Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Jenifer Anindya


__ADS_3

Nun jauh di sana. Seorang remaja berumur 16 tahun, terlihat sedang dikelilingi orang belasan laki laki berbadan kekar, memegang senjata berupa gada, dan sebagiannya memegang pedang


Saat itu mereka sedang menjadi latih tanding, atau samsak buat anak remaja tersebut


Istananya yang berada di wilayah Nevada, yang sebagian besarnya terdiri dari gurun, saat ini cuacanya sangat panas sekali. Kebetulan sedang musim semi di wilayah itu


Ditempat itulah remaja tersebut sekarang sedang berada


Anak remaja tersebut adalah malaikat kecil pencabut nyawa, atau yang pernah dipanggil oleh Dragon dengan sebutan setan kecil alias Ranggaspati


Sekarang anak tersebut sudah tumbuh remaja, dan sudah masuk sekolah menengah atas tingkat satu


Di sekolahnya dia menjadi raja, yang harus dilayani oleh semua orang, termasuk oleh guru gurunya. Hanya satu orang yang dia takuti, yaitu seorang gadis cantik berusia 24 atau 25 tahun, yaitu guru di sekolahnya sendiri


Gadis tersebut bernama Jenifer, seorang guru olahraga yang masih gadis. Berdarah Asia.Tapi kemampuan metafisikanya tergolong luar biasa


Pernah suatu ketika, Ranggaspati sedang menyiksa seorang siswa disekolah tersebut, karena tidak mau membantunya mengisi pr, disebabkan dia juga belum mengerjakannya


Saat kejadian tersebut, kebetulan jenifer sedang lewat, dan langsung menghajar tubuh Ranggaspati dan orang orangnya, dengan kekuatan metafisika nya


Tentu saja kejadian itu membuat Ranggaspati marah, dan berniat memberi pelajaran pada jenifer itu


Tapi sayangnya kekuatannya belum cukup. Dia sendiri yang dibuat babak belur oleh Jenifer, dan dilemparkan ke tempat sampah. disertai dengan ancaman keras


Sejak saat itu. Jennifer lah yang paling ditakuti oleh Ranggaspati. Tapi dalam hatinya penuh dengan dendam


Sepulang dari sekolah, Dia marah marah, dan menyuruh anak buahnya untuk berlatih bersamanya


Maka saat itulah pemandangan tersebut terlihat


"Serang aku dengan kekuatan penuh!. Maju sekalian!" Teriaknya memberi perintah


"Hiaat!" Teriak belasan anak buahnya keras keras, dan tanpa ragu-ragu lagi, untuk membangkitkan semangat mereka. Tapi..


Bug!. Bug!


Bam! Blam!


Belasan laki laki kekar itu terpelanting kesana kemari. Tubuh mereka terkena hantaman kekuatan tak kasat mata, hingga membuat mereka kesakitan


Senjata yang mereka pegang, tidak bisa menolong sama sekali. dan tidak berguna juga. Jangankan digunakan sempat diayunkan saja tidak


"Dasar lemah!" Reaksi Ranggaspati marah dan kecewa. Lalu meninggalkan arena latihan sambil ber sungut sungut tidak senang


"Ada apa dengan anak mu itu Leo?"


"Sepulang sekolah bukannya makan, malah langsung latihan keras seperti itu!" Tanya Tejamaya keheranan


"Aku juga tidak tahu yah!. Memang kebiasaannya tak berubah."


"Selalu marah marah tidak jelas!"


"Salah sedikit saja. Apes orang dibuatnya!" Jawab Leopard apa adanya


"Panggil pengawal nya kemari!" Respon Tejamaya datar


"Baik ayah!" Jawab Leopard patuh. Kemudian melambaikan tangannya kearah lawan latih Ranggaspati tadi


Tak lama kemudian. Empat diantara mereka pun datang, dan langsung ditanya tentang masalah itu


"Kami juga tidak tahu tuan besar!"


"Begitu kami mau berangkat tugas. Tuan muda menyuruh kami untuk berbalik arah, dan jadinya seperti ini!" Jawab salah seorang diantara mereka, sambil meringis menahan sakit


"Ternyata begitu!. Sekarang kalian pergilah, panggil pengawal pribadi anakku, dan suruh dia ke sini. Cepat!" Ucap Leopard, mulai memahami punca permasalahannya


"Siap laksanakan tuan besar!" Jawab ke empat orang itu patuh


Kemudian meninggalkan tempat tersebut, untuk pergi ke kamar pengawal pribadi tuan muda mereka


"Ceritakan padaku, ada kejadian apa di sekolah, hingga membuat anakku marah-marah seperti itu?" Tanya Leopard terlihat tidak sabaran, sesaat setelah empat pengawal pribadi Ranggaspati datang

__ADS_1


"Dia bentrok dengan seorang guru olahraga, yang ternyata menguasai ilmu bela diri dan metafisika."


"Dengan mudahnya tuan muda kalah, dan dilemparkan ke tempat sampah oleh guru tersebut!"


"Bukan hanya itu saja yang dilakukan oleh guru itu. Dia juga mengancam, akan menghabisi keluarga tuan muda, jika masih berani mencelakai murid murid lainnya!" Jawab seorang ketua regu pengawal pribadi tersebut, menambah nambah kan cerita


"Kurang ajar!. Beraninya memprovokasi keluarga ku!" Respon Tejamaya terlihat emosi


"Hubungi kepala sekolahnya, katakan ini dari ku!" Ucapnya kemudian


Tak lama kemudian teleponnya sudah tersambung. dan langsung diangkat oleh kepala sekolahnya


Dengan tak sabar Tejamaya berkata. "Apakah kau sudah tidak mau bekerja lagi Tom?"


"Apakah kau tahu apa yang telah dilakukan oleh salah seorang guru di sekolahmu, kepada cucu kesayangan ku itu?" Ucap Tejamaya marah, sesaat setelah teleponnya tersambung langsung kepada kepala sekolah tersebut


"Apa maksud tuan besar?. Tolong jelaskan, karena saya belum mendengar berita tentang itu!" Jawab kepala sekolah atau Tomcat kebingungan


"Di sekolahmu!. Apakah ada seorang guru yang bernama Jennifer?" Tanya Tejamaya garang


"Ya memang ada!. Dia baru bergabung di sekolah ini kurang lebih tiga bulan yang lalu."


"Memangnya ada apa tuan besar?" Tanya kepala sekolah ingin tahu


"Menurut pengawal pribadi cucuku. Dia telah menganiaya anakku, serta membuangnya ke tempat sampah!"


"Bukan hanya itu saja!. Dia juga sudah berani mengancamku!"


"Aku peringatkan!. Jika kau tidak menangani guru tersebut! maka jangan salahkan aku, jika sekolahmu akan rata dengan tanah!" Ucap Tejamaya bernada ancaman. Lalu memutuskan sambungan telepon itu sepihak


"Brengsek!. Dasar tidak tahu diri!"


"Berani beraninya membuat ku marah!"


"Tak tahukah guru itu. Siapa kita ini?" Ucapnya lagi bertambah emosi


Lalu memerintahkan pada orang orangnya, untuk menyelidiki guru olahraga tersebut. Jika memungkinkan, menangkap serta membawanya ke markas untuk diberi pelajaran


***


Seorang gadis berusia antara 24 sampai 25 tahun, terlihat sedang mengambil sikap Lotus, dan terlihat sangat serius sekali


Sudah satu jam dia melakukan itu, karena dia harus menembus level 19 dari level 20 yang diharuskan oleh gurunya


Beberapa saat kemudian. Tiba-tiba dari tubuh gadis tersebut, memancar sebuah aura berwarna-warni, yang mengelilingi tubuhnya, dan melebar hingga jarak dua meter jauhnya


Aura tersebut membentuk siluet burung Hong atau burung Phoenix, yang mempunyai paruh panjang serta tajam. Begitu juga dengan cakar di kedua kakinya


Ilmu tersebut didapatkannya dari guru saktinya. Karena hanya seorang wanita yang bisa mempelajarinya. Dan bisa dipelajari selama dia belum menikah dan masih perawan


Nama asli gadis tersebut adalah Jenifer Anindya. Berasal dari Indonesia juga. Putri dari Gayatri Anindya, dan murid dari Abhicandra


Sedangkan ibunya adalah saudara seperguruan dari Adiwilaga, juga yang lainnya termasuk Abhicandra. Dia berjuluk Dewi pengetahuan, istri dari Danu Wijaya, pengusaha sukses asal ibukota


Gayatri Anindya lebih memilih berkeluarga, serta berkarir bersama dengan suaminya


Sedangkan putrinya dititipkan pada kakak seperguruannya, yaitu Abhicandra. Karena anaknya lebih tertarik dengan hak hal ghaib


Maka pas kalau Jeniffer harus berguru pada Abhicandra, yang juga menguasai ilmu metafisika itu


Maka resmilah Jenifer menjadi murid Abhicandra. Selama kurang lebih sembilan tahun, Jennifer di gembleng oleh gurunya, dan setelah mencapai level dua belas, baru di perbolehkan untuk keluar kandang


Maka dia memutuskan untuk melanjutkan studinya ke luar negeri, dan dipilihlah Amerika sebagai tempatnya


Setelah lulus, dia memilih bergabung dengan sebuah sekolah swasta, yang mutu pendidikannya bertaraf internasional


Banyak anak orang kaya atau berpengaruh belajar di sana. Rata rata mereka adalah anak yang malas belajar, atau malas mengerjakan tugas dari gurunya. Tapi karena kekayaannya, menjadikan semua tugas berat itu mudah bagi mereka


Termasuklah yang belajar di situ adalah Ranggaspati, anak ketua mafia terbesar di Nevada, yang saingan terberatnya ada di New York, California dan Texas


Selain dia, masih ada seorang putra penguasa sekaligus pengusaha, yang turut belajar di sekolah itu

__ADS_1


Dua pandai dan rajin belajar, serta tidak mau menonjolkan kekayaan orang tuanya


Anak itulah yang saat itu sedang dipukuli oleh Ranggaspati, dan ditolong oleh Jenifer dengan memanfaatkan ilmunya


Akhirnya Ranggaspati kalah, dan harus mengakui kekalahannya


Jenifer sudah menguasai level 18, dan sekarang ini sedang mencoba menembus level 19. Sedangkan Ranggaspati masih berada di level 10, dan tidak akan bisa meningkat lagi


Walau buku yang mereka pelajari berbeda, tapi prinsip penerapan nya sama


Maka sepulang mengajar itulah, Jenifer langsung mencoba menembus level setingkat lebih tinggi dari level semula. Dan sepertinya usahanya berhasil


Berkat usahanya yang tidak kenal menyerah. Siluet burung Hong yang muncul di belakang punggungnya. Semakin lama semakin besar, dan menunjukkan dominasinya. Lalu tiba tiba..


Bom!


Bom!


Bom!


Jenifer barhasil menembus level 19, dan langsung ke level puncak metafisika dalam level tersebut


Burung Hong yang berada di belakangnya menghilang, dan berganti dengan aura yang sangat kuat sekali


Kini Jenifer Anindya sudah hampir menyamai gurunya. dan jika sebentar lagi mampu menembus level 20. Maka kekuatan guru dengan murid akan menjadi seimbang


Abhicandra yang berada jauh di sana, bisa merasakan kalau muridnya itu telah menembus level lagi


Dari jauh dia mengirimkan aura kesadarannya, untuk melacak keberadaan muridnya tersebut. Dan ingin berkomunikasi dengannya


Setelah satu menit. Sambungan aura antara mereka terjadi." Salam guru!" Ucap Jenifer senang. melalui pikirannya pada Abhicandra


"Apakah kau sudah menembus level 20 murid ku?" Tanya Abhicandra pula tanpa memperdulikan sapaan dari muridnya


"Belum guru!. Baru level 19 juga!" Jawab Jenifer berterus terang


"Tapi kekuatan mu hampir menyamai guru!" Sambut Abhicandra tulus


"Kekuatan guru mana bisa murid lampaui!"


"Tapi Jeny jadi bisa merasakan keberadaan guru saat ini. Dan itu di negara kita."


"Benarkan itu guru?" Ucap Jenifer dengan yakinnya


"Ya kau benar!. Sekarang guru berada di kota emas, bersebelahan dengan kota B." Jawab Abhicandra masih menggantung bagi Jenifer


"Dimana itu guru?" Tanya Jenifer penasaran


"Nanti kau akan tahu juga. Pokoknya di Indonesia lah!" Jawab Abhicandra asal saja


"Oh ya Jeny?. Apakah kau tidak ingin kembali ke Indonesia, dan bergabung dengan guru, untuk bekerja pada penguasa Birawa Group yang besar itu?" Ucap Abhicandra sekaligus bertanya pada muridnya


"Birawa Group? Apakah itu sebuah perusahaan yang baru baru ini viral di media sosial?" Tanya Jenifer penasaran


"Kurang lebih begitulah!" Jawab Abhicandra asal menjawab saja


"Lalu jadi apa guru di perusahaan tersebut?"


"Apakah menjadi tukang pukul atau menjadi cenayang di sana?" Tanya Jenifer lagi


"Hus!. Posisi guru jauh lebih tinggi dari itu!. Begitu juga dengan paman guru mu yang lain!" Jawab Abhicandra merasa bangga


"Apa!. Jadi saudara seperguruan guru, sekarang telah bergabung dengan perusahaan besar itu?" Tanya Jenifer kaget


"Ya!. Kecuali ibu mu!"


"Sedangkan senior Gentala. Sekarang telah menjadi guru sepuh, di sebuah perguruan besar bela diri di tanah Jawa ini!"


"Kalau kau tertarik!. Kau boleh bergabung dengan uwa guru mu itu!" Jawab Abhicandra mencoba membujuk muridnya tersebut


"Apakah perguruan itu hebat guru, dan pengajarnya cukup kompeten?"

__ADS_1


"Ya iyalah!. Kemampuan mu itu, mungkin baru setingkat murid saja di sana!"


"Jadi jangan merasa sudah sangat kuat sekarang!" Ucap Abhicandra sekedar mengingatkan


__ADS_2