Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Berterima kasih


__ADS_3

"Ketua!" Teriak Robin panik, ketika melihat Iron terbaring bersimbah darah dilantai


Dengan gerakan cepat, Robin membalikkan tubuh Iron, untuk melihat apakah luka tembak tadi mengenai organ vitalnya atau tidak


Kemudian memeriksa nadi Iron dengan teliti. untuk memastikan, apakah Iron masih hidup atau sudah mati


"Syukurlah dia masih hidup!" Ucap Robin lega


"Aku harus cepat membawanya ke rumah sakit, agar ketua mendapatkan pertolongan." Ucap Robin lirih. Kemudian mengambil handphonenya untuk menghubungi Hans atau Leon


Tapi sebelum dia sempat mengambil handphonenya itu, Hans dan Leon sudah datang duluan. Sedangkan Bram sendiri tidak kelihatan batang hidungnya


Begitu melihat Iron, Hans dan Leon juga panik, ketika melihat tubuh ketuanya bersimbah darah seperti itu. dan sepertinya sudah mati


"Bagaimana keadaan ketua? Apakah dia masih hidup?" Tanya Hans khawatir


"Kau tenang saja!. Ketua masih hidup. Cepat bawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan!" Perintah Robin tegas


"Baik!" Jawab Hans cepat, kemudian mengangkat tubuh Iron untuk dibawanya ke rumah sakit


"Permisi. Siapa orang itu tadi, dan siapa kalian?" Tanya Birawa sambil menahan sakit di bahunya itu


"Oh maaf, kalau kami sampai melupakan keberadaan anda disini." Reaksi Robin terkejut. kemudian mengedarkan pandangannya ke lantai, dimana dua orang pengawal Birawa saat ini telah mati


"Apakah kedua orang ini pengawal tuan?" Tanya Robin penasaran. dan tidak langsung menjawab pertanyaan Birawa tadi, yang menanyakan siapa mereka


"Benar!. Mereka pengawalku. keduanya mati ditembak oleh orang itu tadi, karena membela ku melindungi anak ini." Jawab Birawa apa adanya


"Arya!. Bagaimana sampai paman melupakan keberadaan mu. Syukurlah kau selamat!" Ucap Robin baru tersadar dari rasa paniknya itu


"Paman!. Tuan ini tadi ditembak oleh orang itu, dan Arya lihat bahunya berdarah. Coba paman lihat itu." Ucap Arya sambil menunjuk bahu Birawa yang terluka serta berdarah tersebut


"Benarkah?" Reaksi Robin terkejut. Kemudian meminta izin untuk memeriksa luka tembak yang ada di bahu Birawa itu


"Apa tidak sebaiknya tuan pergi ke rumah sakit?. Kalau tuan mau, saya bisa mengantarkan tuan ke sana." Ucapnya menawarkan diri


"Tidak terima kasih!" Jawab Birawa senang


"Kami sangat berterima kasih pada anda, karena telah menyelamatkan anak ini." Ucap Robin sambil sekali lagi melihat luka kecil di bahu Birawa itu, kemudian berkata lagi


"Kalau tidak ada anda, kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak ketua kami ini." Ucap Robin sambil menangkupkan kedua tangannya di dada


"Justru akulah yang harus berterima kasih pada ketua kalian itu. Kalau dia tidak nekat menjadikan tubuhnya sebagai tameng, mungkin saat ini aku sudah mati!" Jawab Birawa apa adanya


"Jadi ketua kami tertembak karena telah melindungi anda. Begitu?" Reaksi Robin terkejut


"Benar!. Awalnya aku ingin melindungi anak ini, hingga bahu ku tertembak. Mungkin ketika orang itu ingin menembak ku lagi. Ketua kalian itu datang, dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng, untuk melindungi kami berdua." Jawab Birawa berterus terang


"Ternyata begitu." Guman Robin lirih


"Lalu siapa anda?, dan kenapa anda bisa terlibat dalam masalah ini?" Tanya Robin penasaran

__ADS_1


"Awalnya aku tidak tahu kalau telah terjadi di perkelahian di luar. Anak ini tiba tiba saja datang, dan masuk ke ruangan ku. Dari dialah aku tahu, bahwa ayahnya sedang bertarung di luar."


"Ketika aku ingin mengeceknya, datang ke empat orang itu, dan langsung memprovokasi kami. Dia menginginkan anak ini. tapi aku menghalanginya. Karena marah dia menembak kedua pengawalku itu, dan berusaha menembak anak ini juga. Jadi aku menghalanginya. dan selanjutnya anda tahu sendiri." Jawab Birawa apa adanya sambil mengambil nafas lega


"Oh ya hampir lupa!. Aku Mahesa Birawa, pemilik perusahaan Bhirawa Group di kota J itu!" Ucap Birawa menjelaskan siapa dirinya


"Oh maaf kalau sampai saya tidak mengenali anda. Hanya dengar namanya saja, tapi tidak mengetahui wajah anda yang sebenarnya." Reaksi Robin tidak enak hati. Kemudian memberi usul lagi agar Birawa mengobati lukanya tersebut


"Apa tidak sebaiknya Anda mengobati luka anda itu? Karena darah anda semakin banyak keluar." Ucap Robin sopan


"Oh tidak perlu!. Hanya luka ringan. Kebetulan hanya terserempet saja di bahu atas. dan lukanya tidak begitu membahayakan!" Jawab Birawa enteng, kemudian melanjutkan perkataannya


"Kalau boleh tahu, siapa kalian ini, dan kenapa sampai kalian terlibat dalam masalah sebesar itu?" Tanya Birawa penasaran, dan sekali lagi bertanya tentang itu


"Untuk masalah tersebut, nanti saja kami jawab. karena kami mau memeriksa anak buah dulu, dan memastikan ketua kami selamat." Jawab Robin cukup diplomatis


"Baiklah kalau begitu. Aku permisi dulu, karena ingin menghubungi orang orang ku di kota ini." Ucap Birawa mengalah


***


Sementara itu. Perselisihan dan pertarungan yang terjadi di luar telah usai, dengan pihak Iron keluar sebagai pemenangnya


Puluhan anak buah Braga, mati tertembak atau tertusuk, bahkan ada yang terkena pukulan. Dan semua mayat kawan kawannya itu, mereka angkut untuk dibawa pulang


Braga yang mengalami luka tembak dan tusukan di perutnya itu, juga sudah dibawa oleh anak buahnya. Dan saat ini, tidak diketahui kondisinya. Apakah sudah mati atau masih hidup


Sedangkan di pihak Iron, yang keluar sebagai pemenang, keadaannya juga sama. Banyak anggotanya yang mati atau terluka, tapi keberadaan Bram tidak diketahui rimbanya, Mungkin dibawa oleh orang orangnya Braga itu


Untunglah lokasi gedung KTV tersebut cukup jauh dari pemukiman penduduk, jadi ketika terjadi perkelahian itu, tidak ada yang mendengar, atau melihat kejadian tersebut


Keesokan harinya, Birawa beserta puluhan pengawalnya itu, mendatangi gedung tersebut, untuk menanyakan kondisi Iron


Untunglah ketika Birawa datang, Robin ada di tempat itu, sehingga tidak timbul salah paham antara mereka


Tak lama kemudian, Birawa dan Robin, beserta seluruh pengawalnya itu, pergi ke rumah sakit, tempat dimana Iron sedang dirawat


Tapi keanehan segera terjadi, di di seluruh ruangan dokter dan perawat yang ada di rumah sakit tersebut


Entah siapa yang memberitahu direktur rumah sakit itu, bahwa pemiliknya akan datang ke tempat itu, dan waktunya tidak lama lagi


"Ada apa tuan besar datang ke rumah sakit ini?. Apakah ada seseorang yang telah membuat kesalahan?" Tanya direktur rumah sakit tersebut dengan ekspresi khawatir


"Aku juga tidak tahu!. Sebaiknya kita pergi ke depan, untuk menyambut kedatangannya."


"Jangan sampai tuan besar marah!" Ucap wakil direktur rumah sakit tersebut juga khawatir


Tapi sebelum para petinggi rumah sakit tersebut datang, Birawa sudah sampai duluan ditempat itu


Sekuriti, perawat, semua dokter umum dan karyawan lainnya itu, sudah berada di depan rumah sakit, seperti sedang menyambut kedatangan pemilik rumah sakit itu


Satu menit kemudian, direktur, wakil direktur dan petinggi lainnya pun tiba. Segera setelah itu menyapa Birawa dengan sikap sopan

__ADS_1


"Selamat datang tuan besar!" Ucap mereka serempak, sambil membungkuk kearah Birawa, diikuti oleh seluruh karyawan yang ada didepan rumah sakit itu


"Sudah!. Jangan basa basi lagi!"


"Katakan!. Dimana orang yang tadi malam dibawa kesini, kalian tempatkan?" Tanya Birawa tegas


"Siapa orang yang tuan maksudkan itu?" Ucap direktur rumah sakit tersebut keheranan


"Iron!, orang yang tertembak diperutnya tadi malam!" Jawab Birawa kesal


Direktur, wakil direktur dan dokter dokter lain, termasuk dokter spesialis, hanya saling berpandang pandangan, karena mereka tidak mengetahui, siapa orang yang dimaksudkan oleh Birawa itu


Kesal karena tidak mendapat jawaban yang diinginkan, Birawa menjadi marah, kemudian membentak direktur rumah sakit itu dengan kasar


"Apa kerjamu!. Jika pasien gawat seperti itu saja kalian tidak tahu. Apakah kalian tidak mempunyai mekanisme, jadwal atau rencana medis, untuk menangani pasien yang mendapatkan kecelakaan seperti itu!" Ucap Birawa dengan ekspresi marah


"Maafkan kami tuan besar, jika kami lalai. Sungguh kami tidak tahu, siapa orang yang tuan maksud kan itu." Jawab direktur itu ketakutan


"Cepat panggil semua petugas medis kesini.Jika dalam tiga menit tidak ada laporan. Kalian semua aku pecat!" Reaksi birawa semakin marah


"Hah! hah ! hah!" Bunyi tarikan nafas lelah seorang perawat, yang datang secara tergopoh gopoh itu, kemudian berdiri di belakang direktur rumah sakit tersebut, Lalu berkata


"Maaf direktur!. Orang itu ada diruang Bougenville!" Ucap seorang perawat sambil berbisik bisik


"Tu..tu tuan besar!. Pasien yang datang malam tadi ada di ruang Bougenville." Ucap direktur itu gugup


"Apa!. Kenapa kalian tempatkan dia disitu. Cepat pindahkan dia ke ruang perawatan President Suite terbaik kita. Sekarang!" Perintah Birawa tegas


"Dan jangan lupa tempatkan juga dokter ahli yang berjaga selama 24 jam secara bergantian!"


"Jika orang itu mati, maka kalian semua akan aku pecat!" Perintah tuan Birawa dengan ekspresi marah


"Ba..ba.baik tuan besar!" Jawab semua tenaga medis serempak


Mereka takut jika orang tersebut tidak bisa diselamatkan, maka resikonya bakal kehilangan pekerjaan, dan mungkin rumah sakit tersebut akan ditutup, atau dicarikan tenaga medis baru


Memikirkan hal itu. Semua tenaga medis berlomba lomba untuk mengerjakan perintah dari pemilik rumah sakit tersebut, termasuk juga direktur dan wakil direktur utamanya


Tidak ada yang tidak mungkin bagi Birawa untuk berbuat seperti itu. Jika mereka berani melalaikan perintahnya, maka bersiaplah untuk dipecat


"Tidak aku sangka, ternyata orang yang dilindungi oleh ketua, adalah pemilik rumah sakit ini. dan kuasanya sangat mengerikan sekali!" Ucap Robin bergidik dalam hati


"Untung malam tadi aku tidak bersikap arogan terhadapnya. Hanya dengan menjentikkan jarinya saja, maka kami semua akan mati!" Batin Robin tambah ketakutan


"Maafkan atas kelalaian pelayanan rumah sakit ini saudara..." Ucap Birawa terputus


"Robin, nama saya Robin tuan!" Jawab Robin cepat


"Ya saudara Robin. Mudah mudahan dengan dipindahkannya ketua kalian itu, kalian bisa memaafkan kami!" Ucap Birawa merendah


"Tidak tuan!. Apa yang sudah tuan lakukan tadi, sudah sangat luar biasa bagi kami. Bahkan mimpi saja tidak, kalau ketua kami itu akan mendapat pelayanan istimewa, bahkan di ruang VIP kelas utama pula "

__ADS_1


"Untuk itu, kami atas nama Iron, ketua kami, mengucapkan terima kasih atas kesigapan tuan dalam penanganan dan pelayanan terhadap ketua kami itu." Balas Robin dengan ekspresi kagum


__ADS_2