
"Kenapa kakek bersusah payah menolong gembel ini?" Tanya Jasmine kesal
"Diam!" Hardik kakek wolf marah kemudian, memandang wajah cucunya itu penuh misteri
"Pria ini yang akan menjadi suami mu nanti!" Ucap kakek Wolf tiba tiba
"Apa!" Teriak Jasmine dengan ekspresi terkejut
Teriakan Jasmine berhasil mengundang perhatian para penghuni rumah mewah itu. Kemudian masing masing bergegas menuju ke ruangan, di mana saat ini Dion sedang dirawat itu. Jasmine saat ini juga sedang ada di sana
"Ada apa Jesi?" Tanya Elina Wolf memanggil Jasmine dengan panggilan kecilnya
"Tanyalah pada kakek!" Jawab Jasmine ketus
Nenek Elina mengerutkan keningnya, dan memandang kearah suaminya itu, seperti sedang meminta penjelasan
Tapi suaminya tidak memperdulikan tatapan heran dari istrinya tersebut, atau menanggapi ucapan Jasmine itu. Dia malah sibuk merawat Dion, yang sudah mulai berangsur angsur membaik itu
"Kenapa Jasmine berteriak seperti itu suamiku?" Tanya Elina keheranan sekaligus penasaran
"Laki laki yang sedang ku rawat ini, adalah calon suaminya Jasmine!" Jawab Wolf enteng
"Apa!" Teriak mereka berbarengan tanda terkejut
"Apakah kau sudah gila Wolf! ingin menjodohkan Jasmine yang terpelajar ini dengan gembel bulukan seperti dia?" Bantah Elina dengan ekspresi marah
"Ini sudah keputusanku!. Kau sebagai keluarga besar Wolf, harus patuh dan tunduk pada kemauan ku."
"Jika Jasmine berani menolak! silahkan angkat kaki dari rumahku. beserta dengan kedua orang tuamu itu!" Jawab Wolf emosi
"Suami ku!. Apa alasanmu ingin menjodohkan Jasmine dengan laki-laki gembel ini?" Tanya Elina penasaran
"Belum saatnya untuk kalian tahu siapa dia. Setelah 1 tahun Jasmine menikah nanti, barulah aku akan memberitahu rahasia besar pada diri anak ini." Jawab Wolf masih tetap merahasiakan jati diri Dion yang sebenarnya
"Terserah kau sajalah!. Mudah mudahan Jasmine tetap akan menolak perjodohan ini. karena keputusanmu tidak adil baginya." Ucap Elina pasrah
"Jasmine adalah bunga kampus, bahkan kota ini. Kecantikannya sudah tidak diragukan lagi. Banyak anak anak orang kaya, pengusaha, bahkan anak pejabat yang ingin menikahinya."
"Tapi tidak ku sangka, kau malah menjodohkan Jasmine dengan pemuda yang tidak jelas juntrungannya ini!" Ucap Elina kesal, kemudian pergi begitu saja dari ruangan tersebut
"Jasmine tidak mau menikah dengannya!. Karena Jasmine sudah mempunyai pilihan sendiri!" sanggahnya tetap menolak keinginan kakeknya itu
"Orang tuamu, kau, juga adikmu itu, saat ini juga pergi dari rumah ini. Hak kalian terhadap harta warisan ku, akan aku cabut!" Reaksi Wolf keras menanggapi pernyataan Jasmine tadi
"Sudahlah Jasmine!. Untuk sementara, turuti saja perkataan kakek mu itu. Nanti ketika dia tidak ada, kita buat pemuda ini mati secara perlahan!" Bisik Everly di telinga Jasmine
__ADS_1
Jasmine tercekat diam, tidak lagi bersuara atau membantah perkataan kakeknya itu. Bagaimanapun, dia tidak mau diusir dari rumah itu, hanya gara gara menolak keinginan kakeknya.
Dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh ibunya tadi, bahwa bisa saja mereka membunuh Dion suatu hari nanti
"Bagaimana?. Apakah kau masih berani membantah perintah kakek mu ini?" Tanya Wolf sambil tersenyum penuh kemenangan
"Terserah kakek sajalah. Jasmine tidak bisa berbuat apa apa lagi!" Jawabnya lemah
"Bagus!. Tiga bulan setelah ini, persiapkan dirimu untuk menerima Dion sebagai suamimu." Respon Wolf senang
***
Tiga bulan kemudian, kondisi Dion sudah pulih sepenuhnya. Racun yang ada di tubuhnya itu, sudah berhasil dikeluarkan, atau dijinakkan dengan obat obat tradisional, juga obat obatan modern
Hari ini adalah hari pernikahan Dion dengan Jasmine. Wolf sengaja mengadakan pesta pernikahan tersebut secara besar besaran, dengan mengundang banyak pengusaha, bahkan pejabat juga diundangnya
Banyak pemuda anak orang kaya yang kecewa, karena Jasmine lebih memilih menikah dengan Dion, ketimbang dengan salah satu dari mereka
Karena pernikahan sudah terjadi, dan tinggal menyelenggarakan pesta saja, maka mau tidak mau, mereka harus rela melepaskan Jasmine pujaan hati mereka itu, menikah dengan Dion
Pada awal awal pernikahan, di depan kakeknya, Jasmine bersikap nurut pada Dion, tapi ketika kakeknya tidak ada, sifat asli Jasmine keluar ke permukaan
Banyak sekali Dion mendapatkan cercaan, hinaan dan makian, yang dilontarkan dari mulut Jasmine tersebut. Karena pada dasarnya, dia tidak rela kalau harus menikah dengan Dion
Saat itu dengan entengnya, Jasmine meludahi Dion, menyiramnya dengan kotoran, bahkan memukulnya dengan sapu lantai, yang sengaja dibuat basah dan kotor itu ke wajah Dion
Saat kejadian itu. Dengan mata kepala sendiri, kakek Wolf melihat perbuatan cucunya tersebut pada Dion
Selama ini dia tidak menyangka, jika Jasmine tega berbuat seperti itu pada suaminya sendiri
Karena sudah tidak tahan lagi melihat hinaan yang dilontarkan pada Dion, Wolf marah sekali pada Jasmine. Kemudian dengan kasar, merebut sapu kotor tersebut dari tangannya, lalu memukulkannya ke tubuh Jasmine sampai beberapa kali
"Apa yang kau lakukan?. Kenapa kau memukul cucuku?" Tanya Elina sengit, sambil merebut sapu lantai dari tangan suaminya itu. kemudian balik memukul suaminya sendiri
Tidak terima diperlakukan seperti itu. kakek Wolf menjadi marah, kemudian mendorong tubuh Elina kuat kuat, hingga membuah tubuhnya terjengkang kelantai
"Demi cucu yang tak berbakti ini!. Kau berani melawan ku. Dasar tidak berguna!" Ucap nya penuh emosi
"Mulai hari ini, kalian semua aku usir dari rumah ini, dan tidak akan mendapat warisan apapun!" Teriak Wolf marah
"Tahukah kau siapa Dion ini!. Dia sang pewaris tung... tunggal.. aaarrkkh!" Teriak Wolf kesakitan, sambil memegang dadanya, dan ambruk kelantai, tak lama sesudah itu dia mati.
"Suamiku!"
"Kakek!"
__ADS_1
Teriak Elina kuat kuat, begitu juga dengan Jasmine dan yang lainnya itu. Tapi tindakan mereka sudah terlambat, karena nyawa suami dan kakeknya itu telah melayang dari badan
"Ini semua gara gara kau! Badjingan!" Teriak Jasmine marah, sambil berusaha memukul Dion. Tapi Dion buru buru pergi dari tempat itu
***
Satu minggu kemudian. Setelah selesai masa berkabungnya, aksi yang dilakukan oleh Jasmine dan keluarganya itu terhadap Dion , semakin intens terjadi . Tapi Dion tetap bersabar mendapat perlakuan buruk seperti itu
Masih terngiang ngiang di telinga Dion, apa yang diucapkan oleh kakek Wolf pada masa hidupnya
Saat itu dia mengatakan." Apapun yang terjadi padamu, kakek hanya berpesan satu hal. Jagalah keluarga ku, saat kau susah atau senang. Jangan kau sakiti mereka, apapun perbuatan buruk yang kau terima dari mereka"
"Kakek merasa, hidup kakek ini sudah tidak panjang lagi, karena beberapa hari ini jantung kakek seperti kumat kembali."
"Jadi sepeninggal kakek nanti. Tolong jaga keluarga ku, jangan biarkan mereka susah." Ucap Wolf memelas, padahal dalam hatinya bersorak gembira, karena Dion sudah termakan oleh kata katanya
"Maaf kek kalau Dion menyela! Bagaimana kalau selama 1 tahun ini, Jasmine dan keluarga kakek yang lain, tetap tidak berubah juga, dan menerima ku apa adanya?" Tanya Dion meminta penjelasan
"Jika memang itu terjadi. Kau tetap harus bersabar, karena kakek yakin, sikap mereka akan berubah, setelah kau menunjukkan baktimu pada mereka." Jawabnya kedengaran cukup bijaksana, tetapi sangat merendahkan harga diri Dion
"Tapi kek!. Secara diam diam Dion mengikuti Jasmine, dan mendapati dia sedang bersama dengan laki laki lain. Tapi Dion tetap merahasiakan masalah itu pada nya
"Mungkin kau salah paham Dion!. Jasmine tidak seperti itu. Percayalah pada kakek, pada suatu saat nanti, hidup kalian akan bahagia!" Reaksi kakek Wolf penuh tipu daya
Sejak saat itu, karena merasa berhutang Budi pada kakek Wolf, Dion terpaksa harus menuruti amanah dari kakek itu. dan berjanji tidak akan membiarkan mereka susah, yang pada akhirnya, menjadi bumerang bagi Dion sendiri suatu hari nanti
Kini satu tahun lebih Dion sudah membangun rumah tangga dengan jasmine. Tapi tak sekalipun dia mengijinkan Dion untuk menyentuhnya. Bahkan menyuruh Dion untuk tidur di gudang belakang rumah itu
Seperti yang diceritakan sebelumnya. rumah tangga yang dibangun oleh Dion yang penuh intrik itu, akhirnya kandas juga. Sekarang dion sudah menjadi orang bebas
Setelah beberapa tahun kemudian, Dion akhirnya menemukan jati diri yang sebenarnya
***
Satu tahun setelah Dion dilaporkan mati, Birawa menjadi depresi, begitu juga dengan Bima dan istrinya itu
Setiap seminggu sekali, Birawa mencari ketenangan di bar atau tempat tempat karaoke
Pada suatu malam, ketika dia sedang enak enaknya minum, datang serombongan orang yang tidak dikenalnya bersama dengan seorang anak kecil berumur kira kira 9 atau 10 tahun
Suatu kejadian yang tidak lazim, dimana seorang anak kecil sepertinya, diizinkan masuk di tempat karaoke seperti itu. Mungkinkah orang tuanya, adalah orang yang berpengaruh di kota ini. tapi Birawa bersikap cuek cuek saja
Tak lama kemudian, datang lagi serombongan orang, yang terdiri sekitar 20 sampai 22 orang memasuki tempat karaoke tersebut
Kedatangan mereka sontak membuat tempat karaoke tersebut menjadi heboh, karena mereka tahu siapa orang yang barusan datang tadi
__ADS_1