Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Dikira kacang goreng


__ADS_3

"Siapa yang tidak mau anak kek, apalagi kalau yang kedua itu anak perempuan. Terasa lengkap jadinya?" Jawab Emily apa adanya


"Bagus!. Mudah mudahan harapan mu itu bisa terkabul, karena kakek juga menginginkan cucu perempuan." Respon tuan Birawa senang


"Seperti membeli kacang goreng saja!"


"Memang semudah itu mengaturnya?"


"Buatnya sih gampang!, tapi si adik kecil ini ha. malah berulah pula." Batin Dion dalam hati


"Besok pagi, dewa obat harus aku panggil secara pribadi, agar membuatkan ramuan khusus untuk ku!" Batinnya lagi


"Kau dengar itu Dion!.


Istrimu sudah setuju dan sangat berharap akan mendapatkan anak perempuan. Maka berusahalah!"


"Kakek yakin kau bisa!" Ucap tuan Birawa tegas, dan seperti mau menang sendiri. Kemudian berlalu pergi dari tempat itu, untuk masuk ke dalam villa, dengan mengajak Dragon agar ikut serta


Sepeninggal mereka. Dion dan Ivory hanya diam diaman saja, sampai satu menit lamanya


Masing masing tenggelam dalam pikirannya sendiri sendiri, hingga terdengar sebuah suara mengejutkan mereka


"Salam tuan dan nyonya besar!. Maaf kalau saya datang mengganggu!" Ucap seseorang yang baru datang itu cukup sopan


"Ada apa Burgon dan juga yang lain?" Tanya Dion penasaran


"Begini tuan besar. Menurut mata mata yang bertugas di wilayah kota P dan kota L itu, di sana telah muncul satu kelompok besar, yang mencoba mengganggu jalannya pendistribusian semen ke berbagai daerah."


"Mereka meminta upeti dengan alasan keamanan dan pengawalan!" Jawab Burgon cukup jelas


"Kenapa bisa terjadi hal seperti itu?. Bukankan sudah ada orang orang kita di sana?" Respon Dion keheranan


"Itulah yang saya heran kan tuan besar!"


"Kenapa bekas anak buah Sangkuni tidak bertindak, padahal mereka mendapat tunjangan dari tuan!" Jawab Burgon juga heran


"Bagaimana dengan orang orang kita yang bertugas menjaga beberapa usaha di kota P. Apakah mereka tidak datang membantu?" Tanya Dion ingin tahu


"Jarak yang jauh juga cara pengacau itu beroperasi, seperti tentara sedang bergerilya."


"Datang, ambil kemudian pergi. Sehingga sulit dilacak dan diprediksi."


"Kejadiannya pun hampir serempak di berbagai daerah serta lokasi!" Jawab Burgon berterus terang


"Tunggu!. Kau bilang kejadiannya di berbagai lokasi. Jangan jangan..?" Respon Dion menggantung


"Tuan benar!. Itu juga yang ada dalam pikiran kami tadi!"


"Ada pengkhianat di dalam tim pengawalan!"


"Jika tidak, mana mungkin mereka tahu ke mana dan kapan semen semen itu akan dikirimkan?" Jawab Burgon menguatkan


"Lalu apa yang telah di lakukan oleh 100 pengawal di kota P tersebut?" Tanya Dion merasa heran


"Jarak serta lokasi yang berbeda, agak sedikit menyulitkan memobilisasi mereka tuan besar!"


"Lagi pula jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah pencari masalah itu!" Jawab Burgon apa adanya


"Pengawal yang bertugas di kota L serta kota kota sekitarnya. Apakah mereka tidak di kasi tahu agar datang membantu?" Tanya Dion lagi

__ADS_1


"Sudah tuan besar!. Tapi karena jumlahnya yang terbatas, juga tempatnya yang jauh, akhirnya mereka tidak bisa berbuat apa apa." Jawab Burgon menjawab apa adanya


"Ternyata begitu!" Guman Dion lirih


"Paman Iron!. Tolong pilih anak buah mu yang terbaik!"


"Bawa sekitar 3 sampai 4 ratus orang pengawal, untuk mengatasi gerombolan pengacau itu!"


"Burgon, Robin, Langit, Awan, Bumi serta Eric!. Kalian aku tugaskan untuk memimpin mereka ke kota P dan kota L."


"Jangan kembali sebelum mereka bisa di tumpas habis!"


"Cari siapa dalangnya. serta temukan apa motif mereka melakukan itu!"


"Aku yakin mereka kelompok begal yang selalu meresahkan pengguna jalan LS tersebut!"


"Bisa pemain baru atau pemain lama, yang motifnya uang atau balas dendam!"


"Aku ingin kalian temukan mereka secepatnya, agar tidak berlama lama meresahkan para sopir pembawa semen semen itu!"


"Tapi ingat!. Berkoordinasi dulu dengan pihak berwajib, agar tidak timbul salah paham!"


"Setelah semuanya selesai, tinggalkan lima sampai sepuluh orang pengawal, di tiap tiap pos yang rawan akan gangguan, selama tiga sampai satu minggu, untuk memastikan tidak ada lagi kelompok pengacau lainnya!" Ucap Dion memberi perintah


"Oh ya!. Kalian tentu sudah berpengalaman dalam hal penyamaran?"


"Konvoi 15 sampai 30 kendaraan pengangkut semen, tempatkan 100 pengawal bersenjata di dalamnya."


"Jangan bertindak jika tidak terpaksa."


"Sedaya upaya tahan agar tidak ada yang tersakiti apalagi terbunuh!" Ucap Dion memberikan perintah serta instruksi


Sebagai seorang pengusaha sekaligus pemimpin belasan ribu orang, tentu saja dia tidak mau melihat dan mendengar, ada anak buahnya yang celaka


Jadi dia merasa, harus memberi arahan, bagaimana harus bertindak, walau anak buahnya sendiri sudah tahu apa yang harus dilakukannya


Tapi tetap saja dia harus melakukannya, sebagai bentuk tanggung jawab tersebut pada anak buahnya


***


Kini enam orang yang tadi ditunjuk dan ditetapkan sebagai komandan, 4 ratus pengawal, telah melaksanakan tugas tersebut, dengan pergi membawa 200 orang anak buahnya secara bergelombang, dan akan di susul oleh 200 orang lagi keesokan harinya


Dihari kedua setelah semuanya berhasil menyebrang ke pulau S tersebut. Mereka di bagi menjadi dua kelompok besar


Satu kelompok yang terdiri dari 200 orang dipimpin oleh Burgon, Eric dan Awan


Sedangkan kelompok kedua dipimpin oleh Robin, Langit dan Bumi


Kelompok pertama pergi ke kota P. Sedangkan kelompok kedua pergi ke kota L, yang memang jaraknya tidak jauh dari pelabuhan penyeberangan tersebut


Setelah melaporkan tujuan mereka, dan berkordinasi dengan aparat setempat, kelompok pertama mulai menyusun strategi, untuk menjebak serta menangkap bajing loncat, yang sangat meresahkan tersebut, termasuk mengetahui siapa dalang dibalik itu semua, juga mencari siapa pengkhianat di dalamnya


Dua hari kemudian. 30 kendaraan besar penuh berisi semen, terlihat bergerak dari dalam pabrik milik Birawa Group, tanpa pengawalan menuju ke arah jalan LS, dan akan meneruskan perjalanan ke kota L


Tapi dalam radius sekitar 200 meter. Bergerak pula 10 kendaraan Jeep, juga dua kendaraan mewah, yang memang sengaja dibawa dari kota emas di belakang 30 kendaraan besar itu


Tapi tanpa di sadari oleh para pengemudi kendaraan pengangkut semen itu, di depan mereka juga ada dua buah bus berkaca gelap, yang di dalamnya berisi lebih dari 30 orang berpakaian preman, yang ternyata adalah aparat setempat, yang memang sengaja dibayar untuk menjadi patwal konvoi kendaraan tersebut


Sudah dua setengah jam mereka mengaspal di jalan, namun belum menemukan kelompok bajing loncat dan begal tersebut

__ADS_1


Tapi memasuki jalan menanjak di luar kota, yang lumayan jauh dari pemukiman, serta berada di hutan lindung. Tiba tiba muncul puluhan orang bersenjata laras panjang, berpenutup kepala serta wajah. Lalu tiba tiba..


Dor! dor!


Berhenti!. Ini perampokan!" Teriak seorang pria berbadan besar serta berpenutup kepala, sambil mengarahkan moncong senjatanya ke arah kendaraan yang berada paling depan


Sialnya, kendaraan yang dihentikan itu, adalah dua bus yang berisi aparat bersenjata lengkap


Dengan gerakan sigap mereka turun dari bus bus tersebut dan langsung berkata.


"Jangan bergerak!. Jatuhkan senjata kalian!" Teriak seorang komandan dengan suara kuat


Kejadian yang tidak terduga itu, tentu saja membuat puluhan begal tersebut terkejut, dan berusaha berlari menjauh


Tapi anak buah Burgon dengan sigap menghentikan mereka dengan menodongkan senjata otomatis ke arah gerombolan yang berusaha kabur tersebut


Tapi secara tidak terduga, ada bunyi letusan dari arah belakang dan mengarah pada para petugas serta mengenainya


Beruntung tembakan tersebut tidak membuat polisi itu mati, karena dia dibekali dengan rompi anti peluru, malah penembak tersebut yang meregang nyawa, saat sebuah peluru tajam menembus dadanya


Melihat rekannya tewas, ketua kelompok begal tersebut menjadi berang, lalu tanpa berpikir panjang lagi, memuntahkan peluru yang ada di senjatanya, ke arah penembak rekannya tersebut . dan..


Dor! dor! dor!


Dor! Dor! dor!


Tembakan dibalas dengan tembakan. hingga lokasi tersebut berubah menjadi ajang perang


Peluru berseliweran tidak menentu. Para begal berbuat nekat, dengan berani melawan petugas kepolisian juga anak buah Burgon


Walhasil pertempuran yang tidak seimbang itu menjadi berat sebelah. Dimana banyak dari anak buah Rojak menjadi korban


Dari jumlah awalnya yang diperkirakan sebanyak 49 orang, kini telah berubah menjadi sekitar 23 orang saja


"Jatuhkan senjata kalian!. Kalau masih ingin hidup!" Ucap komandan aparat tersebut memberi perintah


"Pantang bagi kelompok Rojak bersaudara, untuk bertekuk lutut pada badjingan seperti kalian!"


"Lebih baik mati dari pada harus menjadi bulan bulanan kalian!" Jawab Rojak membandel, dan coba melawan dari tempat persembunyiannya


"Tembak terus para badjingan itu!. Jangan takut mati!" Teriak Rojak memberi semangat pada anak buahnya


"Komandan!. Apa yang harus kita lakukan?" Tanya seorang polisi ingin mendapat kepastian


"Kalau mereka terus melawan, dan menembaki kita. Apa boleh buat. Lakukan sesuai prosedur untuk melumpuhkan mereka!" Jawab komandan tersebut cukup tegas


"Siap dan!" Jawab anak buahnya patuh. Kemudian kembali membalas tembakan dari anak buah Rojak, dengan tembakan terarah


Sementara itu Burgon, Eric dan Awan, serta 100 Anak buahnya tidak kehabisan akal, ketika menghadapi kelompok Rojak tersebut


Dengan gerakan cepat, sepuluh ninja anak buah Burgon , bergerak lincah dari satu tempat ketempat lainnya, untuk menghentikan perlawanan para begundal tersebut


Akibatnya 20 dari 23 orang yang masih tersisa, berhasil di lumpuhkan. Hanya tinggal tiga orang yang berhasil melarikan diri


Tak mau buruannya kabur. Seorang anggota yang kebetulan berada tak jauh dari ketiga orang itu, berhasil melumpuhkan mereka dengan menembak kaki ketiganya hingga lumpuh


Tapi walau demikian. Mereka tetap tidak mau menyerah juga. Senjata yang masih berada ditangan, segera dimuntahkan ke arah polisi tersebut, tapi tidak mengenainya, karena dia bersembunyi di balik pohon besar yang ada di tepi jalan tersebut


Melihat rekannya sesama anggota mendapat kesulitan, empat temannya datang membantu dan berhasil menembak begundal tersebut hingga mati

__ADS_1


Hal tersebut terpaksa mereka lakukan, karena penjahat tersebut bersenjata. Kalau mereka menyerah, jelas saja mereka masih hidup


__ADS_2