
"Hans!. Panggil Rudolf dan Awan kemari!"
"Panggil juga Emily serta Maya sekalian!"
"Sudah saatnya mereka memberi keputusan."
"Mau tunggu apa lagi?. Usia sudah semakin tua!"
"Tidak juga menikah. Maunya apa?" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab Hans patuh. Kemudian meminta izin untuk meninggalkan ruangan itu, dan menelpon orang orang yang dimaksud
Saat itu Dion sedang bersama dengan tuan Birawa, Ivory dan Dragon. yang ditemani oleh Iron juga Hans, serta dua orang pengawal pribadi Ivory
Sudah satu bulan lebih sejak Dyah Isma Prameswari lahir. Mereka belum pernah berkumpul secara pribadi seperti itu
Tapi hari ini bertepatan dengan hari ke 44 kelahiran Prameswari. Dion memutuskan untuk berkumpul, karena dia ingin membicarakan hal penting dengan mereka
Namun sebelumnya. Dion sudah melaksanakan niatnya, dengan memberikan bantuan pada kaum kurang mampu di merata negeri. Dan itu sudah dilaksanakan sepuluh hari sebelumnya
Ada kurang lebih 25 ribu orang, yang mendapatkan bantuan berupa 9 bahan pokok. Lebih dari delapan ribu rumah tidak layak huni dibuat yang baru. Tujuh ribu pedagang kecil mendapatkan suntikan modal secara gratis. Dan 10 ribu pelajar dari berbagai tingkatan, mendapatkan beasiswa selama tiga tahun
Hal itu bisa dilakukan, karena orang orang Dion bergerak cepat. Tiga hari setelah Prameswari lahir. Dion memerintahkan bawahannya untuk pergi ke 34 provinsi, dan menemui petinggi di sana, untuk meminta data penduduk yang tidak dan kurang mampu
Mendapat tawaran bagus seperti itu, bergegas lah mereka memasukkan data orang orang yang pantas untuk dibantu, dan hampir 97 persen data tersebut akurat. Sedangkan sisanya fiktif
Tim penyeleksi diketuai oleh Taraka, yang bergelar mata bintang, guru dari Burgon, yang dibantu oleh Abhicandra dan orang orang nya
Sedangkan yang lain pergi secara berkelompok. untuk menemui atau langsung mencari orang orang yang memang pantas untuk di bantu
Setelah berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Pencarian dan pengumpulan data itupun selesai. Dan langsung diberi bantuan
Ada yang disaksikan oleh kepala desa, camat, bupati bahkan oleh gubernur nya secara langsung
Tapi ada juga yang tidak peduli sama sekali, atau Karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Namun itu tidak menjadi masalah buat Dion
Yang penting niatnya membantu sudah kesampaian. Dan itu akan terus dilakukannya selagi dia bisa
Harta kekayaannya sangat melimpah. Tidak akan habis dimakan sampai 10 keturunan sekalipun, asal perusahaannya masih tetap ada
Kini niatnya berbagi sudah kesampaian. Tinggal satu lagi yang belum, yaitu tentang penyelesaian masalah asmara, antara dua adik angkatnya dengan dua pengawalnya sendiri
Tapi hari ini Dion sangat berharap, agar masalah itu bisa diselesaikan, dan tidak membuat pikirannya pusing lagi
Kebetulan ayah dari Maya juga ada di kota emas. Tapi waktu pertemuan, dia sedang berada di tempat lain, bersama dengan dua anaknya itu
Tengah mereka berjalan jalan menikmati indahnya kota emas. Masuk telepon dari Hans atas perintah Dion. Meminta mereka untuk kembali dan berkumpul di villanya
Bukan hanya mereka saja yang dipanggil tapi Emily juga. Kebetulan saat itu dia sedang menuju villa milik Dion, dan sudah hampir sampai di depan gerbang. Jadi tak lama setelah Hans menelpon itu, Emily pun sampai
Begitu memasuki ruangan. Dia langsung menyapa mereka. "Salam semuanya!"
"Cepat benar sampainya?. Kamu terbang ya?" Tanya Dion bercanda
"Iya nih kak!. Pakai sayap rajawali!" Jawab Emily juga bercanda
"Sudah! sudah!. Sini duduk!" Ucap Ivory menyela gurauan mereka
Setelah Emily duduk itu. dia langsung berkata. "Tumben serius benar!. Ada apa nih kak?" Ucapnya sekaligus bertanya pada Ivory
"Tau tuh kakak mu!" Jawab Ivory cuek
__ADS_1
"Ponakan bibi yang ganteng!. Bisa tak kasi tau, kenapa wajah wajah kalian serius begini?" Tanya Emily pula pada Dragon
"Kebetulan tidak tahu bi!. Jadi tunggu saja ya." Jawab Dragon malah lebih cuek dari ibunya
Mendengar itu Emily menjadi kesal. Tapi mau marah, jelas saja tidak berani. Jadi dia hanya bersabar menunggu
Tapi di tempat itu juga ada tuan Birawa. Namun dia tidak berani untuk bertanya. Emily sadar bahwa dia tidak begitu dekat dengan kakek angkatnya tersebut. sebab dia lebih dekat dengan Maya
Sedangkan Emily lebih dekat dengan Dion, sampai pernah membuat Ivory cemburu dan marah
Tapi rasa penasarannya terlalu tinggi. mau tidak mau harus bertanya kepada tuan Birawa juga. "Kakek!. Bisakah tolong Lily. Apakah ada masalah penting hingga Lily dipanggil kemari?"
"Kakek juga tidak tahu!. Kakek hanya kebetulan saja di sini!" Jawab tuan Birawa enteng
"Tapi coba tanyakan pada kakakmu itu. Mungkin dia tahu jawabannya. Karena dia yang memanggil mu tadi!" Ucap tuan Birawa cuek
"Kakak Dion!. Ada masalah serius apa sih, hingga Emily dipanggil kemari?" Tanya Emily sangat penasaran sekali
"Bagaimana pekerjaan mu?. Apakah semuanya lancar, atau memberatkanmu?" Jawab Dion malah balik bertanya
"Semuanya baik-baik saja kak, dan sama sekali tidak memberatkan ku!" Jawab Emily tegas dan menunggu, apa reaksi dari Dion
Tapi ditunggu sekian lama, Dion tetap bungkam. malah tidak bereaksi sama sekali. Maka Emily berinisiatif untuk membuka pembicaraan lagi
"Memangnya ada apa kak?. Apakah kakak ingin mengevaluasi nya?" Tanya Emily ingin tahu
"Ya!. Kakak ingin mengevaluasinya!"
"Gara-gara pekerjaan itu, kau sampai lupa dengan kodrat mu sebagai seorang wanita!"
"Kau juga lupa janjimu pada kakak!" Jawab Dion tegas
"Maksud kakak?" Tanya Emily semakin penasaran
"Ja ja jadi?" Reaksi Emily gugup
"Ya!. Hari ini kau harus memberi keputusan!, dan jangan sampai membuat kakakmu ini marah!" Jawab Dion tegas
Bam!
Pupus sudah harapan Emily untuk bersama dengan Dion. orang yang sudah dicintainya sejak lama. Bahkan Dion merupakan cinta pertama bagi Emily
Tapi hari ini kenyataan berkata lain. Sejujurnya Emily juga menyadari, bahwa tidak mungkin baginya untuk bersama dengan Dion, orang yang selama ini sangat baik padanya
Lagipula dia tidak mau merusak hubungan baik dengan Ivory. yang telah mendapatkan tempat di hati Dion
Walaupun dia mampu dalam hal itu. Tapi perempuan mana yang mau dimadu. Jika posisi itu ada padanya, sudah lama Dion tidak punya adik angkat seperti dia
Ivory nya saja yang sabar, dan meyakini cinta Dion, hanya khusus untuknya
"Jika sudah begini!. Aku akan mengalah saja. dan belajar untuk mencintai orang lain." Batin Emily dalam hati. Kemudian membatin lagi
"Dion!. Aku menyadari, bahwa mencintai itu, tidak selamanya harus bersatu."
"Dan sekarang, itu terbukti benar!"
"Hari ini aku sendiri yang mengalaminya." Batinnya lagi
"Bagaimana cucu ku?. Apakah kau sudah bisa memberikan keputusan?" Tanya tuan Birawa sudah tidak sabar lagi
"Sudah kek!. dan Lily mau menerima lamaran kak Rudolf!" Jawab Emily tegas dan tanpa ragu-ragu lagi
__ADS_1
Walau dalam hatinya menangis, tapi dia tidak mau memperlihatkannya
Tapi sayangnya!. Apa yang dikatakan oleh Emily dalam hati itu, diketahui oleh Dragon. Bahkan saat dia menangis pun Dragon mengetahuinya juga
Tak lama kemudian dia pun membatin. "Ternyata rumit jika sudah berhadapan dengan masalah itu!"
"Sulit memecahkan rahasia dalam sebuah ilmu, lebih sulit memecahkan masalah orang dewasa!"
"Jika itu aku, mungkin akan merasa kesulitan juga."
"Setinggi apapun dan seluas apapun pengetahuanku, tapi jika sudah berhadapan dengan anugerah Tuhan yang maha tinggi itu, mungkin aku juga tidak akan mampu!"
"Semoga kedepannya aku tidak mengalami hal seperti itu!"
"Satu tetap satu, karena hati cuma satu."
"Mungkin inilah rahasia terbesar dari semua ilmu yang ada."
"Hakekat dan makrifat, bisa dipelajari oleh orang yang berhati tulus. dan orang menilainya itu sulit."
"Tapi tanpa mereka sadari, anugerah Tuhan itu jauh lebih sulit dari apapun!"
"Jika salah menilai apalagi melangkah, maka orang tersebut akan terjebak selamanya dalam urusan itu. dan sulit untuk keluar dari dalamnya."
"Contoh kasus itu adalah bibi ku!"
"Selama bertahun-tahun, dia terjebak dalam obsesinya sendiri. Padahal orang yang di obsesinya itu, tidak menyadarinya sama sekali."
"Bukan hanya bibi Emily saja yang berada dalam dilema tersebut. Bibi Maya juga demikian."
"Tapi aku sudah menghapus ingatan tersebut dari hidupnya. Namun anugerah Tuhan, tidak berani aku hapus."
"Biarkan itu menjadi misteri buat manusia. Termasuk diriku juga adikku di masa yang akan datang." Batin Dragon sambung menyambung dalam hati
"Sekarang semuanya telah jelas!"
"Emily sudah memutuskan bersedia menikah dengan Rudolf!"
"Tinggal bagaimana keputusan Maya!"
"Jika dia menolak juga. Maka inilah batas kesabaran kita!"
"Lagipula itu haknya! Apakah akan menerima atau menolaknya!" Ucap tuan Birawa tegas. Mendahului pendapat dari cucunya tersebut
Maya yang ditanya hanya diam saja. Di dalam hatinya masih ada keraguan. Tapi karena tidak mau mengecewakan harapan dari kakeknya tersebut, maka Maya terpaksa harus menerima juga
Sama seperti Emily. Dia juga akan belajar mencintai orang lain, dan itu adalah Awan
Banyak pasangan yang menikah bukan karena cinta. Karena mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Namun lama-kelamaan, cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu
Seperti pepatah jawa mengatakan. "Witing Tresno Jalaran Soko Kulino". Yang artinya kurang lebih. " Rasa cinta itu datang, karena kedekatan yang terus menerus"
Atau bisa juga berarti. "Cinta itu tumbuh karena terbiasa" dan masih banyak lagi makna-makna yang lain
Sama seperti Maya. Maka dia akan menggunakan prinsip tersebut. Walau pada awalnya berat, tapi dia yakin, lama-kelamaan dia akan bisa mencintai Awan, dan bisa melupakan Dion, yang sangat dicintainya tersebut
Walau berat terpaksa di harus melakukannya juga
Maka dengan mantap dan tanpa ragu-ragu lagi, dia menjawab pertanyaan dari tuan Birawa tadi
"Baiklah kek dan semua yang ada disini!. Maya bersedia menikah dengan kak Awan, tapi dengan satu syarat!" Ujarnya menggantung
__ADS_1
"Katakan apa itu nona?" Tanya Awan datang menyela. dan terkesan tidak sabaran, menunggu jawaban dari gadis yang sangat dicintainya tersebut