
"Periksa setiap sudut, lemari, lantai, dinding dan lain lain. Siapa tahu ada pintu rahasia, tempat mereka melarikan diri!" Ucap Robin memberi perintah
"Siap ketua!" Jawab anak buah Robin tegas, di ikuti pula oleh beberapa orang polisi yang kebetulan berada di tempat itu
Tanpa membuang waktu lagi, seluruh orang orang yang diperintahkan tadi, kembali memeriksa seperti yang di instruksikan
Ada yang menggeser lemari, ada yang mengetuk lantai, dinding, bahkan ada yang memindahkan busa tempat tidur mereka
Tuk! tuk! tuk!
Tok! tok! tok!
Begitulah bunyi aktifitas mereka saat mengetuk dan memeriksa setiap inci di dalam rumah tersebut
Tapi sejauh ini, belum ditemukan jawaban misteri raib nya puluhan, bahkan mungkin ratusan anak buah Rojak Babu dari dalam rumah itu
Namun masih ada satu ruang yang belum di periksa oleh mereka, yaitu kamar tidur Rojak Babu sendiri. Hal itu baru di sadari, karena ruang tersebut terkunci dari dalam, dan sulit untuk di buka
Sudah bermacam cara di coba oleh mereka, tapi tidak bisa terbuka juga, karena pintu tersebut dilengkapi dengan kunci sistem otomatis dan sidik jari dari pemiliknya
Melihat itu, Bumi menjadi geram. Dengan yakinnya dia maju mendekati pintu yang cukup kuat tersebut, lalu dengan sekuat tenaga menendangnya, dan langsung terbuka.Tentu saja daun pintu tersebut rusak dan terlepas dari engselnya
"Siapa orang itu, kuat sekali!" Batin komandan polisi merasa takjub
"Periksa dalamnya dan temukan, siapa tahu orang yang sedang kita cari ada di dalam!" Ucap komandan polisi kepada bawahannya
"Siap!"Jawab mereka serempak.Kemudian memasuki kamar tersebut dengan senjata siap untuk ditembakkan
"Tidak di temukan apa apa ndan!" Ucap salah seorang dari mereka cukup tegas
"Geser tempat tidur itu!, siapa tahu bisa ditemukan jawabannya!" Sambut Burgon pada mereka
"Baik!" Jawabnya singkat
Sret!. Bunyi tempat tidur dan busanya ketika di geser dari tempatnya
Segera setelah itu, di hadapan mereka terlihat sebuah pintu rahasia masuk ke dalam tanah, menuruni tangga besar setinggi empat meter
"Masuk dan periksa lorong itu!" Aku yakin dari sini mereka melarikan diri!" Ucap Robin mendahului. Kemudian di ikuti oleh Bumi, belasan polisi dan 10 orang ninja, serta 30 pengawal elit
Benar saja seperti yang di perkirakan. Lorong bawah tanah sepanjang 79 meter tersebut, memang digunakan untuk Rojak dan anak buahnya melarikan diri. Tembus langsung ke bawah sebuah rumah yang cukup besar. yang diperkirakan rumah tersebut milik Rojak Babu juga
Setelah lima menit menyusuri lorong tersebut, akhirnya mereka sampai di rumah yang satunya lagi. Kemudian menaiki tangga kembali, dan langsung keluar tepat di ruang keluarga
Dari situ kemungkinan target melarikan diri, dan meninggalkan perumahan tersebut, saat terjadi baku tembak antara anak buahnya dengan anak buah Burgon
Biadab! licik!. Itulah kata kata yang pantas disematkan pada Rojak Babu. saat anak buahnya, mati-matian mempertahankan dan menahan serangan musuh
Rojak Babu dan yang lainnya, malah enak saja meninggalkan mereka, dan menjadikan anak buahnya sebagai tameng, agar mereka bisa melarikan diri
"Kurang ajar!. Kita telah di tipu oleh mereka!" Ucap Robin geram. Kemudian menendang kursi yang ada di depannya hingga patah. Lalu memerintahkan pada bumi untuk menghubungi rekannya yang lain
"Hubungi anggota yang lain. Perketat penjagaan di gudang tempat mereka menimbun hasil jarahan itu!"
"Aku khawatir mereka sedang menuju ke sana!" Ujarnya cukup tegas
"Baik ketua!" Jawab Bumi patuh, kemudian menghubungi Langit, agar melakukan seperti yang di perintahkan oleh Robin
__ADS_1
Satu jam kemudian. Burgon, Robin, Bumi serta seluruh petugas kepolisian, sudah meninggalkan tempat tersebut dengan memasang garis polisi di sekelilingnya rumah tersebut
Tapi bukan ditinggalkan begitu saja, Burgon menyuruh orang orangnya untuk memasang alat penyadap, serta beberapa alat cctv kecil, yang langsung terhubung dengan ruang operator di kota emas, juga terhubung dengan handphonenya
***
"Siapa sebenarnya mereka?. Selama ini kita belum pernah menghadapi situasi sulit seperti ini!" Ucap Rojak Babu kesal
"Mungkin kita telah berurusan dengan orang yang salah bos!" Jawab Rojak tiga menerka saja
"Pendapatmu mungkin saja benar. Sebab anak buah kita dulu pernah mengatakan bahwa perusahaan semen itu milik Birawa Group. Tapi aku tidak mempercayainya." Jawab Rojak Babu kesal
"Lalu apa yang harus kita lakukan lagi bos!" Tanya seorang anak buahnya ingin tahu
"Ya bersembunyi lah! mau apa lagi?" Jawab Rojak Babu enteng
"Bagaimana dengan rumah itu bos. Apakah kami harus datang memeriksanya?" Tanya anak buahnya lagi
"Jangan bodoh!. Rumah itu tentu saja sudah dikuasai oleh mereka, dan tentu telah dipasangi dengan garis polisi!"
"Jika kita nekat ke sana. tentu mereka akan dengan mudah menemukan kita."
"Jadi untuk sementara, kita sembunyi dulu di tempat ini."
"Aku yakin mereka tidak akan menemukannya." Jawab Rojak Babu dengan yakinnya
"Cuma yang aku heran kan, dari mana mereka tahu gudang penimbunan kita?"
"Apakah mungkin dari tiga orang mata mata bodoh itu?" Ucap Rojak Babu mengira ngira saja
"Mungkin mereka telah tertangkap, atau sempat melarikan diri!" Jawab Rojak tiga setuju
"Bisa jadi tempat persembunyian kita, mereka juga yang telah membocorkannya!" Sambut Rojak Babu cepat
"Lapor bos!" Ucap salah seorang anak buah Rojak Babu, dengan nafas terputus putus dan datang tergesa gesa
"Ada apa Rommy?" Respon Rojak Babu penasaran
"Di depan ada beberapa orang yang sedang mondar mandir di depan rumah ini!"
"Sepertinya mereka sedang mengawasi kita?" Jawab Rommy apa adanya
"Bagaimana bisa?!. Bukankan tempat ini cukup jauh dari perumahan itu?" Respon Rojak babu keheranan
"Mungkin mereka mencurigai tempati ini sebagai tempat persembunyian kita bos!" Jawab Rommy cepat
"Celaka!. Kenapa kita lengah, dengan menempatkan mobil mobil itu di depan rumah begitu saja!"
"Pantas orang orang yang lewat merasa curiga, dengan banyaknya mobil mobil itu!" Respon Rojak babu merasa kesal. Diam sejenak kemudian berkata lagi
"Berapa orang yang sedang mengawasi rumah ini?" Ujarnya
"Yang terlihat cuma empat orang, dengan menggunakan tiga sepeda motor." Jawab Rommy apa adanya
"Ayo kita lihat mereka!. Apakah masih mondar mandir di sana?" Respon Rojak Babu cepat. Kemudian bangkit dari tempat duduknya serta berjalan ke tempat yang dikatakannya tadi
Tak lama kemudian, Rojak Babu dan tiga anak buahnya, terlihat sudah berada di depan jendela ruang lantai dua, dan langsung melihat ke bawah
__ADS_1
Benar saja seperti yang di ceritakan oleh Rommy, di depan pagar rumah tersebut, ada 3 unit sepeda motor, sedang berhenti di sana. sepertinya mereka sedang berbincang-bincang serius pada sesama walau suaranya terdengar lirih
"Jangan terus memandang ke rumah itu!, nanti kita bisa ketahuan sedang mengawasi mereka." Ucap salah seorang dari 4 orang tersebut mengingatkan
"Apakah kau yakin ini tempat persembunyian Rojak Babu?" Tanya rekannya ingin tahu
"Aku yakin!. Karena tadi tanpa sengaja aku melihat iring-iringan mobil keluar dari perumahan tersebut, dan ku putuskan untuk mengikutinya." Jawab temannya tanpa ragu ragu
"Belum tentu benar!. Yang tinggal di perumahan itu bukan hanya mereka saja, tapi juga orang lain!"
"Bisa saja itu kendaraan penghuni perumahan tersebut?" Ucap temannya masih ragu ragu
"Kau pikir itu masuk akal?. Kendaraan sebanyak itu, tengah malam pula, keluar dari perumahan, bukankah itu sedikit mencurigakan?" Bantah temannya tidak terima
"Lalu apakah kau melihat orang yang bernama Rojak Babu itu keluar dari dalam mobil, dan memasuki rumah ini?" Tanya temannya sekedar memastikan
"Aku memang tidak sempat melihatnya, karena laju kendaraan mereka sangat kencang sekali. Hampir saja aku kehilangan jejak."
"Beruntung sorot lampu dari 6 mobil tersebut berpendar di udara."
"Berpedoman kan sinar lampu mobil tersebut, aku terus mengikuti mereka dari jauh."
"Tapi begitu aku sampai, orang orang yang tadi berada di dalam mobil, sudah masuk semua ke dalam rumah ini."
Setelah itu baru aku menghubungi kalian!" Jawabnya cukup panjang sekali
"Ternyata begitu. Apa tidak sebaiknya kita laporkan pada ketua?" Ucap temannya memberi usul
"Jangan dulu!. Aku takut perkiraanku ini salah."
"Tunggu sampai besok pagi atau siang harinya, pasti mereka akan keluar juga dari dalam rumah ini!" Jawab temannya tidak setuju
"Tapi aku yakin, mereka sudah melihat kita. Bahkan mungkin sedang mengawasi kita dari jendela lantai dua itu!" Ucap temannya menimpali
"Kalau begitu sebaiknya kita pergi dari sini, dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Bagaimana?" Jawab sekaligus tanya temannya memberi usul
"Aku setuju!. Mari kita pergi dari sini!"
"Yang penting kita sudah mengetahui lokasi persembunyian mereka, jika memang yang diperkirakan kita ini benar!" Ucap orang pertama yang memberikan laporan tersebut cukup yakin sekali
Tak lama kemudian, mereka pergi dari tempat tersebut, dan hilang dalam pandangan mata
Sementara itu dari balik jendela, Rojak Babu dan anak buahnya menjadi geram bercampur marah
Dengan emosi Dia berkata. "Kurang ajar!. Badjingan!. Ternyata mereka memang sedang mengawasi kita!"
"Dari gerak-geriknya saja kita bisa mengetahui, bahwa mereka itu adalah mata-mata, yang sengaja maupun tanpa sengaja, mengikuti kita hingga di sini!" Ujarnya marah
"Jadi bagaimana bos?. Apakah kita akan tetap berada di sini?" Tanya Rojak tiga ingin tahu
"Tentu saja tidak!. Kemungkinan empat orang itu, sudah melaporkan keberadaan kita pada pimpinan mereka!"
"Aku yakin keesokan harinya, mereka pasti akan datang ke sini!" Jawab Rojak Babu cukup jitu
"Cepat bangunkan orang orang kita, dan pergi malam ini juga!" Ucap Rojak Babu memberi perintah
"Siap ketua!" Jawab Rojak tiga, dan Rommy, serta satu rekannya serempak
__ADS_1