Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Setelah sekian lama 2


__ADS_3

"Sa.sa.saya tidak tahu tuan!. Saya dapat informasi ini dari orang dalam, yang sekarang telah resign dari perusahaan ini!" Jawab Braga ketakutan


"Siapa orang dalam itu?" Bentak Birawa marah


"Samuel tuan!" Jawab Braga terus terang


"Apa yang dilaporkannya padamu, dan apa kapasitas mu disini?. Kau hanya seorang asisten rendahan, tapi kenapa bisa seorang Samuel mau melaporkan tentang penyelewengan uang perusahaan itu pada mu?" Sanggah Bhirawa semakin marah


"Sa..sa..saya!" Jawab Braga terbata bata, tapi tak mampu menyelesaikan kalimatnya.


"Saya tidak tahu tuan!" Jawab Braga cepat, tapi menolak untuk berterus terang.


"Baik!. Aku tidak butuh jawaban dari mu, tapi kau dengar baik baik!."


"Kalian berdua, juga delapan orang yang terlibat, hari ini juga aku pecat!, dan tidak akan dapat pesangon!"


"Perbuatan kalian telah aku laporkan pada pihak berwajib!. Maka bersiap siaplah untuk mendekam di penjara!" Ucap Bhirawa tegas.


"Sekuriti!. Tangkap mereka berdua, dan ikat sampai polisi datang menjemput mereka!" Perintah Bhirawa muda tegas.


"Baik tuan!" Jawab sekuriti patuh, dan berusaha mendekati Braga serta Wolf, tapi tiba tiba ..


Buk! buk!


Dua kali tendangan kuat mendarat di dada dan perut sekuriti perusahaan itu, hingga membuatnya terjengkang kebelakang, lalu menabrak kursi yang barusan tadi diduduki oleh kedua orang itu.


"Melihat sekuriti perusahaan dibuat tidak berdaya seperti itu, membuat Birawa menjadi marah, kemudian berusaha menghentikan aksi mereka, dengan mencoba menyerang keduanya dengan teknik tendangan lurus kearah dada, tapi serangan itu digagalkan oleh Braga, dengan melemparkan kursi kearah kaki Birawa.


Spontan Birawa menarik kakinya, agar terhindar dari lemparan kursi tersebut, kemudian merubah serangannya dengan pukulan kuat ke arah Braga, kali ini serangannya berhasil.


Tubuh Braga terdorong ke dinding, dan mengenai akuarium hingga pecah, tapi tubuhnya tidak sampai roboh ke lantai, walau baju nya terkoyak dan punggungnya berdarah.


Tidak mau membuang kesempatan, Birawa kembali melancarkan serangan kakinya ke arah tubuh Braga, yang saat itu hampir roboh, dan mendapat banyak luka di punggung nya.


Tapi ketika tendangan itu hampir mengenai tubuh Braga, Wolf dengan liciknya memukul punggung Birawa dengan menggunakan kursi lipat, dan telak mengenai.


Akibat pukulan itu, tubuh Birawa tersungkur ke lantai, kemudian tidak sadarkan diri.


Sekuriti yang ada di ruangan tersebut tidak bisa berbuat apa apa, karena tubuhnya sendiri tidak mampu bergerak, akibat terkena tendangan kuat, yang dilancarkan oleh Braga di perut dan dadanya itu.


Melihat Birawa dan sekuriti nya tidak berdaya. Braga dan Wolf, bergegas keluar dari ruangan tersebut, kemudian bersikap seperti tidak pernah terjadi apa apa.


Rekan kantornya hanya melihat keduanya dengan pandangan heran, karena di punggung Braga, yang baju belakangnya terkoyak, banyak terdapat luka dan berdarah


Tidak mau mengambil resiko, keduanya buru buru kabur dari tempat tersebut, dan langsung menuju parkiran, untuk mengambil mobilnya


Sekuriti perusahaan yang ada di depan pintu gerbang, sama sekali tidak melihat atau mendengar kejadian penyerangan tersebut, dan bersikap biasa biasa saja. Malah sempat bertanya.


"Kenapa punggung tuan berdarah. Apa telah mengalami kecelakaan?" Tanya sekuriti itu keheranan, ketika melihat punggung Braga berdarah seperti itu


"Iya! Braga memang barusan mengalami kecelakaan, akibat tertimpa kaca hias di kantornya tadi. Oleh karena itu, aku harus buru buru membawanya ke rumah sakit untuk diobati." Jawab Wolf mengarang cerita

__ADS_1


"Baik!. Cepat obati luka mu itu, jangan sampai infeksi!" Jawab sekuriti tersebut dengan sopan


"Terima kasih!" Respon Braga cepat, sambil meringis, seperti sedang menahan rasa sakit, kemudian melambaikan tangannya kearah dua orang sekuriti itu


Lima menit kemudian, seorang karyawan laki laki, datang tergopoh gopoh ke pos penjagaan, dan melaporkan apa yang telah terjadi terhadap bos perusahaan di dalam kantornya


Mendapat laporan itu, dua orang sekuriti yang berjaga di depan pintu gerbang, berusaha mengejar Braga dan Wolf, tapi keberadaan mereka sudah tidak bisa ditemukan lagi


Sementara itu, Birawa yang saat ini belum siuman, telah dibawa ke rumah sakit oleh bawahannya


Sedangkan seorang sekuriti, yang tadi terkena tendangan tidak terduga itu, tetap berada di kantor, dan sedang di rawat oleh beberapa orang karyawan


"Tidak disangka, Braga dan Wolf, dua orang miskin yang dibesarkan oleh tuan Birawa, ternyata adalah serigala berbulu domba." Ucap seorang manajer kepala atasan Wolf itu


"Aku juga tidak menyangka, kalau antara Braga dan Wolf, ada hubungan khusus yang selama ini tidak kita ketahui." Respon seorang manajer lapangan sambil menggeleng


"Selama ini, mereka baik baik saja. Pekerjaaan mereka pun selesai tepat waktu. Tapi tidak disangka, ternyata mereka secara diam diam menggelapkan uang perusahaan, dan kesalahannya ditimpakan pada orang lain." Ucapnya lagi


"Mudah mudahan tuan Birawa tidak apa apa." Ucap seorang manajer penuh harap


***


Sementara itu, mobil yang dikendarai oleh Wolf, tidak menuju rumah kontrakannya, tapi malah menuju perbatasan Kota J, dan meneruskan perjalanannya ke kota S


"Aku rasa Birawa brengsek itu sudah mati, atau bakalan cacat permanen di punggungnya."


Kemungkinan apa yang dikatakannya itu tidak benar. Ucapannya tadi hanya sekedar menakuti kita saja. Mana mungkin dia berani melapor. Karena rahasia perusahaan nya ada ditangan kita. Jadi untuk sementara kita aman." Ucap Wolf lega dan sangat yakin jika jalanya akan berhasil


"Kenapa kau sangat yakin sekali?" Tanya Braga keheranan


"Ya bersembunyi lah!. Mau apa lagi?" Jawab Braga kesal


"Yang aku maksudkan tentang uang uang itu!. Apakah harus kita masukkan ke bank, atau di amankan ketempat lain?.Begitu!" Bantah Wolf juga kesal


"Kau bodoh atau apa sih!. Uang sebanyak itu kalau dimasukkan ke bank, ya ketahuan lah!. Apalagi jarak kota ini dengan kota J itu tidak begitu jauh."


"Menurutku, dalam beberapa bulan, bahkan mungkin tahun, kita tetap bersembunyi disini, sampai keadaan benar benar aman." Ucap Braga cukup pintar


"Masalah mobil ini, untuk sementara kita simpan saja. atau kita jual pada penadah Sedangkan untuk bepergian kita beli mobil lain." Ucap nya lagi


"Terserah kau saja!. Masalah uang itu, apa tidak sebaiknya kita bagi dua saja. Jadi statusnya jelas!" Jawab Wolf memberi usul


"Boleh juga!. Kebetulan aku memang ingin menggunakan uang itu untuk bersenang senang. Jadi ayo kita bagi uang itu!" Reaksi Braga senang


"Tunggu!. Bagaimana dengan lukamu itu. Apa tidak sebaiknya diobati dulu?" Tanya Wolf khawatir


"Tidak perlu!. Luka kecil seperti ini, sudah biasa bagi preman jalanan seperti ku. Jadi kau tenang saja!" Jawab Braga enteng


"Ah terserah kau sajalah!. Yang penting aku sudah mengingatkanmu!" Respon Wolf kesal. kemudian berjalan menuju ke sebuah ruangan rahasia, dalam rumah yang sengaja mereka beli beberapa tahun yang lalu itu.


Tak lama kemudian, mereka berdua disibukkan dengan acara menghitung, dan membagi uang uang tersebut sama rata dan sama banyak

__ADS_1


***


Setelah sekian lama


Wolf dan Braga sudah tidak tinggal di tempat yang sama


Wolf pindah ke kota Hongkong, Selama dua tahun, dia tinggal di sana. dia berkenalan dengan seorang gadis yang mau diajaknya menikah. Tapi karena tradisi mereka tidak sama, akhirnya pernikahan mereka hampir saja gagal


Dengan nekat, Wolf membawa kabur gadis itu, dan dibawanya pindah ke Indonesia. Pertama dia tinggal di Kota P pulau K itu. Ditempat inilah Wolf menikahi gadis pujaan hatinya tersebut


Setelah sekian lama, Wolf telah mempunyai seorang anak laki laki, dan dua orang anak perempuan. Danish salah satunya. Setelah mereka dewasa. mereka memutuskan untuk menikah


Dari anak pertamanya itu, Wolf mendapatkan cucu pertama, yang diberi nama Jasmine, dan anak keduanya bernama Chalista


Sedangkan kedua adiknya itu, telah menikah dengan pria asal kota S dan kota B. dari pernikahan salah satunya, lahir Vincent


Setelah merasa mapan dan keadaan juga sudah aman, Wolf memutuskan pindah ke kota B, dan membuat perusahaan disana.


Usaha yang ada di kota P itu dia jual, dan uangnya dijadikan modal untuk membuat perusahaan baru


Sedangkan Braga masih tetap di kota S, dan mendirikan organisasi bawah tanah, yang bergerak dalam misi perdagangan gelap, mafia dan gangster. Bersaing ketat dengan gangster yang sudah bercokol lama di kota S itu


Di kota itu, Braga juga sudah menikah, dan dikaruniai dua orang anak laki laki. Yang satu menikah dengan anaknya Wolf, dan satunya lagi meninggal dalam kecelakaan


Bhirawa juga sudah menikah, dengan wanita asal kota J juga. Dari pernikahan itu dia dikaruniai seorang anak laki laki tampan, cerdas, dan kuat bernama Bima Bhirawa


Tapi sayangnya istri tercinta Birawa, meninggal tak lama setelah melahirkan, karena pendarahan hebat, dan tidak bisa tertolong lagi


Setelah dewasa, Bima menikah dengan seorang gadis asal kota J juga, bernama Ningrum Ambarwati, dan dikarunia seorang anak laki laki bernama Dion Mahesa Birawa


***


Sebelas tahun kemudian


"Sudah puluhan tahun waktu berlalu, tapi dendam dan sakit hatiku pada Birawa belum juga hilang. Aku ingin membalaskan dendam itu padanya!" Ucap Wolf pada sahabatnya itu


"Apa kau sudah gila!. Birawa sekarang tidak sama dengan yang dulu. Kemana mana selalu dikawal oleh bodyguard kuatnya itu. Kalau kau nekat juga. Kau pasti akan mati!" Jawab Braga tidak senang


"Aku bukan ingin berhadapan langsung, tapi secara diam diam akan menculik cucunya itu, dan ku besarkan, agar nanti bisa aku nikahkan dengan cucu ku." Sanggah Wolf berkata apa adanya


"Aku tidak ingin terlibat!. Kau lakukanlah sendiri!" Reaksi Braga ketakutan


"Justru itu masalahnya. Di kota ini aku hanya mengenal kelompok mu saja. Kalaupun ada kelompok lain, aku belum begitu mengenalnya." Jawab Wolf terus terang


"Lalu apa maksudmu menemuiku?" Tanya Braga penasaran


"Aku ingin kau dan orang orang mu, menculik cucu Birawa tersebut, dan bawa ke kota tetangga B itu."


"Di sana nanti, akan ada sepasang suami istri yang bersedia mengangkatnya sebagai anak."


"Setelah dia dewasa, rencananya cucu Bhirawa itu, akan aku nikahkan dengan cucuku Jasmine. Dari pernikahan mereka, aku berharap seluruh perusahaan Birawa Group, akan jatuh ke tangan Jasmine, dan akhirnya menjadi milik keluargaku!" Jawab Wolf panjang lebar

__ADS_1


"Aku tidak mau!" Bantah Braga tetap menolak keinginan sahabatnya itu


"Ayolah kawan!. Kau bantu aku sekali ini saja. setelah rencanaku berhasil, maka kau akan mendapatkan bagiannya!" Sambut Wolf dengan rayuan maut nya itu


__ADS_2