Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Emily beraksi


__ADS_3

"Kemana si Jarot?. Kenapa sudah siang begini belum datang juga?"Tanya seorang wanita muda cantik pada stafnya


"Maaf nona!. Bukan ingin mengambil muka dan menjelekan orang lain. tapi memang itulah kenyataannya." Respon cepat seorang asisten manajer muda di sebuah perusahaan cabang kota S itu


"Memang apa yang terjadi di sini?" Tanya nona muda tersebut yang ternyata adalah Emily


"Manajer Jarot selalu terlambat datang karena berbagai alasan."


"Setiap hari dia pasti terlambat. Kadang datangnya pukul 10 pagi. Pukul 1 siang pulang, dan tidak datang datang lagi ke perusahaan." Jawab asisten manajer itu apa adanya


"Siapa namamu?" Tanya Emily tegas


"Saya Flora Hapsari nona!" Jawabnya singkat


"Apa jabatan mu di sini?" Tanya Emily lagi


"Asisten manajer tuan Jarot yang setiap hari mengerjakan tugas tugasnya." Jawab Flora berterus terang


"Apakah semua tugas tugas kantor kamu yang handle, termasuk menadatangani proyek dan hasil laporannya?" Tanya Emily kurang senang


"Maaf nona!. Itu semua atas perintah dari manajer Jarot. Saya hanya menjalankan tugas saja." Jawab Flora ketakutan


"Apakah kau tahu, tidak semua tugas kantor dapat kamu tangani, apalagi dalam masalah keuangan?" Ucap Emily semakin tidak senang


"Saya tahu nona, tapi!"


"Tapi kenapa?"


"Klien perusahaan kita selalu menuntut tindakan cepat dari pimpinan, sedangkan manajer kepala selalu tidak ada di tempat, jadi mau tidak mau saya yang menghandle nya."


"Bukankah masih ada manajer lapangan. tapi kenapa kau yang seolah olah mengepalai perusahaan cabang ini?" Ucap Emily keheranan


"Cepat hubungi dia!. Katakan, sekretaris utama Birawa Group datang ingin menemuinya!" Perintah Emily tegas dengan suara keras


"Baik nona!" Respon Flora cepat. kemudian menekan nomor handphone Permadi, lalu menghubunginya


Tapi sekian lama nomor yang dihubungi tidak tersambung juga. malah sedang diluar jangkauan


"Apakah setiap hari kerjanya seperti ini, dan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi?" Tanya Emily ingin tahu


"Benar nona!. Manajer kepala tidak mau diganggu kalau sedang tidur atau sedang ada kegiatan lain di luar." Jawab Flora apa adanya


"Selain kamu, siapa lagi yang memegang jabatan petinggi perusahaan di sini?" Tanya Emily geram


"Maureen, Amalia, Listyani. Fauzan, Permadi, Karna dan Budiono." Jawab Flora jujur


"Mana orang orangnya?' Tanya Emily dengan ekspresi marah


"Kami semua nona sekretaris!" Jawab ketujuh orang itu takut takut


Mereka sejak tadi hanya berdiri saja, tidak berani berbicara karena kedatangan Emily yang terkesan mendadak itu


Sejak ditunjuk menjadi sekretaris utama Birawa Group, Emily gencar berkeliling negeri, dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya


Kepergiannya itu didampingi oleh orang orang terbaik dalam bidang pengawalan, yang memang sengaja ditunjuk oleh Dion melalui Iron, untuk selalu mengawal adik nya dalam menjalankan tugas berat tersebut


Tidak tanggung tanggung. dalam bersafari itu. Sehari harinya Emily didampingi oleh 50 orang pengawal level elit dan menengah, dengan satu komandan mantan tentara berpangkat tinggi waktu mengundurkan diri


Selain para pengawal itu, Emily juga didampingi oleh tujuh asistennya, untuk mencatat apa saja temuannya, selama mereka mengunjungi banyak perusahaan cabang di berbagai kota dan pulau yang ada

__ADS_1


Hari ini bertepatan dengan rombongan Dion sedang berada di desa Argomulyo. Emily sedang berada di kota S. berniat ingin meninjau dua perusahaan, yang dilaporkan selalu bermasalah dalam perolehan laba bersih pertahunnya


Ketika dia dan rombongannya memasuk kantor cabang milik Birawa Group. dia mendapati, bahwa pimpinan utama perusahaan itu sedang tidak ada di tempat. Bahkan dihubungi juga tidak bisa


Hal itu membuat Emily menjadi kurang senang, lalu berkata." Cepat kumpulkan seluruh karyawan kantor ini!. Aku ingin mendengar secara langsung, apa saja kerja pimpinan kalian, termasuk diri kalian sendiri selama ini!" Perintahnya tegas


"Baik nona sekretaris!" Jawab mereka serempak, kemudian meminta izin untuk menyampaikan perintah itu pada para karyawan kantor tersebut, agar berkumpul di ruang rapat


"Aku tunggu lima menit dari sekarang, dan kalian semua sudah harus ada di ruang rapat!"


"Flora!. Tunjukkan jalannya!" Perintah Emily tegas


"Baik nona sekretaris!" Jawab Flora patuh


Lima menit kemudian, seluruh karyawan yang sedang sibuk bekerja, atau bermalas-malasan, sudah ada diruang rapat kantor cabang itu.


Sebagian besar dari mereka tidak mengetahui secara pasti, kenapa mereka disuruh menghentikan aktivitas mereka, dan disuruh berkumpul di ruang rapat


Mereka hanya tahu bahwa hari ini, perusahaan cabang mereka kedatangan orang penting dari kota B, dan itu tidak diketahui siapa orangnya


Setelah mereka semua masuk dan berkumpul , Emily dengan didampingi oleh 57 orang pun memasuki aula rapat tersebut, dan segera duduk di kursi kehormatan pimpinan


Sementara para pengawalnya, hanya berdiri dibelakang dan di sampingnya. Sedangkan tujuh orang asistennya, ikut duduk di belakang pimpinannya


Emily mengedarkan pandangan matanya ke arah seluruh orang orang yang ada di ruangan itu, dan berhenti setelah dia melihat Flora ada diantara mereka


Dengan kode yang Emily berikan, Flora maju ke depan, di ikuti oleh tujuh rekan petinggi perusahaan tersebut, dan disuruh duduk di kursi bagian depan, kecuali Flora seorang


Tak lama kemudian, dia memberikan pembukaan karena disuruh oleh Emily


"Teman teman sekerja dan pimpinan!. Ketahuilah!, bahwa hari ini kantor dan perusahaan cabang kita, telah kedatangan orang besar dari Birawa Group."


"Dia adalah nona Emily, sekretaris utama perusahaan besar dimana kita bekerja."


"Nona Emily, adik dari penguasa Birawa Group. Ternyata secantik itu!"


"Luar biasa penampilannya!. Andai aku dapat memilikinya, aku akan sangat bahagia sekali!"


"Jika itu aku!. matipun aku rela, asal dapat bersamanya walau satu malam." Ucap beberapa lelaki hidung belang yang ada di kantor tersebut


Mereka semuanya sudah punya istri yang cukup cantik juga di rumah. Tapi di kantor, matanya masih tetap jelalatan, ketika melihat kecantikan dari Emily, orang penting Birawa Group, tempat mereka bernaung itu


Apa yang dilakukan oleh beberapa orang itu, jelas saja Emily mengetahuinya, karena sudah sangat sering dia mendapat perlakuan dan pelecehan kata kata seperti itu, ketika sedang mengunjungi ratusan perusahaan cabang di berbagai kota dan tempat


Hari ini dia mengalaminya lagi, dan sudah bertekad akan menghancurkan orang orang kurang ajar tersebut dengan caranya


"Kita persilakan nona sekretaris untuk memperkenalkan diri!" Ucap Flora salah ucap


"Aku datang bukan untuk memperkenalkan diri, dan bukan untuk mendapat penghinaan kasar seperti itu!"


"Tapi aku datang karena ingin membersihkan tubuh perusahaan, dari orang orang bejat dan bermoral rendah!'


"Aku tidak main main dalam bertindak!, karena aku sudah mendapat mandat dan kepercayaan dari kakak ku, Dion Mahesa Birawa, untuk menghukum siapa saja yang berani berkhianat pada perusahaan!"


"Selain itu, aku juga di beri kekuasaan dari kakak ku, untuk menyingkirkan atau menghabisi para lelaki hidung belang seperti ketiga orang itu!"


"Mereka dari tadi terus menatap seorang sekretaris besar, pilihan pemilik perusahaan, dengan tatapan yang sangat menjijikkan!"


"Untuk itu!. Aku perintahkan pada para pengawal ku, agar ketiga orang tersebut di hukum, atau disingkirkan dari perusahaan ini."

__ADS_1


"Buat mereka tidak bisa lagi berjalan atau dapat melihat apapun, agar tidak mampu lagi melecehkan seorang wanita dengan cara rendah seperti itu."


"Cepat tangkap dan seret mereka bertiga dari ruang ini!" Ucap dan perintah tegas Emily pada beberapa orang pengawalnya


"Baik nona!" Jawab enam orang diantara para pengawal itu patuh, kemudian berjalan menuju ke arah ketiga orang yang telah bersikap kurang ajar tersebut, lalu menyeretnya keluar dengan paksa


Tanpa perlawan sedikitpun, ketiganya terpaksa menurut, dari pada dihajar di tempat itu secara langsung


"Itu pembelajaran bagi kalian!. bahwa tidak semua wanita bisa di perlakukan serendah itu!"


"Aku Emily!. Sekretaris utama Birawa Group, dengan ini menyatakan, bahwa ketiga orang tersebut mulai saat ini dipecat dengan tidak hormat, dan hanya mendapatkan sebulan gaji tanpa pesangon!"


"Apakah ada yang berkeberatan?" Tanya Emily tiba tiba


Tak seorangpun yang berani menjawab atau bereaksi, karena selain dari ketegasan dan keberanian dari Emily. semua yang hadir di ruangan itu juga melihat, bagaimana tindakan para pengawal emily tersebut dalam melaksanakan perintah


Para petinggi perusahaan cabang itu juga tanpa terkecuali, merasa takut dan gentar atas tindakan tegas dari sekretaris utama itu


Mereka sudah melihat dan mendengar sepak terjang dari sekretaris utama perusahaan, jadi mereka tidak mau bernasib sial yang sama seperti ketiga temannya tersebut


Jadi mereka hanya berdiam diri cukup lama, hingga terdengar Emily bersuara.


"Di sini aku ingin bertanya, apakah diantara kalian ada yang tahu, dimana keberadaan si Jarot itu?" Ucap Emily dengan suara keras


Namu sekali lagi tidak ada seorang pun yang berani menjawab atau bersuara, hingga membuat Emily berang, lalu berkata kembali.


"Baiklah!. Karena tidak ada seorang pun yang bisa melaporkannya pada ku, maka dengan ini aku nyatakan, perusahaan cabang ini di tutup, dan akan memecat seluruh karyawan juga para petingginya!" Ucap Emily menggertak mereka semua dengan kata kata saktinya tersebut


"Nona sekretaris!. Maaf kalau kami bungkam. Kami telah diancam akan dipecat, kalau berani membocorkan keberadaan manajer Jarot saat ini!" Ucap seorang manajer gudang takut takut


"Siapa namamu?" Tanya Emily tegas


"Saya Budiono, manajer logistik dan gudang di perusahaan cabang ini!" Jawabnya ragu ragu


"Siapa yang berani mengancam mu pak Budi?" Tanya Emily cukup sopan pada yang lebih tua


"Manajer personalia nona!" Jawab Budiono takut takut


"Siapa manajer personalia nya di sini?"


"Sa..sa..saya nona!" Jawab seseorang yang ternyata adalah Karna gugup


"Apa benar kamu yang telah berani mengancam pak Budi ini?" Tanya Emily dengan suara tinggi


"Saya hanya menjalankan perintah seperti itu nona besar!" Jawab Karna terus terang


"Ngomong yang jelas!. Jadi aku tidak perlu lagi banyak bertanya dan menghabiskan tenaga karena marah!" Respon Emily kesal


"Pak Jarot yang menyuruh itu nona sekretaris!"


"Apa alasannya?"


"Dia tidak mau diganggu kalau sedang menjalankan bisnisnya dalam dunia gangster!" Jawab Karna apa adanya


"Gangster?. Apakah maksud mu si permadi itu anggota gangster?"


"Benar nona muda!. Bukan sebagai anggota, tapi ketuanya!" Jawab Karna tanpa ragu ragu lagi


"Kau tahu dimana markasnya?"

__ADS_1


"Tahu nona muda, dia bermarkas dijalan G dekat dengan bangunan bersejarah di kota ini!"


"Bisakah kau memberikan data data si permadi ini?. Aku ingin tahu, siapa siapa saja karyawan yang terlibat dalam organisasi di luar perusahaan!" Respon Emily dengan ekspresi dingin


__ADS_2