Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Menyusun strategi


__ADS_3

Keesokan harinya, sekitar pukul 6 pagi, Dion memerintahkan pada anak buahnya, untuk memeriksa lokasi sekitar perkemahan, untuk memastikan apakah ada sesuatu atau seseorang yang ditemukan menjadi korban dalam rentetan tembakan peringatan tersebut


Tak lupa pula Dion memerintahkan pada mereka, untuk membawa senjata lengkap, guna berjaga-jaga saja dari segala kemungkinan buruk yang akan terjadi


Tapi setelah memeriksa sekitar 1 jam, dalam radius 600 meter jauhnya dari perkemahan tersebut, mereka tidak menemukan apa-apa


Mereka cuma menemukan tetesan dan gumpalan darah beku, yang berada di bawah pohon besar, dan jumlahnya lumayan banyak juga


"Apakah ada sesuatu atau seseorang, ataupun binatang buas yang ditemukan?" Tanya Iron ingin tahu


"Sampai sejauh ini, tidak ditemukan apa-apa ketua!"


"Kami cuma menemukan gumpalan darah beku, di sekitar pohon besar itu." Jawab Bumi apa adanya


"Ternyata memang ada orang yang berniat mendatangi perkemahan kita, dan tentunya mereka mempunyai niat yang kurang baik."


"Beruntung kedatangan mereka, cepat disadari oleh para penjaga." Respon Iron berpuas hati


"Tapi ada satu keanehan yang kami temukan ketua!"


"Apa itu cepat katakan!" Respon Iron seperti tidak sabaran


"Dalam radius 300 meter arah jam 3, ditemukan jejak jejak kaki manusia, tapi bentuknya tidak normal atau tidak sama dengan kita." Ucap Eric memberikan laporan lain


"Dimana itu tepatnya?" Tanya Adiwilaga penasaran


"Arah tenggara perkemahan ini."


"Jika senior ingin ke sana maka kami bersedia mengantarkan nya." Jawab Eric cukup sopan


"Baik!. Hantarkan kami ke sana?" Sambut Abhicandra semangat


"Siap senior!" Jawab Eric cepat


Dua puluh menit kemudian, mereka semua sudah berada di sana, dan sedang memeriksa tapak-tapak kaki aneh tersebut secara seksama


"Penatua!. Apakah anda bisa mengatakan tapak tapak apa ini?"


"Apakah ini tapak manusia atau tapak binatang buas?" Tanya Adiwilaga ingin tahu


"Ini bekas tapak kaki manusia."


"Jika melihat bentuknya, kelihatannya mereka adalah kelompok yang hilang itu."


"Benarkah begitu penatua?. Ini berita bagus!" Respon Abhicandra senang


"Bagus dari mana Abi?. Mereka belum kita kenal sama sekali. Apakah mereka bersahabat atau tidak?"


"Jika kita tidak hati-hati, dan sembarangan mendekati mereka jika bertemu, bisa-bisa kita dianggap musuh oleh mereka?"


"Senior tenang saja!. Serahkan masalah itu padaku!"


"Aku mempunyai cara untuk mendekati mereka jika memang punya kesempatan untuk bertemu!" Jawab Abhicandra sangat yakin sekali


"Ah terserah kau sajalah!" Respon Adiwilaga mengalah


"Tuan!. Jika aku boleh memberikan saran. Lebih baik tuan tidak usah mencari atau mendekati mereka."


"Mereka bukan kelompok yang bisa diajak berunding."


"Mereka sangat liar dan tidak terkendali."


"Jika kita bertemu dengan mereka, hanya ada satu kemungkinan. Mereka atau kita yang akan mati!" Ucap penatua, atau cenayang tersebut mengingatkan


"Sampai semengerikan begitu kah senior penatua?" Tanya Adiwilaga merasa khawatir


"Benar tuan!. Mereka adalah kelompok, yang selama ini paling ditakuti di hutan Kalimantan ini!"

__ADS_1


"Keberadaan mereka tidak boleh diketahui, apalagi dilacak, atau bahkan ditemukan oleh siapapun, kecuali oleh orang-orang dekat mereka, yang mereka anggap sebagai dewa." Jawab penatua tersebut apa adanya


"Tunggu!. Apa maksudmu dengan dewa?" Tanya Abhicandra dengan suara kuat, seperti mulai menemukan titik terang dan cara untuk mendekati kelompok misterius itu


"Menurut kabarnya, dalam kelompok itu ada satu kepercayaan, bahwa sesuatu yang mistis, luar biasa dan diluar nalar sederhana mereka. itu adalah dewa, atau leluhur mereka." Jawab penatua menurut cerita


"Hum!. Mereka menganggap sesuatu hal hal yang mistis sebagai dewa ya" Ucap Abhicandra sudah mendapatkan titik terang tentang permasalahan itu


"Benar tuan!. Jika mereka menemukan sesuatu hal yang diluar nalar mereka, maka sesuatu itu akan dianggap Dewa pelindung mereka."


"Apapun yang diinginkan, atau diperintahkan oleh dewa tersebut, akan dikabulkan, serta dipatuhi oleh kelompok tersebut." Jawabnya


"Ini yang aku tunggu! dan ini merupakan berita bagus!"


"Mudah-mudahan aku bisa bertemu dengan mereka, karena aku punya rencana sendiri!" Respon Abhicandra senang


"Terserah kau sajalah!. Aku cuma bisa menyarankan, agar kau hati-hati!" Jawab Adiwilaga pasrah


***


Tiga puluh menit kemudian. Orang yang diutus untuk menyelidiki keadaan sekitar, telah kembali, dan sudah melaporkan hasil temuannya pada Dion


"Paman Xian!. Arah mana yang akan di tuju, untuk menemukan tumbuhan herbal yang diinginkan?" Tanya Dion sekedar ingin memastikan saja


"Sesuai dengan petunjuk peta ini, arah yang kita tuju pertama kali adalah tenggara pegunungan ini."


"Konon kabarnya, di tempat itu banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan langka."


"Tapi medannya sangat terjal dan sedikit misterius."


"Walaupun banyak tumbuhan tumbuhan langka, belum banyak orang yang berhasil pergi ke sana, dan kembali dengan selamat." Jawab Pai Zu Xian, atau dewa obat tersebut berterus sekarang


"Memangnya ada apa di lokasi tersebut?" Tanya Dion penasaran


"Menurut kabar yang kudengar selain adanya air terjun. Di lokasi itu juga terdapat banyak sekali binatang buas. Baik yang melata maupun yang berkaki empat. juga berbisa"


"Selain itu, di tempat tersebut, juga banyak mengandung energi negatif yang sangat kuat, terutama lokasi air terjunnya."


"Apakah tempatnya jauh dari sini?" Tanya Dion ingin tahu


"Jika berjalan biasa. membutuhkan waktu sekitar tiga setengah jam, dan itu pun harus melalui aliran sungai."


"Tapi jika kita bisa menemukan jalan pintasnya, kemungkinan jarak tempuhnya bisa dipangkas separuhnya." Jawab dewa obat menjelaskan


"Hum!. aku rasa kita mempunyai cara lain!" Ucap Dion sambil tersenyum


"Pengawal!. Panggil dua orang pilot helikopter kemari!" Perintah Dion tegas


"Baik tuan besar!" Jawab pengawal tersebut patuh. Kemudian bergegas pergi untuk menemui orang yang di inginkan


Tak lama kemudian, dua orang pilot helikopter pun datang, dan segera memberi hormat pada Dion


"Kalian berdua! Bawa 6 orang pengawal pada masing masing helikopter kalian, dan terbang mengitari areal pegunungan arah tenggara!"


"Catat setiap parameternya, dan temukan jalan pintas untuk menuju ke bukit yang ada di dekat air terjunnya."


"Setelah semuanya lengkap, segera kembali dan laporkan hasil temuan kalian!" Ucap Dion memberi perintah


"Siap laksanakan tuan besar!" Jawab kedua pilot itu patuh dan semangat


Tak lama sesudah itu, keduanya buru buru pergi untuk menuju ke helikopternya masing masing, dengan di ikuti oleh 12 orang pengawal


Lima menit kemudian, dua helikopter tersebut, terlihat sedang mengudara di angkasa, dan segera terbang ke arah tenggara, untuk menemukan lokasi air terjun dan menghitung jaraknya


Setelah berputar putar selama 15 menit, kedua helikopter tersebut kembali lagi ke perkemahan


"Lapor tuan besar!. Ini catatan yang bisa kami berikan pada tuan. Mohon diterima." Ucap salah seorang pilot tersebut cukup sopan

__ADS_1


"Terima kasih pilot!. Kalian semua boleh istirahat dan duduk di sini." Jawab Dion senang


Tak lama kemudian, Dion membaca catatan yang diperoleh dari alat canggih yang ada di dalam helikopter, dan itu cukup lama


Sesudah itu, Dion memberikan catatan tersebut pada Iron dan Adiwilaga, agar sama sama membacanya


"Bagaimana pendapat kalian, apakah petunjuk yang diberikan oleh kedua pilot ini, bisa kita laksanakan?" Tanya Dion ingin meminta pendapat mereka


"Kami rasa bisa tuan. Perintahkan saja pada kami untuk menangani nya!" Jawab Adiwilaga tegas


"Tidak perlu!. Aku akan mengaturnya nanti." Jawab Dion tegas, tapi membuat kening Iron serta yang lainnya berkerut dalam


"Kumpulkan para pengawal di sini!. Kecuali yang sedang tugas jaga. Sekarang!" Ucap Dion dengan perintah tegasnya itu


Setelah semuanya berkumpul. Dion segera memberikan instruksi tegas pada orang orangnya


"Sepuluh orang ninja yang malam tadi belum diberdayakan. Kalian bertugas sebagai pembuka jalan."


"Cari dan temukan jalan pintas, untuk menuju lokasi air terjun di atas bukit arah tenggara, seperti yang tertera dalam peta ini."


"Buat tanda dan kode Morse, agar kami tidak salah arah!" Ucap Dion memberi perintah


"Kerjakan sekarang!" Ucap Dion tegas


"Baik!" Jawab mereka serempak. Kemudian berkelebat ke arah tenggara dengan gerakan cepat


Setelah mereka pergi. Dion melanjutkan lagi instruksinya


"Sepuluh orang ninja yang lain. pergi dan periksa areal sekitar perkemahan ini."


"Pastikan tidak ada lagi penyusup, yang mencoba mendekati perkemahan kita!"


"Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan pada komandan Bumi serta Eric, yang dibantu oleh Rudolf, karena mereka yang akan aku serahi tanggung jawab. Untuk menjaga perkemahan ini, bersama dengan 33 pengawal lainnya "


"Sementara 64 petugas jaga, tetap berada di dalam pos pos penjagaan secara bergantian ."


"Sisanya ikut dengan kami, untuk mencari tumbuhan herbal seperti yang diinginkan oleh dewa obat."


"Sedangkan 30 pengawal wanita, yang ditugaskan mengawal nyonya besar. Kalian harus tetap ikut, karena nyonya besar kalian, ingin berpartisipasi dalam petualangan pertama ini."


"Bawa persenjataan lengkap, perbekalan yang diperlukan, juga segala sesuatu yang dibutuhkan untuk berjaga jaga!"


"Daerah yang ingin kita masuki bukanlah daerah biasa. Tapi daerah yang konon nya sangat asing dan berbahaya."


"Untuk itu, aku tidak ingin main main kali ini, demi menjaga keselamatan kita semua!"


"Untuk paman Iron juga Hans, kalian berdua boleh memutuskan, apakah akan tetap tinggal di sini atau ikut dengan kami." Ucap Dion tiba tiba, hingga mengagetkan iron serta Hans


"Maaf tuan besar jika saya lancang. Tugas saya adalah, untuk menjaga dan memastikan keselamatan tuan."


"Jika saya tinggal di sini, dimana tanggung jawab saya sebagai pengawal pribadi anda?" Ucap Hans bersikap jujur


"Saya juga demikian tuan besar!. Saya akan mendampingi tuan, dalam berpetualang di pedalaman pulau ini." Sambung Iron cukup tegas


"Baiklah!. Kalian berdua boleh ikut kami." Jawab Dion cepat


"Dewa obat, Govin, paman Abi dan senior penatua. Kalian berempat adalah masternya di bidang ini."


"Jadi pimpin jalan kami, untuk menuju lokasi tumbuhnya obat obatan tersebut." Ucap Dion memberi perintah


"Siap tuan besar!" Jawab ketiganya serempak


"Paman Abi. Kau adalah senior pengawal pengawal itu. Jadi aku minta, pimpin mereka dalam usaha mengawal kelompok kita dalam misi kali ini."


"Aku tidak ingin ada diantara kita yang celaka."


"Apakah bisa dimengerti paman?" Tanya Dion ingin kepastian

__ADS_1


"Dimengerti!, dan baik tuan besar!" Jawab Adiwilaga cepat


"Kalau begitu, berangkat!" Ucap Dion memberi perintah


__ADS_2