Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Khilaf terdalam


__ADS_3

"Kemarahan tuan kita bukan main main lagi. Andaikata si Tom itu ada disini, mungkin saat ini juga, seluruh kekuatan yang dimilikinya akan dikerahkan untuk memerangi orang tersebut." Ucap Rams pada sahabatnya Hans


"Kau seperti tidak mengenal tuan saja. Siapapun yang berani mengganggunya, maka bersiap siaplah untuk mendapatkan balasan yang menyakitkan." Jawab Hans enteng


"Aku heran!, kenapa pada pengawalan super ketat itu, kalian masih bisa kecolongan, sampai membuat nyonya besar kritis seperti itu." Ujar Rams berterus terang


"Itulah yang membuat kami malu. Seharusnya kejadian seperti itu, tidak harus terjadi padanya. Andai saat kejadian, kami mencegah agar kedua perempuan itu tidak mendekati nyonya Ivory, mungkin hal tersebut tidak akan terjadi." Jawab Hans menyesali diri sendiri


"Tapi ketika mereka berjalan mendekati nyonya Ivory, yang bersangkutan tidak melarang, malah mencegah kami untuk memberhentikannya, karena dia melihat, kedua perempuan tersebut bukan merupakan ancaman." Ucapnya lagi menjelaskan duduk permasalahannya


"Berpenampilan sebagai orang terhormat, berjalan saja sedikit kesulitan. Senyumnya ramah, mengembang ketika bertemu dengan nyonya Ivory. Itu sebabnya, kedatangan keduanya tidak dihalang halangi oleh para pengawalnya termasuk aku."


"Namun siapa sangka, perempuan yang kelihatan ramah, lemah dan sopan itu, adalah malaikat maut yang dikirim oleh seseorang, untuk menghabisi nyonya Ivory."


"Hal itulah yang paling kami sesalkan. Kalau dalam keadaan normal, serangan seperti itu, akan sangat mudah diantisipasi oleh nyonya Ivory. Tapi karena jaraknya begitu dekat, dan tidak menyangka akan diserang seperti itu, maka nyonya Ivory, tidak sempat untuk menghindarinya."


"Itulah khilaf terdalam, pada seseorang yang suatu saat nanti, pasti akan lengah juga."


"Sampai saat ini, kami yang saat itu ada di dekat nya, merasa sangat malu sekali. Entah bagaimana nanti kami harus bersikap padanya, ketika dia sudah sembuh."


"Mungkinkah nyonya akan menyalahkan kami, atas kelalaian yang telah kami perbuat itu?" Ucap Hans khawatir


"Aku rasa nyonya Ivory akan memaklumi kejadian itu, karena dia juga yang melarang kalian untuk berhenti, ketika kalian ingin menghentikan langkah kedua perempuan tersebut." Ucap Rams membesarkan hati sahabatnya tersebut


"Apa yang kau katakan itu benar. Tuan besar tidak menyalahkan kami, karena ketika kejadian tersebut, dia melihat sendiri, nyonya Ivory melarang kami untuk mencegah, agar perempuan tersebut tidak mendekatinya. Itulah yang sebenarnya terjadi saat itu." Ujar Hans setuju dengan pendapat Rams itu


"Aaaahhh sudahlah!. Nasi sudah menjadi bubur, tidak ada lagi yang bisa disesalkan. Semua sudah terjadi." Sanggah Rams, berusaha menyudahi dialog mereka, tetapi beberapa saat kemudian dia kembali berkata


"Yang penting untuk kedepannya, jangan tertipu pada penampilan seseorang. Orang yang terlihat lemah, bisa saja dia adalah monster yang sangat mengerikan."


"Dunia memang penuh dengan tipu daya!" Ucap Rams sambil berlalu pergi, meninggalkan Hans dalam tugas pengawalan nya tersebut


***


"Tuan Dion sudah memerintahkan, untuk mendatangi setiap kediaman 10 orang penyusup itu, termasuk 3 orang yang masih hidup, untuk memeriksa, apakah masih ada barang bukti yang tersisa di rumah mereka masing masing." Ujar Iron menyampaikan perintah dari Dion


"Tapi jika langkah kita dihalang halangi oleh keluarganya, tuan Dion mengizinkan, untuk melakukan kekerasan, tapi masih dalam batas kewajaran."


"Jika keluarga penyusup tersebut tidak terlibat, dan tidak tahu apa apa, tuan Dion melarang untuk menyentuh mereka, karena mereka tidak bersalah dan tidak tahu apa apa."


"Robin, Burgon dan kau Leon! Bawa orang orang terbaikmu ke sana, dan datangi perusahaan di mana para penyusup itu bekerja."

__ADS_1


"Cari informasi sebanyak banyaknya. Jika langkah kalian dihalang halangi, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan!" Ucap Iron memberi instruksi kepada anak buahnya tersebut


"Langit, Awan dan Bumi, mobilisasi teman teman mu, untuk mendatangi perusahaan tersebut!"


"Beritahu kedatangan kalian ke kota itu pada otoritas setempat, dan pada pihak yang berwenang di sana, agar tidak timbul kesalahpahaman." Perintah dan instruksi Iron tegas


"Baik bos!" Jawab mereka serempak


Robin, Burgon dan Leon, serta ketiga serangkai pengawal tingkat elit tersebut, bergerak melaksanakan perintah dari ketuanya itu, dengan mengumpulkan orang orang terbaik dari yang terbaik, untuk ikut ke kota S, mendatangi perusahaan tempat para penyusup itu berada


Sebanyak 150 orang pengawal yang berhasil mereka pilih, untuk menyertai mereka ke kota S. Nantinya mereka akan bergabung dengan pengawal yang memang sudah ditugaskan dari awal di kota S tersebut


***


High building, wilayah bisnis La Defense, Prancis saat kejadian


"Dasar tidak berguna!. Mengerjakan tugas ringan seperti itu saja harus kehilangan nyawa!" Gerutu seseorang berjas rapi di kantor besarnya kota Perancis, sambil memainkan pena diantara jari jarinya


"Jika Aron brengsek itu membuka mulut, alamat dalang dibalik penyerangan akan ketahuan." Ujarnya lagi menimbang nimbang


"Tapi menurut mata mata yang berhasil dususupkan kesana, Aron saat ini sedang tidak sadarkan diri. Kuharap dia mati saja, agar tidak ada informasi yang didapatkan darinya."


"Aku harus cepat bergerak!. sebelum orang orang nya Dion mendapatkan informasi tentang ku." Ucap laki laki tersebut khawatir, yang ternyata adalah Tommy


***


Setelah kurang lebih 2 tahun dia memegang jabatan direktur utama di perusahaan mertuanya itu, Tommy menunjukkan bakat dan kekuatannya dalam bidang bisnis dan kepemimpinan


Atas prestasinya itu, mertuanya berencana akan menyerahkan jabatan ketua mafia, dan ketua asosiasi pengusaha di kota Paris tersebut


Rencananya, dalam 2 tahun lagi, Tommy akan diserahi tugas sebagai ketua mafia, dan jika disetujui oleh mayoritas pengusaha, Tommy akan diprimidikan sebagai kandidat kuat, dalam perebutan kursi ketua asosiasi perdagangan negara tersebut, bersaing dengan beberapa kandidat kuat lainnya


Tommy yang sudah diberitahukan tentang masalah itu menjadi semangat, dan tekadnya semakin kuat, untuk terus belajar dan belajar dari ayah mertuanya tersebut


Orang orang yang berpengaruh dalam mafia, juga asosiasi yang dipimpin oleh mertuanya itu, satu persatu didekatinya dengan cara persuasif


Tommy tidak mau ada bawahan dari mertuanya tersebut, pendapatnya berseberangan dengannya nanti, karena dua tahun itu, menurutnya tidak lah lama


Selama menunggu masa penyerahan mandat itu, Tommy melebarkan sayap usahanya ke negara asal tempat dia dilahirkan dulu


Salah satu perusahaan yang dikembangkan nya, itu berada di kota S, yang mempekerjakan sekitar 600 tenaga kerja, yang dipimpin langsung oleh nya, tetapi dia bekerja di belakang layar

__ADS_1


Sementara sebagai wakilnya, dipercayakan kepada Aron, yang saat kejadian, telah ditaklukan oleh Dion, dan beberapa jam kemudian dia mati


"Sekarang kau rasakan apa yang telah kau timpakan padaku Dion. Aku berharap Ivory mati, agar kau juga merasakan kehilangan seperti yang kurasakan dulu!"


"Tidak hanya itu saja!. Aku ingin seluruh keluarga mu hancur, berikut dengan perusahaan yang selalu kau bangga bangga itu. Kau tunggulah aksi aksi ku berikutnya Dion!"


"Aku tidak akan tinggal diam!, dan aku belum akan merasa puas, jika belum melihat mu bersujud di kaki ku. Tunggulah pembalasan ku...!" Teriak Tommy sekuat kuatnya


Beberapa orang bodyguard, begitu mendengar teriakan Tommy, bergegas masuk ke dalam ruangan bosnya, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada bosnya tersebut


Tapi begitu mereka sampai di dalam, tidak terjadi apa apa pada bosnya itu, Malah kondisinya masih segar bugar


"Kebetulan sekali kalian datang, sebelum aku panggil!" Ucap Tommy senang


"Segera laporkan, kondisi orang orang yang telah kau susupkan di kota B dan kota Golden City itu!. Katakan di mana kau tempat kan mereka?" Tanya Tommy dengan suara menggelegar


"Sampai saat ini, posisi mereka masih aman. Beberapa diantaranya, telah membuka usaha di kota Golden City itu, dengan menyewa toko untuk usahanya tersebut." Jawab Damien, sambil sedikit membungkuk kearah Tommy


"Sepuluh orang berada di kota Golden City, dan 10 orang lagi berada di kota B. Sementara yang 20 orang sisanya,. berada di kota S." Sambungnya lagi


"Tugas mereka di kota S itu adalah, untuk mengawasi jalannya perusahaan, yang tuan dirikan tersebut." Ucap Damien mengakhiri penjelasannya


"Hahahaha!. Bagus! bagus!. Aku suka dengan kinerja kalian. Sungguh aku tidak menduga, Ternyata kalian bisa diandalkan seperti ini!" Balas Tommy senang


"Ada satu hal lagi yang ingin kami sampaikan tuan. Menurut mata mata yang tersebar di kedua kota itu, Aron, wakil tuan di kota S tersebut, sekarang sudah mati. Tetapi sampai dia mati itu, dia tetap tidak mau membuka mulut, dan mengatakan siapa dalang dari kejadian tersebut." Ucap Damien terlihat ragu ragu


"Ini hebat!. Aku tidak menyangka, Aron akan sesetia itu padaku." Ucap Tommy memuji anak buahnya tersebut.


"Sekarang kau hubungi orang orang mu di kota S itu, dan katakan padanya, untuk memberi santunan kepada keluarga Aron, agar mereka tidak merasa sedih karena kehilangan anggota keluarganya." Perintah Tommy tegas


"Baik tuan!" Jawab Damien patuh


"Tapi tuan! masih ada satu hal, yang membuat hati orang orang kita di sana menjadi risau, karena menurut mata mata yang kita tempatkan di dalam acara tersebut, 3 orang yang menjadi perantara untuk memasukkan senjata dan lain sebagainya itu, telah ditangkap, dan sampai saat ini beritanya belum juga terdengar."


"Kenapa bisa terjadi?. Apakah ada sesuatu yang salah?" Tanya Tommy terkejut


"Tidak tuan!. Ternyata Aron salah perhitungan. Ketiga orang itu, setelah kejadian tersebut, tidak cepat cepat pergi meninggalkan lokasi pesta. tetapi mereka masih tetap di situ."


"Anak buah orang yang menjadi musuh tuan itu, bergerak cepat. Saat itu juga, menahan seluruh orang orang yang bertugas, termasuk pramusaji, juru masak dan pelayan yang disusupkan ke sana."


"Mudah mudahan, ketiga orang tak berguna itu, mau berkorban seperti si Aron. Walau diancam mati sekalipun, mereka tidak akan membuka mulut, dan mengatakan, siapa dalang dibalik ini semua."

__ADS_1


"Panggil Felix kesini!. Aku ingin dia dan orang orangnya, menghancurkan sistem pertahanan informasi perusahaan mereka malam ini juga! Mumpung mereka sedang lengah "


"Aku tidak ingin gagal!" Ucap Tommy sambil mengepalkan kedua tinjunya erat erat


__ADS_2