Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Berpenampilan orang biasa


__ADS_3

Dua hari kemudian, Hans dan Robin, berikut 20 anak buahnya dipanggil pulang atas perintah Dion, begitu juga dengan 10 orang mata mata yang ditugaskan untuk mengawasi gerak gerik nenek Elina dan keluarganya itu


Karena tugas mereka sudah selesai, dan nenek Elina pun sudah mendapatkan balasan setimpal, maka mereka seluruhnya dipanggil pulang, guna memperkuat pasukan pengawal yang ada di kota B, dan kota kota lainnya


Pagi ini hari ketiga, di mana kehidupan Dion sudah normal kembali, tanpa ada gangguan atau kesibukan yang berarti, bertepatan pula dengan hari libur, jadi Dion memutuskan untuk berkeliling kota B, juga pinggiran pinggiran kota itu


"Hans, hari ini aku ingin menjadi orang biasa, tanpa dikawal, tanpa diawasi dan lain sebagainya, karena aku ingin seharian ini berperan sebagai orang biasa di kota B ini." Ucap Dion di pagi hari itu


"Mudah mudahan, daerah yang akan kukunjungi itu, orang orangnya tidak mengenali ku!" Ucap Dion ketika memberi instruksi kepada Hans si tangan kilat


"Apakah itu tidak membahayakan keselamatan anda tuan muda?" Tanya Hans sedikit khawatir


"Kau tenang saja! aku bisa menjaga diri." Jawab Dion enteng


"Tapi tuan! walau bagaimanapun, kami tetap akan mengawasi tuan dari jauh, karena bila terjadi sesuatu pada tuan, maka kami yang akan disalahkan oleh tuan besar Birawa." Sanggah Hans semakin khawatir


"Kalau begitu terserah kalian saja. Tapi ingat! kalian hanya boleh mengawasi ku dari jauh, dan jangan datang sebelum aku panggil!" Ucap Dion pasrah


"Siap tuan muda!." Jawab Hans senang


***


Dengan menggunakan pakaian biasa, hanya berkaos oblong, bersepatu juga biasa, Dion dengan senang hati menaiki mobil yang dikendarai oleh Hans, sedang disampingnya ada Robin. Sementara Dion lebih memilih untuk duduk di jok belakang saja


Tidak membutuhkan waktu lama, mereka sampai di kota B. Ditempat yang agak sepi, mobil yang ditumpangi oleh Dion itu pun berhenti, begitu juga 9 mobil lainnya, yang berisi 50 orang pengawal


Lima puluh pengawal itu, tiga diantaranya terdapat Bumi, Langit dan Awan, nama julukan yang diberikan oleh Hans pada anak buahnya yang kuat kuat itu


Merekalah yang ditugaskan oleh Dion, untuk pergi ke kota Hongkong beberapa hari yang lalu, bersama dengan 19 orang lainnya, termasuk Hans dan Robin


Setelah mobil itu berhenti, Dion keluar dengan tenang, kemudian mengedarkan pandangannya ke areal sekitar, tapi dia tidak menemui seorang pun yang ada dalam jarak pandang nya


Setelah memberikan intruksi panjang lebar, dengan tenang Dion melangkahkan kakinya ke arah depan, sambil bersiul kecil, menyanyikan sebuah lagu kesukaannya


***


"Apakah ini kota di mana orang yang dipanggil tuan muda dan orang orang nya tinggal?" Tanya seseorang yang bertubuh atletis dan sixpack, yang kelihatannya kuat, sambil membetulkan kaca mata hitamnya


"Benar tuan!. Menurut mata mata kita sebulan lalu, dia tinggal di daerah sini!" Jawab anak buahnya sopan, sambil membungkuk

__ADS_1


"Kalau begitu bagus sekali! Tidak percuma kita datang dari jauh, hanya untuk menemuinya!" Ujarnya sambil menyeringai


"Cepat menyebar, lakukan penyisiran, dan tanyakan pada orang orang di sekitar sini, apakah mereka mengenal orang itu atau tidak!" Ucapnya tegas


"Baik tuan!" Jawab mereka serempak


Segera setelah itu, mereka pun menyebar ke segala arah. Tapi orang yang dipanggil tuan itu, masih tetap berada di sana, didampingi oleh belasan orang yang berperawakan tinggi tegap, di balik jasnya, seperti terselit belati pendek lengkap dengan sarungnya


Sementara itu, Dion terus melangkahkan kakinya tanpa arah dan tujuan, dia hanya mengikuti instingnya saja, untuk menemukan tempat yang dirasa cocok, untuk dia berinteraksi dengan orang orang pinggiran kota itu


Dan benar saja perkiraannya. tak jauh dari tempat dia berdiri, ada sekelompok orang yang sedang mengelilingi beberapa orang tua dan remaja, seperti sedang mencari informasi dari mereka


"Cepat katakan, apakah kalian mengenal orang ini atau tidak!" Tanya salah seorang dari kelompok yang sedang mengelilingi orang tua dan remaja tersebut


Sekali lagi orang tua dan remaja yang sedang dikepung itu, memperhatikan gambar yang disodorkan oleh kelompok itu, tapi lagi lagi mereka menggeleng yang mengatakan, bahwa mereka tidak pernah bertemu atau mengenal orang yang ada di dalam gambar tersebut


Jawaban yang bodoh itu, membuat salah seorang dari kelompok pengepung menjadi marah, dan dengan entengnya, melayangkan pukulan, tendangan dan tamparan, ke wajah dan tubuh tiga orang tua, serta satu remaja dengan kuat, sehingga membuat tubuh keempatnya terjatuh ke tanah, karena tidak mampu menahan pukulan yang keras itu


Dion yang melihat kejadian itu menjadi geram, karena kelompok itu telah menganiaya orang lemah, yang seharusnya mereka lindungi, tapi malah mereka serang sedemikian rupa


"Hentikan!" Teriak Dion kuat, sampai membuat gerakan kaki orang yang ingin menendang keempat orang itu terhenti di udara


"Hahahaha..! Pucuk dicita ulam pun tiba, ternyata tidak sulit untuk menemukan mu bocah!" Ucap Charly, komandan kelompok itu, dan orang yang barusan tadi menganiaya keempat warga pinggiran desa itu sambil tertawa


Dion yang tidak mengetahui duduk perkaranya, terus maju melangkah ke depan, mendekati mereka, setelah dekat, dia berkata." Apakah kalian tidak malu!, menyerang orang tua dan anak lemah seperti itu?"


"Jangan banyak bacot! jawab saja pertanyaanku!, apakah kau Dion, msnusia yang di agung agungkan oleh orang orang di negaramu ini?" Tanya Charly dengan arogannya


"Benar atau tidaknya, itu bukan urusanmu!, dan itu tidak perlu, tapi yang ku perlukan adalah, kau jawab pertanyaanku! Kenapa kau tega menganiaya orang orang lemah seperti mereka?" Jawab Dion cukup berani


"Baik sebelum ajal menjemputmu, akan aku katakan untuk yang terakhir kalinya. Mereka aku aniaya, karena tidak bisa menjawab dan menunjukkan keberadaan orang yang ada di gambar ini!" Jawab Charlie sambil menunjukkan gambar yang ada di tangannya kearah Dion


Dion sejenak tercekat diam, ketika melihat gambar dirinya, tengah dipegang oleh orang tersebut,tak lama kemudian dia berkata."Ya, itu memang aku!. Memangnya ada urusan apa kau mencariku?" Tanya Dion tidak kenal takut


"Hahaha tidak percuma kami datang jauh jauh, ternyata kau datang sendiri mengantarkan nyawamu padaku!"


"Sungguh keberuntungan besar bagiku, bisa membunuhmu di sini!" Ujarnya sambil melentingkan badan nya ke udara, dan mengarahkan tinjunya ke arah Dion


Dion yang tidak menyangka, secepat itu mendapat serangan tiba tiba, tidak menjadi panik, dengan tenang ia menggeser tubuhnya ke samping, kemudian berusaha menendang paha kanan lawan, tapi sayang, tendangan Dion tidak mengenai sasaran, karena Charly dengan sigap telah mengantisipasinya, dengan menggeser kakinya kebelakang

__ADS_1


Jika tendangan itu mengenai paha Charly, maka bisa dipastikan, saat itu juga Charly akan terjatuh, karena Paha merupakan salah satu kelemahan dari seseorang


Apabila terkena pukulan atau tendangan yang terarah, maka orang sekuat apapun akan jatuh, asal tendangan lurusnya tepat mengenai sasaran


Memyadari serangannya tidak berhasil, Charly kembali melancarkan serangan ke arah Dion, kali ini dia tidak menggunakan tinjunya, tetapi menggunakan kaki kanan dan kiri untuk menyerang Dion


"Hebat juga kau bisa menguasai Sambo yang terkenal itu!" Ucap Dion sesaat setelah mengenal jurus yang digunakan oleh lawannya itu


"Kau juga hebat, karena bisa mengenal teknik ku ini. Teknik ini jarang sekali aku gunakan, kecuali kalau menghadapi lawan yang sepadan, atau kuat, dan kau sudah kuanggap lawan yang sepadan dengan ku!" Ucapnya enteng, sambil meneruskan melancarkan serangannya


"Teknik sambo harus dilawan dengan sambo juga, kebetulan aku pernah mempelajari teknik itu secara otodidak, walau belum mahir."


"Mudah mudahan teknik ku ini tidak salah, dan tidak mempermalukan diri sendiri." Batin Dion dalam hati


Tapi sejurus Dion terlihat ragu, ketika melihat laju serangan yang dilancarkan oleh Charly tersebut, berubah ubah, seiring dengan gerakan kedua kakinya yang saling bahu membahu melancarkan serangannya


Melihat serangan itu begitu rapat, Dion hanya bisa menghindar, sambil mencari cara untuk menangkis serangan dari Charly tersebut


Sesaat Dion teringat dengan teknik yang pernah dia pelajari, dari perguruan pencak silat harimau putih beberapa tahun lalu, yaitu teknik tendangan cakar harimau, yang dulu pernah digunakannya, untuk melumpuhkan orang orang yang ingin mencelakai nya


Dion kali ini tidak menghindar serangan dari Charly tersebut, pikirnya teknik Sambo yang mengutamakan kecepatan kaki, harus dilawan dengan kecepatan kaki juga


Dengan sigap Dion melancarkan tendangan lurus ke arah perut lawan, atau area sensitif lawan, dengan kekuatan penuh, dengan sikap kuda kuda yang cukup kokoh, dan hentakan kaki yang juga kuat, kemudian dipadukan dengan tendangan sabit dengan menggunakan kaki kiri, yang juga di arahkan ke perut lawan, akibatnya perut Charly menjadi sasaran kaki Dion


Tubuh Dion dan Charlie sama sama terdorong ke belakang beberapa langkah, hingga membuat serangan mereka terhenti seketika


Serangan Dion tidak sempat dihindari oleh Charly, hingga perutnya terkena tendangan yang cukup kuat, tapi belum bisa membuatnya tumbang


Dion pun tidak luput dari serangan itu, bahu kirinya telak terkena tendangan menyilang, yang dilancarkan oleh Charly, hingga membuat tubuhnya terdorong ke samping


Untuk pertama kali sejak menjelma menjadi tuan muda kaya, Dion bisa terkena serangan lawan, dan ini tidak pernah disangka olehnya


"Ini tak bisa dibiarkan, kalau aku terus bermain main, maka aku akan kalah!" Kata Dion dalam hati


Sementara itu, anak buah Dion yang mengawasi dari jauh menjadi khawatir, ketika melihat tuannya terkena serangan lawan, tapi Hans mencegahnya dengan berkata. "Kalian jangan khawatir, orang itu bukan lawan tuan muda, sebentar lagi dia akan kalah. Kalian fokus saja pada anak buahnya itu, takut berbuat curang!" Ujarnya tenang


Sebaliknya, Charly yang melihat serangannya bisa digagalkan oleh lawannya bahkan sempat terkena serangan, menjadi emosi, kemudian dia merubah teknik serangannya dengan cara lain, yaitu taekwondo, yang juga mengandalkan kecepatan serangan kaki


Dion tersenyum ketika melihat kuda kuda yang dibuat oleh Charly itu, sebelum melancarkan serangan kepadanya. Kemudian Dion juga melakukan hal yang sama, yaitu menerapkan kuda kuda yang jauh lebih kuat dari kuda kuda yang dibuat oleh Charlie itu

__ADS_1


"Kau juga menguasai taekwondo, aku jadi merasa tertantang untuk mengalahkan mu!" Ucap Charly emosi, sambil berlari kearah Dion dan melancarkan serangannya


__ADS_2