Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Mendatangi markas Triad Mong Kok


__ADS_3

Distrik Tau Tsim Mong, bagian barat Semenanjung Kowloon, Prince Edward Road Hongkong, pukul 9.23 malam, ke sanalah Brian dan ketiga hacker yang disewanya dibawa oleh Hans dan Robin dengan menggunakan mobil sewaan


Mereka ke sana karena suatu keperluan yang sangat mendesak sekali, berkenaan dengan laporan ketiga hacker tersebut. Mereka mengatakan, bahwa ketiganya berasal dari salah satu Triad yang berkuasa di Mongkok tersebut


Untuk membuktikan perkataannya, Hans dan bawahannya tersebut juga Robin, nekat mendatangi tempat dimana Triad itu berada


Saat ini, Hans dan Robin beserta 20 anak buahnya, sedang duduk di sebuah restoran yang berbentuk bar, dimiliki oleh Triad yang sangat ditakuti di sana


Mereka datang ke bar tersebut, adalah untuk bertemu dengan ketua Triad Tsing Kok, yang di takuti di daerah Mongkok itu


"Selamat malam!. Apa ada yang bisa aku bantu?" Ucap Tsing Kok, yang tiba tiba datang dari arah belakang mereka, didampingi oleh puluhan anak buahnya yang kelihatan kuat


"Ya selamat malam, dan terima kasih atas kesedian anda menemui kami!" Jawab Hans dengan ekspresi tenang


"To the poin saja! Apa maksud kedatangan kalian ke sini?. Kalau hanya menghabiskan waktu ku, maka kalian akan mati!" Ancam Tsing Kok jumawa


"Tenang saja kawan! Aku dan kawan kawan datang kesini dengan damai, hanya sekedar untuk menanyakan, apakah orang orang ini, memang berasal dari kelompok kalian?" Tanya Robin terlihat tidak takut


Tsing kok memperhatikan ke 3 orang tersebut, tetapi dia tidak memperhatikan Brian, karena dia sama sekali tidak mengenal Brian itu. Keningnya sedikit berkerut, ketika memandang seseorang, yang saat ini sedang terikat tangannya dengan seutas tali


"Aku memang pernah mendengar nama mereka, tapi mereka bukan anggota ku, namun salah satu orang yang kau bawa ini, adalah saudara dari wakil ketua Triad ini." Ucap Tsing Kok simpel dan jelas


"Ternyata begitu!. Hanya kau yang yang ada hubungannya dengan Triad ini, dan yang lainnya tentu saja tidak ada hubungannya sama sekali!" Ucap Robin kesal karena telah di bohongi


"Tolong jelaskan apa permasalahan ketiga orang ini, hingga kau mengikatnya sedemikian rupa." Sela Tsing kok menyelidik


"Perkenalkan aku Hans, dan ini temanku Robin, 20 orang ini adalah anak buah ku." Jawab Hans malah memperkenalkan diri


"Aku datang ke Hong Kong ini adalah untuk menangkap si badjingan ini, karena dia telah berani mencoba meretas sistem pertahanan perusahaan milik tuan muda kami." Ucap Hans memulai penjelasannya


"Lalu apa hubungannya dengan ketiga orang ini?" Bantah Tsing kok dingin sambil menyeringai


"Mereka adalah orang yang dibayar oleh si badjingan ini, untuk meretas sistem pertahanan perusahaan tuan muda kami, karena mereka adalah hacker yang katanya cukup handal dan mumpuni di Asia ini!" Sambung Hans lagi


"Lalu!"


"Ternyata ketiganya hanya pecundang. Hanya dalam waktu tak sampai 1 menit, informasi ketiganya sudah berhasil kami dapatkan, bahkan lokasi tempat mereka bekerja pun dapat kami ketahui."


"Ketika lokasi Brian sudah diketahui, aku dan orang orang ku, segera pergi ke sana, untuk membuat perhitungan dengannya. dan ternyata benar, ketiga orang ini, juga ada di sana."


"Namun sebelum kami menangkap mereka, ada insiden kecil yang terjadi di pelataran apartemen yang mereka tempati itu."


"Untuk diketahui, berandalan itu berhasil kami kalahkan, tapi tidak ada satu orang pun yang mati, karena mereka hanya dibayar oleh si brengsek ini, untuk menjaga apartemen itu."

__ADS_1


"Ternyata begitu!.Memandang wakil ketua ku adalah kakak angkat dari hacker ini, jadi mohon kalian bisa melepaskannya atas nama ku!" Ujar Tsing Kok dengan percaya diri


"Maaf! kalau kami tidak bisa memenuhi permintaan anda!" Sanggah Hans dingin


"Kau tahu sedang berada di mana?" Tanya Tsing Kok gusar


"Ya aku tahu, bahkan sangat tahu, ini adalah wilayah mu, tapi aku datang dengan damai, dan tidak ingin membuat keributan di sini!" Jawab Hans dengan roman wajah tenang sekali


"Lalu kenapa kau tidak mau melepaskannya?. Apakah kau tidak memandang ku sebagai ketua Triad disini?" Hardik Tsing Kok marah


"Bar yang tengah kau tempati ini, adalah milikku, berikut dengan seluruh bangunan yang ada di sini. dan satu hal yang harus kau ketahui, orang orang ku tersebar dimana mana. Apakah kau tidak takut?" Tanya Tsing Kok mengintimidasi Hans dan orang orangnya


"Takut!. Tidak ada kamus takut bagiku, sepanjang aku masih bernafas!" Jawab Hans jumawa


"Cukup besar juga nyali mu!" Ejek Tsing Kok heran


"Aku sedang tidak membual, ketiga orang ini tetap akan aku bawa, untuk mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya itu!" Bantah Hans tidak kenal takut


"Beraninya kau!" Bentak Tsing Kok sambil menggebrak meja


"Tenang kawan!. Aku hanya ingin mendapatkan keadilan, dan memberikan sedikit hukuman kepada ketiga orang ini, dan tidak ada hubungannya dengan Triad kalian." Ucap Hans mencoba mencairkan suasana


"Voyage, Hung dan kau Joni! lakukan tugas mu!" Teriak Tsing Kok murka


"Mereka bertiga adalah orang orang terkuat ku, kalau kau bisa mengalahkan salah satu diantara mereka, bahkan ketiganya, maka aku akan melepaskan 1 orang ini untuk kau bawa, dan aku jamin itu" Janji Tsing Kok terkesan meremehkan Hans


"Baik!. Aku terima tantangan mu, dan kuharap, kau bisa menepati janjimu sebagai seorang laki laki, yang perkataannya bisa dipegang."


Oke deal!. Mari kita pergi ke arena!" Ucap Tsing Kok senang


***


"Apakah sudah ada berita dari Brian?" Tanya nenek Elina gusar kepada Jasmine


"Sampai saat ini, belum ada beritanya nek!. handphonenya tidak aktif. Sudah banyak kali aku telepon, tapi tetap tidak tersambung." Jawab Jasmine khawatir


"Apa sebenarnya yang sedang terjadi padanya?. Apakah usahanya gagal?" Ucap nenek Elina dalam hati


"Sebenarnya apa yang sedang nenek rencanakan dengan Brian itu?" Tanya Jasmine sedikit menyelidik


"Kau diam lah! Jangan membuat nenek semakin panik!" Sergah nenek Elina marah kepada Jasmine


"Tapi nek! Brian itu suamiku! Sedikit banyaknya, aku tetap harus mengkhawatirkan nya. Nenek harus berterus terang kepada ku, juga kepada kedua orang tuaku!" Bela Jasmine tak mau kalah

__ADS_1


"Huuuuuhhh!" Keluh nenek Elina putus asa


"Katakan dengan jujur! apa yang sedang ibu rencanakan dengan Brian itu? Tanya Danish kali ini ikut menimpali


"Baik! Nenek akan menjawab dengan jujur!" Jawabnya datar, kemudian berhenti sejenak, lalu menyambung perkataannya


"Nenek sudah tidak bisa lagi menahan sakit hati ini kepada Dion! maka melalui Brian, nenek meminta untuk menyewa 3 orang hacker, yang katanya, sudah sangat ahli sekali, untuk membobol informasi perusahaan orang lain."


"Jadi siang tadi, ketiga hacker tersebut sudah memulai pekerjaannya, tapi sampai saat ini, belum ada berita sedikit pun dari mereka." Ucap nenek Elina sedih


"Kenapa nenek tidak membicarakan ini kepada Jasmine, setidaknya Jasmine tidak khawatir!"


"Nenek tidak mau melibatkan kalian semua, hanya nenek dan Brian serta ketiga hacker itu yang terlibat. Nenek sengaja melakukan ini, agar kalian tidak mendapatkan masalah nantinya." Jawab nenek Elina pasrah


"Kenapa nenek masih berambisi untuk menjatuhkan Dion?. Bukankah nenek tahu, Dion itu bukan orang sembarangan. Orang orangnya tersebar di mana mana. Kita ini seperti semut, yang sedang berhadapan dengan api nek!" Sanggah Jasmine sambil menggelengkan kepalanya


"Ya nenek tahu itu, tapi bagaimanapun, nenek harus tetap mencoba, kalau sekali ini gagal, maka lain kali, nenek akan mencobanya lagi." Jawabnya tidak putus asa


"Terserah nenek sajalah! kami sudah bingung memikirkan dendam nenek yang tak berkesudahan itu!" Timpal Everly yang tumben tumbennya mengkritik ibu mertuanya


"Kau tahu apa Everly!. Kau hanya menantu di sini!. Kau tidak berhak untuk mencerahi ibu!" Bentak nenek Elina kesal


Everly yang di bentak tadi, langsung ciut nyalinya, dan bersembunyi di belakang Danish suaminya, sambil memberi kode kepada Danish, agar membelanya di hadapan ibu mertuanya itu


"Apa yang dikatakan oleh Everly itu benar bu!. Sebaiknya ibu melupakan dendam itu, karena akibatnya akan sangat buruk bagi ibu dan kami semua." Usul dan pembelaan Danish menggema, hingga membuat ibunya terdiam


"Jika Dion mengetahui ini, maka aku yakin, Dion tidak akan melepaskan kita lagi, mungkin nyawa kita akan diambilnya nanti!" Sambung Danish lagi


"Ini Hongkong bukan negara asal kalian itu!. Dion dan orang orangnya, tidak akan mungkin berani datang ke sini, karena kekuatan kelompok kelompok yang ada di sini, sudah sangat terkenal di dunia!" Bela nenek Elina tetap ngotot


"Tapi bu..!"


"Sudah kau diam lah!. Jangan kau mencoba membela perkataan istrimu yang tidak tahu diri itu!" Sergah nenek Elina marah


"Yang penting sekarang ini adalah, kita harus mendapatkan informasi dari Brian itu, apakah usahanya berhasil atau tidak!"


"Tapi siapa yang harus kita hubungi nek! sementara Brian jauh dari sini, dan kita tidak bisa menghubunginya." Sela Jasmine bingung


"Itulah yang juga nenek pikirkan. Apa tidak sebaiknya kita datang ke sana langsung ya?" Saran Elina kepada mereka semua


"Menurutku tidak perlu bu! Kita tunggu saja dia di sini. mungkin Brian saat ini sedang sibuk, sehingga tidak sempat untuk menghubungi kita." Bantah Danish tidak setuju saran tersebut


"Semoga saja begitu!. Firasat ku mengatakan, ada kejadian buruk telah terjadi padanya." Ucap nenek Elina dalam hati, sambil berdiri dan meninggalkan mereka semua

__ADS_1


__ADS_2