
"Kenapa kakek melamun?. Apakah pinggang kakek sakit lagi?" Tanya Dion khawatir
"Tidak ada apa apa cucuku. cuma teringat masa lalu saja!" Jawab kakeknya berterus terang
"Bisakah kakek menceritakan nya pada Dion?. Siapa tahu bisa sedikit mengurangi kesedihan kakek itu?" Respon Dion cukup bijaksana
"Ceritanya panjang cucuku!. Kalau mau diceritakan semua, satu minggu saja belum tentu habis!" Jawab tuan Birawa mencoba menolak
"Ceritakan yang penting penting saja kek, Dion siap mendengarkannya!" Ucap Dion Legawa
"Baiklah!. Semoga kau tidak bosan mendengarkannya!" Sambut tuan Birawa cepat, lalu memperbaiki posisinya duduknya, di atas sofa empuk yang sedari didudukinya
Setelah memperbaiki posisi duduknya tersebut, tuan Birawa mulai menceritakan kisahnya, dari awal kejadian, dimana saat itu, dia diserang oleh Deden dan anak buahnya sampai masuk rumah ke sakit
Dia juga menceritakan, bagaimana kejam dan sadisnya Deden, saat menyiksa, membunuh juga membakar beberapa orang penduduk desa berikut rumahnya, atas perintah dari juragan Parto
Diantara penduduk desa itu, tujuh diantaranya adalah anak buahnya sendiri, yang berprofesi sebagai pedagang bakso keliling atau mangkal di kota-kota kecil dekat kampung mereka tinggal
Tak lupa pula dia menceritakan, bagaimana puluhan anggota polisi dari kota, datang ke kampung tersebut, atas laporan dari berapa orang warga, bahwa kampung mereka telah diserang, dan puluhan penduduknya telah mati dibunuh oleh anak buah juragan Parto
Atas bukti bukti yang didapatkan, Pemain utama dalam penyerangan tersebut berhasil ditangkap, berikut puluhan anak buahnya
"Begitulah cerita yang menimpa kakek dulu cucuku!" Ucap tuan Birawa menutup ceritanya
"Lalu bagaimana dengan penduduk kampung yang mati terbunuh itu kek?. Apakah nasib mereka berlalu begitu saja?" Tanya Dion penasaran
"Mau diapakan lagi!. Nasi sudah menjadi bubur!"
"Mau dibela pun susah?. Wong mereka sudah mati semua, termasuk keluarganya itu!"
"Paling paling yang penduduk desa bisa lakukan, adalah mengurus jenazah mereka untuk dikebumikan, termasuk kepala kampung mereka yang turut menjadi korban." Jawab tuan Birawa dengan ekspresi sedih
"Tapi setidaknya, ada ganti rugi buat ahli waris, dari harta rampasan juragan kejam itu!" Bantah Dion geram
"Memang ada sih!. Tapi jumlahnya tidak seberapa, karena penduduk desa yang terlanjur marah, langsung membakar rumah juragan Parto, setelah tahu dia pelaku pembunuhan itu."
"Tidak banyak harta yang bisa di selamatkan, termasuk jutaan uang kontan serta perhiasan."
"Semuanya habis dan hangus terbakar." Jawab tuan Birawa apa adanya
"Sayang sekali!. Jika itu terjadi sekarang!. Jangan harap mereka akan berlaku sewenang wenang begitu!"
"Anak buah kita, pasti akan bertindak cepat, dan menghabisi mereka tanpa sisa!" Respon Dion dengan ekspresi geram
"Yah sudahlah!. Masalah itupun sudah terjadi puluhan tahun yang lalu. Dan para pelakunya sudah mendapatkan ganjaran semua!" Jawab tuan Birawa cukup legawa
"Lalu apa yang kakek rasakan pada pinggang kakek itu?" Tanya Dion mengalihkan pembicaraan
"Kadang sehat kadang sakit, tergantung dari banyak atau tidaknya gerak yang kakek lakukan." Jawab tuan Birawa apa adanya
"Dion akan panggil dokter yang menangani kakek pagi tadi."
__ADS_1
"Siapa tahu dia mempunyai solusi bagus." Ucap Dion cepat
"Tidak perlu!. Karena dia juga tidak punya solusinya, kecuali dilakukan operasi!" Bantah tuan Birawa tegas
"Malah dia menyarankan, agar melibatkan Pai Zu Xian, untuk mengobati kakek, dengan ramuannya yang sangat manjur dan mujarab itu."
"Tapi sayangnya, dia dan muridnya, saat ini sedang tidak ada di kota emas kita."
"Maka terpaksalah kakek berurusan dengan para dokter itu, untuk mencari solusinya."
Tapi sekali lagi sayang!. Dokter cuma menyarankan, agar kakek melakukan operasi di sekitar pinggang dan panggul. dan itu tidak kakek setujui."
"Terus!"
"Ya, kakek putuskan menunggu Pai Zu Xian dan Govin pulang, baru meminta mereka mengobati penyakit kakek itu, sama seperti dulu."
"Memang pada kemana mereka berdua, kenapa Dion tidak tahu?" Respon Dion keheranan
"Mereka pergi ke pulau K, untuk mencari bahan bahan obat di pedalaman hutannya."
"Tapi mereka tidak pergi sendiri. Mereka ditemani oleh seratus pengawal kita, dengan dua orang komandan elit." Jawab tuan Birawa berterus terang
"Tapi setidaknya, mereka melaporkannya pada ku kek!. Tapi ini malah pergi begitu saja!" Ucap Dion berniat protes
"Bagaimana mau melapor, kalau kau saja tidak ada di dalam kota?" Jawab tuan Birawa apa adanya. Kemudian berkata lagi
"Apa kau sudah lupa, kalau pagi semalam sampai menjelang petang hari ini, kau pergi bersama Ivory untuk menjenguk anakmu itu, setelah mengantarkan Tiger juga Maya kembali ke kota teluk Berlian ?" Tanya tuan Birawa mencoba mengingatkan Dion
"Karena kau tidak ada. maka mereka menghadap kakek, dan meminta izin untuk pergi mencari berbagai macam bahan obat obatan, di berbagai pulau, yang terkenal banyak bahan herbal nya."
"Begitu kan Iron?" Tanya tuan Birawa tiba tiba
"Benar tuan senior, tuan besar!" Jawab Iron cepat
"Selain itu!. perlu kau tahu juga!. Mereka berangkat pagi tadi dengan menaiki pesawat terbang milik kita."
"Rencananya mereka di sana selama setengah bulan." Ucap tuan Birawa menjelaskan
"Apakah sudah cukup jelas penjelasan kakek cucuku?" Tanya tuan Birawa penuh penekanan
"Sangat jelas kek!, dan Dion sudah memahami semuanya." jawab Dion cepat, dan menjadi tidak enak hati pada kakeknya tersebut
"Bagus itu baru pemimpin cerdas!" Respon tuan Birawa senang, dengan memuji cucunya tersebut apa adanya
"Siap kek!" Jawab Dion mulai tenang
"Tapi kau tidak usah khawatir!. Penyakit kakek ini, tidak terlalu membahayakan nyawa kakek, karena Pai Zu Xian telah meninggalkan obatnya, dalam bentuk kapsul untuk satu bulan."
"Jika kakek rutin mengkonsumsinya, sakit pinggang kakek ini bisa sembuh dengan sendirinya."
"Jadi tidak perlu dilakukan operasi, dan ini masalah kecil bagi Pai Zu Xian!" Ucap tuan Birawa lega, berusaha menenangkan Kekhawatiran dari cucunya tersebut
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu!. Dion kira penyakit kakek terlalu serius, sampai harus berurusan dengan ahli tulang segala!" Respon Dion juga senang
"Kakek hanya ingin memastikan saja, Apakah penyakit kaki dan pinggang ini serius atau tidak!" Jawab tuan Birawa tegas
"Apa kata dokter ketika memeriksa kakek tadi?" Tanya Dion ingin tahu lagi
"Ya seperti apa yang telah kakek ceritakan padamu barusan!" Jawabnya cepat
"Oh ya!. Kalau begitu Dion mengerti."
"Tapi Dion berharap, kakek harus rutin meminum ramuan obat tersebut, agar penyakit kakek tidak bertambah parah!" Ucap Dion mencoba mengingatkan kakeknya tersebut
"Untuk masalah itu kau jangan khawatir!"
"Selagi masih ada Iron dan anak buahnya, kakek tidak akan lupa untuk meminum obat tersebut!" Jawab tuan Birawa enteng. Kemudian berdiri dari atas sofa, untuk masuk ke kamarnya
"Paman iron!. Aku ingin paman terus ingatkan kakek ku itu, agar rutin meminum obat!"
"Katakan juga pada anak buah paman, agar terus menjaga kakek, agar tidak kenapa kenapa!" Perintah tegas Dion pada Iron, yang dari tadi selalu setia mendampingi tuannya
"Siap tuan besar!. Tidak di ingatkan pun, paman pasti akan menjaga tuan senior dimana pun dia berada!" Jawab Iron cepat
"Baguslah kalau begitu!. Aku lega mendengarnya." Respon Dion senang
"Oh ya!. Ngomong ngomong dua orang komandan yang mendampingi dewa obat dan dewa medis itu siapa?" Tanya Dion ingin tahu
"Bumi dan Eric!. termasuk juga Rudolf" Jawab Iron cepat
"Kenapa harus mereka?. Bukankan bumi masih terbilang pengantin baru?"
"Eric juga mempunyai seorang anak kecil, yang tentu saja istrinya butuh teman untuk menjaganya?" Tanya Dion keheranan
"Mereka sendiri yang menawarkan diri untuk mendampingi Dewa obat dan Govin, untuk pergi ke pulau tersebut."
"Tentang masalah istri dan anak Eric, tuan besar tidak perlu khawatir. Sudah ada beberapa orang asisten rumah tangga, yang mengurus itu semua."
"Tentang masalah pengantin baru bumi dan istrinya itu, tuan besar juga jangan terlalu khawatir!"
"Kebetulan Nirmala istrinya bumi, saat ini sedang ditugaskan oleh Nona Emily, untuk mendampinginya mengunjungi beberapa perusahaan yang ada di kota J dan T"
"Oleh karena itu, Bumi dengan senang hati menawarkan diri, untuk menemani Dewa obat ke pulau K tersebut." Jawab Iron apa adanya
"Ternyata begitu!" Respon Dion singkat
"Baiklah paman Iron!. Paman boleh kembali ke rumah untuk istirahat!"
"Besok pagi, aku berencana mengajak paman untuk pergi ke suatu tempat "
"Masalah pengamanan kakek ku, serahkan saja pada pengawal yang lain untuk menjaganya!" Ucap Dion tegas, dalam memberi perintah pada anak buahnya
"Baik tuan besar!." Jawab Iron patuh. Kemudian meminta izin untuk undur diri dari hadapan Dion, untuk kembali ke rumahnya
__ADS_1