Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Terkejut dan Dilema


__ADS_3

Kini tiga bulan sudah berlalu. Berita tentang akan adanya lawan yang berat dimasa yang akan datang, juga sudah disampaikan oleh Dragon kepada Dion, dan ditanggapi secara serius oleh ayahnya


Berdasarkan informasi yang terpercaya itu, apalagi disampaikan oleh seorang anak ajaib yaitu Dragon, Dion memutuskan untuk menyiagakan seluruh anak buahnya, terutama legenda cyber dan timnya tersebut, untuk berjaga selama 24 jam secara bergantian


Selain ditugaskan untuk mencari dan menemukan lokasi musuh, mereka juga ditugaskan untuk memantau aktivitas dari Jundan Miyazawa, yang sudah mengetahui, bahwa anak buahnya telah tewas


Bahkan berita tentang penghianatan empat anak buahnya tersebut, juga sudah didengarnya, satu minggu setelah penyerangan. Namun belum ada tanda-tanda, dia akan membalas dendam


Entah siapa yang membocorkan berita tersebut pada Miyazawa, padahal berita itu sudah ditutup rapat, tapi tetap juga bocor keluar


Apakah masih ada para penghianat atau pengikutnya di lingkungan Birawa Group atau di tempat lain, yang dengan setia terus menyampaikan berita apapun kepada Jundan Miyazawa?


Semua itu masih menjadi misteri dan tanda tanya besar, bagi Dion dan orang-orangnya


Selama beberapa bulan ini Dion dan bawahannya, terus memantau dan mencari keberadaan musuh yang dikatakan kuat oleh anaknya itu. Tapi sayangnya belum juga didapatkan


Tapi selama 3 bulan tersebut, tidak ada informasi apapun yang ditemukan oleh orang orangnya Dion. karena tempat yang sedang mereka selidiki tersebut, seperti dilindungi oleh perisai gaib seperti dom, yang sebenarnya adalah perisai mekanis, yang berasal dari sistem komputer mereka yang sangat canggih itu


Perisai tersebut, dipasang di seluruh areal bangunan di mana mereka tinggal. Jangankan manusia biasa, alat secanggih apapun tidak akan mampu menembus ke dalam perisai itu, termasuk juga satelit mata-mata


Namun walau demikian, Dion dan orang-orangnya, terus saja berusaha mencari dan menemukan, di mana lokasi calon musuh kuat mereka itu, dan Jika memungkinkan memasuki sistem pertahanan mereka


Tapi sekuat dan sesering apapun mereka mencari, lokasi tersebut tidak juga mereka temukan hingga saat ini


***


Satu minggu kemudian, atau tepatnya 100 hari setelah penyerangan itu, Dragon yang menjadi sebab masalah, sudah menguasai level 25 ilmu Wahyu Taqwa. Kekuatannya sudah semakin mantap dan sempurna


"Akhirnya, usaha kerasku sudah membuahkan hasil!"


"Aku sudah menembus level 25, atau level puncak ilmu Wahyu Taqwa!"


"Sesuai seperti yang disampaikan padaku waktu itu, jika sudah menguasai level puncak, maka aku bisa melihat dengan mata juga batinku, tempat apapun yang aku inginkan di dunia ini." Gumam Dragon lirih, sesaat setelah level sempurnanya dia kuasai


Benar seperti yang dikatakan. Hanya dengan meniatkannya saja, Dragon sudah bisa melihat keadaan kota emas, termasuk para pengawal yang sedang berjaga


Dia juga bisa melihat kedua orang tuanya, kakek buyutnya serta puluhan pengawal top Birawa Group, termasuk juga kakek Tiger serta kedua orang anaknya, dan Emily juga ada di tempat tersebut


Bahkan bukan hanya itu saja Saat dilihat itu, mereka sedang berbincang serius di aula pertemuan, dan suaranya pun terdengar cukup jelas di telinga Dragon


"Luar biasa!. Ini memang benar benar ilmu tingkat tinggi!"


"Aku harus terus melatihnya, agar semua rahasia dalam ilmu ini bisa aku ketahui!" Gumam Dragon lagi


"Apa sebaiknya ku coba mencari lokasi calon musuh masa depan ku itu ya?"


"Hitung hitung membantu ayahku, yang saat ini sedang kebingungan menentukan lokasi mereka." Batin hati Dragon dalam hati


"Tapi aku fokuskan dulu pada pertemuan yang orang tuaku adakan tadi."


"Aku penasaran, apa yang sedang mereka bicarakan sebenarnya." Batinnya lagi. Kemudian kembali memusatkan pikirannya ke kota emas, atau tepatnya pada aula pertemuan

__ADS_1


"Semua yang diundang sudah datang. yang menjadi penyebabnya pun sudah ada."


"Jadi hari ini, sengaja ku kumpulkan kalian semua di sini, untuk membicarakan masalah adik angkat ku dengan orang lain."


"Tapi bukan hanya masalah tersebut yang akan kita bahas, tapi masih ada lagi masalah lain, yang jauh lebih penting dan mendesak untuk kita bicarakan." Ucap Dion membuka pertemuan. Kemudian mengedarkan pandangannya pada seluruh bawahannya, lalu berhenti pada Awan. Kemudian berkata.


"Sekarang aku tanya pada Awan, yang sudah setahun lebih menunggu keputusan dari Maya, yang kebetulan sekarang sudah ada di hadapan kita."


"Apakah kau masih berkeinginan untuk menikahi adik ku?" Tanya Dion tegas dan langsung pada intinya


"Benar tuan besar!. Pilihan ku sudah mantap, dan tidak akan ku ubah lagi!" Jawab Awan tegas


"Sekarang aku tanya pada Maya. Menurut mu, apa kekurangan dari awan ini adikku?" Tanya Dion apa adanya, dan terkesan mendikte adiknya tersebut


"Jujur Maya katakan, bahwa kak Awan adalah laki laki baik juga sabar."


"Tapi entah mengapa, hati ini belum bisa menentukan, apakah harus memilihnya atau tidak!"


"Jadi mohon beri waktu sedikit lagi, agar hati ini mantap memilih kak Awan sebagai suami ku nanti." Jawab Maya cukup diplomatis


"Bagaimana Awan, apakah kau masih mau menunggu ?" Tanya Dion ingin ketegasan


"Siap tuan besar!" Jawab Awan tegas juga


"Sekarang bagian kedua!. Jawab dengan jelas. Apa kau sudah memutuskan untuk menerima lamaran Rudolf Emily?" Tanya Dion pada adik keduanya


Emily tidak langsung menjawab pertanyaan dari Dion itu, tapi malah memandang pada Dion cukup lama Lalu beralih pada Ivory dan terakhir pada Rudolf, kemudian pada orang tuanya


"Sudah terlalu lama ku pendam rasa ini, bahkan saat pertama kali kau menyelamatkan ku waktu itu!"


"Namun sepertinya, harapan itu tidak mungkin lagi bisa ku raih, karena kau sudah bersama yang lain."


"Jika aku nekat masuk, maka aku bisa merusak rumah tangga kalian."


"Jadi sekarang aku putuskan menerima lamaran dari kak Rudolf saja."


"Lily!" Teriak Dion sedikit kuat, saat melihat adiknya melamun terus sedari tadi, bahkan belum menjawab pertanyaannya


"Ya kak, Lily menerimanya!" Jawabnya mantap.Tapi ada setitik air mata mengalir jatuh walau tipis, dan itu tidak disadari oleh siapapun kecuali oleh Dragon, yang sedang mengikuti pertemuan itu dari jarak jauh


"Bagus!. Jawaban tegas seperti itu yang ingin kami dengar!"


"Kita semuanya berharap adik ku Maya, juga sudah mempunyai jawabannya!" Respon Dion senang. Tapi terkesan mendikte adiknya itu dengan perkataannya yang tegas


"Untuk mu Maya!. Aku beri waktu 10 hari ini. Jika belum juga memberikan jawaban dan tegas memutuskan, maka kau akan dikeluarkan dari daftar keluarga ku, dan kedua orang terdekat mu juga demikian!"


"Setelah Rudolf dan Emily menikah, kalian berdua harus keluar dari perusahaan ku, dan hidup jauh dari kota ini!"


"Untuk tuan Tiger!. Seluruh kerja sama kita akan dibatalkan, dan kalian semua harus keluar dari kota Teluk Berlian, dan pergi sejauh jauhnya dari sana!"


"Tapi jika Maya mempunyai jawaban!, maka ketentuan itu tidak berlaku lagi!"

__ADS_1


"Aku mengatakan demikian, karena masih banyak lagi yang harus dilakukan, ketimbang terus membicarakan permasalahan yang tidak kunjung selesai ini, akibat keraguan dari Maya!"


"Aku ingin kinerja dari anak buah ku itu maksimal, dan tidak ada ganjalan di hati karena terus ada masalah, termasuk masalah pribadi!"


"Untuk itu!. Keputusan dari Maya sangat mempengaruhi keadaan nantinya!" Ucap Dion tegas dan tidak main main dalam mengucapkannya dan terkesan marah. padahal dalam hatinya menangis, dan diniatkan hanya untuk menggertak nya saja


Dion marah karena adiknya terus menerus menolak lamaran dari Awan, padahal sudah cukup lama dia menginginkannya


Namun karena hati Maya belum bisa move on dari Dion, maka semua itu bisa terjadi. tapi tak ada seorangpun yang tahu apa yang ada di hati Maya saat ini. Tapi Benarkah demikian?


Maya hanya bisa menangis dalam hati dan tertunduk diam. Tidak bisa berkata apapun selain menangis


Sebaliknya bagi Tiger yang mendengar ucapan tegas Dion itu menjadi tercekat diam dan pucat pasi. Begitu juga dengan Rudolf. Mereka tidak menyangka, bahwa permasalahan Maya akan menjadi bumerang yang sangat menakutkan sekali


Dalam hati mereka menyayangkan, kenapa Maya sampai saat ini, belum bisa juga memberikan jawaban yang pasti. Apakah menerima atau menolak Awan?


Tentu saja di hati Tiger dan anaknya, menginginkan jawaban yang terbaik, yaitu Maya menerima lamaran dari komandan Awan yang sudah lama menginginkan jawaban itu


Namun apakah semua yang hadir di situ tahu, bahwa Maya sedang menangis di dalam hati, dengan meratap sangat pilu sekali


"Kasihan bibi Maya!. Ayahku memaksa agar dia mau menerima lamaran dari orang yang tidak dia cintai!"


"Padahal dia hanya mencintai ayahku saja. Tapi ayah juga yang lain tidak menyadarinya."


"Apakah aku harus mengatakan ini pada ayah ku?" Gumam Dragon lirih untuk diri sendiri


"Tapi jika ayah tahu, apalagi mama ku, tentu masalah ini akan menjadi besar, dan itu pasti mempengaruhi kandungannya!"


"Apa yang harus aku lakukan untuk mengatasi masalah ini?" Gumam Dragon lagi dengan ekspresi sedih


"Tunggu sebentar!. Bukankah orang itu mengatakan, jika aku sudah menguasai level 25, maka aku bisa berbuat apa saja, termasuk katanya merubah hati seseorang?"


"Tapi bukankah itu hanya bisa dilakukan, setelah usiaku menginjak 17 tahun?"


"Uh! benar-benar masalah yang membingungkan!" Ucap Dragon sedikit kuat


"Maafkan aku Maya!. Aku tahu keraguan mu itu disebabkan oleh ku."


"Aku juga tahu, bahwa kau menginginkan, akulah yang akan menjadi suami mu!"


"Tapi tidak mungkin itu kulakukan. karena aku tidak mau membuat hati istriku tersakiti!"


"Sejujurnya aku juga mencintai mu Maya, sejak pertama kali kita bertemu!"


"Tapi takdir berkata lain. Tapi ternyata kita tidak berjodoh."


"Jika ada kehidupan kedua, maka aku pasti akan memilihmu menjadi istriku!"


"Namun untuk saat ini, lakukan apa yang aku mau, dan aku terpaksa harus melakukan ini!"


"Menikahlah dengan Awan, agar secara berangsur-angsur, kau bisa melupakanku!" Menolong Dion dalam hati dan sangat sedih sekali

__ADS_1


"Apa!. Ayah ku juga mencintai bibi Maya?"


__ADS_2