
Duar!
"Ah!" Teriak pilot helikopter sedikit kuat, dibarengi rasa terkejut yang begitu besar, saat kilatan petir hampir menyambar badan pesawat yang dikemudikannya
Selama dia berprofesi sebagai pilot, belum pernah terjadi hal hal seperti itu. Baru kali inilah dialaminya, dan itupun secara tiba tiba pula
"Hampir saja!" Ucapnya ketakutan pada diri sendiri, tapi bisa didengar oleh yang lain
Dalam bayangannya itu, jika petir tadi mengenai badan pesawat, entah apa yang akan terjadi pada penumpangnya.
Beruntung petir itu hanya berlangsung sekali, dan itupun tidak terlalu kuat, tapi bisa didengar suaranya dari arah kejauhan, termasuk oleh orang orang kota golden City, seperti Dion dan Ivory, serta yang lainnya
"Anakku!" Teriak Ivory dari dalam kamar tiba tiba
"Ada apa Ivo?" Respon Dion keheranan
"Papa dengar petir tadi?. Bukankah cuaca sangat panas, tapi kenapa ada petir di siang bolong begini?" Jawab Ivory cemas
"Itu sudah biasa terjadi ma, dan jangan dipikirkan lagi!" Jawab Dion enteng
"Biasa bagaimana?. Apa papa tidak ingat, bahwa anak kita saat ini sedang menaiki helikopter menuju kemari?" Tanya Ivory sedikit kesal
"Apa hubungannya antara suara petir dengan helikopter ma?. Bukankah kita tidak tahu, apakah mereka sudah mengudara atau belum?" Reaksi Dion entah kenapa sedikit lambat kali ini
"Ah papa ini!" Reaksi Ivory kesal. Kemudian keluar dari dalam kamarnya menuju arah pintu masuk villa, dan bergegas keluar dari dalamnya
Sementara itu, pilot helikopter yang membawa Dragon, Leon James, Shio Lung, Erisha dan yang lainnya. Masih terlihat pucat pasi dan ketakutan
Bagaimana dia tidak takut, penumpang heli yang dibawa olehnya, adalah tuan muda Birawa Group, orang yang harus dia lindungi
Jika sesuatu terjadi padanya, entah apa yang akan terjadi pada kedua orang tuanya tersebut
Memikirkannya saja dia sudah tidak sanggup, apalagi jika benar benar terjadi
"Aneh!. Tidak ada mendung tidak ada hujan, tapi kenapa petir bisa menyambar tiba tiba?" Respon draco keheranan
"Biar aku lihat apa hubungannya antara petir tadi dengan apa yang aku lihat dalam mata batin ku akhir-akhir ini!" Monolog Draco dari dalam hati
Setelah berkata seperti itu, Dragon segera menyatukan hati dan pikirannya pada satu titik, dan langsung terhubung dengan Clara yang ada di kota M
Ternyata petir yang barusan berusaha menyambar helikopter yang dia tumpangi, adalah karena ulahnya
"Lagi lagi anak itu!. Aku jadi penasaran siapa sebenarnya dia?"
"Aura yang dipancarkannya terlalu hitam dan pekat. Apa yang ada di dalam hatinya terlalu jahat!"
"Aku harus menghentikannya, sebelum menjadi ancaman serius bagi keluargaku!" Batin Dragon dalam hati
"Paman pilot!. Apakah helikopter ini, mampu terbang jauh?" Tanya Dragon tiba tiba
"Bisa tuan muda!. Tangki bahan bakarnya cukup besar hingga mampu menampung Avgas dalam jumlah banyak."
"Tapi setelah mencapai jarak tempuh 851 kilometer, kita harus turun dan kembali mengisi bahan bakarnya."
"Begitu ya paman!" Respon Dragon paham
"Maaf tuan muda!. Kalau boleh saya tahu, memangnya tuan muda mau kemana?" Tanya pilot tersebut penasaran
"Kota M paman!" Jawab Dragon cepat
"Kota M?. Bukankah kita sedang menuju ke kota emas tuan muda?" Respon pilot tersebut semakin penasaran
"Benar paman!. Mumpung kita belum sampai, apakah paman bisa membelokkan arah tujuan kita ke sana?" Jawab Dragon enteng
"Itu harus di informasikan dulu pada pemandu lalu lintas penerbangan, atau Air Traffic controller, apakah kita di izinkan pergi ke sana atau tidak!"
"Lagi pula kita belum meminta izin pada tuan dan nyonya besar tentang rencana tuan itu!" Jawab Bimantara apa adanya
__ADS_1
"Jadi maksud paman, kita belum bisa pergi ke sana sekarang?" Tanya Dragon sedikit kecewa
"Benar tuan muda!. Tapi setelah kita sampai, tuan muda bisa langsung mengatakan itu pada tuan besar!" Jawab Bimantara atau Bima sudah mulai lega
"Baiklah kalau begitu paman!" Respon Dragon nurut, tapi terkesan kecewa
Entah mengapa, perasaannya ingin sekali mengunjungi kota M saat itu juga, tapi karena terbentur oleh peraturan yang ada, dia terpaksa harus mematuhinya juga
Jadi mau tidak mau, dia terpaksa mengurungkan niatnya tersebut, tapi akan dilakukannya juga besok atau nanti
Tidak terasa kota Golden City yang ingin dituju, sudah terlihat dari kejauhan
Beberapa menit kemudian, helikopter yang ditumpangi oleh Dragon dan orang orangnya, sudah mendarat dengan selamat di atas helipad yang memang ada di kota itu
Kebetulan helipad itu, letaknya tidak terlalu jauh dari villa milik ayahnya tersebut, dan jumlahnya lumayan banyak
"Draco!" Teriak Ivory senang, sesaat dia turun dari badan helikopter itu
"Mama!" Sambutnya juga senang, kemudian berlari menuju dimana ibunya berada
Bak sebuah drama televisi, aksi yang dilakukan oleh Dragon juga Ivory, mengundang senyum bahagia buat Dion dan orang orang nya
Tapi mereka yang sedang diperhatikan itu cuek saja, dan terus berlari menuju arah masing masing
"Kenapa kau baru ingat mama anakku?" Tanya Ivory sesaat setelah dia berhasil memeluk anaknya
"Draco bukan tidak mau pulang mama!. Tapi keadaan yang memaksa!" Jawab Dragon apa adanya
"Tapi bagaimanapun, mama selalu mengkhawatirkan mu setiap saat!" Reaksi ibunya berlebihan
"Draco sudah besar ma!, dan sudah bisa melindungi diri sendiri!" Jawab Dragon lucu
"Benarkah?" Reaksi Ivory senang
"Benarlah!. Kenapa juga Draco bohong ma?" Jawabnya dengan ekspresi kesal
"Draco tidak kuat ma." Jawab Dragon malu malu
"Hahahaha!" Tawa tuan Birawa terbahak bahak, di ikuti oleh Dion dan anak buahnya
"Kemari lah jagoan ku!. Apakah kau tidak rindu pada ayah mu?" Ucap Dion merajuk pada anaknya
"Sana!. Hampiri ayah dan kakek buyut mu, serta sungkem pada mereka!" Perintah Ivory pada anaknya
"Baik ma!" Jawab Dragon patuh. Kemudian melepaskan pelukan pada ibunya dan berlari menuju ayah serta kakek buyutnya itu
"Hahahaha!. Anak ayah ternyata sudah semakin besar, dan auranya semakin kuat." Ucap Dion bangga
"Benar apa yang tuan besar katakan itu!. Saya saja sudah tidak bisa mengukur dan menyelami kedalaman
ilmu metafisika nya itu." Sambung Abhicandra tiba tiba menyela
"Maksud paman?" Reaksi Dion penasaran
"Ilmu yang diwariskan pada tuan muda, sepertinya sudah benar benar di kuasai dan dipahami olehnya."
"Jangankan orang biasa, master seperti saya saja sudah tidak mampu mengukur dan mengetahuinya."
"Tuan muda benar benar orang berbakat serta jenius yang ada, dan baru saya jumpai keberadaannya di dunia ini." Jawab Abhicandra berterus terang
"Kalau begitu, tidak sia sia kita kirim dia ke sana ma!" Respon Dion semakin bangga
Ivory hanya tersenyum saja, mendengar ucapan dari suaminya itu. Kemudian semakin mendekatkan diri ke tempat dragon dan suaminya berada
"Oh ya ayah!. Dalam perjalanan tadi, tiba tiba ada petir menyambar di depan heli yang Draco tumpangi!" Ucapnya semangat
"Benarkah anak ku?" Respon Dion tertarik
__ADS_1
"Benar yah!."
"Setelah itu draco mencoba melihat melalui mata batin, dan mendapati bahwa penyebab petir kuat tersebut, adalah sumpah dan perkataan seorang anak kecil, bersama dengan ayah dan ibunya." Jawab Dragon apa adanya
"Pa!. Jadi petir tadi mencoba menyambar heli anak kita?"
"Berarti firasat mama tadi benar pa!"
"Syukurlah anak kita tidak kenapa kenapa!" Ucap Ivory menyela
"Ternyata begitu!. Tapi papa penasaran dengan anak yang Draco ceritakan tadi!" Respon Dion semangat
"Atau jangan jangan!, ini ada hubungannya dengan dua orang wanita dari Belgia, yang sekarang sedang ditahan di kota M itu?" Ucap Dion menerka
"Ayah benar!. Wanita tersebut Draco deteksi ada di kota M, dengan auranya yang cukup menyeramkan!" Sambut Dragon menguatkan
"Bagaimana kalau hari ini atau besok, kita berangkat ke sana, dan temui kedua wanita tersebut?"
"Papa ingin mengetahui apa motif mereka berbuat seperti itu." Ucap Dion memberi usul
"Kebetulan sekali!. Tadi Draco juga meminta pada paman pilot, agar membelokkan arah perjalanan ke kota tersebut, tapi paman pilot tidak berani melakukannya yah!" Ucap Dragon berterus terang
"Apa!. Kau ingin pergi ke sana sendirian?" Respon Dion termasuk juga yang lain terkejut bukan kepalang
"Kau benar benar ceroboh anak ku!" Sambung Ivory tidak senang
"Maafkan Draco yah, ma!" Ucap nya menyesal
"Sudahlah!. Niat mu pun tidak terjadi, dan kau selamat sampai di depan mama." Jawab Ivory sedih
"Mau sampai kapan kalian berada di tempat itu, giliran kakek buyut kapan?" Ucap tuan Birawa merajuk
"Oh iya Draco sampai lupa!" Jawab Draco malu malu
Kemudian dia berjalan mendekati kakek buyutnya, dan langsung memeluk tubuh tuan Birawa yang sengaja direndahkan olehnya itu
"Anak pintar!. Buyut benar benar bangga pada mu cucu ku!" Responnya senang dan bangga, disela sela pelukan tersebut
Hampir satu menit kejadian itu terus berlangsung. Pembicaraan mereka berdua belum selesai juga
Tapi tak lama kemudian, tuan Birawa menggendong cucu buyutnya mendekati Dion dan Ivory serta berkata.
"Ayo kita kembali, dan masuk ke villa. Kaki ku sudah mulai pegal!" Ucap tuan Birawa tegas
"Baik kek!" Jawab Dion dan Ivory patuh. Kemudian menggandeng tangan Dragon di kanan dan kirinya berbarengan
***
Keesokan harinya, rencana yang digulirkan oleh Dion juga Dragon, benar benar terlaksana
Dimana saat itu, delapan helikopter super puma, telah mengudara di langit kota emas dan sedang mengarah ke kota M
Setelah menempuh jarak 1.449 kilometer, atau sejauh 898 mil laut, ditarik lurus menggunakan pesawat terbang atau helikopter, dengan waktu tempuh sekitar tiga jam, barulah mereka sampai ke tempat tujuan, dengan sekali berhenti untuk mengisi bahan bakar
Kedatangan delapan helikopter itu, tentu saja mengejutkan siapa saja yang melihatnya, termasuk pihak otoritas setempat, walaupun mereka sudah diberi tahu akan kedatangan rombongan itu melalui Emily
Deg!
Reaksi jantung Dragon tiba tiba berdegup dengan kencang, begitu juga dengan Abhicandra, yang di ajak untuk menyertai perjalanan Dion dan keluarganya
"Sangat kuat sekali!" Batin Abhicandra dalam hati
"Siapa sebenarnya orang itu?. Kenapa pandangan ku terhalang oleh kabut hitam dan seperti ingin menelan ku?" Monolog Abi dalam hati
"Tuan muda!" Ucapnya lirih
"Paman tenang saja!. Kekuatan seperti itu tidak ada apa apanya bagi ku!" Ucap Dragon enteng
__ADS_1
"Baik tuan muda!" Jawabnya patuh, kemudian mengikuti langkah tuannya menuju ke hotel bintang lima, tempat dimana Adeline dan Clara sedang di tahan oleh pengawal Birawa Group