
Mendadak keributan itu terhenti, karena hadirnya nenek Elina di hadapan mereka, tak lama setelah itu, muncul pula Danish dan Everly istrinya
"Cepat katakan!. Kenapa kalian membuat keributan di tengah malam buta seperti ini?" Tanya nenek Elina marah
"I..i.itu nek!, diluar ada dua buah karung besar, yang sepertinya sengaja dibuang oleh seseorang di halaman rumah kita!" Jawab Chalista terbata bata
"Karung? memang apa isinya?" Tanya nenek Elina penasaran
"Lita mana tahu nek, Lita cuma melihat dari jendela, tak jauh dari kamar Lita, ada dua buah karung yang tergeletak di sana." Jawab Chalista kesal
"Kalau begitu, ayo kita keluar! Danish! kau pimpin jalan!" Perintah Elina tegas
"Baik bu!" Jawab Danish patuh
Setelah pintu depan terbuka, dengan takut takut, Danish keluar duluan, untuk memeriksa keadaan di luar. Walaupun kondisinya terang benderang, tapi suasana seram sangat terasa sekali di sekitar rumah itu
Setelah memeriksa beberapa saat, Danish tidak mendapati ancaman yang membahayakan mereka, kemudian dia memanggil semuanya untuk keluar, untuk menyusulnya
"Ayo kita memutar, dan menuju samping kamar Lita itu!" Ucap nenek Elina, sesaat setelah keluar dari dalam rumahnya
Tanpa menjawab atau bersuara, mereka berjalan mendekati lokasi, di mana dua karung besar dibuang di sana
Dari jauh mereka sudah bisa melihat, ada 2 buah karung besar yang sedang tergeletak di sana, tidak ada gerakan sama sekali dari karung tersebut. mungkin hanya
sampah! batin mereka masing masing
"Danish!. Cepat dekati karung karung itu, dan buka ikatannya, jangan lupa, bawa kayu ini!" Ucap nenek Elina takut takut, dan mengkhawatirkan keselamatan Danish
Dengan kaki gemetar, Danish perlahan mendekati 2 buah karung itu, setelah dekat, dia bisa mencium bau amis darah, yang keluar dari karung karung tersebut
Dengan memberanikan diri, Danish menyentuh karung itu dengan menggunakan kayu yang di bawanya tadi, tapi tak ada reaksi. Lalu dia membuka salah satu karung itu, segera setelah itu, bau yang sangat menyengat, keluar dari karung tersebut
Danish terperanjat dan meloncat ke belakang, karena saking terkejutnya, ketika sekilas melihat isi karung tersebut, dan mencium aroma yang kurang sedap dari dalamnya
"Apa isinya Danish, cepat katakan!" Teriak nenek Elina dari kejauhan
"Aku tidak begitu yakin bu, Aku cuma membukanya, dan mencium aroma seperti bau darah dari dalamnya."
"Darah! cepat kau dekati lagi! dan periksa apa isinya!" Teriak nenek Elina, dengan wajah yang mulai khawatir
Danish terlihat ragu, untuk mendekati karung karung tersebut, tapi karena telah diperintah oleh ibunya, maka mau tidak mau, dia harus melakukannya juga
Sekali lagi Danish mencoba membuka karung yang sudah dibuka tadi, dan tiba tiba dia terduduk lemas saking terkejutnya, karena isi dalam karung tersebut, adalah potongan potongan tubuh manusia
"I..i..ini! tubuh manusia bu!" Teriak Danish ketakutan
"Tubuh manusia?. Cepat periksa kembali, tubuh siapa itu!" Perintah nenek Elina dari jauh, karena dia tidak berani mendekati karung karung itu, begitu juga Jasmine, Everly dan Chalista
"Pakai senter ini untuk melihat isinya, atau kau curahkan saja isi karung itu!" Perintah Elina tidak sabar, karena dia merasa instingnya benar, bahwa potongan potongan tubuh itu, ada hubungannya dengan Brian
Dengan memberanikan diri, Danish mengambil ujung bawah kanan dan kiri karung tersebut, kemudian dengan sekuat tenaga membalikkannya
__ADS_1
Tak lama sesudah itu, potongan potongan tubuh manusia berserakan di sekitar karung tersebut. Danish lagi lagi terperanjat, dan terduduk di tanah, tapi sayangnya, dia malah menduduki karung yang satunya lagi
Sudah jatuh ketimpa tangga pula, itulah nasib yang dialami oleh Danish, tetapi karena sudah terlanjur, maka rasa takutnya telah hilang. Dia dengan tatapan nanar, memeriksa potongan tubuh manusia yang terpampang didepan matanya itu, tapi dia tidak mengenali keduanya
"Ibu! cepat lihat ini!" Teriak Danish kepada ibunya
Nenek Elina, Everly, Jasmine dan Chalista, bergegas mendatangi Danish, karena mereka juga penasaran, apa yang telah di lihat oleh Danish itu
Tapi begitu mereka dekat, alangkah terkejutnya mereka, ketika melihat potongan potongan tubuh manusia berserakan di situ
Dua potongan kepala, 4 buah kaki dan 4 buah tangan segera terlihat oleh mereka, di sampingnya tergeletak 2 tubuh yang masih utuh
"Bukankah ini hacker yang di sewa oleh Brian, tapi kenapa mereka bisa mati seperti ini, atau jangan jangan..?" Batin Elina mulai khawatir
"Danish! Cepat buka karung yang satunya lagi!. Ibu mempunyai firasat buruk tentang Brian!" Teriaknya kuat
"Baik bu!" Jawab Danish singkat, kemudian membuka tali yang mengikat karung yang satunya lagi itu
Tapi begitu dibuka, Danish kembali terperanjat, kali ini dia sampai terduduk, menimpa potongan kepala yang tergeletak di tanah, tentu saja membuat keseimbangan tubuhnya menjadi tidak stabil
"Cepat katakan! apa isi karung yang satu lagi itu!" Kata nenek Elina penasaran dan tidak sabar
"Brian.!.Brian! itu tubuh Brian dan satu orang lagi yang tidak dikenal." Jawab Danish gemetaran karena shock
Cuma perkataan itu yang mampu dikeluarkan oleh Danish, dia sangat shock, ketika melihat siapa yang ada di dalam karung yang satunya lagi itu
Nenek Elina tidak memperdulikan lagi rasa takut dan mual nya itu, dengan memberanikan diri, dia membuka karung itu lebar lebar, untuk melihat apa isinya
"Apa yang ada di dalam karung itu nek?" Tanya Jasmine Penasaran
"Kau! kau lihatlah sendiri!" Jawab nenek Elina gugup
Jasmine tentu saja penasaran, melihat reaksi gugup neneknya itu, kemudian dengan memberanikan diri, dia membuka karung yang baru saja dibuka oleh ayah dan neneknya itu
"Briaaaaan!" Teriaknya histeris
"Siapa orang yang telah tega melakukan ini padamu? sungguh biadab!" Teriaknya marah
"Nenek!.itu Brian nek! Brian!" Ucap Jasmine sambil menangis, kemudian tanpa memperdulikan bau menyengat di sekitarnya Jasmani menarik keluar tubuh Brian, tapi tidak bisa, lalu dicobanya sekali lagi, sedikit demi sedikit tubuh Brian bisa dikeluarkan
Begitu tubuh Brian seluruhnya keluar, tangisan Jasmine semakin histeris, meraung raung, sambil mengguncang tubuh suaminya kuat kuat
Tapi apa daya, tubuh Brian sudah tidak bergerak lagi, mungkin karena terlalu lama terikat di dalam karung tersebut, Brian kehabisan nafas, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir
Serasa tidak percaya,Jasmine memeriksa nadi Brian dengan tergesa gesa ditangannya yang sudah patah itu, tapi dia tidak mendapati denyut nadinya sedikitpun
Danish yang sudah bisa menguasai keterkejutannya, menghampiri Jasmine, dia juga memeriksa nadi di kedua tangan Brian yang sudah patah tersebut, kemudian memeriksa nadi yang ada di leher Brian, Tapi hasilnya tetap nihil, Brian dinyatakan meninggal
Jasmine segera memeluk tubuh Brians dengan erat, sambil menangis dia berkata." Brian!, siapa yang telah melakukan ini padamu? Sungguh orang yang tidak punya hati, biadab!" Ujarnya marah
"Ini semua salah nenek! Kalau nenek tidak berniat untuk membalas dendam kepada Dion, Brian tidak akan mengalami hal seperti ini!.nenek harus bertanggung jawab!" Pekik Jasmine, lalu berdiri dan berjalan mendekati neneknya dengan sorot mata yang tajam
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan Jasmine? Jangan kurang ajar kau!" Teriak nenek Elina ketakutan
"Aku tidak mau tahu!, gara gara kau lah, Brian mati!" Teriak Jasmine kuat
"Jaga ucapanmu Jasmine!" Balas nenek Elina juga marah
Tapi Jasmine tidak peduli, dia terus saja mendekati neneknya, yang saat ini sudah berdiri, dan berjalan mundur karena ingin menghindari kemarahan dari Jasmine tersebut
Tapi tubuh rentanya tidak mampu berjalan cepat, apalagi berjalan mundur, sehingga Jasmine bisa meraih tangan neneknya, kemudian menariknya kuat kuat
Jasmine menatap mata neneknya lekat lekat, seperti mengisyaratkan, meminta pertanggung jawaban dari neneknya itu, lalu berkata. "Sekarang katakan! apa yang telah kau lakukan kepada Brian suamiku?"
"Nenek juga tidak tahu Jasmine, lepaskan tangan nenek!" Bela nenek Elina ketakutan
"Aku tidak peduli!, cepat jawab, kalau tidak!" Ancamnya
"Jasmine!. Apa yang kau lakukan terhadap nenek?" Teriak Chalista panik
"Aku ingin meminta pertanggung jawaban darinya, karena gara gara kebusukan hatinya itu, Brian mati!" Jawab Jasmine emosi
"Jangan salahkan nenek, tapi salahkan Dion si brengsek itu! gara gara dia, kita jadi seperti ini, dan kau pun sudah tidak lagi menghormati nenek!" Teriak Elina nyaring
"Jangan salahkan dia, tapi salahkan dirimu sendiri!. Kaulah yang selama ini memprovokasi Dion, padahal Dion sudah membantumu, tapi dasar kau orang yang tidak tahu membalas budi!" Bantah Jasmine tidak mau tahu
Hilang sudah rasa hormatnya pada Elina, dia lebih memikirkan diri sendiri dan Brian, emosinya sudah memuncak, tidak bisa lagi mengendalikan akal sehatnya,
Maka dengan kemarahan yang meluap luap, Jasmine mengangkat tangannya, ingin menampar neneknya, tapi belum sempat tangannya mendarat di wajah neneknya, tangan Jasmine ditangkap oleh Danish, kemudian ditolaknya dengan kasar, hingga Jasmine terjatuh ke tanah
"Jaga sikapmu Jasmine, ini nenekmu, Jangan kurang ajar!" Bentak Danish marah
"Apa! nenek!. Orang seperti ini, tidak pantas menjadi nenekku!. Gara gara dia, Berian jadi seperti ini!" Bela Jasmine, sudah kehilangan akal sehatnya, sesaat setelah dia berdiri
Plak!
"Aaaaraakhh!"
"Dasar anak kurang ajar! berani beraninya kau mau memukul ibu ku!" Teriak Danish marah, kemudian kembali menampar wajah Jasmine dengan kuat, sehingga membuatnya terpelanting dan jatuh ke tanah kembali
Pertengkaran yang terjadi di pelataran mansion milik nenek Elina itu, mengundang rasa ingin tahu tetangganya. Mereka jadi terbangun, karena mendengar suara ribut di mension sebelahnya, tapi mereka tidak berani mendekat
Sementara itu, nenek Elina mendadak merasa pusing, dadanya sakit, dan kaki nya gemetaran, tak lama sesudah itu, dia tumbang ke tanah, dari mulutnya keluar air liur seperti busa
Tubuh nenek Elina yang terjatuh ke tanah tersebut, mengejang keras, meronta ronta di tanah, sesudah itu diam tidak bergerak lagi
"Ibu!" Teriak Danish panik, lalu berlari menghampiri tubuh ibunya. tapi sayang, sebelum dia sampai, nyawa ibunya sudah terlepas dari badan
Chalista, yang melihat kejadian itu, juga berlari menghampiri neneknya, begitu juga dengan Everly. begitu sampai, mereka segera memeriksa nadi nenek Elina, yang sudah kaku itu
Jasmine yang tadi sempat marah kepada neneknya terpaku diam, dia tidak menyangka, perbuatannya akan membuat neneknya mati seperti itu
"Ini semua gara gara kau! Kalau kau tidak mengintimidasi nenekmu ini, maka nenekmu tidak akan mati seperti ini!" Teriak Danish marah, sambil berlari mendekati Jasmine, dan..
__ADS_1