
Sementara itu di sebuah desa yang cukup terisolir. Dion dan rombongannya telah sampai ke sana, dan sekarang sedang berbincang bincang dengan Gentala, gurunya tersebut
Dihadapan mereka, juga duduk lusinan guru guru, serta ratusan murid murid perguruan yang sedang mendengarkan arahan dari Gentala, guru besar di perguruan tersebut
"Pertama yang harus saya ucapkan adalah. selamat datang pada rombongan tuan Birawa, terutama pada calon pewaris perguruan, serta pewaris wahyu taqwa, ilmu tertinggi di perguruan ini."
"Kedua yang perlu juga kami sampaikan adalah, rasa terima kasih kami pada tuan semua orang orangnya, yaitu Dion Mahesa Birawa, yang merupakan pemilik Birawa Group, sekaligus murid pertamaku."
"Karena kehadirannya telah membawa perubahan besar pada perguruan kita."
"Tempat yang semula usang dan terlihat kumuh, kini telah berubah menjadi satu tempat yang sangat bagus dan baru walaupun belum selesai seluruhnya."
"Dengan adanya ini semua, kedepannya kita berharap, agar perguruan ini semakin di kenal oleh masyarakat, bahkan jika perlu oleh dunia!" Ucap Gentala panjang lebar dan penuh semangat
"Sebagai murid pertama ku. tentu saja kalian yang ada di perguruan ini, harus menghormati kakak pertama kalian, termasuk juga guru guru yang ada di sini!" Ucapnya kemudian
"Aku ingin tahu seberapa hebat orang yang di panggil Dion itu!"
"Sudah terlalu muak aku mendengar pujian yang di alamat kan padanya!"
"Setelah ini, aku akan menantangnya secara terbuka. JIka dia menang, maka aku akan mengakui bahwa dia memang pantas menyandang gelar kakak pertama, sekaligus pendekar kuat!'
"Tapi jika dia kalah! maka dia berikut orang orangnya harus hengkang dari tempat ini, karena dengan kehadiran mereka, niat ku untuk menguasai perguruan ini bisa gagal!"
"Kau tunggulah Dion!. Aku akan membungkam mulut besar mu itu, juga menghajar mu!" Ucap seorang murid utama, sekaligus guru muda di perguruan tersebut yang bernama Danu, dengan ekspresi penuh kebencian, tapi hanya di dengarnya sendiri
"Sekarang mari kita dengarkan, apa yang akan di sampaikan oleh senior kalian ini!. Silakan Dion!" Ucap Gentala cepat, sekaligus perintah tegas buat Dion
Tanpa membuang waktu lagi, Dion mengerjakan perintah dari gurunya tersebut. Tapi sebelum dia bangkit berkata dalam hati
"Diantara orang yang ada di sini, aku seperti merasakan, ada aura kebencian yang cukup besar dan diarahkan padaku." Batin Dion dalam hati, sesaat sebelum ia berdiri
"Saudara saudara sekalian. terima kasih atas sambutannya. Di sini aku cuma ingin menyampaikan, jika ada yang masih ragu atas perkataan guru tentang ku, silakan mengikuti ku ke arena tarung."
"Aku ingin melihat, seberapa besar kekuatan orang itu!" Ucap Dion tiba tiba, hingga mengejutkan hati semua orang
Tak lama kemudian dia keluar dari dalam ruangan itu, dan berjalan cepat menuju arena tarung, yang memang sengaja di bangun olehnya di perguruan itu
Karena penasaran, semua orang mengikuti langkah Dion, terutama tuan Birawa, Ivory, Dragon, Iron dan yang lainnya, termasuk juga 150 orang pengawal elit, serta beberapa orang komandan utamanya
Gentala dan guru guru lain juga merasa penasaran, siapa sebenarnya orang yang di maksudkan oleh penguasa Birawa Group itu. Hingga nekad ingin menantang Dion,yang notabenenya adalah senior mereka
Danu yang tadi menantang Dion dalam diam juga terkejut. Dia tidak menyangka, kalau Dion bisa mendengar apa yang di diucapkannya dalam diam itu
Tapi nasi sudah menjadi bubur, mau tidak mau dia juga harus keluar untuk melayani tantangan Dion tersebut
Setelah semuanya sampai di arena tarung, Dion tanpa ragu ragu lagi naik ke atas panggung yang cukup lebar itu, kemudian mengedarkan pandangannya pada wajah setiap orang
Ketika dia melihat wajah Danu, Dion segera berkata.
"Kamu yang ada di sana, naiklah!"
"Aku tahu kamu sangat penasaran dengan ku, hingga membuat mu ingin menantang juga menghajar ku." Bukan kah begitu?" Ucap Dion tiba tiba
Semua orang mengalihkan pandangan mereka pada sosok yang di tunjuk oleh Dion, dan mendapati, ternyata orang yang di maksudkan oleh Dion itu adalah Danu Satya, Murid utama sekaligus guru muda di perguruan tersebut
Gentala yang menyadari kecerobohan juga ke kurang ajaran muridnya itu menjadi marah. Dia memang mengetahui bahwa sifat murid nya ini memang kurang baik
Selalu menganggap bahwa dialah yang paling hebat dan kuat. Pembawaannya pun dalam keseharian selalu mau menang sendiri
Sudah banyak kali dia berbuat masalah, bahkan berani menantang guru guru lain untuk berduel dengannya. Tapi setelah di layani oleh mereka, ternyata dia kalah telak, dan di hajar habis habisan oleh teman temannya
Kali ini dia ingin menantang Dion pula, yang dia anggap lemah dan tidak bertenaga, apalagi menguasai olah pernapasan tenaga dalam sepertinya
Maka dengan berani dia naik ke atas panggung, dan berjalan dengan angkuhnya, menuju dimana Dion sedang menunggunya
"Katakan dengan cara bagaimana kau ingin mengajak ku duel. Apakah dengan cara biasa atau dengan cara kekerasan?" Tanya Dion langsung pada intinya
"Terserah mu maunya bagaimana!. Aku akan melayani dengan senang hati!" Jawab Danu dengan sombongnya
"Baiklah aku harap kau sudah siap!' Ucap Dion sambil menyeringai buas, kemudian tiba tiba tubuhnya menghilang, dan muncul di depan Danu, dan langsung melancarkan pukulan kuat ke arahnya
Buk!
__ADS_1
Buk!
Brak!
Tubuh Danu tiba tiba terpental jauh, dan keluar dari arena, serta berhenti ketika menabrak kursi penonton yang memang tersedia di sana
Semua orang terperangah diam, ketika melihat tubuh Danu terpental cukup begitu saja, dan jatuh di luar arena, hanya dalam sekali serangan
"Kurang ajar!. Ternyata dia sekuat itu!' Batin Danu dalam hati, di sela sela rasa sakit dan sesak serta berusaha untuk bangun
"Aku tidak boleh kelihatan lemah!. Mungkin tadi hanya kebetulan saja, karena dia menyerang ku dengan gerakan curang!" Batinnya lagi, lalu berdiri dari tanah dan melangkah ke arena lagi
"Aku akui kau memang hebat!. Tapi kau jangan senang dulu!, aku tadi hanya lengah saja. Tapi kali ini aku tidak akan kalah dari mu lagi!" Ucap Danu sesaat setelah saling berhadapan dengan Dion, yang berdiri diam di hadapannya
"Jangan banyak omong!. Keluarkan semua kemampuan mu, aku ingin melihat, seberapa kuatnya murid utama di perguruan ini!" Jawab Dion dengan tenangnya
"Aku dengar kau juga seorang guru, yang mengajar murid murid pemula di perguruan ini."
"Jadi tolong tunjukkan kemampuan teknik mu, juga jurus jurus mu yang kau andalkan selama ini, pada murid murid mu yang mungkin sedang menonton mu di atas arena."
"Jadi tunggu apalagi?" Ucap Dion mencoba memprovokasi lawannya
"Kau jangan merasa jumawa dan hebat!. Di perguruan ini, akulah murid terkuat juga jenius yang ada!"
"Aku khawatir setelah kau tahu dan melihat jurus jurus ku, kau akan menangis dan ketakutan seperti anak bayi!"
"Sebelum kau mengalami ketakutan itu, lebih baik kau menyerah saja, dan akui bahwa akulah murid terkuat guru Gentala yang ada!" Teriak Danu cukup keras
"Uuu!" Koor semua orang yang menonton aksi Danu di atas panggung, dengan niat mengejeknya
"Kurang ajar!. Gara Gara kau, mereka jadi mentertawakan ku!"
"Sekarang kau lihatnya teknik terkuat ku ini, dan jarang sekali aku keluarkan dalam setiap duel." Ucap Danu membanggakan kemampuannya. Kemudian berkata lagi.
"Ingat!. Jangan salahkan aku jika kau akan kalah dan terluka!" Ancamnya tegas
"Terlalu banyak omong!" Respon Dion muak, lalu..
Wus!
Buk!
Des!
Tiga kali serangan yang dilancarkan oleh Dion, sukses mengenai sasarannya. Pertama tamparan pada wajah, kedua pukulan di dada, ketiga tendangan di perut, hingga membuat mulut Danu berdarah darah karena giginya tanggal lebih dari dua
Dadanya sesak dan perutnya berasa melilit. Kini tubuh Danu terkapar diam di atas panggung. mungkin mati atau pingsan orang tidak tahu
Tapi tak lama kemudian, dia bangun dan mencoba berdiri dengan sekuat tenaga, dan akhirnya bisa berdiri juga
"Hebat juga daya tahan mu kawan!. Sudah beberapa kali menerima pukulan ku, tapi masih bisa bangkit lagi!"
"Aku salut pada kekuatan daya tahan tubuh mu! tapi selanjutnya aku tidak bisa menjamin, apakah nyawamu masih bisa kau pertahan kan atau tidak. itu tergantung pada nasib mu." Ucap Dion pada Danu
"Kau jangan khawatir!. Aku tidak akan kalah kali ini!" Jawab Danu enteng
"Baiklah!. Aku tidak mempunyai cukup waktu untuk meladeni mu. Jadi sekarang kita mulai pertarungan ini lagi, Bersiaplah!" Respon Dion cuek
"Tunggu!. Sebaiknya kita gunakan tenaga dalam saja!."
"Barang siapa yang bisa mengangkat atau melontarkan batu dan barang itu, maka dia yang di anggap sebagai pemenang nya."
"Selain itu, kita harus membuat perjanjian, jika kau kalah, maka kau dan orang orang mu, harus hengkang dari perguruan ini, dan jangan kembali lagi dengan alasan apapun, termasuk anak mu itu!"
"Lalu bagaimana kalau kau yang kalah?" Tanya Dion ingin tahu
"Hahahaha!. Mimpi kalau kau bisa mengalahkan ku kali ini!' Jawab Danu meremehkan kekuatan Dion
"Baiklah kalau begitu!. Jika kau kalah, maka kau harus berlutut, dan mengakui bahwa aku adalah atasan mu, dan kau adalah budak ku!. Bagai mana?" Tanya Dion dengan entengnya
"Aku tidak mau!. Kalau aku kalah, maka aku akan keluar dari perguruan ini, dan akan selalu menjadi musuh mu. Cam kan itu!" Jawabnya angkuh
"Kurang ajar!. Beraninya kau berkata dan bersikap seperti itu pada tamu penting perguruan!" Bentak salah seorang guru cukup senior pada Danu dengan ekspresi marah
__ADS_1
"Aku tidak peduli guru!. aku sudah sangat muak, ketika guru besar terus menyanjungnya ,padahal sanjungan itu hanya pantas di dialamatkan padaku!" Responnya cuek
"Selain itu, untuk kalian tahu, aku bukan benar benar ingin berguru di sini, tapi ingin...!' Ucap Danu tiba tiba berhenti, setelah terlepas cakap dan ketahuan kedoknya
"Apa yang kau katakan Danu" Bentak Gentala marah
"Maaf guru, aku hanya terlalu emosi. Apa yang aku katakan tadi, tidak benar guru. Aku hanya menumpahkan rasa benci ku pada orang ini!" Jawab Danu berkelit
"Apapun yang kau katakan , aku sudah tidak percaya lagi padamu!"
"Memang sudah cukup lama kami mencurigai gerak gerik mu, yang terlalu aneh, dan selalu berseberangan dengan teman teman mu sesama guru."
"Ternyata kau adalah seorang pengkhianat perguruan!"
"Siapa kau sebenarnya?, dan untuk siapa kau bekerja?"Tanya Gentala geram
"Hahahaha!. Sudah terlanjur basah dan ketahuan, apa boleh buat!"
"Sekarang aku akan berterus terang!. Aku sebenarnya adalah orang yang di kirim oleh satu sindikat, yang baru baru ini diketuai oleh Braga, yang sudah mati terbunuh itu!"
"Niat ku sebenarnya adalah, untuk menguasai perguruan ini, tapi digagalkan oleh orang itu!"
"Maka dari itu, aku sangat membencinya!"
"Hari ini aku bersumpah!, akan berjibaku melawan kesombongan dan keangkuhan nya itu!"
"Aku tantang kau dalam duel hidup dan mati Dion!"
"Jika aku kalah, maka aku akan pergi selama ya dari perguruan ini!. tapi jika kau yang kalah, maka kau beserta orang orang mu harus pergi dari sini."
"Baik jika itu yang kau inginkan!. Silakan bersiap untuk menerima hukuman atas penghianatan mu itu!" Jawab Dion sudah cukup kesal
"Hahahaha!" Burung pungguk merindukan bulan. Katak yang mencoba untuk terbang. Mimpi kau Dion!" Responnya dengan sikap kurang ajar
"Beraninya kau bersikap seperti itu pada tuan kami!" Ucap Bumi marah, kemudian naik ke atas panggung dengan sekali gerakan
"Hahahaha!" Ada lagi satu cecunguk yang mencoba menunjukkan kekuatannya, Tuan mu ini saja belum tentu bisa mengalahkan ku apalagi kau!" Responnya sinis
"Benarkah?" Jawab Bumi singkat, kemudian berkelebat ke arah Danu, dan memukulnya dengan satu kali pukulan
Buk!
"Hugh!" Teriak Danu kesakitan
"Orang seperti kau tidak pantas melawan tuan besar. Bangun jika kau memang ingin di hajar!" Ucap Bumi geram, kemudian menghadap Dion dan berkata.
"Maaf kan saya, jika mencampuri pertarungan tuan besar!' Ucap Bumi dengan perasaan tidak enak hati, sambil membungkuk ke arah Dion
Dia hanya kesal, melihat dan mendengar, tuan nya di rendahkan seperti itu, maka bergegas dia naik ke atas panggung, dan menghajar Danu yang kurang ajar itu
"Tidak masalah Bumi!. Kau teruskan saja!"
"Cuma hati hati!. orang itu cukup licik!" Jawab Dion enteng
"Tuan tenang saja!. Saya tidak akan kalah dari sampah seperti dia!" Jawab Bumi apa adanya
"Hiaat!" Teriak Danu keras, sambil memasang kuda kuda kuat, seperti ingin menyerang dengan jurus atau teknik kuat ke arah Bumi
"Hiaa!" Teriaknya lagi semakin keras, sambil melontarkan pukulan jarak jauh, dengan menggunakan tenaga dalam
Tapi apa yang terjadi?. bukannya berhasil, tapi malah dia yang terdorong beberapa meter ke belakang, dan jatuh terjengkang hingga keluar dari arena
Dari mulutnya keluar darah segar, pertanda organ dalamnya mengalami luka, akibat benturan satu tenaga dalam, yang jauh lebih kuat dari miliknya
"Cepat periksa tubuh Danu dan pastikan, apakah dia masih bisa bergerak atau tidak!' Perintah Gentala tegas
"Baik!" Jawab salah seorang guru patuh, kemudian bergegas mendekati tubuh Danu yang tergeletak di lantai
"Guru!" Tubuh Danu sudah tidak bergerak, dan nafasnya terhenti. Kemungkinan dia mati guru!" Ucap guru tersebut dengan suara keras
"Hore!"
"Hore!"
__ADS_1
Teriak puluhan orang murid serempak sambil berjingkrak jingkrak kegirangan, menandakan bahwa mereka merasa senang atas kematian Danu
Tali kenapa mereka jadi sesenang itu?. Ini semua masih manjadi tanda tanya dan misteri di perguruan itu