
"Siapa kau?" Dasar orang tua bau tanah!"
"Sudah mau mati masih saja berani berkoar di hadapan ku!" Respon Bajra Napoleon marah, dan tidak terima dibantah seperti itu
"Aku adalah orang yang akan membuatmu menyesal, karena telah berani berbuat licik di hadapan ku!" Jawab Pai Zu Xian si dewa obat enteng. Kemudian melambaikan tangannya ke atas
Seketika dari tangannya, keluar serbuk berwarna ungu muda. Semakin lama semakin banyak dan tebal, dan akhirnya menyebar memenuhi aula tersebut, lalu menekan uap racun pelumpuh saraf, yang disebarkan oleh Yamada si ahli racun itu hingga tidak tersisa
"Kau mau tahu siapa aku Bajra?. Aku adalah raja racun, dewa obat, dan dewa tabib!"
"Racun mu tidak akan berarti apa apa bagi ku juga bagi yang lain!"
"Sekarang apa lagi yang bisa kau lakukan Bajra?" Ucap Pai Zu Xian penuh ejekan
"Kurang ajar!. Ternyata aku tengah berhadapan dengan orang yang salah!"
"Musuh besar ku, ternyata di kelilingi oleh manusia manusia hebat."
"Bagaimana caranya aku bisa melepaskan diri?" Batin Bajra Napoleon dalam hati
"Tidak ku sangka, orang yang di gembar gemborkan kuat, dan katanya tidak terkalahkan di dunia. Ternyata adalah seorang pecundang, dan sampah tidak berguna!."
"Baru berhadapan dengan anak buah ku saja, sudah ketakutan seperti itu!"
"Kau pikir aku akan diam saja Bajra!" Ucap Dion cukup mengintimidasi sekali
"Hahahaha!. Jangan senang dulu, lihat sekeliling mu, kalian telah terkepung!. Begitu juga dengan yang ada di luar!" Jawab Bajra Napoleon sambil tertawa tertawa terbahak bahak, ketika secara tiba tiba anak buahnya muncul, dengan memegang senjata otomatis dan siap untuk ditembakkan
"Ah sayang sekali!. Gertakan mu itu tidak mempan bagi kami!"
"Kau juga lihat sekeliling anak buah mu itu baik baik Bajra!"
"Sedikit saja mereka bergerak, maka leher mereka akan putus!" Balas Dion tak kalah menyeramkan
"Kau tahu Bajra!. Mereka yang sedang mengepung kalian itu, adalah ninja terbaik yang pernah ada di dunia!"
"Keahlian mereka adalah menyamar menjadi seperti apa yang mereka inginkan!"
"Dalam masalah membunuh, jangan diragukan lagi. Mereka adalah ahlinya."
"Jadi kau jangan mimpi untuk bisa menggertak kami dengan mainan anak-anak mu itu!" Jawab Dion cukup membuat lawan bicara menjadi ketakutan
"Jika masih ingin hidup!. Perintahkan pada anak buah mu untuk mundur, dan letakkan senjata kalian di lantai!"
"Kemungkinan pertandingan persahabatan ini bisa kita teruskan, tanpa ada campur tangan dari pihak lain!" Ucap Dion cukup mengintimidasi sekali
"Gawat!. Bagaimana bisa?"
"Kapan mereka datang dan siapa mereka sebenarnya?" Batin Bajra dalam hati, saat melihat ratusan orang ninja, berpakaian ala kebesarannya sudah berada di belakang anak buahnya
Tapi saat dia tengah merenung dan mempertimbangkan tawaran dari Dion, tiba-tiba terdengar sebuah suara cukup lantang
"Jangan dengarkan dia tuan muda!. Mari kita mati bersama!" Ucap anak buahnya serempak
"Tidak!. Aku tidak ingin mati bersama kalian!"
"Cepat letakkan senjata!, dan turuti keinginan orang itu!" Bantah Bajra tegas
"Maaf!. Kepalang mandi, ya basah sekali!" Jawab beberapa anak buah nya tegas, serta melawan perintah tuannya sendiri
"Kurang ajar!. Beraninya kalian melawan perintahku?" Reaksi Bajra marah
"Maafkan kami tuan muda!. Melawan mati menyerah juga mati!:
"Lebih baik mati bersama sama!" Jawab beberapa anak buah nya dari kelompok Ramada cukup tegas
"Tembak mereka!" Ucap Bajra memberi perintah
Dor! dor! dor!
__ADS_1
"Dor! dor! dor!
Tanpa diperintah dua kali, pengawal elit Bajra, langsung mengeksekusi enam orang pembangkang itu dengan menghadiahi mereka timah panas ke tubuhnya, dan langsung mati di tempat
Melihat itu, ratusan anak buah Bajra yang ada di ruangan tersebut, langsung melemparkan senjata mereka ke lantai, dan menendangnya agar menjauh, pertanda mereka patuh terhadap perintah tuan muda mereka
Sementara itu, lebih seratusan ninja yang berada di belakang anak buah Bajra, langsung mengambil senjata tersebut, dengan cara yang sangat luar biasa
Hanya dalam sepersekian detik, semua senjata senjata itu telah hilang dari pandangan. Entah bagaimana caranya mereka melakukannya
Mungkin itu salah satu keahlian dari ninja ninja tersebut. Gerak cepat tidak terlihat dan sangat mematikan sekali
Entah kapan mereka datang. Tiba tiba saja mereka sudah ada di belakang para pengawal bersenjata itu, dengan pedang terhunus, dan siap untuk di gunakan
Melihat itu semua, walau anak buahnya bersenjata api, tapi diyakini mereka semua akan kalah, sebab katana para ninja itu, semuanya sudah menempel di leher anak buahnya masing masing
Karena itu Bajra memutuskan untuk menyerah, dan memerintahkan anak buahnya agar mundur, serta membuang senjata mereka ke lantai, dengan harapan masih bisa hidup, dengan mengajukan persyaratan seperti yang dipikirkannya
Sementara itu di luar ruangan , anak buah Bajra telah dilumpuhkan semua oleh orang orangnya Dion. Sekarang kondisi tubuh mereka telah lemah, dan tidak bisa bergerak, karena belasan ahli totok saraf telah melakukan tugasnya dengan baik
"Begini kan bagus!. Tidak perlu menggunakan senjata atau racun!" Reaksi Dion setelah melihat anak buah Bajra tidak bersenjata lagi
"Kau tahu Bajra!. Tujuan ku datang kesini karena ingin membuktikan, benarkah kau kuat seperti yang orang katakan?"
"Tapi melihat kondisi mu, aku sangat kecewa sekali !"
"Padahal aku ingin berlatih bersama, untuk bertukar barang satu atau dua buah jurus dengan mu!"
"Namun sayang sekali! Ternyata kekuatan mu itu. Hanya bualan semata!" Ucap Dion apa adanya, lalu duduk untuk merilekskan otot otot kakinya yang tegang
Setelah dia duduk itu, Dion kembali melanjutkan perkataannya
"Mungkin setelah ini, kita bisa melanjutkan pertandingan secara jujur, dengan menggunakan tangan kosong dan tanpa senjata?" Ucap Dion cukup tegas dan mengintimidasi sekali
"Awan!. Lanjutkan tugas mu!"
"Baik tuan besar!" Jawab Awan patuh. Kemudian berjalan mendekati Ramada untuk menantangnya kembali
"Ayo kita lanjutkan duel yang sempat tertunda tadi!"
"Kita buktikan siapa yang terkuat diantara kita!. Kau atau aku!" Ucap Awan cukup gamblang sekali
"Siapa takut!. Tadi kau hanya beruntung saja!"
"Kali ini kau pasti mati!" Jawab Ramada sangat berani
"Tunggu!. Sebelum dilanjutkan pertarungan ini. Lebih baik kita buat perjanjian, hitam diatas putih!"
"Barang siapa yang menang, berhak atas nyawa lawannya. Mau dibunuh atau dijadikan budak!" Ucap Bajra dengan liciknya
Ternyata dia sudah menyusun skenario cukup banyak, dengan rencana yang berlapis lapis. Salah satunya adalah rencana perjanjian ini
Bukan hanya itu saja. dia juga masih mempunyai rencana rencana lainnya, yang diyakini akan menguntungkan, demi memenangkan pertarungan
Mendengar ujaran tersebut Dion sempat terkesiap, lalu meminta pendapat dari Awan serta yang lainnya. Apakah syarat tersebut wajar atau tidak
Walau dia tahu anak buahnya itu kuat, tapi Dion tetap mengutamakan keselamatan dan harga diri mereka
Dion tidak mau bertindak gegabah, langsung menyetujui rencana dari pihak lawan. Siapa tahu ada rencana licik lainnya
Oleh karena itu sebelum menyetujuinya, Dion meminta pendapat dulu dari anak buahnya
"Paman abi!. Lakukan tugas mu!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawabnya patuh, dan mengerti apa yang harus dilakukan
Dalam posisi duduk, Abhicandra memindai seluruh ruangan, siapa tahu ada benda tersembunyi yang dipasang dan sengaja disiapkan untuk menjebak lawan
Benar saja seperti yang diperkirakan. Di beberapa titik penting serta tersembunyi, ada beberapa buah kamera yang terpasang yang entah apa maksudnya
__ADS_1
Bukan hanya itu saja, di beberapa titik di dalam dinding, ada diletakkan senjata otomatis tersembunyi, yang sewaktu waktu jika terdesak bisa digunakan untuk menghabisi lawan dengan sistim kontrol otomatis
Mendapat laporan itu, Dion menjadi berang, kemudian tanpa bertanya lagi, langsung memberi perintah pada anak buahnya, untuk menghancurkan benda benda haram tersebut
"Hancurkan kamera itu!, dan temukan senjata tersembunyi, di beberapa titik bertanda merah tersebut!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik!" Jawab anak buahnya patuh
Kemudian mengerjakan seperti apa yang diperintahkan oleh tuan besar mereka, dengan menembak serta melancarkan pukulan jarak jauhnya ke arah kamera, serta beberapa titik dinding, yang diperkirakan tersembunyi senjata otomatis mematikan tersebut
Kejadian itu tentu saja membuat tuan rumah menjadi kalang kabut. Sungguh dia tidak menyangka, bahwa musuhnya kali ini, mengetahui trik licik yang selama ini dilakukannya
Habis sudah harapan untuk dia bisa memenangkan pertarungan kali ini, padahal sejatinya racun yang digunakan untuk mengotori udara, dengan tujuan untuk melemahkan saraf lawan-lawannya, agar mudah kalah, ternyata mampu ditawarkan bahkan dihancurkan dengan mudah nya
Bukan hanya itu saja. Trik licik lainnya, yaitu pemasangan kamera di setiap sudut ruangan juga di atas plafon, adalah bertujuan untuk menyiarkan pertarungan di bawahnya ke dunia internasional, telah ketahuan oleh kepintaran Dion melalui anak buahnya
Keberadaan senjata otomatis tersembunyi yang berada di dalam dinding, yang sejatinya digunakan saat saat terdesak, juga telah ketahuan oleh Dion
Sekarang tidak ada lagi cara untuk memenangkan pertarungan. Yang tinggal hanya nasib baik saja, kalah atau menang dari hasil usaha mereka sendiri
"Bagaimana Bajra?. Semua senjata tersembunyi yang biasa kau gunakan, kini telah hancur semua!"
"Apakah pertarungan ini bisa kita lanjutkan?" Tanya Dion dengan ekspresi meremehkan
"Oh ho!. Pantang bagiku untuk mundur!"
"Sudah kepalang basah. Ayo kita tuntaskan dendam lama kita!" Jawab Bajra berterus terang
"Bagus akhirnya kau sendiri yang membuka rahasia!"
"Aku tahu bahwa kau sudah memata matai anak buah ku, serta berusaha masuk ke dalam sistem informasi keamanan perusahaan ku!"
"Tapi sayang sekali!. Hacker amatir mu itu, masih belum mampu untuk mengalahkan legenda cyber yang kami punya!"
"Bahkan untuk kau tahu Bajra!. Seluruh akun mu telah di kunci dan akan di eksekusi saat terdesak
"Bukan hanya itu saja!. Kami juga sudah melaporkannya pada pihak berwajib di negara ini, bahwa buronan turunan Jack Napoleon sedang berada di sini!"
"Jadi kau tidak akan bisa lepas Bajra!" Ucap Dion berterus terang
"Kurang ajar!. Badjingan!. Dasar iblis kau Dion!" Reaksi Bajra sangat marah sekali, kemudian berkelebat ke arah Dion dan hampir mendekatinya
Tapi niatnya tidak kesampaian, karena tubuhnya mendadak berhenti, dan seperti ada yang menghalangi. Kemudian terjatuh ke lantai, persis di bawah kaki Dion
"Jangan kau pikir bisa mengelabui ku Bajra!"
"Gerakan lambat yang kau peragakan itu, tidak cukup untuk mengenai tubuh ku
"Sekarang kau hadapi saja, salah seorang dari anak buah ku ini!"
"Pilih mana yang kau suka dan kau anggap lemah!"
"Jika kau menang!, kau boleh pergi. Tapi jika kau kalah!, maka kau dan anak buah mu akan mati!"
"Tolong ampuni aku tuan Dion!. Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi, dan akan pergi dari negara ini!" Ucap Bajra sudah mulai putus asa
"Tidak semudah itu!. Kau adalah buronan internasional setelah ayah mu!"
"Dengan membunuhmu serta merampas hasil jarahan mu, akan membuat tugas mereka akan menjadi ringan!" Jawab Dion tidak mau tunduk
"Kau masih punya kesempatan kalau kau mau melawan anak buah ku!"
"Dengan mengeroyoknya juga boleh. Tiga lawan tiga juga tidak masalah!" Ucap Dion sangat yakin
"Ku lihat kau masih mempunyai seorang anak buah, yang ku nilai cukup kuat."
"Gunakan dia sebagai kartu as mu. Siapa tahu dia bisa menang." Ucap Dion lagi. Kemudian menendang tubuh Bajra yang terkunci dibawah kakinya
"Oh ya tuan Arjaya!. Dari tadi kau hanya diam saja!. Apakah kau termasuk orang nya si brengsek itu?"
__ADS_1