya setelah Harajuku Zabuza keluar, seluruh orang orang yang memenangkan pertarungan di arena bawah tanah miliknya itu, akan bisa dikalahkan. Bahkan ada beberapa di antara mereka yang mati karena kehabisan tenaga
Harajuku Zabuza dalam penampilannya sehari-hari ketika sedang bertarung, tidak kenal takut dan berbelas kasih. Orang yang berani melawannya, berarti sudah siap menandatangani kontrak kematiannya
Hanya beberapa orang saja yang bisa selamat dari serangannya. Namun itupun tubuhnya sudah babak belur, dan mengalami banyak luka
Saat diberitahu kan padanya, bahwa orang-orang yang diutus untuk memimpin organisasi di negara ini, dan menceritakan tentang bagaimana kuatnya Dion serta orang-orangnya, terutama anaknya Dragon itu, Harajuku Zabuza menjadi geram. Dia ingin cepat-cepat sampai ke Indonesia, dan langsung menghajar orang orang yang diceritakan tadi
__ADS_1
"Tunggu aku datang!, dan jemput lah kematian kalian!" Ujarnya geram, sambil meremas batu kerikil besar, hingga hancur menjadi debu