
Shrek! Shrek! shrek!
Bunyi rumput rumput kering ketika patah, beradu dengan benda berat terdengar cukup jelas
Komandan jaga di pos penjagaan sektor empat, fokus mendengarkan suara yang semakin lama semakin jelas terdengar itu
Setelah diyakini, bahwa ada sesuatu atau mahkuk yang sedang mendekati lokasi perkemahan mereka, maka tanpa membuang waktu lagi, komandan jaga tersebut, mengarahkan lampu sorotnya kearah suara yang sedikit berisik itu
Begitu sorot lampu tepat mengenai benda tersebut, alangkah terkejutnya dia, di depan sana, ada empat orang bertubuh besar, sedang datang mengendap ngendap, menuju ke arah perkemahan mereka
Tubuh mereka yang besar itu, berbalut dengan kulit kulit binatang, bahkan ada yang bertelanjang dada, hanya memakai bawahannya saja
Tapi yang aneh dari mereka, ditangannya memegang sesuatu seperti senjata untuk berburu juga persenjataan lain
Melihat itu, tanpa mau membuang waktu lagi dan mengambil resiko besar, Komandan jaga tersebut membangunkan anak buahnya yang lain, dan memberi kode pada pos pos penjagaan lainnya pula
Tiba tiba bunyi tembakan teredam terdengar, mengarah pada orang yang sedang mengarahkan lampu sorot tadi ke arah mereka. Beruntung tembakan tersebut tidak mengenainya
"Cepat bangun!. Ada penyusup!. Kita di serang!" Teriaknya. Kemudian mengarahkan moncong senjata otomatis ke arah para penyusup itu, tapi di cegah olah komandan jaganya
"Jangan membalas tembakan mereka sebelum mendapat perintah!" Ucapnya marah
"Tapi dan!. Mereka tadi menembaki kita, tidak mungkin kita tidak membalasnya?" Bantah anak buahnya tidak terima
"Tunggu setelah mereka dekat, baru kita tembak, tapi jangan membunuhnya kalau tidak terpaksa. Paham?" Respon komandan jaga itu tegas
"Siap dan!" Jawab anak buahnya tegas juga. Kemudian berlindung di dinding kayu bulat, agar tidak menjadi sasaran tembak dari penyusup
Sementara itu, suara tembakan walau teredam yang tadi terdengar, sontak saja mengejutkan para pengawal yang sedang tidur lelap, termasuk juga Bumi dan Eric
Bergegas mereka bangun dan menuju ke arah pos pos terdekat, untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi
"Komandan jaga!. Ada apa ini, dan apa yang terjadi?"
"Suara tembakan dari mana?" Tanya Bumi penasaran
"Kami juga belum tahu komandan. Tiba tiba saja datang empat orang berwajah asing, dan langsung menembaki kita!" Jawab Guntur, si komandan jaga itu berterus terang
"Kurang ajar!. Berani beraninya mereka membuat masalah dengan kita!" Respon Bumi benar benar marah
"Cepat beritahu pada pos pos penjagaan lain, agar mereka siaga!"
"Siapa tahu mereka mengepung perkemahan ini. Cepat!" Perintah Bumi tegas
"Tapi ndan!. Saya sudah memberikan kode pada mereka tadi!" Jawab Guntur apa adanya
"Kalau mereka sudah menerima kode, tidak mungkin mereka tidak sibuk?"
"Lihat!. Pos penjagaan mereka. kelihatannya tenang tenang saja!"
"Sepertinya mereka tertidur semua."
"Baik komandan!. Saya akan segera ke sana." Jawab Guntur patuh
"Kalian berempat!. Dampingi komandan jaga kalian, untuk melihat segala kemungkinan buruk yang akan terjadi!" Cepat!" Teriak Bumi cemas
"Eric dan Rudolf!. Untuk apa kalian di sini?"
"Cepat beri tahu pada tuan besar, dan bangunkan yang lain cepat!" Perintah Bumi tegas
__ADS_1
"Baik senior!" Jawab keduanya patuh. Kemudian bergegas turun dari pos penjagaan itu, untuk pergi ke tenda Dion dan Ivory
Sementara itu, bunyi tembakan sudah tidak terdengar lagi. Mungkin mereka sudah pergi atau sedang bersembunyi
Yang menyulitkan keadaan di lokasi perkemahan itu adalah, suasana yang gelap gulita di luar pagar, karena saat itu jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari
Sedangkan di dalam pagar, yang mengelilingi perkemahan tersebut, keadaannya terang benderang, hingga pihak penyusup dengan mudah mengawasi dan melihat aktifitas orang yang ada di dalamnya
Perkiraan itu memang benar. Para pengintai yang masih ada di atas pohon, terus saja mengawasi orang orang yang ada di dalam perkemahan. Untungnya mereka sedang tidak memegang senjata
Setelah di beritahu oleh Guntur Eric dan bumi, dibantu oleh para pengawal penjaga yang lain. Seluruh orang yang sedang tidur terbangun semua termasuk juga Dion dan Ivory, tapi mereka berdua masih belum bangun sepenuhnya
Sedangkan Adiwilaga, Abhicandra, dan Hans serta Iron. sudah lama bangun. Bahkan sebelum penembakan itu terjadi. Tapi anehnya mereka tidak mendengar ada bunyi tembakan di dekat pos penjagaan sektor empat yang cukup jauh itu
Baru setelah diberitahu oleh Eric, mereka jadi paham, kenapa Eric berjalan secara terburu buru seperti itu
"Cepat laporkan!. Ada kejadian apa?" Ucap Iron sedikit cemas
"Maaf ketua!. Di pos penjagaan sektor empat, ada penyusup. Bahkan mereka sempat menembaki para penjaga di sana!" Ucap Eric memberi laporan
"Kapan itu terjadi?. Kenapa kami tidak mendengarnya?" Respon Adiwilaga keheranan
"Sepertinya mereka menggunakan peredam. Maka hanya orang yang menjadi sasaran yang bisa mendengar dan melihatnya." Jawab Eric dengar analisa jitunya itu
"Kalau begitu ayo kita ke sana!" Ucap Adiwilaga cepat, kemudian mengajak Abhicandra dan Iron untuk ikut serta
"Kau tetap di sini!. Jaga tuan besar agar tidak terganggu tidurnya!" Ucap Iron memberi perintah
"Ada apa ribut ribut di depan tenda ku?" Tanya Dion tiba tiba
"Maaf tuan besar!. Eric melaporkan, bahwa di pos penjagaan sektor empat, ada penyusup yang datang, dan mereka sempat menembaki para penjaga di sana." Jawab Iron apa adanya
"Barusan ini tuan besar!" Jawab Eric tegas
"Cepat kalian tangani, dan cari para pelakunya!"
"Beri tembakan peringatan ke sengaja arah, agar mereka pergi !" Ucap Dion memberi perintah
"Siap tuan besar!" Jawab mereka serempak
"Gawat!. Ternyata mereka bersenjata!" Ucap seorang penyusup tadi ketakutan
"Tapi siapa mereka, kenapa mereka ada di sini, dan membuat perkemahan besar seperti itu?" Ucapnya lagi penuh tanda tanya besar
"Mana aku tahu!. Kau masuklah ke sana dan tanyakan. Siapa kalian dan kenapa berani mengganggu kami?"
"Apa kau gila?. Aku tidak sebodoh itu, dan mati percuma di sana?"
"Kalau begitu kenapa tadi kau menembaki mereka. Untung tidak mengenainya!"
"Kita ini cuma pemburu ilegal, yang kerjanya hanya mencari binatang buas untuk di ambil daging dan kulitnya!"
"Tapi kenapa kau malah berkeinginan untuk merampok mereka?"
"Dasar bodoh dan cari mati!"
"Lihat! mereka berjumlah banyak, bersenjata otomatis pula!" Ucap ketua kelompok penyusup itu marah
Dor! dor! dor!
__ADS_1
Treet treat tret!
Tiba tiba dari segala penjuru di pos penjagaan, bunyi senjata otomatis terdengar bersahutan, memuntahkan puluhan, bahkan ratusan amunisinya ke segala arah, dengan niat untuk memberi peringatan kepada para penyusup tersebut
Tapi tanpa mereka duga, orang orang yang sejak malam tadi terus mengawasi mereka, juga menjadi sasaran. Beruntung tidak ada satupun yang terkena tembakan mereka
Tapi walau demikian, salah seorang diantara pengintai itu, mendapat luka ringan, akibat terkena ranting yang patah di wajah mereka, karena kaget dengan bunyi tembakan barusan
Bergegas mereka turun atau pindah dari satu pohon ke pohon lain, layaknya seekor binatang berkaki empat, yang hidup di atas pohon, dan segera menjauh dari areal perkemahan tersebut
Sementara itu, bunyi tembakan terus saja terdengar, yang berasal dari delapan pos penjagaan di perkemahan tersebut
Setelah berlangsung selama dua menit, barulah tembakan mereka berhenti, karena tidak ada tanda-tanda perlawanan dari pihak penyusup atau yang lain
"Sialan!. Mereka menembaki kita seperti menembak musuh dalam medan perang!. Siapa sebenarnya mereka?" Tanya ketua kelompok pemburu tersebut penasaran. Kemudian berkata lagi
"Kenapa persenjataan mereka lengkap begitu?"
"Apakah mereka tentara, atau petugas penegak hukum untuk menangkap kita?" Tanya ketua kelompok pemburu itu semakin penasaran
"Aku rasa mereka tentara. Karena senjata yang mereka gunakan sangat canggih sekali." Jawab anak buahnya yang lain dengan cepat
"Kalau begitu cepat kita pergi dari sini!. Aku takut kita terkena tembakan mereka." Ucap Serompit, ketua kelompok pemburu tersebut dengan ekspresi khawatir
"Bos!. dua anak buah kita tertembak, salah satunya adalah lenox, adik bos sendiri. dan sekarang sedang merintih kesakitan!" Ucap anak buah Serompit dengan ekspresi cemas
"Kurang ajar!. Dasar badjingan orang orang itu!"
"Berani beraninya melukai adik ku!" Ucap Serompit marah
"Cepat bawa aku ke tempat adikku!. Aku ingin memastikan dia tidak kenapa kenapa!" Ujarnya khawatir
"Mari bos saya tunjukkan jalannya." Jawab orang tadi cepat
Tiga menit kemudian, Serompit sudah berada di depan adiknya si lenox itu, yang kondisinya tidak begitu mengkhawatirkan
Hanya bahunya saja yang tertembus peluru nyasar. Tapi darah yang keluar cukup banyak
"Urus luka adik ku!. Aku ingin membuat perhitungan dengan mereka!" Ucap Serompit bernada marah
"Sebaiknya jangan bos!. Mereka bersenjata lengkap, otomatis pula!"
"Sedangkan kita hanya berbekal senapan berburu, dan itupun pelurunya tinggal sedikit lagi."
"Jika bos tetap nekat membuat perhitungan dengan mereka, maka bos hanya akan mengantarkan nyawa saja." Ucap Enos memberi usul
"Jadi apa yang harus aku lakukan?"
"Apakah aku harus membiarkan perbuatan mereka terhadap adikku itu, tanpa meminta pertanggungjawaban mereka?" tanya Serompit emosi
"Bukan begitu bos!. Jika dihitung-hitung, kita sendiri yang salah, karena kita telah berani menyatroni perkemahan mereka, dengan niat yang kurang baik!" Jawab Enos apa adanya
"kenapa kau malah membela mereka?. Apa kau tidak melihat adikku kesakitan seperti itu?" Respon Serompit bertambah marah
"Aku bukan membela mereka bos, Tapi ini kenyataan."
"Jika kita nekat menyerang mereka, aku yakin seluruh orang-orang kita akan mati, dan hasil buruan kita akan hilang begitu saja!" Jawab Enos cukup bijaksana
"Hah!. Kurang ajar!"
__ADS_1
"Awas kalian!" Ujarnya geram