
Dan sesudah itu, Boom!
Seluruh kamera CCTV yang ada di situ meledak, dan mengagetkan semua orang yang ada di ruangan tersebut, termasuk yang sedang melihat layar televisi, atau layar monitor besar, dan menonton siaran langsung yang dipancarkan oleh kamera CCTV itu
Tak lama kemudian, terdengar sebuah suara yang cukup tegas." Tugas kita di tempat ini sudah selesai!"
"Mari kita kembali ke hotel untuk istirahat!"
"Besok atau lusa kita sambangi markas Ronin, dan membuat perhitungan dengan nya!" Perintah Dragon pada ratusan anak buahnya itu cukup melegakan
"Baik!" Respon anak buahnya serempak, dan ...
Wus!
Sama seperti waktu mereka datang. Sekarang pun sama. Seluruh anak buahnya menghilang dan kembali ke hotel tempat mereka menginap untuk istirahat
***
Ditempat lain dalam waktu yang sama, saat kamera CCTV meledak itu
Ronin dan Angkara serta beberapa operator yang sedang memantau jalannya kejadian di arena pertandingan, terdorong beberapa langkah ke belakang, dan jatuh dari atas kursi mereka. Pingsan!
Sedangkan layar monitor serta beberapa komputer besar milik mereka meledak, dan hanya menyisakan puing puingnya saja
Satu setengah menit kemudian mereka terbangun, dan sudah tidak ingat apa apa lagi
"Apa yang terjadi?. Kenapa komputer komputer bisa itu meledak. Dan kenapa kita terbaring di lantai?" Tanya Ronin pada Angkara dengan ekspresi bingung
"Aku juga tidak tahu kak!. Tiba tiba saja kita dalam keadaan seperti ini!" Jawab Angkara apa adanya
"Apakah ada yang tahu kenapa kita bisa begini?" Tanya Ronin pada lima operatornya
"Kami juga tidak tahu pemimpin!" Jawab mereka serempak
"Aneh!" Reaksi Ronin penasaran
"Ayo kita keluar!, dan memeriksa keadaan sekitar, siapa tahu ada petunjuk di luaran sana!" Ucap Ronin pada adik seperguruannya itu
"Tapi ini sudah cukup larut kak!. Tak baik buat kesehatan kita!" Bantah Angkara mengingatkan
"Kau benar!. Kalau begitu kita istirahat saja!"
"Pikiran ku juga sedang kacau!" Respon Ronin kembali tersadar. Kemudian berjalan keluar dari ruang operator tersebut dan ingin tidur lagi
Tapi sebelum sampai di pintu ruangan, dia berkata pada anak buahnya
"Bersihkan puing puing komputer itu, dan ganti dengan yang baru!" Perintahnya pada anak buahnya itu cukup tegas
"Siap pemimpin!" Jawab mereka serempak serta patuh. Walau dalam hati mereka menggerutu, karena komputer yang meledak itu berisi data data organisasi, dan tidak mudah untuk mengganti dengan perangkat baru
Mereka bingung, bagaimana caranya untuk mengembalikan data data tersebut. sedangkan hard disk nya juga ikut meledak
Dalam kebingungan itu, mereka tetap melaksanakan perintah dari ketua nya tersebut. Dan satu jam kemudian, semua pekerjaan itu telah selesai dilakukan
"Lalu apa yang harus kita lakukan lagi ketua!"
"Apakah kita harus tidur di sini?" Tanya salah seorang operator pada seniornya
"Untuk malam ini, kita keluar dulu dari sini, dan besok baru melanjutkan pekerjaan!" Jawab orang yang dipanggil ketua itu memberi solusi
"Baik ketua!" Jawab empat anak buahnya patuh. Kemudian sama sama meninggalkan ruang operator tersebut, yang masih harus di rapikan lagi oleh mereka
***
Keesokan harinya, atau tepatnya pukul 7 pagi waktu indonesia, dan pukul 6 pagi waktu Amerika, tapi di hari berbeda, kehebohan besar segera terjadi, di seluruh markas organisasi milik Leopard itu. Terutama di markas yang diketuai oleh Ronin serta Angkara
Pagi itu, seluruh pemimpin organisasi yang tersebar di delapan negara berbeda. Telah mendapatkan pesan sangat penting, dimana dalam pesan itu Tejamaya mengatakan, bahwa organisasi yang didirikan oleh anaknya itu, telah menyatakan tunduk pada Birawa Group dan penguasanya
Kepada seluruh pemimpin organisasi diingatkan, agar tidak mencari masalah dengan Birawa group dan orang orangnya
Bagi siapa yang melanggar ketentuan itu, maka Tejamaya dan Leopard sendiri yang akan membuat perhitungan dengan ketua organisasi cabang tersebut
Jadi kepada mereka juga orangnya dipesankan, agar mematuhi perintah itu, dan tidak boleh membantah apalagi bertanya
Kepada mereka juga diberitahukan, bahwa pemimpin utama satu telah meninggal dunia, di tangan orang yang jauh lebih kuat darinya, tapi tidak disebutkan siapa yang telah membunuhnya
Mendapatkan peringatan, pemberitahuan sekaligus perintah seperti itu, apalagi disampaikan oleh pemimpin utama dua organisasi, membuat Ronin dan Angkara jadi bertanya tanya. Ada apa gerangan di tubuh organisasi yang dipimpin oleh Tohpati juga murid-murid lainnya itu
Tapi pertanyaan mereka tidak terjawab, dan mereka pun tidak bisa mengingat lagi, apa yang telah terjadi baru baru ini
Mereka berdua memang benar benar lupa, apa yang telah terjadi di sekitar mereka. Padahal pada malam harinya, mereka terus memantau jalannya pertarungan dan kejadian apapun yang terjadi di arena pertarungan miliknya tersebut
Tapi karena ingatannya telah dihapus oleh Dragon, maka mereka jadi tidak ingat apa-apa lagi. Yang mereka tahu adalah, organisasinya serta anak buahnya masih tetap baik baik saja
__ADS_1
"Ada apa pemimpin organisasi berkata seperti itu pada kita ya?"
"Apakah ada kejadian serius, hingga memaksa pemimpin utama dua memberi instruksi seperti itu pada kita?" Tanya Ronin penasaran
"Mungkin ada sesuatu yang terjadi di sana tanpa sepengetahuan kita?" Jawab Angkara menebak saja
"Baru seminggu lalu kita pulang dari sana!"
"Kondisinya baik baik saja. Tidak ada tanda tanda bakal di serang!" Respon Ronin protes
"Entahlah!. Aku juga tidak tahu permasalahannya."
"Yang penting sekarang kita patuhi saja perintah itu, dan jangan pernah lagi membuat masalah dengan orang yang disebutkan itu!" Jawab Angkara dengan sikap pasrah
"Terlambat orang tua!"
"Hari ini adalah hari kematian kalian!"
"Karena kalian telah cukup banyak menyusahkan kami juga orang orang kami!" Ucap seseorang yang tiba tiba datang dan muncul dihadapan keduanya, yang ternyata adalah Dragon dan dua anak buahnya
"Siapa kau anak muda?. Bagaimana kau bisa masuk di rumah ku ini?" Tanya Ronin merasa penasaran
"Apa kabar paman Ronin dan juga kau Angkara?"
"Apakah kalian berdua masih mengenali kami?" Jawab seseorang yang ada di belakang pemuda tersebut dingin, dan cukup membuat Ronin dan Angkara jadi terkejut
"Abhicandra dan kau Adiwilaga?" Reaksi Ronin penasaran
"Benar sekali paman guru!. Kiranya sudah lama kita tidak bertemu!"
"Ternyata kalian berdua sembunyi di sini!" Jawab Adiwilaga santai saja
"Dasar murid kurang ajar!"
"Berani sekali kalian memprovokasi guru mu ini?" Sambut Ronin marah
"Kalian berdua bukan guru ku!. Tapi saudara seperguruan dari guru asli ku!"
"Kalian tidak pernah menurunkan ilmu apapun pada kami!. Tapi malah memusuhi kami selama bertahun-tahun!"
"Sifat kalian yang seperti itu, bahkan sering membohongi kakek guru. Telah melunturkan rasa hormat ku pada kalian!"
"Jadi jangan sebut kami ini murid kalian lagi?" Jawab Adiwilaga cukup mengena sekali
Dalam sekejap saja aura cukup pekat dan kuat muncul dari tubuh Angkara, lalu mengelilinginya
Setelah dirasa cukup, aura tersebut dilontarkan ke arah Adiwilaga dengan niat ingin membunuhnya
Tapi siapa sangka, aura yang sangat pekat itu hilang begitu saja, saat jaraknya sudah cukup dekat dengan sasarannya
Dragon yang berada di depan Adiwilaga dan Abhicandra dengan mudahnya membuat serangan itu menghilang dan sirna ditiup angin
Kejadian tersebut tentu saja membuat si pembuat aura menjadi terkejut
Belum pernah ada yang mampu menangkis serangan kuat itu, apalagi menghancurkannya
Baru kali ini terjadi, dan itu dilakukan oleh seorang pemuda, yang menurutnya tidak punya kekuatan apa apa
Tapi kenyataan ada di depan mata. Tanpa bergerak sedikitpun, serangan yang dilancarkannya hancur dan tidak mengenai sasaran
"Siapa kau anak muda?. Kenapa bisa menghalau serangan kuat ku itu?" Tanya Angkara penasaran
"Apakah kau mengenal aura ini orang tua?" Jawab Dragon cuek saja. Kemudian merilis sedikit kekuatannya, dan di arahkan pada Angkara
Wus!
Swing!
Blam!
"Hugh!"
Tubuh Angkara terdorong dua langkah ke belakang, akibat terkena serangan lemah dari Dragon, tapi tidak sampai roboh
Cuma dadanya nya saja yang sesak, dan nafasnya memburu tidak karuan
"Ka ka kau?" Reaksi Angkara ketakutan
"Ada apa Angkara, apakah kau kenal dia?" Tanya Ronin penasaran
"Kakak!. Dia anak yang pernah mengalahkan kita beberapa hari lalu!"
"Dia murid Gentala, anak yang telah mengalahkan orang orang kita!" Jawab Angkara berterus terang
__ADS_1
"Tidak mungkin!. Yang kita lihat dulu, anak tersebut masih kecil!. tapi orang itu sudah dewasa!" Respon Ronin tidak percaya
"Kalian boleh tidak mengenali ku orang tua!. Tapi akulah anak itu!"
"Lihatlah baik baik!"
Bush!
Tiba tiba saja tubuh Dragon kembali seperti sediakala. Berpenampilan anak kecil, tapi punya kharisma yang sangat luar biasa dan mendominasi sekali
"Ternyata ilmu kalian belum mampu menembus formasi ilusi yang aku pasang!"
"Sejak dari awal aku tidak berubah. Hanya pandangan kalian saja yang dihalangi oleh ilusi!"
"Percuma berumur panjang!. Percuma menuntut ilmu kesaktian berbagai aliran. Kalau menembus formasi lemah seperti itu saja tidak bisa kalian tidak bisa!" Ucap Dragon cukup menusuk sekali. Kemudian berkata lagi
"Bukan hanya kalian saja yang mengalami hal tersebut. Tejamaya dan Leopard serta anak sombongnya itu pun tidak mampu mengenali penampilan ku tadi!"
"Kalian benar benar murid perguruan yang tidak berguna!" Ucapnya lagi
"Ja ja jadi?"
"Ya!. Mereka berdua telah menyerah padaku!, dan ilmu mereka sudah aku cabut termasuk ilmu anaknya itu!"
"Perintah apa yang kalian dapatkan itu bermula dari ku!"
"Akulah yang menyuruh mereka untuk memberitahukan masalah itu pada kalian!"
"Agar kalian tidak coba coba lagi merongrong Birawa Group juga orang orangnya!"
"Jika setelah diperingatkan seperti itu masih ada yang berani memusuhi ku juga orang orang ku .Maka bersiaplah untuk dihancurkan!"
"Tapi khusus untuk kalian berdua!. Ketahuilah oleh kalian, dan ini sudah ku beritahu pada Tejamaya dan Leopard di sana."
"Aku datang ke sini karena ingin menangkap mu. dan menghancurkan organisasi mu di Thailand ini, karena telah berani mengganggu ku, ayah juga kakek ku di sana!" Ucapnya lagi
"Hahahaha!. Jangan mimpi anak kecil!"
"Walaupun kau kuat dan mampu mengalahkan ketua kami!.Tapi jangan berharap itu bisa kau lakukan di sini!"
"Kau sekarang sedang berada di markas ku, dengan ribuan pengawal yang kuat kuat !"
"Sedangkan kalian cuma bertiga!"
"Sekuat apapun kalian!, tidak akan mampu melawan ribuan pengawal ku di luar sana!" Respon Ronin yakin sekali, dan sangat percaya diri
"Begitu kah?" Jawab Dragon sinis. Kemudian membuka tabir ilusi yang melingkupi markas tersebut. Dan memperlihatkan kondisi yang sebenarnya
"Tidak mungkin!. Bagaimana kalian bisa mengalahkan ribuan anak buah ku itu?. Padahal kalian hanya bertiga?" Reaksi Ronin tidak terima serta tidak percaya
"Kau lihatlah orang tua!"
"Itu anak buah ku!. mereka sedang berpesta, atas tubuh tubuh anak buah mu yang masih tersisa!" Jawab Dragon apa adanya
"Kurang ajar!. Kalau hari ini kau tidak mati ditangan ku !. Jangan panggil aku Ronin, ninja yang terbuang!" Ucapnya benar benar marah
Sedetik kemudian, dia merilis kekuatannya untuk mencelakai Dragon dan dua anak buahnya itu
Saat Ronin seperti itu, Angkara juga tidak mau ketinggalan. Dia juga merilis kekuatan level tertingginya, untuk membantu kakak seperguruan tersebut melawan kekuatan Dragon, Adiwilaga serta Abhicandra
Tapi reaksi Dragon biasa-biasa saja. Dengan senyum sinis dia berkata kepada Abhicandra
"Draco serahkan orang itu pada kakek berdua!"
"Hadapi dengan kekuatan penuh, dan jangan sampai kalah!"
"Draco yakin kalian berdua bisa mengalahkannya!" Ucapnya tegas
"Baik tuan muda!" Jawab keduanya patuh, kemudian merilis kekuatan yang sama. Untuk melawan aura kekuatan yang dipancarkan oleh musuh musuhnya itu
Drift! Drift!
Dret! Dret!
Bunyi aura kekuatan yang terpancar dari tubuh keempat orang itu, mendominasi ruangan yang cukup luas tersebut
Jika dilihat dari jauh, maka tubuh tubuh mereka bercahaya. Aura kekuatan yang dipancarkan oleh Adiwilaga berwarna biru. Sedangkan Abhicandra memancarkan aura berwarna kuning terang
Sementara itu. Tubuh Ronin serta Angkara juga demikian. Masing-masing mengeluarkan aura berwarna merah dan hitam, pertanda mereka telah menerapkan ilmu sihir tertingginya
Melihat pemandangan itu, Dragon hanya tersenyum saja. dan tidak berniat untuk ikut campur. Dia meyakini bahwa Adiwilaga dan Abhicandra, mampu mengimbangi kekuatan dari paman gurunya tersebut.
Tak lama kemudian, terjadi pemandangan yang sangat luar biasa. Dimana 4 orang itu melontarkan aura kekuatannya ke arah lawannya masing masing. dan yang terjadi pasti sangat mengerikan sekali
__ADS_1