Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Awas kau Mona!


__ADS_3

"Kau ini Mon!. Udah tau Tommy lagi galau gitu, udah dapat uang ya udah, diam saja, jangan malah mengejek nya seperti itu. Dasar perempuan matre." Ucap Riska sedikit kurang senang dengan sikap Mona tadi


"Halloow. hari gini tak matre, kiamat dunia tau!. Siapa suruh sombong gitu!. ya aku jadi sebel la. Enak saja mau make aku semalam. Emang aku perempuan apaan?" Sanggah Mona membela diri dan mau menang sendiri


"Kau sendiri yang salah!. Siapa suruh menawarkan diri macam itu. Sebagai laki laki normal dan berduit, tentu saja dia merasa tertantang, apalagi melihat bentuk tubuh mu itu, lelaki mana yang tidak tertarik!" Bantah Riska menyalahkan Mona sahabatnya tersebut


"Kau bilang tubuh ku ini bagus, tapi kenapa Dion sedikitpun tak melirik ku waktu itu?" Ucap Mona merasa rendah diri


"Dion itu suatu pengecualian. Dari dulu saja, dia bukan lelaki mata keranjang, tak sepeti pacar pacar mu itu. Pantang melihat sedikit licin, langsung berpaling."


"Lagipula Dion itu tidak kekurangan wanita, kapan saja dia mau, bisa mendapatkannya dengan mudah."


"Apa kau tak lihat!, siapa nona cantik yang duduk disebelahnya itu. Dari telinganya saja, wajahmu yang kau bangga bangga itu, pasti kalah, apalagi kalau dibandingkan dengan wajah cantiknya itu. Jauh!" Ucap Riska mengejek Mona


"Ah terserah kau sajalah!. Mau cantik mau jelek, yang penting sekarang aku sudah banyak uang. Sekarang isi tabunganku sudah banyak. Setelah terkumpul sesuai seperti yang aku inginkan, maka aku akan membuka usaha, tak sama sepertimu, yang pandai nya hanya menghabiskan uang orang tua saja, sementara untuk bekerja malas!" Ucap Mona membalas ejekan dari Riska tersebut


"Kalian ini mau makan atau mau bertengkar!. Kalau mau makan diam, Kalau mau bertengkar, tuh sana diluar. Jangan disini, mengganggu saja!" Bentak Raymond sambil mengunyah makanannya yang hampir habis itu


"Tumben kau tidak mengikuti tuan mu itu?" Balas Mona meledek Raymond


"Siapa yang tuan ku?.enak saja!. Aku bukan kacungnya, aku juga anak orang kaya, uangku juga banyak, tapi aku tidak sebodoh dia!" Balas Raymond tidak mau kalah


"Sekarang makanan di atas meja sudah habis, dan ini atas kebaikan dari Tommy. Kau pikir makanan yang kita makan ini harganya murah? Aku taksir bisa mencapai 245 sampai 280 juta." Ucap Riska


"Aku rasa lebih, karena lobster australia ini saja, harganya sudah selangit. sepertinya Aku pernah melihatnya, harga seporsi nya saja bisa mencapai 27 juta rupiah per enam ekor." Bantah Dona teman sekamar Mona


"Gila!. makanan apa semahal itu. Pantas saja restoran ini dijuluki dengan restoran mahal, tapi memang benar sih. makanannya sangat enak sekali, tak percuma kita makan gratis di sini." Sambut Mona penasaran


"Kau memang begitu!, sukanya makan gratis, tapi untuk mengeluarkan modal sendiri, tidak mau!." Kata Riska mengejek


"Sudah sudah!, kita pun sudah siap makan. Ayo kita keluar!. Nanti kalau lama lama, kita akan diusir oleh para pengawal tuan muda Dion, bisa berabe nanti kita." Ucap Raymond menengahi perdebatan mereka


Mendengar nama Dion disebut, hati mereka kembali ciut, dan terdiam seribu bahasa, lalu bergegas mengambil tas tas mereka, dan dan buru buru keluar dari ruang VIP itu


Sesampainya di luar, mereka tidak menemukan adanya Tommy, mungkin dia beneran marah dan kecewa, ataupun malu, karena tidak bisa mendapatkan ruang VIP itu


Tommy pun satu. Sudah tahu bahwa ruang VIP tersebut, tidak bisa ditempati oleh siapapun, walaupun dibayar dengan harga mahal, masih tetap saja ngotot untuk mendapatkannya


Ruang VIP utama itu adalah ruang pribadi. Siapa saja tidak akan bisa masuk, walau seorang Sultan sekalipun, kecuali kalau Dion atau tuan Birawa yang mengajak


Karena Riska, Mona dan yang lainnya itu tidak menemukan Tommy, dan juga karena sudah kehilangan mood untuk kemana mana, Riska memutuskan untuk kembali saja ke hotel, karena dia sudah merasa lelah dan mengantuk, mungkin dia akan tidur sampai hari menjelang malam


***


"Dasar perempuan sial!.Dia sengaja mempermainkan ku, sekaligus mempermalukan ku di depan teman teman ku yang lain!. Awas kau Mona, aku akan balas perlakuan mu itu!" Guman Tommy pada diri sendiri

__ADS_1


"Uang 2 miliar itu tidak akan kau dapatkan secara gratis, sebelum aku menikmati tubuhmu yang bagus itu. Jangan katakan aku Tommy, kalau tidak bisa mendapatkan mu!" Batinnya bertalu talu dalam hati


Kenapa Tommy bisa berbicara seperti itu. Waktu teman temannya itu keluar dari restoran tersebut, Tommy sengaja tidak menampakan diri, padahal dia ada di situ, bersembunyi di belakang mobil tamu restoran lain


Setelah mereka meninggalkan restoran itu, yang tentu saja menggunakan 2 buah mobil yang mereka bawa tadi, tommy pun keluar dari persembunyiannya, kemudian masuk kembali ke dalam restoran, dan langsung menemui manager Alex


"Maaf kalau aku mengganggu manager Alex!. Apakah aku bisa menanyakan sesuatu padamu?" Ujar Tommy begitu sudah ada di hadapan manager Alex tersebut


"Maaf saudara Tommy!, Kebetulan saat ini kami sedang sibuk, karena sebentar lagi, tuan muda Dion dan calon istrinya itu, akan datang kemari untuk makan siang." Jawab Alex berterus terang


"Tu..tuan muda Dion akan kemari?" Ucap Tommy gugup


"Ya benar!, kurang lebih setengah jam lagi, mereka akan sampai kesini. Apakah anda ingin menemuinya?" Tanya manajer Alex menguji keberanian dari Tommy tersebut


"Oh tidak! tidak!, terima kasih. Kalau begitu aku permisi!" Ucap Tommy ketakutan, lalu buru buru pergi dari hadapan Alex


Manajer Alex yang melihat kelakuan Tommy tersebut, menggelengkan kepala saja, tapi dia tidak tahu, apa penyebab Tommy ketakutan seperti itu, dan dia tidak mau ambil pusing


Alex meneruskan pekerjaannya, dibantu oleh 10 anak buahnya, untuk mempersiapkan ruangan dan hidangan khusus bagi pemilik restoran tersebut


Tommy bergegas keluar dari restoran itu, kemudian kabur dengan langkah terburu buru, menuju jalan raya, dan memesan taksi online untuk kembali ke hotelnya


"Benar benar apes nasibku hari ini!. Sudah dikerjai habis habisan oleh Dion. begitu pulang, Mona pula yang memprovokasi ku, begitu sampai di restoran ini, eh malah keinginanku tidak bisa tercapai. Duit ku pula melayang. Benar benar sial!" Gerutunya dalam hati


Tak lama kemudian, taksi online yang dipesannya tadi pun datang, dan membawanya pergi, menuju ke hotel yang selama 2 hari ini dia tempati


***


Setelah sampai, mobil mewah itu menuju ke areal parkir khusus, yang terletak di samping kanan restoran


Pengawal Dion, bergegas keluar, dan berdiri siap, layaknya seorang pengawal atau bodyguard, yang bersiaga, ketika tuan atau rajanya, ataupun bosnya keluar dari dalam mobil


Dua diantaranya, membukakan pintu mobil yang dinaiki oleh Dion dan Ivory, setelah itu keduanya dipersilakan untuk keluar


Saat ini, Dion tidak lagi menggunakan mobil Lamborghini nya itu, tapi menggunakan mobil lain, yang jauh lebih mahal dari mobil Lamborghini nya tersebut


Begitu pintu mobil terbuka, Dion dan Ivory pun keluar secara bersamaan, dari kanan dan kiri mobil tersebut, kemudian dengan perlahan memasuki restoran miliknya itu, dan disambut oleh sebagian besar karyawan, yang memang sengaja dipersiapkan oleh manajer Alex, untuk menyambut kedatangan pemilik restoran itu


"Selamat datang tuan muda! selamat datang nona Ivory!" Ucap Alex sambil membungkuk hormat kearah mereka


Dion dan Ivory hanya mengangguk kecil ke arah Alex, begitu juga kepada karyawan karyawan lain, yang sengaja dipersiapkan untuk menyambutnya


Dengan gagahnya Dion melangkahkan kaki menuju ke ruang VIP khusus miliknya itu, diiringi oleh para pengawalnya


Sepuluh orang pengawal yang dulu ditugaskan oleh Dion, untuk mengamankan lokasi restoran tersebut, pun menyambut Dion dengan hormat

__ADS_1


Sebelum Dion masuk tadi, pengawal pengawal itu berdiri di dekat pintu restoran dengan sikap hormat. Setelah Dion dan Ivory lewat, mereka membubarkan diri secara serentak, diikuti oleh seluruh karyawan yang disiapkan oleh Alex tadi


Manajer Alex dan 10 orang pramusaji, yang sengaja disiapkan olehnya, dengan cekatan menata semua hidangan, yang memang sejak dari tadi sudah dipersiapkan oleh pihak restoran


"Silakan dinikmati tuan muda, nona Ivory dan yang lain. Mohon maaf jika hidangan yang kami sajikan ini tidak sesuai dengan selera." Ucap Alex takut takut, kemudian memerintahkan kepada anak buahnya, untuk membuka seluruh tutup makanan, yang ada di atas meja


Begitu tutup hidangan dibuka, terbentanglah di depan mata mereka, banyak tersaji makanan makanan kelas atas, yang harganya diperkirakan mungkin sekitaran empat atau lima ratus juta


Jika harga makanan itu digunakan untuk membeli makanan lainnya, mungkin bisa untuk memberi makan orang sekampung, tapi di mata Dion dan orang orangnya itu, makanan itu, dianggap seperti biasa saja. kecuali bagi beberapa orang pengawal elite baru, karena mereka baru kali ini, makan bersama dengan tuan muda Dion. dengan sajian makanan yang belum pernah mereka cicipi itu


"Kau memang bisa diandalkan Alex. Aku senang dengan masakan kalian ini.! Kata Dion memuji masakan dari orang orangnya Alex di restoran tersebut


"Ini sudah menjadi kewajiban kami tuan muda!. mohon tidak dipermasalahkan, jika rasanya terlalu asin atau kurang enak!" Jawab Alex merendah


Dion hanya tersenyum kecil, ketika mendengar ucapan itu. Dia sudah tahu, bahwa Alex saat itu sedang merendahkan diri di depannya. Padahal dia dulunya adalah seorang koki handal, yang pernah mendapat juara pertama, dalam lomba memasak tingkat nasional


Karena koneksi sangat sulit waktu itu, serta kekurangan modal, maka dia tidak mengembangkan usaha sendiri, dia malah melamar pekerjaan di Birawa Group, dengan spesifikasi sebagai chef


Karena ketekunannya itu, pihak Birawa Group, yang melihat potensi besarnya tersebut, mengangkatnya menjadi manajer, ataupun kepala di restoran mewah itu, yang tentu saja gajinya sudah tidak bisa lagi diragukan jumlahnya


"Sepertinya lobster ini enak. Apakah boleh dimakan?" Ucap Dion tiba tiba


"Silakan tuan muda!" Jawab Alex gugup, dan tidak menyangka, bahwa tuan muda Dion akan berkata seperti itu


Dion langsung mengambil lobster Fourchu, yang dijuluki dengan rolls-royce of lobster, harga per pon nya saja, Rp. 300.000 atau setara dengan 20 dolar Amerika


Sedangkan saat ini, di hadapan Dion, juga yang lain, terdapat banyak sekali lobster jenis itu


Bukan hanya itu saja, di dihadapan Dion, juga tersaji tiram yang sangat terkenal, yaitu tiram king Coffin Bay asal Australia. beratnya bisa mencapai satu sampai satu setengah kilogram per ekornya


Tiram seharga 100 dolar Amerika, atau setara dengan 1.5 juta per potongnya, pun diambil oleh Dion dan Ivory


Entah kenapa, sejak dia menjadi orang kaya, Dion menyukai makanan seafood, selain makanan makanan tradisional tempatan lainnya


Saat itu, Dion juga disuguhi dengan sop ikan Buddha Jam over the world asal Inggris, yang harga per porsinya saja sebesar 2,5 juta rupiah. sedangkan di atas meja itu terdapat banyak sekali porsi yang sama


Selain hidangan hidangan mewah itu, masih banyak lagi hidangan hidangan mewah lainnya, yang tersaji di atas meja, baik di depan Dion, maupun di depan anak buahnya yang lain


Ketika Dion makan itu, Dia tidak mau dikawal oleh siapapun. Bagi Dion, anak buahnya itu, adalah saudaranya sendiri, karena mereka telah bekerja siang dan malam, untuk sekedar memastikan, bahwa keselamatannya tidak terganggu


Oleh karena itu, Dion menyuruh mereka untuk duduk, di meja yang sengaja disiapkan oleh pihak restoran, atas permintaan dari Dion sendiri secara diam diam


Dengan ragu ragu, Hans, Robin, Burgon, Rams, Erik, Anjani, Ling Chia, Ling Hua, Ling Ma dan 3 gadis karateka, serta pengawal elit lainnya, duduk di meja yang sama. Dan hebatnya, tempat duduk mereka, tidak terpisah dengan tempat duduk Dion


Pihak restoran, sengaja menyusun meja makan tersebut membundar, sehingga ketika dilihat dari kanan, kiri, depan dan belakang, mereka seperti sedang makan saling berhadapan, mirip seperti sebuah keluarga besar, yang sedang menyantap makan bersama

__ADS_1


Benar benar sebuah keluarga yang bahagia


__ADS_2