Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Burgon beraksi


__ADS_3

"Berhenti!. Jangan lari!' Teriak komandan pengawal Dragon cukup keras


"Tetap lari!. Jangan pedulikan mereka!"


"Jangan sampai kita tertangkap!' Ucap orang yang dipanggil Bopeng memperngaruhi teman temannya


"Kurang ajar!.Beraninya mempermainkan kita!" Teriak komandan tersebut kesal


"Cepat menyebar dan hadang mereka dari jalan lain!" Perintah Argani juga marah pada murid muridnya


"Baik!" Jawab mereka serempak, kemudian mengambil jalan pintas, agar bisa menyusul para pengkhianat itu


"Beraninya mereka berkhianat!. Dasar kurang kerjaan!" Maki salah seorang murid cukup geram


"Jangan banyak omong!. Cepat terobos belukar ini, dan turuni tebingnya!"


"Apa tidak berbahaya itu?, tebing ini cukup curam. Aku tidak berani menerobosnya!"


"Kau benar, lagian di tempat ini terkenal dengan ular berbisanya, lebih baik kita ambil jalan lain saja!"


"Lihat!. itu mereka!' Teriak temannya yang hampir tergelincir karena terlalu semangat


"Cepat sembunyi!" Perintah pemimpinnya dengan suara lirih


"Mereka hanya berjumlah 12 orang, sedangkan kita cukup banyak!"


"Kalau begitu kita sergap saja mereka di sini!" Ucap pemimpinnya secara berbisik bisik lirih


"Berhenti pengkhianat!" Teriaknya dengan suara lantang, hingga mengejutkan para pengkhianat itu


"Jangan kalian pikir bisa lolos dari kematian!" Ucap seorang murid senior perguruan itu dengan keras


"Hahahaha!. Sejak kapan kau berani berkata keras seperti itu padaku Banu?" Respon Bopeng geli sambil tertawa keras


"Sejak kalian ketahuan berkhianat pada perguruan!" Jawab Banu enteng


"Kurang ajar, beraninya kau!" Teriak Bopeng geram


"Jangan banyak omong!. Cepat habisi anak anak ini!. Kalau tidak kita akan tersusul oleh kelompok lain!" Perintah manusia ceking si hati culas tersebut dengan suara keras


"Hiaaa!"


Tringk!


Trang!


Buk!


Crash!


Jleb!


"Aaaaa!"


Bunyi beradunya senjata tajam bersahutan sahutan di hutan cukup lebat itu, di selingi suara teriakan kesakitan dalam pertarungan tidak seimbang tersebut


Banyak dari murid murid perguruan yang menjadi korban, termasuk juga pemimpinnya. tapi belum ada yang mati sampai saat ini


Bagaimana mereka tidak kalah, yang mereka hadapi adalah murid murid senior, hampir setingkat dengan kekuatan Danu guru mereka


Maka dalam pertarungan tersebut, bekas murid Danu menjadi bulan bulanan anak buahnya


Beruntung di saat kritis seperti itu, belasan ninja, tujuh assassin, dan sebelas pengawal lain datang. Disusul oleh sekelompok murid murid utama perguruan


Kini tempat itu menjadi penuh sesak, dengan orang orang yang baru datang. Kejadian itu tentu saja membuat kelompok pengkhianat tersebut menjadi ketakutan


Mereka kesal pada murid murid ketuanya, karena gara gara dihadang itu, pelarian mereka menjadi terhambat, bahkan sekarang di kepung sedemikian rupa


"Menyerah lah!. Jika kalian mau bekerja sama dengan kami, maka hukuman kalian akan menjadi ringan!"


"Tapi jika kalian melawan, maka jangan salahkan kami, kalau bertindak di luar batas!" Ucap salah seorang murid pada para pengkhianat itu dengan suara keras


"Cih!. Menyerah katamu, mimpi!"


"Kami tidak akan tunduk pada pecundang seperti kalian!. Lagi pula kekuatan mu belum seberapa jika di banding dengan kekuatan kami!" Respon Bopeng cukup berani


"Benarkah!' Jawab Argani secara tiba tiba


"Guru!" Ucap bopeng ketakutan, dan mendadak lututnya menjadi lemas, karena kedatangan gurunya yang terkenal kuat tersebut


"Tidak aku sangka, kalian yang aku bimbing selama ini, ternyata adalah para pengkhianat perguruan!"


"Jika aku tahu sejak dari awal, Maka kalian tidak akan aku biarkan hidup!" Ucap Argani dengan ekspresi marah


"Guru!. Ini tidak seperti yang guru pikirkan!. Kami hanya mengikuti kemauan dari Danu saja!" Jawab Bopeng ketakutan, dan mundur selangkah demi selangkah


"Sebenarnya kami ingin menolak, tapi kami di ancam, kalau tidak mau menuruti kemauannya, maka kami akan di bunuh!"


"Diam!"


"Tetap saja kalian akan di cap sebagai pengkhianat!"


"Jika kalian memang tidak punya niat untuk berkhianat, tidak mungkin mau mengikuti kemauan dari si Danu itu!" Bentak Argani dengan suara kuat


"Alasan kalian datang ke sini karena ada maksud terselubung, maka dengan mudahnya mengikuti kata kata Danu si pengkhianat itu!"

__ADS_1


"Sekarang nasi sudah jadi bubur, kelompok kalian telah ketahuan berkomplot dengan para penjahat tersebut."


"Ketua kalian telah mati, dan sekarang kalian tinggal 12 orang saja!"


"Jadi menyerah lah, agar tubuh kalian tidak di cincang oleh para pengawal pemimpin muda!" Ucap Argani mencoba membujuk mereka agar mau menyerah


"Hahahaha!. Bocah bau kencur mau menjadi pemimpin!. Sungguh lucu!"


"Perguruan ternama dan cukup di segani di wilayah ini, tapi ketuanya masih bocah bau kencur!"


"Kalian sungguh sungguh buta, kalau memilihnya sebagai ketua!"


"Kekuatannya tidak lebih kuat dari salah seorang diantara kami!"


"Baru di sentuh saja sudah melayang, dan ambruk ketanah, apalagi kalau di pukul!"


"Hanya ditiup sekali saja, bocah itu akan mati, dan terbang sampai kehutan!"


"Hahahaha!"


"Dasar orang orang payah dan bodoh!"


Wus!


Plak


Buk!


"Aarrkkh!" Teriak Bopeng kesakitan. Ketika secara tiba tiba entah datang dari mana, wajah dan dadanya terkena pukulan cukup kuat dari seseorang


"Cepat tangkap mereka!. Jika melawan habisi saja!" Perintah seorang komandan pengawal Draco yang bernama Bimo pada anak buahnya


"Baik! Jawab mereka patuh, Kemudian bergerak dengan kecepatan tinggi, kearah para pengkhianat tersebut


Tuk! tuk!


Buk! buk!


Hanya dalam hitungan detik. seluruh murid pengkhianat itu telah di tangkap, dengan kondisi tubuh kaku seperti sudah dihentikan titik geraknya


"Cepat bawa mereka dan hadapkan pada pemimpin muda, juga guru besar untuk di adili!" Perintah Argani cukup tegas


"Jangan lupa angkat kawan kawan kalian ini, dan segera bawa ke balai pengobatan!" Ujarnya lagi


"Baik senior!" Jawab Murid murid itu patuh, kemudian mengerjakan semua perintah dari seniornya


***


Sementara itu, Dion dan rombongannya, sudah sampai di kota emas, dan langsung menuju markas pengawal yang tidak begitu jauh dari villanya


Sesampainya di sana, Dion langsung memberikan arahan pada tujuh ratusan pengawal yang baru saja ikut bergabung, setelah mereka di beri tahu bahwa kota emas akan di serang


"Jangan buang waktu lagi!. Sekarang juga kalian menyebar, dan blokir jalan menuju kota B, juga kota emas kita!"


"Periksa setiap orang yang terlihat mencurigakan!. Jangan sampai kecolongan!" Perintah Dion tegas pada anak buahnya


"Baik tuan besar!" Jawab mereka patuh, Kemudian bergegas meninggalkan markas mereka, untuk mengerjakan perintah dari tuannya


"Paman Iron, dan Bumi!. Karena Burgon tidak ada di tempat, maka tugas untuk mencari informasi aku serahkan pada kalian!"


"Kerahkan orang orang terbaik kalian untuk menjadi mata mata, membantu anak buah Burgon!"


"Aku tidak mau kota B, apalagi kota emas kita, di masuki oleh musuh."


"Cepat kerjakan!" Ucap tegas Dion memberi perintah


"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak


***


Di waktu yang sama, jalan lintas S pulau S juga, sekitar pukul 4 sore


Brum


Brum


Bunyi mesin kendaraan berat mencoba melintasi tanjakan landai di jalan lintas S itu


"Ada 37 kendaraan berat berupa truk truk roda 10. yang terlihat melintasi jalan tersebut, dengan di kawal oleh belasan mobil jeep, yang berisi 6 sampai 8 orang di tiap tiap mobilnya


Ketika rombongan itu melintasi tikungan tidak begitu patah. segerombolan orang tiba tiba saja keluar dari arah semak belukar yang cukup lebat itu


Jumlah mereka setelah di hitung sebanyak 35 orang, yang masing masing nya memegang senjata berupa pedang, parang panjang, dan ada pula yang memegang katana, serta besi panjang berwarna hitam


Kedatangan mereka sebenarnya sudah diketahui oleh rombongan pengangkut semen itu, cuma mereka diamkan saja, menunggu setelah beraksi baru mereka akan bertindak


"Berhenti!" Teriak seorang laki laki bertato burung elang di bahunya dengan suara garang


Mendapat teriakan kuat seperti itu, dum track yang ada di bagian paling depan, mendadak berhenti dan mengeremnya dengan kuat, padahal saat itu mobil tersebut sedang berada di tanjakan tidak begitu curam


Tapi apa boleh buat, sopirnya terpaksa menghentikan mobil yang sedang dikendarainya, dengan mengoper perseneling tanda berhenti, dan mengunci remnya agar tidak meluncur mundur


"Turun!. Teriak lelaki bertato tersebut dengan sikap angkuhnya


"Biarkan mobil ini menaiki tanjakan dulu, baru setelah ini berhenti!" Jawab sopir tersebut dengan suara tegas

__ADS_1


"Aku suruh berhenti ya berhenti!. Jangan melawan kau!" Respon lelaki bertato tersebut marah


"Baik!. tapi kau yang harus bertanggung jawab, kalau mobil ini berjalan mundur!" Jawab sopir tersebut enteng, dan terkesan mengancam


"Kurang ajar!. Kau mau melawan ha!" Teriaknya kesal


"Cepat tunjukkan surat jalan dari datuk kami!. Kalau tidak memilikinya, maka jangan harap semen semen ini sampai ke tujuan!" Teriaknya kasar


"Benarkah?" Jawab seseorang dengan suara penuh wibawa, yang baru saja keluar dari dalam jeep paling depan. Kemudian berjalan menuju lelaki bertato itu, dengan langkah penuh ketenangan


"Siapa kau?"


"Jangan ikut campur dalam urusan kami, kalau kau masih ingin hidup!" Bentak lelaki bertato tersebut yang ternyata bernama Edwar, mencoba mengancam orang yang baru saja keluar itu


"Kau tidak perlu tahu siapa aku!. dan tidak perlu juga memperingatkan ku tentang kematian!"


"Tapi yang perlu kau tahu adalah, hari ini kau dan anak buah mu akan mati!"


"Kurang ajar!' Teriaknya marah .Kemudian berteriak lantang


"Anak anak!. Beri pelajaran pada orang orang ini. agar mereka tahu sedang berhadapan dengan siapa!" Perintah Edwar dengan suara kuatnya


"Dasar manusia yang tidak tahu diri!" Bentak orang tersebut cukup keras, yang ternyata adalah Burgon dengan ekspresi marah


"Keluar semua dan hadapi mereka!"


"Jangan sisakan seorang pun, agar tempat ini aman dari maling seperti mereka!" Teriak Burgon memberi perintah


Seketika dari belasan jeep jeep itu keluar puluhan orang berbadan tegap, dan berpakaian ala ninja, assassin, serta samurai, juga ada diantaranya berpakaian pendekar


Bukan hanya itu saja, dari dalam sebuah dum track pun keluar puluhan orang lagi yang langsung berlari menuju pemimpinnya


Dalam waktu yang tidak lama, seluruh tanjakan itu telah penuh sesak dengan orang orangnya Burgon, Hal itu membuat Edwar dan anak buahnya menjadi takut


Sepanjang karirnya dalam dunia gangster dan pemalak, serta penjahat besar, belum pernah mereka menjumpai ada sebuah rombongan, yang isinya selain dari pada semen, juga berisi ratusan orang orang kuat


Menyadari hal itu, nyali Edwar menjadi ciut, kemudian berlagak ramah dengan menyapa Burgon dengan sebutan abang


"Ini hanya salah paham bang, kami kira rombongan anak buah kami yang ingin melarikan diri."


"Jadi jangan dimasukkan kedalam hati ya bang?" Ucap Edwar dengan suara selembut mungkin


"Sudah sejauh ini, kau ingin meminta maaf dan menganggap bahwa ini hanya permainan saja?"


"Kalau kau berpikir demikian, maka kau salah besar!"


"Sekarang bersiaplah untuk mati!"


"Saya sudah meminta maaf, jadi tolong jangan di masukkan ke hati bang!" Ucap Edwar masih juga memohon belas kasihan


Plak!


Buk!


"Hugh!"


"Manusia sampah seperti kalian, tidak pantas ada di muka bumi!"


"Mengotori udara saja!" Teriak Burgon muak


"Cepat ringkus mereka, dan habisi semuanya!" Perintah Burgon tegas


"Baik!" Jawab ratusan anak buahnya penuh semangat


Buk!


Crash!


Jleb!


Hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 1 menit, seluruh perampok tersebut sudah terkapar di tanah, tanpa sempat melakukan perlawanan, dan terakhir adalah Edwar


Buk!


Des!


"Tolong ampuni aku bang!. Aku akan memberikan apa saja pada abang, asal aku di biarkan hidup!' Ucapnya lemah, di sela sela dia menerima tendangan dan pukulan dari anak buah Burgon


"Jangan mimpi!"


"Kau temui lah ratusan anak buah mu, yang sudah kami kirim ke neraka!"


"Untuk kau tahu saja, ini sudah tempat ke tiga, yang orang orangnya kami habisi. dan seterusnya tempat ke empat!"


Jleb!


Crash!


"Dasar manusia sampah!" Ucap Burgon kesal


Tanpa bisa melawan atau membela diri, Edwar yang tadi bersikap sombong dan congkak itu, sekarang kepalanya telah terpisah dari badan, dan nyawanya melayang saat itu juga


"Cepat bereskan mayat mayat mereka, dan bakar di tempat sepi!" Perintah Burgon dengan entengnya


"Siap laksanakan!" Jawab anak buahnya penuh semangat

__ADS_1


__ADS_2