
Sudah sepuluh hari Dion berada di kota Paris. Selama itu pula dia selalu teringat dengan anak dan istrinya di kota Golden City
Di sela sela kesibukannya tersebut, Dion selalu menyempatkan diri untuk menghubungi istri dan anaknya itu, melalui sambungan Vidio
Selama di Perancis itu, banyak hal yang telah dilakukan oleh Dian. Semua yang direncanakan olehnya, 90% nya sudah terlaksana dengan baik, kecuali bagian merekrut warga asli Perancis, agar mau bergabung dengannya, karena masalah itu masih dalam proses perekrutan
Hari ini adalah jadwal bagi Dion dan orang orangnya itu, untuk kembali ke kota Golden City. Tapi sebelum dia kembali pulang tersebut, sekali lagi Dion mengecek kesiapan anak buahnya, dalam menghadapi permasalahan yang mungkin akan muncul, sepeninggalnya itu
"Aku sangat berharap pada kalian, terutama pada para pengawal yang ada disini, agar selalu bekerja sama dan saling menghubungi, jika ada gangguan sekecil apapun."
"Saling menjaga dan melindungi, itulah kunci sukses dalam tugas berat ini."
"Oleh karena itu, lakukan tugas kalian dengan baik, dan jangan sampai kecolongan walau sekecil apapun!"
"Setelah bertugas selama enam bulan, kalian boleh libur, dan pulang untuk sementara ke negara kita, tapi secara bergantian."
"Khusus untuk Robin, Langit, Awan dan Bumi, serta Eric Anjani dan lain lain. tugas kalian sangat berat disini. Jangan biarkan gangguan sekecil apapun terjadi, dan tanpa ada usaha kalian untuk mengatasinya, atau terkesan melakukan pembiaran."
"Jika ini terjadi, aku tidak akan segan segan untuk memberikan hukuman berat pada kalian, karena keselamatan orang orang ku, juga termasuk kalian, adalah hal yang paling utama bagiku." Ucap Dion berapi api
Tak lama sesudah itu, Dion melangkahkan kakinya menuju ke mobil, yang akan membawanya ke bandara
***
Di waktu yang sama, mansion mewah milik Adeline. Saat ini sedang kedatangan dua orang mata mata, yang sengaja ditugaskan untuk mengawasi gerak gerik orang orang nya Dion
Sejak dari awal, Adeline dan Tommy sudah mengetahui, bahwa Dion dan orang orangnya, sedang berada di Paris, untuk membuka perusahaan baru
Oleh karena itu, Tommy untuk sementara tidak berani berbuat macam macam
Dia sangat berpesan sekali pada anak buahnya, agar tidak mencari masalah dengan mereka
"Lapor bos!. Orang yang bernama Dion itu, saat ini sudah meninggalkan Paris, dan sedang dalam perjalanan menuju bandara. Apa yang harus kami lakukan?" Tanya salah seorang mata mata itu
"Untuk sementara, biarkan saja dia hidup, karena kekuatan kita, belum cukup. Tapi jika lain kali dia datang ke sini lagi, baru kita bertindak, dan memberikan pelajaran keras padanya." Jawab Adeline tanpa ragi ragu lagi
"Baik bos!" Jawab keduanya serempak, sambil menundukkan kepalanya sedikit kearah Adeline
Saat mereka mengucapkan kata kata itu, Tommy beserta body guard nya datang, dan menghampiri Adeline yang sedang berhadapan dengan anak buahnya tersebut
"Aku sudah tahu tentang Dion itu. Sekarang dia sedang berada di bandara, menunggu pesawat yang akan membawanya kembali ke Indonesia." Ucap Tommy mendahului istrinya itu
__ADS_1
"Apa tidak sebaiknya kita hadang perjalanan nya, agar dia tidak bisa kembali ke negaranya?" Tanya Tommy terkesan terburu buru
"Kau ini pandai atau bodoh!, sudah tahu kekuatan kita belum bangkit, tapi sudah mau melawan monster!. Mencari mati saja!" Hardik Adeline kasar
"Kalaupun kau ingin membalas dendam!, tunggulah kekuatan kita kembali, atau setidaknya menyamai kekuatannya, baru kau boleh bertindak sesuka hatimu!"
"Tapi untuk saat ini, lebih baik kita diam saja dulu, sambil membangun kekuatan kita secara perlahan."
"Kedatangan Dion ke kota kita ini, hanya sekadar untuk membuka perusahaan baru, Tapi dibalik itu semua, aku yakin, ada misi tersembunyi yang sedang dia rencanakan."
"Melalui orang orangnya, aku yakin, dia sedang mengawasi kita." Respon Adeline merembet kemana mana
"Apa yang kau katakan itu benar. Aku juga punya pemikiran seperti itu. Oleh karena itu, kita harus berhati hati dalam bertindak, dan jangan sampai ceroboh." Balas Tommy membenarkan ucapan istrinya tersebut. Kemudian kembali bersikap tegas, walau masih duduk di atas kursi rodanya tersebut
"Semua yang ada disini dengarkan baik baik!. Sampai setahun yang akan datang, atau menunggu kekuatan kita pulih kembali, baru kita boleh mencari urusan dengan orang orang Dion itu!" Ucap Tommy pada anak buahnya itu
"Lagi pula aku yakin, dengan kekuatan, kekayaan serta pengaruhnya itu, Dion akan mencari orang orang Perancis, untuk direkrut menjadi orang orangnya"
"Jika ini terjadi, maka kita akan semakin kalah jauh dari si Dion itu, ditambah lagi, orang orang yang dibawanya tersebut sangat banyak sekali. Sedangkan kita, separuhnya saja belum."
"Oleh karena itu, sampaikan berita ini kepada seluruh kawan kawan kalian yang ada, agar untuk sementara, tidak mencari masalah dengan orang orangnya Dion!"
"Biarkan mereka bekerja dengan tenang. Jangan ada pergerakan apapun, yang bisa membuat mereka curiga, dan bangkit melawan kita."
***
Distrik MU kabupaten L, Provinsi SS. disuatu pagi yang teramat cerah. Setelah sekian lama
"Apa yang telah kau lakukan Jasmine?. Bukankah tindakanmu itu bisa mencelakai kita semua?" Bentak Danish marah
"Ayah diam saja!. Lagipula sekarang ini, aku sudah mempunyai pendukung kuat. Berapapun yang aku minta, dia akan sanggup memberikannya pada ku." Jawab Jasmine tegas, dan tidak lagi membahasakan diri dengan menyebutkan namanya saja, tetapi sudah berubah menjadi aku
"Orang itu mau memberikan bantuan padamu, karena ada maunya!" Sanggah Danish sengit
"Aku tidak peduli apapun yang dia inginkan!. Yang penting, aku bisa mendapatkan uangnya, untuk membiayai keinginanku itu!" Jawab Jasmine seperti sudah lupa jati dirinya tersebut
"Kenapa kau sangat terobsesi sekali, untuk membalaskan dendam mu itu Jasmine?" Tanya Danish penasaran
"Karena aku merasa sangat terhina sekali!. Dan aku belum merasa puas, jika orang yang telah menghinaku itu masih hidup dengan tenang!" Jawab Jasmine kuat
"Lagi pula, aku ingin orang yang merebutnya itu, bisa merasakan, bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang sangat dicintai!" Sambungnya lagi masih tetap berapi api
__ADS_1
"Tapi tindakanmu ini, bisa membahayakan nenek dan ayahmu!" Bantah Danish juga marah
"Ayah tenang saja!. Kalian berdua tidak akan ikut terlibat, jika sesuatu terjadi pada Jasmine." Jawabnya enteng
"Kau bisa berkata seperti itu, tapi kau tidak sadar siapa orang yang akan kau lawan tersebut!" Ucap Danish masih berusaha menasehati Jasmine anaknya itu
"Sekuat dan setinggi apapun pohon, jika akarnya terus menerus kita gali. apalagi kita potong, maka pohon tersebut pasti akan tumbang juga!" Bantah Jasmine tidak mau kalah
"Memang susah memberi masukan kepada orang yang hatinya penuh dendam, tapi orang tersebut tidak menyadari kesalahannya yang lalu."
"Baginya yang terpenting sekarang adalah, membalaskan dendamnya yang baru dirasakan sekarang ini. Tapi tidak mau tahu akan penderitaan orang lain dulu!" Ucap Danish mencoba menyentil anaknya tersebut
"Aku tahu siapa yang ayah maksudkan. itu pasti aku!"
"Perlu ayah ketahui, aku tidak mau mengenang masa lalu, tetapi masa yang akan datang!"
"Aku harus membuat pohon yang tinggi dan kokoh itu roboh secara perlahan, agar dia merasakan bagaimana sakitnya jatuh ke tanah." Respon Jasmine dengan ekspresi yang sulit untuk digambarkan
Jasmine yang dikenal dulu, cantik, centil dan feminim, tapi sekarang telah berubah 180 derajat
Tidak ada lagi senyuman manis di bibirnya, yang ada hanya pandangan matanya yang menyorot tajam, seperti menyiratkan suatu ancaman yang sangat mengerikan
Saat ini, dia sedang menggalang kekuatan, dan pergerakan bawah tanah secara sembunyi sembunyi, untuk melawan seseorang yang dianggap telah menghina dan menghancurkannya selama ini
Jika waktunya sudah tiba. Dia akan membuat perhitungan pada orang tersebut
"Suamiku mati karena dia, adik dan ibuku mati juga karena dia!" Teriak Jasmine kuat
"Kalau dia tidak mengusir dan mencampakkan kita begitu saja, maka kemungkinan besar, suami, adik serta ibuku belum mati!"
"Karena kesalahannya sudah sangat besar pada kita, maka aku melalui tangan orang lain, akan membuat dia menderita, dan melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana sakitnya jatuh!" Ucap Jasmine marah sekali
"Nenek sudah tua, dan kemungkinan tidak lama lagi tidak akan sanggup untuk berjalan, apalagi untuk berlari. Jika perbuatan mu ini ketahuan, maka nenek yakin, kita semua akan dihabisi oleh nya!" Ucap nenek Elina khawatir, yang tiba tiba saja ikut bergabung dalam perbincangan tersebut
"Sudah aku katakan!, kalian berdua tenang saja. Aku yang akan mengatur ini semua." Jawabnya yakin sekali
"Permisi bos!" Ucap seseorang yang tiba tiba saja masuk ke rumah dengan ekspresi ketakutan
"Ada Apa Justin! Apakah kau tidak bisa mengetuk pintu dulu" Bentak Jasmine kesal
"Maafkan saya bos!. Ini terpaksa saya lakukan, karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan!" Ucapnya membela diri
__ADS_1
"Katakan saja apa yang ingin kau sampaikan!" Bentak Jasmine semakin marah