Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Jangan salahkan aku


__ADS_3

Sesampainya mereka di perusahaan Birawa Group, Pras dibawa masuk dengan pengawalan yang tidak begitu ketat, karena perusahaan itu wilayah mereka sendiri


Danujaya menyambut kedatangan Burgon dan anak buahnya itu, serta langsung dibawa ke gudang, dimana Barry berikut anak buahnya sedang disekap disana


"Apakah kau kenal orang Ini Barry?" Tanya Burgon dengan suara berat


"Tidak kenal bos, tapi kalau dia berbicara mungkin aku kenal suaranya." Jawab Barry jujur


"Buka penutup mulutnya itu!" Perintah Burgon tegas


Anjani yang kebetulan berdekatan dengan Pras itu, dengan kasar menarik isolasi yang menempel di mulut Pras tersebut


Antara kesal, dongkol dan sakit hati, Pras terpaksa menerima perlakuan kasar itu, lalu berjalan mendekati Barry, dan langsung menyapanya


"Apa kabar Barry?" Sapanya dengan suara berat


"Ya!. Dia adalah orang yang telah menghubungiku melalui saluran telepon, dan benar, dia adalah Prasetio." Teriak Barry kuat, dan seperti ingin melampiaskan kekesalannya pada si Pras itu


"Ternyata kau berkata jujur. Kau bekerja berdasarkan perintah, dan kau melakukan itu karena dibayar. Oleh karena itu, kalian akan tetap kami hukum, dengan memotong tangan kalian satu persatu!" Gertak Burgon mencoba menguji nyali Barry dan anak buahnya itu


"Tolong ampuni kami bos, kami berjanji akan selalu patuh pada perintah bos dan yang lain." Ucap Barry ketakutan


"Apa jaminannya kalau kalian tidak akan mengganggu perusahaan ini, dan orang orangnya lagi?" Tanya Burgon ingin tahu kesungguhan hati mereka


"Kami akan bekerja dan membantu mengamankan lokasi ini, dan lokasi lain, dari gangguan siapapun. Walaupun kami tidak dibayar, kami siap sedia untuk membantu!" Jawab Barry tanpa ragu ragu lagi


"Baik!. aku pegang janji kalian!. dan kau Danu juga yang lain, akan menjadi saksi atas janji mereka itu !" Respon Burgon datar


"Jika mereka berani mengganggu atau menghianati kita, maka aku beri kau wewenang untuk menghukum dan memberi sanksi yang berat pada mereka." Perintah Burgon tegas pada Danu, sang komandan pengawal tersebut


"Sekarang, kalian boleh pergi! dan kembali pada keluarga kalian masing masing. Setelah 2 hari istirahat, kalian menyebar untuk membantu komandan Danu, dan mengamankan lokasi perusahaan ini 24 jam secara bergantian. Apakah kalian sanggup?" Tanya Burgon menguji kesungguhan mereka semua


"Kami sanggup bos!" Ucap mereka serempak, kemudian membungkuk ke arah Burgon, dan bergegas meninggalkan tempat tersebut tanpa menoleh lagi


***


Setelah Barry dan anak buahnya itu pergi, Burgon mengalihkan perhatiannya pada Pras, yang saat ini sudah tidak di tutup mulutnya lagi


Dengan suara berat dan tegas, Burgon bertanya pada Pras. "Sudah berapa lama kau bekerja pada Arnold itu, dan apa saja informasi yang kau tahu tentang perusahaannya?" Ujarnya


"Aku menemaninya sejak dari awal merintis perusahaan tersebut. Dia pimpinan sekaligus sahabat karibku." Ucap Pras apa adanya


"Perusahaannya itu sudah berdiri puluhan tahun, dan aku sudah bekerja padanya juga selama itu." Sambungnya lagi


"Yang aku butuhkan adalah, informasi penting yang ada di dalam perusahaan tersebut. Kalau kau masih melindunginya, maka saat ini juga, kau akan kami habisi!" Ancam Burgon tidak main main

__ADS_1


Sebagai seorang teman baik, tentu saja Pras tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, dia termenung beberapa saat, memikirkan buruk baiknya


Jika dia berterus terang, maka dia telah jadi penghianat. Tapi jika tidak jujur, maka keselamatannya, bahkan mungkin keluarganya akan terancam. Pras benar benar dalam situasi yang sulit


Burgon yang melihat kejadian itu cukup paham, kemudian dengan arif dia berkata. "Sekarang kau hubungi keluargamu, dan katakan, kau malam ini tidak pulang, karena harus bekerja lembur, agar keluarga mu itu tidak khawatir." Ucap Burgon memberi saran


"Karena sudah mendapat perintah seperti itu, Pras langsung menghubungi keluarganya tersebut, setelah handphone miliknya dikembalikan pada Pras saat itu juga


"Aku tahu kau ragu untuk mengatakannya, tapi perlu kau tahu, bahwa sangat mudah bagi kami, untuk membobol sistem informasi perusahaan kalian, walaupun kalian mempunyai peretas peretas handal, tapi tidak akan ada pengaruhnya, bila berhadapan dengan para hacker yang dimiliki oleh tuan Birawa juga tuan muda Dion." Ucap Burgon sebagai penegasan, walaupun Pras tidak mengatakannya, Birawa Group pasti bisa mendapatkan informasi itu


"Sekarang kau jawab dengan jujur, Apakah bos mu itu, dalam mengembangkan usahanya, meminta bantuan kepada pihak bank?" Tanya Burgon menyelidik


"Untuk masalah itu saya kurang tahu, tapi Arnold pernah mengatakan, saat ini dia sedang mengembangkan suatu proyek, yang membutuhkan modal dalam jumlah besar, dan rencananya, dia ingin bekerjasama dengan bank yang ada di kota S ini." Jawab Pras jujur dan apa adanya


"Tapi apakah kerjasama itu sudah terlaksana atau belum, Arnold belum mengabarkannya padaku." Sambungnya lagi


"Terus!. Apakah kepemilikan sahamnya dimiliki oleh dia seorang, atau dijual kepada pihak luar?" Tanya Burgon menyelidik lagi


"Saham yang dimiliki oleh Arnold hanya 45%, sedangkan sisanya itu dimiliki oleh konsorsium besar sekitar 30%. dan sisanya lagi dimiliki oleh perseorangan, tapi mereka telah membentuk konsorsium juga." Jawab Pras cukup lancar


"Apa jabatanmu dalam perusahaan tersebut?" Tanya Burgon ingin tahu


"Direktur personalia, sekaligus merangkap sebagai wakil direktur, yang posisinya persis di bawah Direktur utama si Arnold itu." Jawab Pras membanggakan diri


"Kalau kau seorang direktur, tapi kenapa ada informasi penting kau tidak atau belum dikasih tahu?" Tanya Burgon keheranan


"Saat itu, aku sedang ditugaskan ke kota lain, untuk menangani sebuah proyek yang ada di sana, dan kembalinya sekitar satu setengah bulan kemudian." Jawab Pras berkata jujur dan tidak ditutup tutupi sedikitpun


Burgon cukup mengerti dengan penjelasan tersebut, kemudian dia bertanya pada Pras dengan pertanyaan lain lagi. "Sebagai seorang wakil direktur di perusahaan itu, tentu kau tahu, konsorsium apa yang telah melakukan kerjasama tersebut, dan siapa nama nama perseorangan itu?" Ujarnya


"Pemilik 30% saham perusahaan Arnold itu, berasal dari gabungan beberapa bank yang membiayai proyek tersebut."


"Sedangkan perseorangan itu terdiri dari 4 orang, yang mereka juga, telah membentuk satu konsorsium, yang terdiri dari kumpulan para pedagang dan industriawan."


"Mereka menguasai saham sebesar 25%." Ujar Pras membocorkan rahasia temannya tersebut


"Ini akan lebih mudah. Siapapun orang yang telah berani mencoba mengganggu perusahaan Birawa Group!. maka orang tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja!" Ucap Burgon sambil mengepalkan tangannya


Tak lama sesudah itu, dia menghubungi Dion, dan menceritakan duduk permasalahannya. Setelah mendengar berita itu, Dion menjadi geram, dan meminta pendapat dari kakeknya tersebut


Kakeknya tidak melarang atau mengizinkan Dion membalas perlakuan arnold tersebut, karena dia tahu siapa Arnold yang sebenarnya


Selama ini, Arnold selalu merongrong perusahaan Birawa Group, tetapi oleh tuan Birawa, perbuatannya itu dibiarkan saja, karena menurutnya, itu hanya permainan anak kecil belaka


Tetapi kali ini, dia terpancing emosi juga, gara gara Dion menceritakan secara detail, apa apa saja yang direncanakan oleh Arnold itu

__ADS_1


Tuan Birawa akhirnya memberikan izin kepada Dion, untuk memberikan pelajaran pada rival bisnisnya itu, dan menyerahkannya pada keputusan Dion


Setelah mendapat restu dari kakeknya, Dion segera memanggil semua petinggi perusahaan untuk datang ke ruang operator, yang di dikelola oleh Rams, si otak jenius itu


Tak lama setelah mereka dipanggil, mereka pun sudah sampai di ruangan tersebut, kecuali Ivory, dia datang sedikit terlambat, karena dia tidak tinggal divila Dion, tau di hotel


Setelah Ivory datang, Dion segera memaparkan, apa saja yang disampaikan oleh Burgon, tentang adanya sebuah perusahaan besar, dipimpin oleh Arnold, yang ingin meretas sistem informasi perusahaan Birawa Group, sekaligus ingin mencuri data datanya, dan merampok semua harta kekayaannya


Tentu saja berita itu sangat mengejutkan mereka, karena tidak menyangka, masih ada saja orang yang berani mencari masalah dengan perusahaan Birawa Group


Jangankan hanya perusahaan kecil, yang hanya mempunyai beberapa orang hacker. Perusahaan besar saja bertumbangan, ketika berhadapan dengan hacker yang dimiliki oleh perusahaan Birawa Group tersebut


Dengan suara bulat, atas perintah Dion, Rams mencari informasi tentang perusahaan Arnold itu


Setelah sistem keamanan perusahaan milik Arnold bisa diretas, Dion berkata." Cepat kacaukan sistem keamanan perusahaan Arnold itu, dan retas juga sistem perbankan perusahaan tersebut


"Buat seolah olah, konsorsium yang membiayai proyek proyek Arnold itu, menarik kerjasamanya. begitu juga dengan kerjasama perseorangan tersebut."


"Aku ingin malam ini juga, perusahaan Arnold itu bangkrut, dan meninggalkan utang yang berjumlah besar" Ucap Dion memberi instruksi


"Baik tuan muda!" Jawab Rams tegas, kemudian meminta kepada bawahannya, untuk mengoperasikan komputer, yang ditujukan untuk meretas sistem pertahanan perusahaan Arnold tersebut


Hanya membutuhkan waktu sekitar 1 menit, semua informasi tentang perusahaan itu terpampang di layar komputer, termasuk juga informasi perbankannya


"Sangat mudah sekali, seperti membeli gorengan di pinggir jalan!" Ucap Dion, sesaat setelah semua informasi yang diinginkannya, terpampang jelas di layar komputer mereka


"Lumayan banyak juga harta kekayaan Arnold itu. Jika kita tarik semuanya, maka perusahaannya akan bangkrut saat ini juga." Batinnya dalam hati, kemudian Dion membatin lagi


"Jika konsorsium dan perseorangan itu menuntut pengembalian modal mereka, maka arnold tidak akan mampu membayarnya. Saat itulah perusahaannya akan dinyatakan bangkrut atau karena disita, disebabkan tidak mampu membayar hutang hutangnya."


Saat Dion sedang membatin itu, tiba tiba dengan suara sedang anak buah Rams berkata. "Kami siap melaksanakan perintah tuan muda!" Ucap bawahan Rams serempak, dan sudah tidak sabar ingin mengeksekusi perusahaan yang berani melawan Birawa Group itu


Dion tidak langsung menjawab, tapi memandang kepada anak buahnya satu persatu, seperti meminta persetujuan dari mereka, dan ini tidak biasanya


Kali ini Dion bertindak tidak berdasarkan emosi semata. Sepertinya ingin mendapatkan persetujuan juga, dari orang orang penting perusahaannya itu


Satu persatu dari mereka menganggukkan kepalanya, tanda setuju termasuk kakeknya itu


Ivory yang saat itu juga ada di sana malah dengan mantap berkata. "Kami semua setuju dengan apa yang direncanakan oleh tuan muda. Dengan memberi pelajaran pada si Arnold itu, maka tidak akan ada lagi orang yang akan merongrong perusahaan kita!"


"Sepanjang yang aku tahu, Arnold itu terus menerus mencari masalah dengan perusahaan Birawa Group. Tapi tuan besar tidak mau membalas perbuatannya itu."


"Tapi kali ini, sepertinya tidak bisa dibiarkan lagi. Jadi intinya adalah, kami semua setuju dengan rencana tuan muda, untuk membuat perusahaan Arnold itu gulung tikar malam ini juga." Ucap Ivory memberi dukungan pada calon suaminya tersebut


"Baiklah kalau itu keputusan kalian. Dengan ini aku perintahkan. Segera kunci sistem pertahanan mereka, agar mereka tidak bisa mencegah informasi perusahaan tersebut jatuh ke tangan kita." Perintahnya tegas dan jelas

__ADS_1


"Untuk mu Rams!. Tarik semua kekayaan yang ada di rekening perusahaan, juga rekening pribadi milik Arnold itu, dan simpan ke rekening cadangan, tapi kau harus mencatat berapa jumlah yang akan kau tarik tersebut!"


"Siap tuan muda!" Jawab Rams cepat


__ADS_2