
"Tu..tuan muda!. kartu ini kosong. Tidak ada saldonya!" Ucap Brata terbata bata
"Tidak mungkin!. Saldonya masih ada 125 milyar. Aku kumpul selama beberapa tahun!" Jawab Anthony panik
"Sungguh tidak ada isinya tuan muda!" Sanggah Brata tetap ngotot. kemudian meminta Anthony agar melihatnya sendiri di layar komputer toko itu
"Ba..ba..bagaimana mungkin!. Kenapa saldo tabunganku tiba tiba menghilang?. Siapa yang telah mencurinya?" Ucapnya gugup sekaligus takut
"Coba paman cek sekali lagi!. siapa tahu mesin pembaca kartu itu eror!" Perintahnya tegas, tapi terkesan panik
"Baik!" Jawab Brata singkat, Kemudian memasukkan lagi kartu itu, tapi tetap saja isi didalamnya kosong.
Anthony menjadi semakin gugup, ketika melihat kenyataan yang terpampang didepan matanya itu. Kartu yang diberikannya pada pemilik toko, ternyata isinya telah kosong, tidak tersisa sepeserpun
Menyadari hal itu, dia mengambil kartu lain dari dalam dompetnya, kemudian memberikannya pada Brata dengan berkata.
"Cek kartu ini, didalam nya ada sekitar 67 milyar. Aku rasa itu cukup sebagai jaminan sementara." Ucap Anthony sangat yakin sekali
Brata bergegas mengambil kartu yang disodorkan padanya tersebut, kemudian memeriksa isinya.
Tapi sekali lagi, kartu kedua yang disodorkan oleh Anthony, itu pun isinya kosong. bahkan tak lama kemudian, ada pemberitahuan masuk, bahwa kartu tersebut telah diblokir oleh pihak bank atas perintah dari kepolisian
Tak mau menerima alasan tersebut. Anthony berusaha membuka aplikasi perbankan di handphone nya. dengan harapan bisa mencari kejelasan dari pihak bank. Tapi malah yang dia temui, ada dua buah notifikasi dari pihak bank, masuk ke handphonenya, yang memberitahukan bahwa akun milik nya telah diblokir
Jika mau membukanya, maka pemiliknya harus datang ke bank langsung, dan melakukan transaksi kembali
Galau!.bingung, panik dan takut. itulah kata yang pantas disematkan pada Anthony saat ini. Mau mengadu pada siapa. mau bertanya dia pun tidak tahu
Tiba tiba dia teringat pada ayahnya, lalu memutuskan untuk menghubungi nya. Tapi sebelum sempat memencet tombol panggil, masuk sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenal. dan langsung diangkatnya tanpa ragu ragu lagi
"Hallo!" Sapa nya kesal
"Thony.!. Ini ibumu. ayahmu telah ditangkap oleh polisi, dengan tuduhan penggelapan pajak. Semua aset aset perusahaan juga rekening kita, termasuk rekening ayahmu telah diblokir oleh pihak bank."
"Bahkan rumah mewah kita, telah di sita oleh entah dari pihak mana. Sekarang ibu sedang berada di kantor polisi, bersama dengan ayah mu!" Teriak ibunya dari seberang telepon
"Siapa orang yang telah kau singgung?. Sehingga pihak kepolisian dan pihak bank, berani berbuat seperti itu pada ayahmu?"
"Kau pasti telah menyinggung orang kuat, Hingga dengan kekuasaannya, mampu membalikkan keadaan kita!"
"Dasar anak bodoh!. Cepat kau minta maaf padanya!."
"Jika perlu berlutut, dan memohon agar dia membebaskan ayah mu. serta mengembalikan perusahaan kita, dan membuka akun bank kita kembali."
"Cepat lakukan?" Teriaknya kuat melalui saluran telepon
Bruukk!
Anthony menjatuhkan diri, dengan lutut menyentuh lantai, seperti sedang berlutut, tapi entah pada siapa. Lemah sudah seluruh persendian tubuhnya. Tak tahu kenapa bisa jadi seperti ini.
Sekilas dia memandang kearah Dion dan Ivory, dengan isi kepala penuh dengan tanda tanya. "Siapa sebenarnya orang yang telah aku singgung tadi?" Batinnya dalam hati kebingungan
__ADS_1
"Apakah mereka penyebab perusahaan ayah ku bangkrut, dan ayahku ditangkap oleh polisi?" Batinnya lagi
"Sayang kenapa kamu duduk dilantai?. Tuan muda sepertimu, tidak pantas melakukan itu!" Teriak Chitra kesal
"Diam!. Gara gara menuruti keinginan mu. aku sekarang sudah bangkrut!. Dasar wanita pembawa sial!" Bentak Anthony marah
"Apa maksudmu sayang?" Protes Chitra tidak terima
"Ayahku sekarang telah ditangkap oleh polisi, dan semua aset perusahaan telah disita oleh pihak bank. Bahkan seluruh rekening keluarga juga perusahaan, telah diblokir oleh mereka, termasuk juga rekening pribadiku!" Jawab nya lantang sekaligus sedih
"Apa!. Kenapa bisa terjadi seperti itu?. Siapa yang telah melakukannya?" Respon Chitra terkejut
"Kau tanyakanlah pada orang itu, mungkin mereka tahu kenapa keluargaku sampai jadi seperti ini!" Jawab Anthony kesal
Mendapat jawaban seperti itu, Chitra tidak terima, lalu mengedarkan pandangannya kearah Dion dan Ivory, beserta para pengawalnya itu
Didalam hatinya membatin. "Mungkinkah mereka penyebabnya?"
Memikirkan semua itu, sifat liciknya timbul, kemudian berniat untuk pergi dari toko tersebut. meninggalkan Anthony sendirian dalam keterpurukannya. Tapi langkahnya dihalangi oleh Anjani, dengan tatapan mata tajam seperti ingin menelannya
Menyadari tidak mungkin baginya untuk melawan Anjani, dia memberi kode pada keempat pengawal tunangannya itu, untuk mencelakai Anjani, tapi langkah keempatnya dihalangi oleh Hans dan tiga gadis Shanghai itu, dengan memakai kipas, yang sepetinya tajam di ujung ujungnya tersebut
Mau tidak mau langkah keempatnya terhenti, dan tidak berani berbuat macam macam lagi
"Bagai mana orang sombong?. Apakah kau jadi membeli guci itu dengan harga 200 milyar?" Tanya Dion sambil tersenyum sinis tanda mengejek kepada Anthony
"Siapa sebenarnya kau ini?. Kenapa ayahku bisa ditangkap oleh polisi?. bahkan seluruh aset aset perusahaanya di sita oleh pihak bank?"
"Apakah itu semua karena ulah mu?" Tanya Anthony penasaran
"Kenal saja tidak!" Jawab Dion cuek
"Tidak mungkin!. Aku yakin kaulah orang yang telah menyuruh polisi untuk menangkap ayahku!. Serta menyita perusahaan, dan seluruh aset aset keluarga kami!" Bantah Anthony geram
"Terserah kau sajalah mau bilang apa!. Yang penting sekarang aku butuh ketegasan mu. jadi membeli guci itu atau tidak?" Respon Dion dengan mimik wajah menakutkan
Anthony hanya diam saja, tidak bisa menjawab pertanyaan Dion itu, karena jelas saja dia tidak mampu lagi untuk membayar harga guci tersebut, bahkan walau seribu rupiah sekalipun
Karena didalam dompetnya, kebetulan hanya berisi kedua kartu itu, tidak ada uang kontan, dan itulah kesombongannya
Segala sesuatu dibayar melalui aplikasi, tinggal menempelkan handphonenya saja, atau menscan barcode, semua urusan dibuat selesai olehnya.
Ataupun hanya menggesekkan kartu kreditnya, maka transaksi apapun yang diinginkan selesai dalam sekejap
"Oke Brata. karena Anthony sudah tidak mampu lagi membayar harga guci ini. Sekarang aku yang harus membayarnya."
"Berapa harga yang kau tawarkan pada ku?" Tanya Dion dengan tatapan tajam
"Silakan ambil saja tuan!. Tidak perlu dibayar," Jawab Brata ketakutan
"Katakan saja!. Jangan takut seperti itu!" Respon Dion tetap memaksa
__ADS_1
'Tuan hanya perlu membayar dengan harga pokoknya saja. sejumlah 750 juta rupiah!" Jawab Brata ragu ragu
"Baik!. itu masuk akal!. Tapi toko mu butuh juga keuntungan dalam transaksi ini. Aku akan membayar guci itu seharga 1 milyar rupiah. yang harus kau bagikan pada karyawan mu, juga yang lainnya."
"Apakah kau bersedia Brata?" Tanya Dion dengan aura dingin
"Saya bersedia tuan!" Jawab Brata cepat
Setelah mendapat jawaban seperti itu, Dion mengeluarkan kartu Black Card nya, dan langsung diberikan pada Brata, untuk digesek pada mesin pembaca kartu yang ada di toko tersebut
"I..I..ini kartu black card.!" Teriak Brata gugup tapi cukup kuat
"Apa!. Kartu black card?' Ucap Anthony dan Chitra terkejut secara bersamaan
Para pengunjung toko yang berada disudut lain, termasuk tiga pelayan toko itu, juga ikut ikutan terkejut, walau mereka tidak tahu, apa yang membuat pemilik toko sampai gugup seperti itu
Mereka hanya tahu, saat ini Dion telah mampu membuat seorang Anthony, si tuan muda arogan dan angkuh tersebut, berlutut dilantai seperti itu
Kalau bukan orang kuat dan kaya, mana mungkin berani melawan tuan muda yang sudah sangat terkenal di kota P itu. karena kekayaan ayahnya
"Tuan besar!. Aku tidak tahu siapa anda, tapi sudi lah kiranya memberi muka pada ku dan kedua orang tua ku, yang saat ini ditahan polisi. Dengan mengampuni kesalahan ku, dan mengembalikan perusahaan ayah ku, agar tidak disita oleh pihak bank juga oleh negara!" Ucap Anthony memohon pada dion sambil bersujud dilantai
Chitra yang melihat tunangannya bersujud seperti itu, ikut ikutan bersujud dilantai juga, dan membantu tunangannya, untuk mendapatkan kata maaf dari Dion. dengan berkata
''Tuan besar dan nyonya!. Kami tahu kesalahan terbesar kami adalah, karena terlalu merendahkan tuan dan istri, juga anak tuan itu. Tapi untuk kali ini!. tolong maafkan kesalahan kami tuan!"
"Kami berjanji, tidak akan mengulangi lagi sifat buruk kami itu pada orang lain, sampai kapan pun!" Ucap Chitra memelas
Dion tidak merespon atau menoleh kearah Anthony maupun Chitra. malah menoleh kearah Brata, agar segera melakukan proses transaksi pembelian guci tersebut
Setelah selesai transaksi, Dion menoleh pada keempat pengawal Anthony, lalu berkata. "Bawa tuan muda kalian keluar dari toko ini!. Jangan sampai pendirian ku berubah!" Perintah tegas Dion pada keempat pengawal Anthony itu
"Tuan. mohon ampuni kami!. Jangan biarkan kami jatuh seperti ini. Hanya pada tuan lah kami bisa berharap. karena kami yakin, tuan mampu mengembalikan harga diri kami!" Ucap Anthony penuh harap, sambil masih tetap berlutut dilantai
"Sekuriti!. Cepat seret mereka keluar dari dalam toko ku, dan lemparkan mereka keluar!" Teriak Brata kuat kuat, ketika melihat dua orang sekuriti mall melintas didepan tokonya itu
Orang yang dipanggil sekuriti tersebut spontan berhenti, dan melihat ada banyak orang yang berada dalam toko barang antik milik Brata, sedang saling berhadap hadapan, seperti ingin duel
Karena tidak mau ada keributan di areal dalam mall, bergegas kedua nya masuk, dan mencoba melerai dengan wewenangnya sebagai pihak pengaman mall
"Siapapun kalian. cepat tinggalkan toko ini dengan sukarela atau terpaksa!" Ucapnya asal bicara saja
"Bukan pada pelanggan mulia kami ini. tapi pada bekas tuan muda yang sekarang telah bangkrut itu!" Ucap Brata pada kedua sekuriti tersebut
"Apa!. tuan muda Anthony telah bangkrut, Bagaimana bisa?" Ucap kedua sekuriti itu keheranan
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan!. Cepat seret mereka keluar!" Bentak Brata sedikit marah
"Lepaskan kami, kami bisa berjalan sendiri!" Ucap pengawal Anthony itu marah, saat tangannya mau ditarik oleh para pengaman mall itu
Dengan gontai, Anthony, Chitra dan keempat pengawalnya itu, keluar dari dalam toko, Kemudian tanpa menoleh lagi, langsung pergi meninggalkan tempat tersebut
__ADS_1
"Maafkan kami, karena tidak melayani tuan besar dan nyonya dengan baik." Ucap Brata sesaat setelah Anthony dan orang orangnya itu hilang dari pandangan, sambil membungkuk kearah Dion dan Ivory, diikuti oleh tiga orang karyawannya tersebut
Dion tidak merespon perkataan dari Brata itu, malah mengajak Ivory untuk segera meninggalkan toko tersebut, karena waktunya sudah banyak tersita, hanya gara gara sebuah guci antik pilihan istrinya itu