Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Masih tersisa


__ADS_3

Pintu yang barusan ditutup itu pecah dan hancur berantakan. Orang orang yang berada dekat dengan pintu itu mati, dan ada pula yang terluka


Sesaat setelah pintu tersebut hancur. Sepasukan tentara merapat dan mencoba masuk kedalam, tapi dihalangi oleh tembakan senjata api, hingga gerak mereka menjadi terhalang


Wus!


Duar!


Satu mortir berasal dari senjata bazoka, sukses masuk ke dalam gedung, dan menghancurkan isinya, termasuk beberapa kendaraan besar yang mereka jadikan tempat untuk berlindung


Belasan anak buah Miyazaki Ozawa mati seketika. Satu buah truk besar dengan bak terbuka, meledak akibat tangki bahan bakarnya terkena mortir tersebut dan menyebabkan isinya berantakan


Orang-orang yang sengaja berlindung di dekat truk besar tersebut, tentu saja menjadi korban. Banyak dari mereka yang mati, dan ada beberapa lainnya hanya mengalami luka, baik berat maupun ringan


Melihat orang-orang yang berada di dalam belum juga mau keluar atau menyerah. Komandan pasukan tentara tersebut memberi perintah kepada anak buahnya dengan berkata. "Lontarkan granat ke dalam, untuk memaksa mereka menyerah!" Perintahnya


Tak lama setelah perintah tersebut diberikan, dua orang anak buahnya segera melepaskan pin yang ada di dua buah granat yang mereka pegang, kemudian melemparkannya ke dalam ruangan dengan sekuat tenaga


Satu detik kemudian, dua buah granat meledak bersamaan, meratakan apa saja yang ada di dekatnya, termasuk juga anak buah Miyazaki Ozawa


Banyak dari mereka yang menjadi korban. Lebih dari 15 orang yang mati, dan 5 diantaranya mengalami luka berat


Namun walau demikian, mereka yang ada di dalam belum juga mau menyerah. Tetap saja mereka ngotot, dengan menembaki tentara tentara tersebut dengan niat menghabisinya


"Bagaimana bos?. Anak buah kita sudah semakin berkurang!"


"Dibangunan lain pun sama. Banyak dari mereka telah mati atau menyerah, bahkan ketua dua sudah menyerah termasuk anak buahnya!" Ucap Thaksin meminta pendapat


"Tetap lawan!. Walau nyawa kita taruhan!" Jawab Miyazaki Ozawa membandel


"Tapi bos!"


"Jangan membantah!. Terus lawan mereka, sampai peluru kita habis!" Bentak Miyazaki garang dan tidak senang


"Baik!. Jawab Thaksin patuh, dan tak berani lagi bertanya. Kemudian bersama dengan bawahannya yang lain, yang masih tersisa sekitar 54 orang lagi, terus melawan dan membalas tembakan dari para tentara tersebut.


Sampai suatu ketika, tiga buah mortir dari senjata pelontar kaliber sedang, yang mereka letakkan di bahu, memuntahkan isinya ke dalam gedung yang mereka tempati, hingga membuat isinya berantakan


Ledakan besar segera terjadi, mengiringi mobil-mobil yang terbakar serta puluhan orang yang mati terpanggang atau terkena serpihan serpihan dari peluru mortir tersebut


Thaksin si wakil komandan, tak ayal turut menjadi korban. Kini hanya tinggal Miyazaki dan 13 anak buahnya yang masih hidup di ruangan itu. Tapi kondisi mereka sudah sangat memprihatinkan termasuk juga Miyazaki Ozawa


Praktis mereka sudah tidak mampu lagi mengadakan perlawanan, dan mereka memutuskan untuk menyerah saja


Setelah di tunggu sekitar tiga menit, tidak ada pergerakan atau bunyi tembakan dari dalam bangunan. Beberapa orang pembuka jalan, segera memasuki gedung tersebut, dengan cara berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya


Setelah dirasa aman, baru mereka memberi kode kepada yang lainnya, untuk menyusul mereka ke dalam


Begitu sudah sampai di dalam, mereka mendapati ketua kelompok tersebut masih hidup, tapi tubuhnya banyak sekali mengalami luka. Begitu juga dengan 13 anak buahnya yang juga bernasib sama


"Singkirkan senjata yang ada di dekat mereka!. Jangan sampai mereka menggunakan kesempatan untuk menembak kita!"


"Dan bawa tubuh-tubuh tidak berguna ini, lalu masukkan ke dalam mobil mobil kita, dan bawa ke markas!" Ucap komandan mereka memberi perintah


Sementara itu di bagian lain, beberapa orang ninja anak buah Ozawa, terlihat sedang berjuang melawan ninja dari Birawa Group. Keadaan mereka seimbang, belum ada yang kalah maupun terluka


Bunyi beradunya katana dan pedang, nyaring terdengar di telinga. Mengiringi gerakan mereka, melompat, menyerang, menghindar, menghilang dan menyerang

__ADS_1


Wus! wus!


Trang! Trang!


Tring!


Slash!


Bruk!


Suatu ketika saat musuh kehilangan keseimbangan, sebuah sabetan senjata tajam, berhasil masuk mengenai tubuh lawannya. Seketika dia jatuh dan mati


Masih tersisa tiga orang ninja dari pihak musuh, yang terus berusaha melawan anak buah Dion


Tiga lawan empat. Kekuatan yang tidak seimbang. Mereka terus di gempur habis habisan oleh anak buah Dion.


Pengalaman yang cukup lama, dan latihan yang intensif, serta keahlian mereka yang mumpuni, merupakan faktor penentu kemenangan. Hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit, tiga orang ninja pihak musuh itu berhasil di musnahkan semua


Kini yang tinggal hanya beberapa orang petarung yang belum menyerah. Pihak tentara ingin segera menghabisi mereka itu. Tapi dicegah oleh Dion, karena dia tidak mau melihat anak buahnya kecewa


Terlihat Bumi sedang berhadapan dengan seorang karateka, yang memakai sabuk hitam di pinggang. Gerakannya sangat lincah sekali, dan mampu mengimbangi gerakan Bumi yang tergolong cepat itu


"Hiaat!" Teriak petarung itu keras, mengiringi serangan cepatnya ke arah Bumi, dengan niat merobohkannya. Tapi berhasil dihalau oleh lawannya


Wus! Des!


Plak! Bug!


Bam!


Dengan santainya Bumi menangkis dan menghalau serangan itu. bahkan tendangannya berhasil masuk mengenai tubuh lawannya, hingga membuatnya terdorong ke belakang, dan jatuh menimpa benda yang ada di belakangnya hingga patah


"Cepat habisi orang itu!. tapi jangan dibunuh!" Ucap seseorang itu tegas yang ternyata adalah Dion


"Baik!" Jawab Bumi singkat, lalu berkelebat ke arah lawannya dengan gerakan cepat, lalu


Bug!


Des!


Bruk!


Tubuh yang menjadi sasaran pukulan serta tendangan kuat dari Bumi, ambruk kembali ke lantai, tapi kali ini tidak mampu bangun kembali


Seketika dia pingsan, dan tak bangun lagi. Terlihat darah merembes dari mulutnya. Mungkin organ dalamnya mengalami luka


Dengan robohnya petarung kuat itu, ditambah dengan bertumbangan nya petarung lain di tempat lain, maka pertempuran pun usai, dan dimenangkan oleh pihak Dion


Lebih dari seribu dua ratus anak buah Miyazaki Ozawa dan Tanawat Virote, telah mati terbunuh. Sementara sisanya berhasil menjadi tawanan, termasuk lah Miyazaki Ozawa, Tanawat Virote dan 57 anak buahnya yang masih hidup


Rata rata mereka bukan berasal dari penduduk tempatan, tapi kebanyakan berasal dari negara lain


Sementara di pihak Dion, hanya mengalami kerugian sebanyak 38 orang. 3 mati dan sisanya mengalami luka. Baik luka berat maupun luka ringan


Sedangkan di pihak tentara, 4 orang mengalami luka, dan 1 orang kritis. Tapi kemungkinan masih bisa diselamatkan


Satu jam kemudian, setelah membersihkan kekacauan, Dion dan anak buahnya, meminta agar Miyazaki Ozawa, Tanawat Virote, serta satu anak buahnya diserahkan padanya, karena dia ingin mendapatkan informasi dari mereka, terkait dengan ancaman yang menimpa Dragon serta keluarganya termasuk juga perusahaan besarnya tersebut

__ADS_1


Pihak tentara tidak keberatan dengan permintaan Dion itu, bahkan mereka ingin menyerahkan seluruh anak buah Ozawa tersebut pada Dion, tapi Dion menolaknya


Dia berpikir bahwa sisa dari kelompok mafia tersebut tidak berguna baginya. Dia hanya membutuhkan dua orang ketuanya saja, dan satu orang karateka. Pada ketiga orang tersebut, Dion mempunyai rencana sendiri nanti


***


Keesokan harinya. Penyerangan pihak tentara juga pihak kota emas, beritanya merebak ke seantero negeri, bahkan sampai ke negara lain


Portal portal berita, koran online dan cetak, televisi, bahkan media sosial, penuh dengan kejadian penyerangan itu


Rata rata tempat itu, memberitakan tentang keberhasilan pihak tentara, yang dibantu oleh pihak kota emas. dan keberanian mereka memberantas mafia yang mulai meresahkan masyarakat. Mereka juga memuji gerak cepat dari orang-orang tersebut


Tapi tidak begitu halnya dengan pihak mafia, terutama big bosnya, yang bermarkas di salah satu kota negara besar Asia


Dengan kemarahan yang meluap-luap, dan dengan emosi tinggi, dia membanting dan menghancurkan apa saja yang ada di depannya. Tak lupa dia juga memarahi anak buahnya, yang saat itu berada di ruangan tersebut. Padahal mereka tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa


"Bagaimana ini bisa terjadi?. Padahal pasukan mereka , terdiri dari orang-orang kuat. Tapi masih saja bisa kalah dengan orang-orang tak berguna seperti itu!" Ucap Jundan Miyazawa emosi


"Yang mengherankan!. Bagaimana pihak tentara bisa ikut campur dalam masalah tersebut?"


"Apakah mereka pernah menyinggung pihak tentara?" Ucapnya lagi


"Bisa jadi seperti itu bos!, karena kita tahu sifat dari Miyazaki Ozawa itu tidak sabaran, dan sedikit kurang perhitungan!" Jawab salah seorang anak buahnya, mendeskreditkan pemimpin organisasi di wilayah Asia Tenggara itu


Tujuannya adalah untuk membalas dendam. Karena sudah lama dia tidak senang, atas dipilihnya Miyazaki Ozawa, untuk memimpin organisasi di negara yang luas itu. Saat itu maunya dia sendiri yang dipilih dan ditugaskan di sana


Tapi sayangnya bos besarnya tersebut, malah memilih Miyazawa itu daripada dirinya. Oleh karena itu, begitu mendengar Miyazaki Ozawa telah mati, hatinya menjadi senang


Ada harapan dia akan dipilih oleh bosnya tersebut, untuk memimpin dan menghidupkan kembali organisasi gelap bawah tanah di negara itu


"Aku tahu kau ingin pergi ke negara itu, dan memimpin organisasi yang ku dirikan ini di sana!"


"Boleh saja tugas itu kau emban. Tapi dengan syarat!, kau harus mampu membalaskan dendam mereka pada orang-orang yang telah menghancurkan orang-orang kita!"


"Selain itu, kau juga mempunyai kewajiban untuk menangkap anak yang bernama Dragon, dan membawanya kemari!"


"Jika kau gagal!, maka aku sendiri yang akan memenggal kepala mu!. Kau dengar itu?" Ucap Miyazawa tegas


"Siap bos!. Akan saya laksanakan dengan baik!" Jawab Takeda senang


***


Sementara itu di suatu tempat kota J pada waktu yang sama walau jamnya berbeda


Seorang laki-laki berbadan atletis tapi cukup berisi, sedang dikerumuni oleh sekitar 175 anak buahnya. Dia adalah komandan utama pasukan yang akan menyerang kota Golden City. anak buah Miyazaki Ozawa dan Tanawat Virote


Tapi saat penyerangan itu, dia dan orang-orangnya, sedang dalam perjalanan pulang, dari misi memungut retribusi di bar-bar bawah tanah, rekanan organisasi tersebut, yang juga menyiarkan pertarungan secara langsung, antara Dion dan Bajra waktu itu


Anderson, adalah nama laki-laki tersebut


Waktu kejadian, dia dan anak buahnya, sebenarnya sudah hampir mendekati lokasi pertempuran, tapi karena melihat banyaknya musuh yang menyerang, ditambah dengan persenjataan mereka yang sangat lengkap, Dia memutuskan untuk menunda kepulangannya, sambil berharap keadaan bisa diatasi oleh bos mereka


Tapi setelah pertempuran berlangsung sekitar satu setengah jam, dari pukul 9 sampai 10.30 malam. kemenangan yang diharapkan, tidak menjadi kenyataan. Bahkan hampir seluruh teman-temannya tewas, atau terbunuh dalam penyerangan tersebut


Mereka memutuskan untuk sembunyi di suatu tempat yang tak jauh dari lokasi pertempuran itu, dan berharap, pihak penyerang segera meninggalkan tempat tersebut, agar mereka bisa memeriksa keadaan


"Untuk sementara kita bersembunyi ditempat ini, karena cuma tempat ini satu satunya yang kita miliki."

__ADS_1


"Aku yakin mereka tidak mengetahui ruang bawah tanah ini." Ucap Anderson pada anak buahnya


__ADS_2