Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Rencana berguru


__ADS_3

"Tadi Draco ada mengatakan, bahwa jiwa nya sedang ditarik oleh satu kekuatan besar, yang dia sendiri tidak tahu itu kekuatan apa."


"Dia cuma mengatakan, ada seseorang yang terus memanggilnya dalam diam."


"Tiba tiba saja jiwanya tersedot. seperti menanggapi panggilan kekuatan dari jiwa orang itu, tapi Draco terus bertahan, akhirnya kekuatan itu berhenti sendiri." Ucap Dion apa adanya


"Benarkah itu anakku?" Tanya Ivory penasaran


"Benar ma, bahkan orang itu menginginkan agar Draco mau menjadi muridnya." Jawab Dragon apa adanya


"Bagaimana mungkin di jaman secanggih ini, masih ada orang yang menguasai pengetahuan seperti itu. bisa memanggil orang untuk datang tanpa alat komunikasi." Tanya Ivory penasaran


"Atau jangan jangan melalui batu itu..?" Ucapnya kemudian menduga saja


Dion, tuan Birawa Iron dan yang lainnya itu hanya diam saja, tapi dalam hati mereka mengatakan apa yang dikatakan oleh Ivory itu benar


Tapi mereka semua tidak bereaksi, hanya memandang ke arah Dragon saja, seperti sedang mengajukan pertanyaan besar padanya


Dragon yang ditatap seperti itu menjadi paham, lalu berkata


"Ya!, Melalui batu itulah orang tersebut menghubungi Draco. Tapi hanya bisa melalui kekuatan jiwa bukan suara seperti alat komunikasi yang ada saat ini." Ucap Dragon berterus terang


"Apakah batu aneh itu masih kau simpan, dan ada kau bawa saat ini?" Tanya Ivory ingin tahu


"Ya ma!." Jawab Dragon jujur, sambil mengambil batu tersebut dari dalam saku bajunya, dan diberikan pada ibunya tersebut


"Benar benar batu ajaib. Tapi kalau dilihat sekilas, hanya batu biasa, tidak ada istimewanya. Sama seperti batu batu lain." Batin Ivory dalam hati, sambil mengamati batu tersebut secara seksama


"Jadi bagaimana rencana selanjutnya pa?" Tanya Ivory penasaran, setelah tidak menemukan jawaban apapun dari mengamati batu itu, kemudian meletakkan batu tersebut di atas meja


Dion tidak merespon pertanyaan dari istrinya itu, dia malah mengalihkan pandangannya pada Leon, yang sedang berdiri disebelah Hans


Tak lama kemudian Dion berkata. "Waktu itu hanya kau yang belum mencoba mengangkat batu ini Leon!. Sekarang aku mau kau mencobanya, siapa tahu kau terpilih!" Ucap Dion tiba tiba


"Baik tuan besar!" Jawab Leon patuh. Kemudian mendekati batu tersebut, dan meminta ijin untuk memegang batu milik Dragon itu


"Silakan paman Leon!" Ucap Dragon datar


"Terima kasih!" Jawabnya singkat, lalu memegang batu tersebut dengan perlahan. Ajaib!. Batu misterius tersebut berhasil diangkat oleh Leon dengan mudahnya


"Luar biasa!. Kau hebat kawan!" Teriak Hans senang


"Hebat!" Iron juga bersuara memuji anak buahnya itu


"Selamat Leon!. karena kau telah berhasil mengangkat batu itu!" Ucap Burgon juga senang


Semua yang ada di ruangan itu turut senang, karena akhirnya ada orang luar yang berhasil mengangkat batu tersebut, dan Dragon bakal memiliki pengawal pribadi


"Baguslah kalau begitu!. Dengan demikian, kau telah terpilih menjadi pengawal pribadi anak ku. Sang Pewaris Tunggal berikutnya!" Ucap Dion senang


"Apakah kau bersedia melakukannya untuk anak ku Leon?" Tanya Dion tegas

__ADS_1


"Saya bersedia dan sangat senang sekali tuan besar!" Jawab Leon mantap


"Bagus!.Sekarang satu masalah telah teratasi, tinggal memikirkan masalah lainnya." Respon Dion lega


"Sesuai dengan rencana ku. Dragon akan berguru dengan orang yang cocok dengan pembawaan juga kelebihannya, sebagai seorang anak yang mempunyai kemampuan khusus."


"Dengan ini aku menugaskan pada Burgon dan anak buahnya, untuk mencari seorang guru spiritual buat Dragon, di seluruh pelosok negeri."


"Cari dan temukan orang itu. dan segera bawa kesini!" Perintah Dion tegas


"Baik tuan besar!" Respon Burgon si mata dewa patuh


"Paman Iron. carikan 10 orang pengawal elit tingkat pertama, yang paman anggap cakap untuk mendampingi anak ku. Mereka nanti akan berada dibawah komando Leon."


"Selain itu hubungi Robin, agar memulangkan Bumi untuk memperkuat tim pengawal anak ku nanti."


"Sebagai gantinya, paman boleh mengirimkan pengawal lain untuk bertugas di Perancis nanti!"


"Siap tuan besar!" Respon Iron cepat


"Karena sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. maka kalian boleh pergi!" Ucap Dion tegas


"Baik!" Jawab mereka serempak


Kini tinggallah Dion, kakeknya, Ivory dan Dragon, yang masih ada di ruangan khusus tersebut


Ketiganya sengaja ditahan oleh DIon, agar tetap berada di ruangannya untuk beberapa saat


"Tapi aku tidak bisa mendeteksinya dengan jelas, kehidupan apa itu. Mungkin hanya pemilik asli batu tersebut yang bisa mengetahuinya."


"Jika nanti Dragon sudah menemukan orang yang cocok untuk menjadi gurunya, di manapun itu. Aku berencana akan merubah tempat guru tersebut menjadi sebuah tempat yang aman, agar nantinya keselamatan Draco tetap terjamin."


"Kenapa papa berkata seperti itu. apakah papa akan mengirim anak kita ini ketempat itu?" Tanya Ivory kurang senang


"Jika itu memang diperlukan, ya apa boleh buat!. Draco akan tetap kita kirim ke sana!" Jawab Dion enteng


"Mama tidak setuju!" Bantah Ivory tegas


"Apa alasan mu tidak mengijinkan Drago untuk pergi berguru?" Protes Dion sedikit kesal


"Karena mama tidak mau berjauhan dengan anak kita!" Jawab Ivory tegas


"Jika Burgon sudah menemukan guru itu. Boyong dia kesini, dan beri fasilitas bagus, agar dia tenang dalam mendidik Draco!" Ucapnya lagi


"Kita lihat dulu bagaimana perkembangannya nanti!" Respon Dion tegas


"Kalau memang orang itu mau kita boyong kesini, ya kita lakukan!. Tapi jika dia bukan orang seperti itu, maka kita yang harus mematuhi aturannya!" Ucapnya lagi cukup bijaksana


"Memangnya papa sudah mengetahui bagaimana karakter bakal guru Draco ini?" Tanya Ivory belum mau menerima juga


"Waktu papa berhasil mengangkat batu itu pagi tadi, sepintas papa seperti melihat kehidupan masa lalu seseorang."

__ADS_1


"Orang tersebut sangat sepuh, tapi masih terlihat kuat dan sehat, yang ciri cirinya sama persis seperti yang diceritakan oleh Draco tadi."


"Dia yang papa lihat waktu itu, dikelilingi oleh ribuan orang kuat, yang berbaris di belakangnya. dengan rapi"


"Dalam penglihatan papa itu, mereka semua tiba tiba berlutut kearah anak kita, seperti sedang memberi penghormatan, dengan meletakkan lututnya di tanah." Jawab Dion apa adanya


'"Lokasi tempat kejadian itu, seperti tidak asing bagi papa. Tapi dimana letak persisnya papa kurang tahu." Ujarnya lagi


"Aneh!. Di jaman modern sekarang ini. masih ada kekuatan misterius seperti itu!" Ucap tuan Birawa penasaran


"Jangankan kakek, Dion saja jadi penasaran, bagaimana Draco ini bisa terpilih menjadi junjungan mereka?"


"Apakah mungkin itu pertanda, kalau Draco ini akan menjadi seorang pemimpin suatu wilayah, atau negara dimasa yang akan datang?" Ucap Dion menerka saja


"Kalau masalah itu kakek kurang tahu, karena kakek bukan seorang peramal atau sejenisnya!" Jawab tuan Birawa apa adanya


"Sudahlah!. Karena kita belum melewati masa itu, maka yang bisa kita lakukan adalah, menunggu!" Ucap Ivory memotong perdebatan mereka


***


Satu minggu kemudian


Burgon yang telah mendapat tugas untuk menemukan calon guru Dragon, pagi ini sedang tergesa gesa datang menghadap Dion di ruangannya, untuk segera melaporkan hasil temuannya, selama seminggu ini


"Salam tuan besar!" Sapa nya penuh hormat


"Ya terima kasih!." Jawab Dion datar


"Sudah satu minggu kau menghilang karena tugas itu. Apakah kau sudah mendapatkan hasilnya?" Tanya Dion tanpa basa basi lagi


"Sudah tuan besar!. Berkat kejelian para intelijen Birawa Group, yang saya sebar untuk pergi ke semua pelosok pulau ini. kelompok tiga yang saya pimpin itu, menemukan sebuah perguruan silat, di daerah provinsi B, berjarak sekitar 137 kilometer dari kota kita ini."


"Lalu?"


"Selama masa pengamatan itu, kami mendapati, bahwa di perguruan silat tersebut banyak sekali orang orang yang sedang berguru di sana."


"Tapi yang lebih menarik dari semua itu, ada seorang sepuh yang tingkat ilmu kanuragannya di atas rata rata, bahkan mungkin tingkat kesaktiannya sangat tinggi."


"Kearifannya menyatu dengan alam, patut diacungi jempol. Tutur katanya lembut penuh kebijaksanaan."


"Mungkin orang seperti itu yang pantas untuk menjadi guru tuan muda." Ucap Burgon panjang lebar


"Cukup menarik!." Respon Dion takjub


"Tapi apakah kau tahu tingkat keamanan tempat itu?" tanya Dion kemudian


"Dari penglihatan kami. di perguruan tersebut keamanannya sangat terjaga, karena rata rata muridnya tinggal ditempat itu."


"Mereka berjaga secara bergiliran, siang maupun malam."


"Jadi kami pikir tuan muda bisa berguru di sana." Jawab Burgon apa adanya

__ADS_1


"Berguru dimana maksud mu Burgon?" Tanya seseorang yang tiba tiba saja muncul di ruangan itu


__ADS_2