
Keesokan harinya, kota Golden City, sekitar pukul 11.00 siang
Seluruh undangan yang datang, sudah dipersilakan untuk menempati tempat duduknya masing masing, termasuk dua kepala negara tetangga, yang menyempatkan diri untuk datang ke kota Golden City, sekaligus menghadiri acara ulang tahun Sang Naga, putra dari Dion Mahesa Birawa dan Ivory Sanders itu
Kedatangan dua kepala negara tersebut, tentu saja disambut baik oleh orang orang kota Golden City, termasuk juga para undangan yang lain
Sedangkan pemimpin negara tempatan, tidak bisa hadir, dikarenakan saat ini dia sedang berhalangan, pun acara tersebut tidak resmi menurutnya
Jadi untuk menemani kedua kepala negara tetangga itu, pemimpin negara ini mengutus wakilnya, beserta beberapa menteri, serta staf setingkat menteri juga, untuk mendampingi kedua pemimpin tersebut
Walaupun kedatangan keduanya bukan karena kunjungan kerja, atau menjalin persahabatan antar dua negara, tapi kedatangannya tetap disambut penuh hormat oleh mereka
Dion sebagai tuan rumah, tentu saja memperlakukan keduanya dengan baik. Mereka ditempatkan di kamar suite hotel bintang lima, dengan pelayanan penuh
Sementara pengawal pengawalnya itu, ditempatkan pada kamar kamar yang juga berada dilantai atas. Mereka bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kenyamanan pemimpin mereka
Begitu juga dengan para undangan lain, yang jarak kotanya jauh dari kota Golden City. Mereka juga ditempatkan di kamar mewah, walau beda hotel, tapi masih tetap hotel berbintang
Cara Dion memperlakukan semua tamu tamunya itu, sangat bagus sekali. Itu kesan pertama yang timbul di hati mereka. Tidak ada perbedaan yang mencolok, semua diperlakukan dengan baik, apalagi kedua pemimpin negara tetangga tersebut
Bedanya adalah, adanya pengawalan ekstra pada kedua pemimpin itu, baik dari negara tersebut, maupun dari negara ini
Kini semua tamu tamu undangan, seperti yang diceritakan di atas, telah hadir di tempat acara, dan sedang duduk di kursinya masing masing
Tidak ada perbedaan kelas, tempat duduk, dan sambutan khusus pada semua tamu tamu itu, kecuali pada kedua pemimpin tersebut, beserta wakil, para menteri, staf dan beberapa orang pengawal mereka
Tempat acara itu di disain sedemikian rupa, dengan menggunakan tenda tenda khusus, tapi terlihat mewah, kuat dan kokoh. dilengkapi pula dengan kursi kursi empuk dan mewah juga
Dibawah tenda mewah itulah, Para tamu undangan saat ini sedang duduk
Di depan mereka, ada meja bulat besar yang bisa berputar. Diatasnya penuh dengan menu hidangan, yang kelihatannya sangat lezat sekali, hasil olahan seluruh koki restoran, yang sengaja didatangkan dari berbagai macam kota, termasuk juga kota B dan kota Golden City
Karena semua tamu undangan telah hadir, dan jam sudah menunjukkan pukul 11.10, Dion, Ivory dan Naga, naik ke atas panggung besar, yang sengaja dipersiapkan di tempat acara itu, dengan pengawalan ekstra ketat
Setelah sampai di atas panggung, Dion segera menyapa semua tamu undangan dengan berkata." Hal pertama yang harus kami ucapkan disini adalah, selamat datang pada semuanya, di acara ulang tahun putra kami yang kedua, Naga Dion Birawa." Ujarnya semangat
__ADS_1
"Sebagai tuan rumah yang baik, kami menyambut kedatangan saudara semua disini, dengan mengucapkan terima kasih, karena telah menyempatkan diri datang di acara yang sederhana ini." Dan yang Dion lagi
"Terutama kepada tamu istimewa kita, tuan pemimpin dua negara, tuan wakil pemimpin, saudara pemimpin departemen di negeri ini, pemimpin organisasi, pemimpin perusahaan, ketua sarikat dan perwakilan daerah, serta tamu istimewa lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Terima kasih dan selamat datang di acara ini."
"Acara sampah!, dimana mana sama saja modelnya!. Ingin rasanya ku habisi saja si bedebah itu sekarang!" Ucap seseorang diantara ribuan para undangan itu sinis, disela sela kata sambutan dari Dion itu
"Tahan emosimu bos! jangan sampai karena sikap mu itu, kita semua kena imbasnya!" Ucap temannya sesama undangan tersebut
"Kenapa kita harus duduk sedikit lebih jauh dari si sombong itu?. Kalau begini keadaannya, bagaimana kita bisa menjalankan amanat dari tuan kita itu?" Protes Aron, si manajer umum itu kesal sekali
"Sebagai pemimpin, kau tidak boleh bertindak sembrono Ron. Salah sedikit saja, aku yakin kita semua bisa mati." Bantah temannya mengingatkan, kemudian berkata lagi, tapi lirih
"Kau lihat para pengawalnya itu!, lihat juga sekeliling kita ini. Ada ribuan penjaga dari berbagai macam kepentingan, terutama dari kepolisian, tentara juga anak buah Dion itu. Mereka bersenjata. Salah sedikit saja kita bertindak, nyawa taruhannya."
"Oke lah kalau begitu!. Kita tunggu saat sesi penyerahan hadiah, atau memberikan ucapan selamat, jika itu ada. baru kita bertindak!" Jawab Aron sudah mulai bisa berpikir jernih
"Kau yakin akan melaksanakan titipan dari tuan kita itu, walau penjagaan disini ketat sekali!" Tanya temannya khawatir
"Kenapa tidak, si Olivia ini punya jurus jitu untuk melukai atau membunuh salah satu diantara keluarga kecil itu." Jawab Aron sangat yakin sekali
"Syuuut! pelankan suara mu itu. Lihat ada beberapa orang yang sedang melihat kesini!" Ucap seseorang diantara kelompok itu
Sementara di atas panggung, Dion sudah tidak menyampaikan kata sambutannya lagi, tapi masih berada di atas panggung, mendampingi putranya yang ingin mengatakan sesuatu
"Aku Naga!. Panggil aku Mr. Dragon !" Ucapnya kuat tanpa salah sedikitpun. Singkat, padat dan jelas, entah apa maksud nya itu
Sangat mengherankan, anak seusianya, sudah pasih berbicara, tidak cedal, tidak kenal takut, walau didepannya ada ribuan orang yang sedang serius menatapnya saat ini. Mungkin sudah diajarkan oleh kedua orangtuanya itu
Malah dengan entengnya, Dragon melambaikan tangannya kepada seluruh tamu yang hadir saat itu, dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh siapapun
Seperti ada lubang hitam yang dalam tanpa dasar, pada tatapannya itu, hingga membuat orang yang menatapnya bergidik ngeri
Dalam hati mereka membatin. "Anak yang sangat luar biasa. Suatu saat nanti pasti akan merajai dunia!" Batin mereka mengagumi si Dragon atau Sang Naga itu
Setelah dragon mengucapkan kata kata tersebut, Dion, Ivory dan anaknya itu, turun dari atas panggung, sambil melambaikan tangannya, kearah tamu tamu yang sedang menatap mereka dengan kagum
__ADS_1
Lalu satu persatu atau perwakilan tamu tamu itu, menyerahkan hadiah kepada Dragon, tapi tidak diberikan secara langsung padanya, karena ada panitia yang bertugas untuk menerimanya
Rencana Aron tidak bisa dijalankan dalam sesi ini, karena jarak Dragon, cukup jauh dari jangkauannya. Ditambah lagi dengan pengawalan yang super ketat sekali padanya. "Pasti akan ada sesi lain." Batin Aron berharap
Pemberian hadiah sudah selesai, malah tidak sampai 20 menit, karena panitia yang ditugaskan untuk menerimanya, sangat banyak sekali
Kemudian mereka dipersilakan untuk memulai makan bersama, tanpa terkecuali secara serempak
Kelompok Aron yang dipecah menjadi dua bagian pun ikut makan, tapi dalam hati mereka sudah tidak sabar ingin segera mengeksekusi Dion dan keluarganya itu
Walau hidangan yang disajikan sangat menggugah selera, tapi tidak mampu meredam gejolak api dendam yang membara di hati masing masing
Dua diantara mereka itu, adalah anak buah Tommy, yang berhasil kabur, saat terjadi penggerebekan tempat persembunyian mereka, beberapa tahun lalu
Salah satunya adalah Aron, yang saat ini memegang jabatan manajer umum di perusahaan Tommy di kota S tersebut
Dalam penggerebekan itu, Tommy dan keempat anak buahnya, berhasil selamat dari pengejaran mereka dan langsung keluar dari kabupaten S, menuju ke kabupaten DS. provinsi SU tersebut, lalu melanjutkan ke arah utara, menuju provinsi A
Dari A itu, Tommy dan keempat anak buah nya, melanjutkan pelariannya ke Eropa. Di sana, dia bergabung dengan sebuah organisasi mafia terbesar di negara itu, bahkan merambah ke negara lain
"Di suatu malam, secara tidak sengaja ,dia menyelamatkan putri seorang pemimpin mafia di Eropa itu, sampai membuat tubuhnya banyak menerima luka, akibat sabetan senjata tajam, yang akan diarahkan kepada wanita itu
Tapi dengan refleks Tommy melindungi tubuh wanita tersebut dengan tubuhnya, hingga wanita itu selamat, tapi akibatnya, tubuh Tommy roboh ke tanah
Beruntung saat kritis seperti itu, pengawal wanita tersebut datang, dan langsung menembak mati para penyerang putri tuannya, hingga tidak tersisa seorangpun
Atas jasanya tersebut,Tommy diangkat menjadi anak angkat pemimpin mafia tersebut, sampai satu tahun lamanya, dan pada akhirnya, dinikahkan dengan wanita yang dulu pernah diselamatkannya itu
Setelah menikah dengan putrinya itu, Tommy menunjukkan bakatnya yang luar biasa, dalam kepemimpinan di organisasi tersebut, dan akhirnya, diserahi sebuah jabatan yang cukup tinggi, di organisasi mafia tersebut
Tahun ketiga Tommy melebarkan daerah kekuasaannya sampai ke mancanegara, termasuk ke negara ini, dan mendirikan sebuah perusahaan asing di kota S, dengan alasan jaraknya tidak begitu jauh dari kota B, dan kota Golden City itu
Hari ini adalah waktu yang ditunggu tunggunya itu, untuk membalaskan dendamnya pada Dion dan keluarganya tersebut
"Ini kesempatan yang ditunggu, cepat bergerak!" Bisik Aron pada Olivia tidak sabar, lalu..
__ADS_1
Jleb!
"Aaaaarrrhhkk!"