Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Keributan kecil di bar


__ADS_3

Carlos, pria asal Italia, yang menikah dengan seorang wanita asal kota B, adalah pejabat tertinggi di bank UP, anak perusahaan bank CUP di Asia Tenggara. Saat ini dia menjabat sebagai direktur utama Bank tersebut


Jabatan itu telah di embannya selama kurang lebih 6 tahun. Banyak prestasi gemilang yang berhasil diraihnya, salah satunya adalah meraup laba bersih sebesar 20 sampai 25 milyar dolar Amerika, atau sekitar 30 dan 45 triliun rupiah setiap tahunnya


Atas prestasinya itu, pimpinan pusat bank CUP, yang berpusat di Shanghai China, dan dua negara lainnya, tetap mempertahankan jabatannya itu untuk dua poriode, yaitu selama delapan tahun, dan ini periode kedua, dia menjabat di bank tersebut


Sementara Victor, adalah pemilik showroom mobil mewah dan terbesar, serta terkenal di kota B itu


Victor lahir di Indonesia, tapi ayah dan kakeknya, asli Italia. Victor menikah dengan wanita Indonesia asal kota B


Di tahun ini showroom mobil miliknya, sedang dalam masa puncak keberuntungan, dengan berhasil meraup laba bersih sebesar 601.4 miliar rupiah, atas penjualan berbagai merek mobil terkenal di dunia, salah satunya yang pernah dibeli oleh Dion itu


Carlos dan istrinya dikaruniai 2 orang anak, 1 laki laki dan satu lagi perempuan


Yang laki laki bernama Eric Van Carlos, sedangkan yang perempuan bernama Anna Van Carlos, sama sama berwarga ayahnya


Sedangkan Victor dikaruniai seorang anak laki laki tampan, yang bernama Pramudya, yang bermakna pintar atau hikmat, tapi sayangnya mempunyai perangai buruk dimasyarakat dan lingkungan pergaulannya


Beberapa tahun ini, dia dikirim oleh ayahnya untuk meneruskan pendidikannya di Italia, tapi di sana, dia bukannya belajar, tapi malah melakukan hal hal buruk, yang bertentangan dengan norma yang berlaku


Sementara uang kuliah, makan, semester dan sewa apartemen terus dikirim oleh ayahnya dalam jumlah besar, tapi digunakannya untuk mabuk mabukan, judi dan membeli obat obat terlarang


Selama masa pendidikannya itu, dia banyak terlibat


masalah di sana, salah satunya adalah, bergabung dengan sindikat perdagangan obat obat terlarang, dan barang barang haram lainnya


Karena perannya di sindikat itu adalah sebagai pemasok, sekaligus penampung obat obat terlarang itu, dia menjadi buruan aparat setempat


Di suatu malam, terjadi baku tembak antara kelompoknya dengan belasan polisi yang ingin meringkusnya, tapi dengan cerdik, dia berhasil meloloskan diri bersama dengan empat orang anak buahnya, sedangkan 90% anak buahnya yang lain mati terbunuh, dalam insiden baku tembak tersebut


Karena markas dan orangnya telah diketahui oleh pihak berwajib di sana, Pramudya dan 4 orang nya melakukan penyamaran untuk melarikan diri keluar dari Italia menuju perancis


Setelah beberapa hari melakukan penyamaran dan mencari informasi di Prancis, akhirnya Pram dan keempat kawannya berhasil meninggalkan Italia dan Prancis menuju kota J


Kini, sebulan sudah Pramudya, atau yang biasa dipanggil Pram itu tinggal bersama orang tuanya di kota B, tapi mereka tidak mengetahui, apa yang dilakukan oleh Pram di Italia itu


Yang ayah dan ibunya tahu adalah, saat ini Pram sedang cuti semester, dan ingin menghabiskan waktu bersama mereka


Sedangkan keempat kawannya itu, diakui sebagai bodyguard atau pengawalnya, tapi mereka tidak tinggal di rumah Pram, melainkan di inapkan di tempat lain


Dalam beberapa hari ini, sikap Pram cukup baik bila berada didepan orang tuannya, tapi begitu keluar, sifat aslinya kembali muncul

__ADS_1


Saat ini, Pram sedang berada di bar milik ayahnya, bersama dengan kawan kawannya itu. Kedatangannya ke bar tersebut, tentu saja membuat suasana menjadi heboh


Betapa tidak heboh, di bar itu, Pram meminta untuk dilayani sebagai bos, dengan meminta seluruh pekerja wanita duduk menemani nya minum, di salah satu ruang VIP, termasuk juga tiga orang wanita cantik yang sembarangan saja di seret untuk masuk ke ruang VIP Pram itu


Tentu saja manajer di bar itu keberatan, walau dia tau bahwa Pram itu anak dari pemilik bar tersebut, tapi apa daya, Pram tetap memaksakan kehendaknya


"Lapor bos!. tuan muda Pram saat ini sedang berada di bar, dan meminta seluruh pekerja wanita, untuk menemaninya minum minum di sebuah ruang VIP yang sengaja dipesannya itu."


"Yang lebih gawatnya lagi, tuan muda juga memaksa putri bangkir ternama di kota ini, untuk menemaninya minum."


"Kalau sampai masalah ini terdengar di telinga bangkir tersebut, masalah nya bisa runyam bos!" Lapor manajer bar tersebut dengan wajah khawatir


"Apa yang harus kami lakukan bos?" Tanya manager Rocky meminta petunjuk


"Apa!. Sejak kapan dia di sana? padahal dari tadi aku tidak melihat dia keluar dari kamarnya, lalu bagaimana kau mengatakan bahwa anakku Pram itu sekarang ada di bar tersebut?" Tanya Victor keheranan


"Tapi nyatanya seperti itu bos. Sudah sekitar 1 jam dia berada di bar milik bos itu!" Tangkis Rocky terus terang, menunggu instruksi dari bos besarnya itu


Tapi setelah ditunggu beberapa saat melalui saluran telepon, Victor tidak kunjung memberi solusi atau mengeluarkan pendapatnya, maka Rocky kembali bertanya


"Jadi bagaimana bos? kami jelas tidak berani mengusirnya, hanya bos seorang yang mampu mengatasinya."


***


"Ayo kesini manis!.Temani aku dan kawan kawan ku ini minum!" Ucap Pram sambil menarik seorang wanita muda yang cukup cantik untuk duduk di sebelahnya, dengan paksa


"Maaf ya, saya bukan pelayan, tapi pengunjung bar ini, anak buah mu sembarangan saja menarik ku untuk masuk kesini bersama dengan dua temanku yang lain!" Tolak wanita tersebut sambil menepis tangan Pram yang mencoba menarik tangannya itu


"Belagu kau ya?. Plak!"


"Aaaaarrrkkh" Pekik wanita muda itu terkejut, lalu meringis menahan sakit


"Siapa yang bisa menolak keinginan ku, Pram, sang maestro arak dan minuman keras lainnya malam ini. ha!" Teriaknya murka


"Kesini kau! jangan sampai kesabaranku habis!" Bentaknya sangat marah, dan memerintahkan 4 anak buahnya untuk menarik wanita muda itu, agar mau mendekat


"Sudah aku katakan, aku bukan pelayan, aku Anna, putri bankir ternama kota B ini, kau tidak bisa sembarangan menyentuh ku, kalau tidak, kau akan tahu akibatnya!" Bantah Anna marah dan menyebutkan jati dirinya


"Hahahaha!. Kalau begitu sangat kebetulan sekali. Aku sudah lama ingin bertemu dengan putri dari bankir tersebutl. yang siapa namanya ya?" Tawa Pram pecah ketika mengetahui siapa gadis yang sedang di rundungnya itu


Tangan Pram terangkat, mencoba mengelus pipi Anna yang mulus itu, tapi di bentak dan di tepis pemilik pipi mulus tersebut

__ADS_1


"Kau jangan kurang ajar!.Aku akan menelepon ayahku agar mengirim orang orang nya untuk menangani mu!" Teriak Anna marah


"Hahahaha!. Tawa Pram pecah lagi, diikuti oleh empat anak buahnya, kelihatannya mereka tidak terpengaruh dengan ancaman Anna tersebut


"Kalian! kenapa diam saja, ayo tuangkan anggur dan arak ke gelas kami masing masing!" Bentak Pram kepada 12 pelayan bar tersebut dengan marah


"Kalau kalian berani menolak, aku akan lempar kalian dari sini, agar tidak bisa lagi bekerja pada ayahku!" Ancam Pram dengan senyum licik


"Dan kalian bertiga, cepat kesini, picit badan ku yang sakit sakit ini, setelah aku puas, aku akan melepaskan kalian!" Ucap Pram sambil menyeringai buas


"Kau pikir kami apa hah!". kami pelanggan bar, dan bukan pelayan!. Kau tidak boleh seenaknya melecehkan kami di sini!" Bentak Anna gusar


"Ayolah manis, layani kakak malam ini saja, kalau kau bisa memuaskan kakak walau semenit, maka kakak akan sangat berterima kasih pada mu." Sanggah Pram dengan muka cuek, sambil tangannya mencoba menyentuh bagian sensitif di tubuh Anna dan dua temannya yang lain


"Jangan kurang ajar!. Plak!" Teriak Anna marah, lalu telapak tangannya melayang ke pipi Pram yang tambun itu


"Dasar jhalang!. Berani berani nya kau menampar ku!" Teriak Pram jengkel, dan tangannya refleks terangkat untuk menampar balik wajah Anna tersebut, tapi..


Tap!


Tangan Pram ditangkap oleh seseorang yang berotot, dan berbadan kekar, ditemani oleh 10 orang yang berbadan tegap juga di sekelilingnya


Plak!


"Aaaarkkkh!" Badnjingan! . Kenapa kau mengganggu kesenangan ku! ini bar milikku, jadi terserah apa pun yang ingin aku lakukan di sini!" Teriak Pram marah, tapi sedikit menciut nyalinya, ketika melihat pria kekar yang baru saja menamparnya itu sedang mencekal tangannya kuat kuat


"Sejak kapan bajingan seperti kau memiliki bar di kota ini?. Setahuku bar ini milik bos Victor, bos showroom itu!" Tangkis pria berotot tersebut


"Hahahaha!. Orang yang kau panggil bos Victor itu adalah ayahku, pemilik bar ini. Paham?" Ejek Pram sambil tertawa terbahak bahak, lalu menarik tangannya kuat kuat, agar lepas dari cengkeraman tangan berotot itu


"Oh pantas kau bersikap sewenang wenang pada pelayan pelayan itu. termasuk juga pada adik kesayanganku ini!" Ucap Eric, kakak kandung Anna, lelaki kekar yang baru saja menampar Pram tadi


"Kalau kau sudah tahu siapa ayahku! cepat menyingkir dari sini, sebelum kalian mendapat masalah!" Jawab Pram mengancam lawannya itu


"Memangnya kenapa kalau kau anak bos Victor ?. Apakah kau ingin mengancamku dengan nama besar ayahmu itu?" Ejek Eric sambil tersenyum sinis


"Kalian semua, dan termasuk kau Anna, cepat tinggalkan tempat ini!. Aku ingin minum darah seseorang di ruangan ini, Cepat keluar! Perintah dan teriak Eric kuat kuat


"Tapi kak?"


"Tidak ada tapi tapi, cepat keluar!"

__ADS_1


__ADS_2