
Lima menit kemudian
Rombongan orang orang yang ingin bertemu dengan Dragon, sekarang sudah berada di depannya, dan sedang berbincang serius dengan Dragon
Setelah 20 menit, ketua rombongan tersebut sudah menyelesaikan laporannya dengan berkata. "Begitulah yang sebenarnya terjadi tuan."
"Kami harap tuan muda mau membantu kami untuk memberantas kejahatan mereka!" Ucap Abarua, ketua kelompok tersebut penuh harap. Lalu terduduk diam, sambil menunggu jawaban dari Dragon dengan harap harap cemas
Namun Dragon yang mendengar cerita tersebut hanya diam saja. Tidak bereaksi, bahkan terlihat sedang memejamkan mata, dan duduk diam di atas kursi kebesarannya
Tapi walau demikian, dalam hati dan pikirannya, Dragon sedang mempertimbangkan permohonan dari tamu tamunya tersebut, apakah harus menerima atau menolaknya
Dan tak lama kemudian, dia pun berkata." Coba paman katakan dengan jelas. Bantuan seperti apa yang ingin paman dapatkan dari kami?" Ucapnya penuh wibawa
"Kami ingin tuan muda datang ke tempat kami, dan menolong warga yang nyawanya sekarang sedang terancam."
"Hanya tuan muda satu satunya harapan kami, yang bisa memecahkan misteri, hilangnya para penduduk desa." Jawab Abarua penuh harap
Kemudian bercerita kembali tentang masalah tersebut, dan
menambahkan banyak sekali keterangan, walau masih ada yang belum dikatakannya semua
Walaupun Dragon sudah tahu maksud kedatangan mereka, tapi dia tetap bersikap rendah hati, dan dengan tekun mendengarkan cerita dari Abarua tersebut
Sebagai tuan rumah yang baik, Dragon mempersilahkan mereka untuk berbicara, dan tidak boleh ada satupun yang tertinggal.
Dia ingin apa yang ada di dalam hati, disampaikan dengan gamblang, Agar permasalahannya menjadi jelas
Setelah apa yang ingin disampaikan oleh mereka telah diutarakan. Dragon segera meresponnya dengan berkata "Berapa orang yang hilang atau mati dalam aksi mereka itu?"
"Apakah ciri ciri kematiannya sama seperti yang terjadi di desa lain?" Tanya Dragon ingin tahu
"Benar tuan muda!. Semua orang yang mati, ada bekas gigitan di leher, bahkan ada yang jantung serta hatinya hilang!"
"Bukan hanya itu saja. Seluruh organ penting ditubuh mereka, semuanya telah mereka ambil."
"Tiga hari yang lalu, ada 13 orang yang mati, dan 17 orang hilang dari dua desa."
"Yang anehnya, mereka yang hilang itu semuanya balita, antara satu sampai lima tahun."
"Dan sekarang kasus tersebut sedang ditangani oleh pihak berwajib."
"Tapi sampai saat ini, pelaku penculikan dan pembunuhan, belum juga ditangkap!"
"Oleh karena itu kami datang ke sini, karena ingin mendapatkan bantuan dari tuan muda." Jawab Abarua berterus terang. Namun kalimatnya banyak dan panjang sekali
"Baiklah paman Aba!. Kami akan memberi bantuan pada anda juga warga desa itu!"
"Sekarang pulanglah!, dan katakan pada warga desa mu, bahwa kami akan datang membantu." Ucap Dragon tegas, dengan aura yang cukup mengintimidasi
__ADS_1
"Ba Ba baik tuan muda!" Jawab ke tujuh orang itu gugup dan serempak. Kemudian meminta izin untuk kembali ke daerah asalnya
Namun tiba tiba, Dragon teringat, bahwa mereka datang dari jauh, dan kemungkinan pesawat atau kapal yang mereka tumpangi, jadwal keberangkatannya bukan hari ini
Dengan cepat dia mencegah, agar rombongan tamu yang menghadapnya berbalik arah dengan berkata. "Tunggu sebentar paman Aba!"
"Jika berkenan, silakan tinggal di sini barang satu atau dua hari!"
"Nanti kita akan berangkat ke desa mu bersama sama." Ucap Dragon menawarkan jasa
"Mohon maaf tuan muda. Kami tidak mau menyusahkan anda!" Jawab Abarua tidak enak hati
"Anda tenang saja pak Aba!. Pemimpin muda kami adalah orang yang baik hati!"
"Kalau dia sudah mengatakan tinggal Jangan berani untuk menolaknya!" Ucap Gentala tegas, yang saat itu hadir mendampingi pemimpin mudanya tersebut
"Kalau begitu kami tidak berani menolaknya ketua!" Jawab Abarua tidak enak hati
"Baiklah!. Silakan anda semua istirahat, di ruang yang sudah kami siapkan!" Sambung Dragon tanah dan tulus
"Terima kasih tuan muda!" Jawab mereka serempak kembali
Tak lama kemudian. Tujuh orang tamu itu sudah tidak ada lagi di aula pertemuan. Sekarang mereka sudah berada di kamarnya masing masing
Sepeninggal mereka, Dragon mengajak senior seniornya serta murid murid utama perguruan, untuk membahas permasalahan tamu tamu nya tadi
Dia tidak mau mengambil keputusan sendiri, karena nantinya mereka juga yang akan dilibatkan
***
Keesokan harinya, atau tepatnya pukul empat sore. atau pukul 6 menjelang malam waktu setempat, Dragon dan 200 orang orangnya, termasuk Abarua serta enam orang temannya, sudah berangkat ke desa Mamuju, dan sampai dengan selamat ke tempat tujuan
Kedatangan mereka sudah ditunggu oleh penduduk desa, walau mereka bingung dengan cara bagaimana dan dengan apa mereka pergi ke desa tersebut
Tapi karena sudah diberitahu oleh Abarua, bahwa mereka akan sampai jam enam sore atau menjelang malam, maka mereka harus menunggu rombongan itu, agar tidak dikatakan orang yang tidak pandai membalas budi
Seperti biasa, Dragon pergi ke desa itu, dengan menggunakan ilmu Wahyu Taqwa. Kali ini dia mengerahkan level 21, karena orang yang dia bawa cukup banyak
Kedatangan mereka yang sangat luar biasa itu, tentu saja membuat seluruh penduduk desa menjadi kebingungan serta takjub
Mana ada orang yang bepergian dengan menggunakan cara seperti itu. Baru kali ini mereka melihat dan menyaksikan, bahwa hal tersebut memang terjadi di depan mata mereka
Jangankan para penduduk desa, Abarua dan 6 temannya saja, juga tidak mengetahui ilmu apa yang digunakan oleh Dragon untuk pergi ke desa itu, dan mereka jelas sungkan untuk menanyakannya
Namun karena tidak mau berlama-lama dalam keterkejutan serta ketakjubannya mereka. Kepala desa yang bernama Noboa segera berkata.
"Mari masuk ke balai peristirahatan tuan muda juga rombongan!"
"Maaf jika sambutan kami kurang baik!" Ucap Noboa berusaha bersikap ramah
__ADS_1
"Terima kasih penatua!" Jawab Dragon juga ramah. Kemudian berjalan beriringan dengan kepala desa menuju balai peristirahatan
Karena sudah diberitahu oleh Abarua sebelumnya. Dragon tidak banyak bertanya lagi tentang masalah yang dihadapi oleh penduduk desa. Dia lebih fokus pada rencana menemukan serta menangkap para pembuat rusuh itu
Diperkirakan mereka akan menyambangi desa tersebut pada tengah malam nanti, karena Dragon sudah bisa merasakan akan hal itu
"Persiapkan diri kalian!. Karena musuh yang akan datang ke sini berjumlah banyak."
"Mereka dipersenjatai dengan beberapa senjata otomatis."
"Agar tidak ada jatuh korban, perintahkan seluruh penduduk desa untuk mengungsi di sini, dan bawa benda benda berharga saja."
"Di tiap tiap simpang, akan dijaga oleh 20 sampai 25 orang termasuk para pemuda desa."
"Tangkap serta interogasi, siapa saja yang mencoba untuk masuk selain penduduk desa!"
"Tapi jika penduduk desa itu bersikap mencurigakan, tangkap dan bawa dia ke mari!"
"Khusus untuk orang yang sedang kita cari. tangkap mereka hidup hidup. Tapi jika terpaksa juga, apa boleh buat!"
"Sekarang bergeraklah, dan kerjakan tugas kalian masing masing !" Ucap Dragon memberi perintah
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab 200 pengawalnya, serta 150 penduduk desa bersemangat sekali
Kemudian Berpencar dan menuju kelompoknya masing masing, untuk menuju titik titik penjagaan, seperti yang sudah di tunjukkan pada mereka beberapa jam sebelumnya
Khusus untuk Dragon, walau usianya baru menginjak 11 tahun lebih. Tapi sikap dewasanya sudah kental terasa. Bahasa yang digunakannya pun adalah bahasa yang menggambarkan bukan anak anak lagi. Tapi bahasa orang dewasa
Sikapnya tegas ketika memberi perintah, dan lembut ketika sedang bercengkerama. Dalam situasi serius seperti ini, Dragon tidak mau bersikap main main.
Baginya segala sesuatu itu harus dikerjakan dengan penuh perhitungan, agar tidak timbul kerugian ke depannya
Sama seperti malam ini, dia mengatur sebuah strategi, untuk menjebak orang-orang yang selalu meresahkan penduduk desa tersebut
Tak lupa pula dia memasang formasi ilusi, agar orang-orang yang akan datang ke desa itu menjadi kebingungan, dan mereka mengira, bahwa tempat yang akan mereka tuju itu aman-aman saja
Bukan hanya itu saja, Dragon juga memasang formasi pelindung, agar energi jahat yang digambarkan selalu muncul saat terjadi kejahatan tersebut, tidak bisa memasuki desa
Dan tepat seperti yang diperkirakan, sekitar pukul 11 malam, terlihat ratusan orang mengendap ngendap memasuki desa dari segala arah, dan ada juga yang datang dari arah selatan, dimana tempat itu merupakan hutan lebat, yang jarang sekali dimasuki oleh penduduk desa, karena didalamnya banyak terdapat binatang buas
Diperkirakan jumlah mereka ada sekitar 3 ratus orang. Entah apa maksud mereka menyatroni dua desa tersebut
Mungkin mereka itu perompak, atau satu sindikat spesialis, yang beraksi di desa desa terpencil, agar mudah melarikan diri jika ada petugas jaga
Setelah mereka masuk ke desa itu, mereka merasa kebingungan, karena tempat yang handak mereka tuju, tidak terlihat di depan mata
Tapi malah berubah menjadi sebuah padang rumput yang sangat luas. Melihat itu, ketua kelompok tersebut berkata.
"Benarkah ini desa yang ingin kita tuju?"
__ADS_1
"Tapi kenapa keadaannya berubah seperti ini?"
"Mana rumah serta penduduk desa, yang biasanya akan lari ketakutan ketika kita datang?" Ucap Haraga, ketua kelompok penjahat itu kebingungan