
Detik, menit, jam, hari dan minggu terus berlalu. kini seminggu sudah Victor menjadi orang miskin. Walau sudah menerima bantuan dari kakak iparnya itu, tapi semua tidaklah cukup untuk membuka usaha baru
Bantuan yang diberikan oleh saudara istrinya itu, digunakan untuk membeli rumah tipe sederhana, berkamar dua dan satu kamar mandi, tapi tanahnya cukup luas, hingga bisa digunakan untuk bercocok tanam, itupun kalau dia mau
Walau kelihatan kecil, dan agak jauh dari tetangga, tapi rumah itu nyaman untuk ditinggali, karena dibangun di atas lahan hijau dengan hamparan sawah yang sangat luas
Victor sengaja membeli rumah itu, karena dia ingin menenangkan diri, sambil memperbaiki kesalahan besar yang telah dilakukannya. Hitung hitung beralih profesi sebagai petani
Hidup dan nasib, memang benar benar tidak terduga. penuh dengan misteri!
***
Ruang keluarga, vila milik Dion
Hans datang tergogoh gopoh, karena dipanggil secara mendadak oleh Dion dan kakeknya, untuk segera menghadap kepada mereka berdua
Dalam pemberitahuan itu disebutkan, bahwa tuan Birawa secara khusus ingin meminta klarifikasi pada Hans, tentang aktifitasnya semalaman ini
Begitu sampai di ruang yang sudah ditentukan, Hans tercekat diam. Di ruangan itu dia melihat, banyak sekali para petinggi pengawal yang datang, dan sedang berdiri mematung, dengan tatapan tajam kearahnya
"Ada apa ini?" Batinnya dalam hati penasaran
Jantungnya dag dig dug berdetak tak karuan. Hatinya bertanya tanya, ada apa gerangan yang telah terjadi. kenapa mereka seakan ingin menelannya hidup hidup
Sekitar satu menit suasana hening itu terus berlangsung, tidak ada yang bergerak ataupun bersuara sedikitpun , semuanya masih menatap Hans dengan tatapan benci dan bermusuhan, terutama Iron, kakak pertamanya itu
Tak tahan dengan keadaan itu, Hans memberanikan diri untuk bertanya, dan tanpa ragu ragu lagi berkata
"Maaf tuan besar, tuan muda!. Apakah saya ada berbuat salah selama bertugas, hingga dipanggil secara mendadak seperti ini." Tanya Hans mencoba mencari jawaban dari pertanyaannya itu
Bukan jawaban yang didapatkannya, tetapi pandangan sinis dari semua orang, terutama Dion yang barusan tadi ditanya
Setelah 30 detik, barulah Dion membuka suara dengan berkata. "Apakah kau tahu, tugas apa yang tidak berhasil kau laksanakan semalam?" Ujarnya dengan wajah serius
"Apakah tuan muda ingin, agar kami menghabisi Victor?" Tanya Hans mencoba menebak arah pembicaraan dari tuan mudanya itu
"Siapa yang bilang begitu?" Bantah Dion serius
"Robin tuan muda!" Jawab Hans cepat, sekaligus bingung, lalu memandang kearahnya dengan mata melotot tanda kesal
Robin yang tengah ditatap itu tidak bergeming, tapi memalingkan wajahnya kearah lain
Hans yang mendapat jawaban monokok seperti itu, menjadi kebingungan sendiri, dia ingin tahu, ke arah mana sebenarnya pembicaraan dari tuan mudanya tersebut
Semua rekan rekannya yang biasa bersikap ramah, kali ini tatapannya seakan akan ingin menelannya hidup hidup
__ADS_1
Karena penasaran yang sudah tidak tertahankan lagi, Hans melampiaskan sendiri dalam hati. "Ada apa ya, kenapa mereka menatapku seperti itu?. Apakah aku ada berbuat salah, tapi apa?" Batin Hans tidak mengerti, lalu mengedarkan pandangannya sekali lagi, keseluruh ruang keluarga itu
Di ruang tersebut dia melihat, ada tuan besar, tuan muda Dion, Ivory, Iron, Robin, Rams, Govin, Awan, Langit dan Bumi, serta belasan komandan elite lainnya
Sedangkan Burgon, Leon, James, Shio Lung dan Erisha, sedang tidak berada ditempat, karena mereka sedang menjalankan tugas di tempat lain
"Maaf tuan muda!. Sebenarnya ini ada apa?" Tanya Hans sekali lagi ingin tahu
"Apa yang telah kau lakukan semalam?. Kenapa kau tidak datang melapor pada ku, sehingga semalaman kau tidak muncul?" Jawab Dion dengan muka serius
"Saya tidak kemana mana tuan muda!, saya tetap ada di sekitaran vila ini." Jawab Hans sambil mengerutkan keningnya dalam dalam
"Bohong!" Bentak Dion keras
Dug! dug! dug!. Bunyi detak jantung Hans kuat, pertanda terkejut sekaligus takut
Baru kali ini dia dihardik dan dimarah oleh tuan muda segarang itu, atas kesalahan yang dia sendiri tidak tahu
Ada apa sebenarnya dengan Dion juga mereka?. Kenapa yang ada di ruangan ini, semuanya menatapnya dengan senyum sinis. Apa kesalahan yang telah dilakukannya?. Hans jadi bingung sendiri
"Tuan besar! tuan muda!. Sungguh saya tidak melakukan apapun semalam. Saya cuma menyendiri di belakang vila untuk mencari inspirasi." Sanggah Hans dengan wajah serius, dan berharap, agar mereka mempercayai apa yang dia katakan itu
"Tapi kenapa kau tidak melaporkannya pada kakak pertama mu, atau setidak tidaknya pada Robin!" Bantah Dion masih dengan wajah serius
"Kau tahu tugasmu disini apa?" Tanya tuan Birawa memotong perkataan Hans itu dengan ekspresi marah
"Ta..tahu tuan besar."
"Kalau tahu!, kenapa kau menghilang selama semalaman, dan tidak menjalankan tugas mu di sini?" Bantah tuan Birawa tidak senang
"Sa..sa.. saya..!"
"Saya apa?" Bentak tuan Birawa dengan suara keras, dan terlihat seperti sedang marah sekali
Hans tidak bisa berkata apa apa lagi. dia memang merasa bersalah, karena ketidakberadaan nya semalam, tidak dilaporkannya pada Iron, sebagai kakak pertamanya itu
Hans sudah pasrah, apapun hukuman yang akan diberikan oleh tuan Birawa dan tuan muda Dion padanya, dia akan terima
"Iron dan kamu Robin!, cepat tangkap Hans dan tutup matanya!, Bawa ke tengah ruangan untuk mendapatkan hukuman dari ku!" Perintah tuan Birawa tegas
"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak, kemudian maju melangkah mendekati Hans, dan memintanya untuk tidak melawan
Iron dan Robin segera menangkap tangan Hans, lalu menutup matanya dengan kain hitam, kemudian menyeretnya ke tengah ruangan dengan paksa
Hans tidak berani melawan atau memberontak sedikitpun. Dia hanya menuruti apa saja yang diinginkan oleh kakak pertamanya itu
__ADS_1
Walaupun dia seorang ahli beladiri yang levelnya sudah sangat tinggi, namun dia masih tetap patuh pada tuan besar Birawa, Dion juga Iron
Saat matanya ditutup itu, dia hanya berharap, bahwa ada kejelasan, kenapa dia diperlakukan rendah seperti itu, padahal dia merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun
Sekitar 1 menit kejadian itu berlangsung. Saat ini Hans masih tetap dipegang oleh Iron, yang tentu saja kekuatannya jauh lebih tinggi darinya
Matanya yang ditutup itu, belum juga dibuka, hingga membuat penglihatannya menjadi gelap, karena dia tidak bisa melihat apa apa
Tapi tak lama sesudah itu, tuan besar Birawa menyuruh Robin untuk membuka tutup mata Hans, dan melepaskan pegangan tangannya
Beberapa saat setelah tutup mata Hans dibuka, dia baru bisa melihat apa yang ada di depannya itu
Hans sangat terkejut sekali, karena di depannya ada sebuah kue besar yang bertingkat dua, di sampingnya ada seorang perempuan cantik sedang tersenyum kearahnya
Disebelah wanita cantik itu, berdiri seorang anak perempuan, yang juga berparas cantik, sedang tersenyum geli kearah Hans
"Selamat ulang tahun!" Ucap mereka serempak, lalu bertepuk tangan beramai ramai. sambil tertawa terbahak bahak
Kemudian maju satu persatu menyalami Hans, bahkan ada yang memeluknya erat erat
Hans tidak bisa berkata kata, dia hanya melongo diam, ketika tuan Birawa, Dion, Ivory dan yang lain, menyalaminya secara bergantian, serta mengucapkan selamat sekali lagi padanya
Sungguh dia tidak menduga, akan mendapatkan kejutan yang sangat menegangkan itu. Dia mengira, tuan besar dan Dion, benar benar marah atas kesalahannya itu, ternyata hanya untuk merayakan ulang tahunnya
Trik tersebut sengaja dirancang oleh mereka, atas inisiatif Robin, untuk membuat Hans jantungan, drop dan takut, baru kemudian mengangkat dan menenangkannya kembali
Beralih pada dua orang perempuan cantik, yang sedang berdiri disisi kanan dan kiri kue besar itu. Yang satu sudah dewasa, dan satunya lagi masih anak anak
Perempuan dewasa cantik yang tadi sudah disebutkan adalah istrinya, dan anak perempuan yang juga berdiri di samping kue itu, adalah anak perempuannya
Setelah semua memberikan ucapan selamat dan menyalaminya, barulah istri dan anaknya itu mendekati Hans, kemudian memeluknya erat erat, sambil mengucapkan kata." Selamat ulang tahun sayang!, Selamat ulang tahun papa!" Ucap mereka bergantian
Hans yang belum pernah menangis sekalipun, walaupun dalam keadaan terluka, kali ini tidak bisa menahan keharuan di hatinya, hingga dia menitikkan air mata, karena ketulusan kasih sayang dari tuan Birawa, Dion dan rekan rekannya lain, terutama dari istri dan anaknya tersebut
Satu persatu Hans memandangi wajah mereka, seolah mengucap kata terima kasih, atas perhatian yang tulus itu
Tidak disangka, seorang yang dijuluki dengan si tangan kilat, karena kecepatan gerak tangannya dalam segala hal, hari ini, bisa terharu yang begitu dalam atas perhatian tulus yang diberikan padanya itu
Bagaimana tidak terharu. Selama ini, Hans sendiri tidak ingat, kapan dan tanggal berapa dia lahir. Dia hanya tahu kerja dan kerja, melaksanakan kewajibannya sebagai seorang pengawal elit, di keluarga tuan Birawa, tanpa mengenal waktu dan usia
Maka saat ulang tahunnya dirayakan, dia sangat terkejut sekali, karena sebelum ucapan selamat itu, dia telah dikerjai begitu menegangkan. Siapa yang tidak akan terkejut?
Apalagi saat ini, istri dan anaknya sengaja didatangkan dari kota J, hanya untuk merayakan ulang tahunnya di vila milik Dion. Tentu saja peristiwa tersebut sangat menggembirakan nya, sehingga tanpa membuang waktu, dia berkata
"Terima kasih tuan besar, Terima kasih tuan muda, dan terima kasih kepada kalian semua, terutama kepada yang memberikan ide ini!" Ucap Hans sambil memandang mereka satu persatu, kemudian memandang Robin dengan pandangan yang tidak bisa diartikan
__ADS_1