
Dion terus saja berjalan,tanpa menoleh sedikitpun, dan tidak memperdulikan panggilan yang ditujukan padanya. Dion lebih peduli dengan handphonenya, karena saat ini, dia sedang berbicara pada seseorang melalui saluran telepon
Dion terus saja berjalan menuju vila nya. sedikitpun tidak bergeming, ketika namanya di panggil beberapa kali oleh mereka
Sebaliknya di sisi nenek Wolf, Jasmine dan yang lainnya, mereka terus menerus memanggil nama Dion berulang kali, meminta pertolongan darinya, karena saat ini, tubuh mereka sedang diseret secara paksa, oleh orang orangnya Dion, dengan kasar dan tidak manusiawi
Mau melawan, tentu saja mereka tidak mampu, karena orang orang yang sedang menyeretnya itu, bertubuh kekar dan kuat, maka mereka dengan terpaksa mengikuti langkah orang orangnya Dion, yang entah mau dibawa ke mana
Tapi tak lama sesudah itu, barulah mereka menyadari, bahwa orang orang itu, sedang membawanya ke suatu tempat, yang didalamnya berisi mobil dan kendaraan lainnya dengan berbagai bentuk, dan jumlahnya sangat banyak sekali
Anak buah Dion, yang diperintahkan olehnya tadi, segera memasukkan mereka ke dalam mobil, lalu membawanya pergi, di iringi oleh empat buah mobil lainnya, menuju ke arah barat meninggalkan kota The Golden City, dan memasuki kota B
Setelah sampai di kota B, mereka terus saja melaju ke arah barat dengan kencang, entah ke mana tujuan mereka yang sebenarnya
"Ke mana kalian akan membawa kami?. Apakah kalian diperintahkan untuk menghabisi kami di tempat sepi?" Tanya Jasmine ketakutan
"Diam! jangan berisik! kalau tidak!" Bentak seseorang yang duduk di sebelah sopir sambil mengancam
"Kami tidak akan diam, sebelum kalian mengatakan,
kemana kami akan dibawa!" Bela Jasmine tanpa rasa takut
Ciiiit!
Tiba tiba mobil yang ditumpangi oleh nenek Wolf dan yang lainnya, berhenti secara mendadak, tanpa peringatan terlebih dahulu
Nenek Wolf, Jasmine, Everly, Calista dan Brian, terdorong ke sana ke mari, akibat mobil yang ditumpanginya berhenti secara mendadak
Tak lama sesudah itu, orang yang tadi menghardik Jasmine segera keluar dari dalam mobil, dan menuju ke pintu belakang, lalu membukanya secara paksa
Jasmine yang melihat kejadian itu menjadi ketakutan, dia ingin berteriak meminta tolong kepada keluarganya, tetapi mulutnya bagai terkunci, karena rasa takut yang sudah tidak terlukiskan lagi
"Keluar kau!" Ucap orang itu marah, lalu menarik tangan Jasmine secara paksa, kemudian mendorongnya hingga terjatuh ke tepi jalan
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menarik tangan anakku?. Bukankah dia benar, karena ingin mengetahui, ke mana kalian akan membawa kami?" Rutuk Everly geram
Tanpa memperdulikan dan menjawab pertanyaan dari Everly, orang yang tadi menarik tangan Jasmine, juga menarik tangan Everly, dan memaksanya keluar dari dalam mobil
Sama seperti Jasmine sebelumnya, tubuhnya juga didorong dengan kasar, hingga jatuh ke tepi jalan, dan menimpa anaknya, Jasmine
Danish yang melihat anak dan istrinya diperlakukan secara semena mena, menjadi sangat marah, kemudian berusaha menolong mereka, tapi di cegah oleh ibunya, Elina
"Itu akibat karena tidak mau mendengar peringatan ku. Kalian bukan dalam kapasitas untuk bertanya, lebih baik kalian diam!"
__ADS_1
"Tuan!. Mohon maafkan kesalahan mereka, nenek menjamin, bahwa mereka tidak akan bersikap rewel lagi, dan menanyakan kemana kalian akan membawa kami." Kata nenek Wolf pasrah, dengan niat ingin menyelamatkan mereka
"Baiklah! Kalau tidak mengingat pesan dari tuan muda kami, maka mulut mu juga kau, sudah ku tonjok dari tadi." Ucapnya geram, sambil kembali menarik tangan Jasmine dan Everly, untuk masuk ke dalam mobil
Setelah semuanya masuk, mobil yang membawa nenek Wolf, terus melaju kencang, meninggalkan kota B, melaju ke arah barat
***
Satu setengah jam sesudahnya, mobil itu sampai di dermaga penyeberangan, yang akan membawa mereka ke pulau S
Setelah segala administrasi diurus, 5 buah mobil secara beriringan, memasuki ferry penyebrangan yang lumayan besar itu, dan disusun secara rapi di dalamnya
Satu jam sesudahnya, ferry penyeberangan itu sudah merapat di dermaga pulau S,
lalu secara perlahan, satu persatu mobil beserta penumpangnya meninggalkan ferry penyeberangan tersebut
***
Tidak terasa, mobil yang membawa mereka terus melaju kencang, menuju ke suatu tempat yang cukup jauh dari dermaga penyeberangan tadi
Jam pada saat itu sudah menunjukkan pukul 6.25 malam, tapi mobil yang membawa mereka belum juga berhenti. Nenek Wolf juga yang lainnya, sudah dari tadi tertidur, karena menghirup obat bius, yang disemprotkan oleh anak buah Dion secara perlahan
30 detik setelah mereka menghirup obat bius tersebut, Mereka pun tertidur, dan tidak tahu apa apa sesudahnya. Hal itu dilakukan, sesaat setelah mobil yang mereka tumpangi keluar dari ferry penyebrangan
Segera setelah sampai, nenek Wolf dan anak cucunya dibangunkan dari tidur panjangnya, dengan teriakan yang cukup keras, sambil mengoleskan ramuan di lubang hidungnya agar mereka cepat sadar
"Bangun!. Kita sudah sampai, Cepat kalian keluar!" Teriak seseorang dengan kuat, hingga membangunkan mereka semua
"Kita sekarang berada di mana nek?" Rengek Chalista ketakutan
"Jangan tanya nenek!, Nenek juga tidak tahu, kita ada di mana." Jawabnya kesal
Setelah semuanya keluar, Jon, nama kepala rombongan yang tadi memarahi Jasmine dan Everly, segera berkata..
"Bangunan ini, adalah rumah tempat tinggal kalian, mengenai dimana daerah ini, besok atau lusa, kalian akan mengetahuinya sendiri."
"Kalau bukan karena kebaikan tuan muda, mungkin saat ini kalian sudah kami habisi!"
"Kalian tentu penasaran, kenapa kalian tidak di bunuh, atau di buang ke suatu tempat, bukan?"
"Benar!. Kami juga ingin tahu, apa maksud dari semua ini?" Jawab nenek Wolf penasaran
"Sesaat sebelum kalian dibawa tadi, tuan muda Dion menelepon seseorang di tempat ini, agar menyiapkan tempat tinggal untuk kalian. dan inilah tempat yang di maksud"
__ADS_1
"Di sini lah selamanya kalian akan tinggal, tapi ingat!.kalian tidak boleh kemana mana, apalagi kembali ke kota B"
"Jika kalian berani melanggar, maka hukumannya mati!"
"Nenek Wolf, Jasmine dan yang lainnya tercekat diam, ketika mendengar penjelasan dari orang yang membawanya tadi. Sungguh mereka tidak mengira, bahwa Dion masih memikirkan nasib mereka, padahal tadi jelas jelas terlihat, bahwa Dion benar benar sangat marah pada mereka
Tapi ternyata, dibalik marahnya itu, terkandung niat baik, walaupun tadi Dion bersikap sangat arogan dan angkuh kepada mereka, tapi semua itu Dion lakukan, untuk memberi pelajaran yang sangat berharga pada mereka, agar kedepannya tidak bersikap sombong lagi pada orang lain
Kalau menurut kan kata hati, Dion tinggal perintah saja kepada anak buahnya, untuk mengeksekusi mereka berenam, tapi dia masih mempunyai hati nurani
Walaupun dendamnya sudah tidak terukur lagi dalamnya, tapi dia masih bisa berpikir jernih
Dia memerintahkan kepada anak buahnya tadi, untuk menyeret mereka secara paksa, agar mereka segera pergi, dan Dion tidak melihat mereka berlutut seperti itu lagi, maka Dion terpaksa bersikap dingin dan kejam seperti itu
Setelah mendengar penjelasan tersebut, serentak keenamnya menjatuhkan diri ke tanah, kemudian berlutut menghadap orang orangnya Dion, dengan hati yang tidak percaya
"Tolong sampaikan kepada tuan muda kalian, kami sangat berterima kasih, karena dia telah memberikan tempat tinggal yang layak kepada kami semua. Kami berjanji, bahwa kami akan patuh terhadap perintahnya." Ucap Elina sambil menitikkan air mata
Anak buah Dion yang sejatinya kasar dan kejam, sempat juga terharu, ketika melihat sikap mereka yang pasrah seperti itu
Sepertinya, pelajaran yang diberikan oleh Dion, sangat membekas di hati Elina atau nenek Wolf, itu terbukti dengan sikapnya yang mau merendah, bersimpuh di tanah, dan berbicara sambil menangis
"Rumah yang dihadiahkan untuk kalian ini, ukurannya cukup besar, kalian bisa tinggal di sini selamanya, sambil bercocok tanam di tanah yang sangat luas itu."
"Ini ATM dan pinnya untuk kalian, yang berasal dari tuan muda Dion. Gunakan ini dengan baik, sebagai modal awal kalian untuk memulai hidup baru"
"Di tempat baru ini, kalian bisa bercocok tanam, karena tanah yang tersedia lumayan luas dan subur"
"Kalian boleh menggunakan uang ini, untuk membeli kendaraan, yang bisa mendukung mobilitas hasil pertanian kalian nantinya"
"Baik tuan dan terima kasih!" Ucap Elina sambil menangis
"Dan ada lagi, di dalam rumah itu, sudah tersedia segala macam fasilitas dan kebutuhan kalian untuk beberapa bulan kedepan, sesudahnya kalian aturlah keperluan kalian sendiri."
"Tapi ingat!. jangan pernah kembali ke kota B, dan memperlihatkan wajah kalian di hadapan tuan muda Dion, karena tuan muda tidak mau lagi melihat wajah kalian"
"Kalian masih beruntung, biasanya orang yang telah berani menyinggungnya, apalagi menghinanya, akan berakhir saat itu juga, tapi bagi kalian sepertinya satu pengecualian."
"Maka selalu ingatlah! agar tidak melanggar peringatan dari tuan muda. Sekali saja kalian ingkar dan tidak mematuhi apa yang dikatakannya, maka yakinlah saat itu juga kalian mati!"
"Baik tuan! Semua pesan tuan akan kami patuhi, dan sekali lagi, tolong sampaikan kepada tuan muda Dion, ucapan terima kasih kami yang tidak terhingga padanya"
"Baik akan kami sampaikan!" Balas anak buah Dion tegas
__ADS_1
"Ayo kita kita pergi!" Ujarnya