Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Ranggaspati diasingkan


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


Banyak peristiwa yang terjadi di kota emas, juga di tempat tempat lain


Salah satu diantaranya adalah di kota Nevada Amerika Serikat. Di mana Leopard, ayah angkat dari Ranggaspati telah mengambil keputusan bulat, untuk mengasingkan Ranggaspati ke tempat jauh, dan menghilangkan hak haknya sebagai pewaris organisasi, termasuk juga harta kekayaannya


Hal itu sengaja dia lakukan, karena takut Ranggaspati akan membuat masalah, dan bisa menyebabkan dia dan keluarganya mati. Berikut dengan hancurnya organisasi mafia, yang telah dia bangun dengan susah payah itu


Maka tanpa sepengetahuan ayahnya, Leopard melaksanakan niatnya tersebut, dengan memperdaya Ranggaspati, agar mau melaksanakan misi di salah satu negara Asia. dan kebetulan negara tersebut adalah Indonesia


Peristiwa lain yang juga terjadi adalah, keluarnya dua orang ninja dari daftar orang orangnya Leopard, dengan alasan mereka ingin kembali ke negaranya, Dan kebetulan rencana tersebut disetujui oleh ketua organisasi itu


Padahal sejatinya mereka ingin mengawal Ranggaspati hingga sampai ke Indonesia, dan membawanya ketempat tujuan


Kepergiannya ke sana dikawal oleh 10 pengawal setianya, yang sedari kecil memang ditugaskan menjaga, serta memastikan keselamatannya


Tapi itu belum lengkap, jika Albion dan Darta tidak ikut bergabung. Maka saat Ranggaspati berada di bandara, mereka berdua secara diam diam mengawasinya


Satu jam kemudian. Pesawat yang akan membawa Ranggaspati dan orang orangnya, termasuk Albion serta Darta, akhirnya mengudara di angkasa, dan menuju ke Indonesia


Tapi satu hati penumpangnya merasa tidak puas, karena misi nya tidak kesampaian


Dalam diam itu dia berkata. "Biarlah untuk hari ini kau selamat Teja.!"


"Tapi lain kali pasti akan ada waktu, kau mati ditangan ku!"


"Ingat kau Teja dan Leo!. Seluruh rahasia kalian akan aku bongkar pada penguasa Birawa Group, agar kau tahu bahwa di dunia ini bukan hanya kau saja yang berkuasa!"


"Di belahan bumi lain juga ada!"


"Tunggulah waktu itu tiba!" Batin Albion dalam hati


"Tenang kawan!. Aku tahu kau masih menaruh dendam pada Leopard itu."


"Tapi ingat!. Dia dikelilingi oleh orang orang kuat!"


"Saat ini kita belum bisa membunuhnya. Namun lain kali aku yakin bisa!" Ucap Darta sok menasehati rekannya


"Hah entahlah!. Kalaupun tidak bisa juga ya apa boleh buat!" Respon kawannya serasa putus asa. Kemudian diam dalam tempo yang cukup lama


"Kalau boleh tahu, apa sebenarnya misi mu bergabung dengan mafia itu Ta?" Ucap Albion bertanya


"Maaf!. Aku belum bisa mengatakannya." Jawab Darta cukup bijaksana


"Baiklah!. Tapi lain kali kau harus mengatakannya padaku!" Respon Albion dengan ekspresi kecewa


"Siap!" Jawab Darta singkat. Kemudian memutuskan untuk tidur, karena perjalanan menuju Indonesia masih cukup lama


***


"Akhirnya apa yang aku inginkan bisa terkabul!"


"Sekarang aku sudah menjadi orang lain, dan kekuatan ku pun sudah cukup tinggi!"


"Jika aku tekun dalam berlatih, aku yakin dalam satu tahun, level ku sudah mencapai puncaknya!" Ucap Gilmer Aldrich pada pengawalnya


"Selamat bos!. Sekarang bos sudah semakin kuat dan sulit untuk kami kalahkan!" Respon Jhonny apa adanya


"Kemampuan kalian juga semakin hebat!"


"Nyaris tadi aku kalah dari kalian!" Sambut Aldrich berterus terang


"Ini semua berkat bimbingan tuan muda itu, juga guru guru lain!"


"Jika waktu itu kita tidak ikut bergabung, maka kemampuan kami masih itu itu saja!"


"Tapi sekarang sudah lain. Badan semakin sehat, pikiran pun jadi jernih!"


"Gerakan tangan juga kaki pun semakin terarah."


"Jika berhadapan dengan musuh kuat, kemungkinan kita masih bisa menang."


"Apalagi kalau kita bersatu!"


"Jadi tepat pilihan kita bergabung dengan mereka, walau harus merubah keyakinan."


"Tapi itu sebanding dengan apa yang kita dapatkan!" Jawab Jhony mewakili teman temannya


"Kau benar!. Bahkan sangat benar sekali!"


"Perguruan ini memang sangat luar biasa!"

__ADS_1


"Bukan hanya mengajarkan keahlian bertarung, tapi juga mengajarkan serta menerapkan pengisian jiwa, penguatan karakter, juga pengisian tenaga dalam!"


"Dengan belajar di sini, kita jadi tahu apa tujuan hidup kita yang sebenarnya."


"Benar benar perguruan yang hebat!"


"Jika ini di publikasikan ke dunia. Mungkin banyak orang yang akan belajar disini." Jawab Aldrich mendukung pendapat anak buahnya itu


"Tidak perlu!. Kuantitas belum menjamin suatu sekolah atau perguruan akan menjadi hebat!"


"Yang kami perlukan adalah kwalitas!" Ucap Dragon yang tiba tiba muncul di depan mereka itu


"Guru!" Respon Aldrich dan anak buahnya terkejut. Lalu membungkuk hormat ke arah Dragon


"Berdirilah dengan benar!. Jangan bersikap seperti itu!" Ucap Dragon cukup bijaksana sekali


"Tidak guru!. Izinkan kami untuk tetap melakukannya!" Jawab Aldrich tetap ngotot


"Ah terserah kalian saja lah!" Sambut Dragon mengalah


"Senior Argani juga yang lain!. Bimbing mereka agar menjadi semakin kuat!"


"Mulai hari ini, mereka aku serahkan pada kalian!"


"Bila waktunya tiba, aku akan mengambilnya kembali untuk di uji!" Ucap Dragon memberi perintah


"Baik pemimpin muda!" Jawab Argani tegas mewakili empat temannya


"Paman Leon dan juga kak Jeny!. Ayo kita pergi ke suatu tempat, dan temui seseorang!" Ucap Dragon penuh mengandung tanda tanya


***


"Dyah!. Jangan berlatih terus!. Ayo kesini dan makan!" Ucap Ivory di sela sela melayani makan suaminya itu


"Biarkan saja dia ma!. Anak kita itu tak mau kalah dengan kakaknya!"


"Setiap hari memang kerjanya seperti itu. Berlatih dan terus berlatih." Ucap Dion menasehati


"Biar macam mana?. Sekuat apapun orang, juga butuh makan pa!"


"Kalau dia berlatih terus, lama lama bisa sakit!" Bantah Ivory tidak terima


"Baiklah kalau begitu!" Respon Dion mengalah. Kemudian memanggil Dyah untuk ikut bergabung dengannya


"Boleh saja kau berlatih, tapi kau juga butuh makan!"


"Kalau berlatih terus. kapan ada waktu untuk papa dan mama?" Jawab Dion memberi pengertian


"Maafkan Dyah pa!. Tapi setelah ini Dyah mau berlatih lagi. Boleh?" Respon Dyah Isma Prameswari seperti menyesal, tapi terkesan sedang melakukan penawaran


"Untuk hari ini sudah cukup. Besok kita sambung lagi ya." Jawab Ivory pula


"Sudah satu minggu kakak Daco tidak pulang. Apa dia tidak rindu pada Dyah ya?" Ucap Isma prameswari sedih


Kemudian memandang ke suatu tempat, dan seperti sedang dilanda rindu


"Siapa bilang kakak tidak rindu adikku sayang?"


"Nih kakak sudah datang khusus untuk mu!" Ucap seseorang yang tiba tiba muncul di depan mereka


Saat itu keluarganya sedang berada di gazebo samping villa, yang menghadap ke laut. Dyah memanfaatkan nya untuk berlatih. Oleh karena itu Ivory sedikit marah dan menyuruhnya untuk menghentikannya


Sementara belasan pengawalnya duduk tak jauh dari gazebo itu, dan selalu bersikap waspada, sebuah prinsip dari tugas pengawalan pada tuannya


"Kakak!" Pekik Dyah senang. Kemudian berlari ke arah Dragon dan langsung memeluknya


"Ih sudah besar masih ingin digendong. Berat tau!" Respon Dragon pura pura marah


"Biarin!. Siapa suruh tinggalkan Dyah terus!"


"Kan jadinya rindu!" Jawab Dyah tak mau tahu. Sambil mencubit punggung Dragon


"Au sakit tau!" Pekik Dragon pura pura kesakitan


"Biarin!" Respon Dyah terlihat lucu, dan pura pura cemberut, karena kesal ditinggal terus oleh Dragon


Tingkah Dyah dan Dragon yang seperti itu, membuat Dion dan Ivory tertawa. Tapi para pengawal nya, hanya berani tersenyum saja, Termasuk Leon juga Jenifer


Mereka tahu bahwa Dragon sangat menyayangi adiknya itu, dan tidak akan membiarkan dia kenapa kenapa


Dalam canda tawa antar mereka berdua, datang tuan Birawa, dan langsung bergabung dengan cucu cucu nya tersebut

__ADS_1


Dyah yang terkenal dekat dengan kakek buyutnya itu, langsung meluruh ke arah tuan Birawa, dan mengadukan perbuatan Dragon padanya


Tentu saja dia menanggapi sekedarnya saja, hingga membuat Dyah ngambek, dan berlari ke arah ibunya, untuk meminta pembelaan


Tapi dengan bijaksana Ivory memberi nasehat, agar sebagai manusia dan calon pendamping orang hebat. harus bisa mengendalikan emosi, dan jangan bersikap terlalu manja


Mendapat masukan seperti itu. Dyah menjadi tersadar dan langsung berubah sikapnya. Tapi masih manja pada Dragon


"Itu baru adik kakak!"


"Baik, tegas, kuat, cantik lagi!" Ucap Dragon memuji. Sambil mencubit pipi adiknya pertanda gemas


Tak lama kemudian dia membatin dalam hati." Tunggu dulu!. Ilmu mu sudah semakin tinggi!"


"Jangan jangan kau curang Prameswari?" Ujarnya melalui aura kesadaran


"Tidak yang mulia pangeran!. Aku hanya membimbingnya saja, dan membuka aliran darah juga yang lain, agar lancar dalam menerima ilmu ku." Jawab Prameswari melalui aura kesadarannya juga


"Ya aku percaya pada mu!"


"Cuma pesan ku!. Jangan kau pengaruhi dia dengan sikap mau menang sendiri mu itu!"


"Aku tidak mau dia berbuat demikian. Apa kau mengerti Wari?" Tanya Dion ingin penegasan


"Saya mengerti pangeran!" Jawab Sukma Prameswari tulus


"Bagus!. Kau boleh melanjutkan pelatihan!" Respon Dragon tegas


***


Waktu pun cepat berlalu. dan kini hari sudah menjelang malam


Dibelahan bumi lain. Tejamaya yang waktu kesal itu meninggalkan anak serta cucunya tersebut. Saat ini tengah berada di suatu tempat, dan sedang berlatih suatu ilmu baru, yang dia dapatkan dari Tohpati, tanpa sepengetahuan Leopard serta cucunya


Dengan mengambil sikap lotus, dia terus memompa nadi dalamnya, untuk menerobos ke level paling tinggi. Dan ternyata dia berhasil


"Hahahaha!. Akhirnya aku menjadi orang sakti!, dan tidak akan takut lagi dengan anak ingusan itu!" Ucap Tejamaya disela sela tawa kerasnya tersebut


"Jangan berbangga dulu orang tua!"


"Jika kau gunakan ilmu itu untuk melawan ku!. Maka belajar lagi lah sampai seribu tahun!"


"Niscaya kau tidak akan mampu juga mengalahkan ku!"


"Berhati hatilah!. Hati mu penuh dengan dendam. Dan dalam tubuh mu ada formasi darah, yang akan membatasi gerak gerik mu."


"Jika kau nekat juga!. Jangan salahkan aku jika kau akan mati terbunuh, oleh kejahatan mu sendiri !" Ucap Dragon melalui tranmisi suara dan langsung dikirimkan pada Tejamaya


Dragon yang berada di Golden City, segera mengetahui apa yang sedang dan telah dilakukan oleh Tejamaya


Kemudian segera mengirimkan transmisi suara, untuk mengingatkan orang tua itu, agar tidak berbuat kejahatan lagi


Tapi Tejamaya bukannya takut. Malah terlihat seperti menantang peringatan musuhnya itu


"Sialan!. Ternyata ilmu ku tidak ada apa apanya bila berhadapan dengan anak itu!"


"Jika begini terus kapan aku bisa membalas dendam?" Batinnya dalam hati. Kemudian keluar dari ruangan tersebut, dan berniat kembali ke istananya


***


Sementara itu, di sebuah daerah yang bernama kota S. Tak begitu jauh letaknya dari kota B. Rombongan Ranggaspati sudah mendarat, satu hari sebelum nya di kota J


Menginap satu malam di sana, dan melanjutkan perjalanannya. Keesokan harinya baru menuju kota S


Sekarang mereka sedang bersiap siap, untuk memasuki rumah mewah, yang memang dibelikan oleh ayah angkatnya, untuk Pati dan anak buahnya tempati. Agar tidak terkesan, bahwa dia sedang dikucilkan oleh ayah angkatnya sendiri


Satu jam kemudian. Sepuluh pengawal yang dengan setia menemaninya, kini telah selesai membereskan apa saja yang mereka bawa. Termasuk merapikan dan menyimpan senjata dan peralatan tempur lainnya


Tapi senjata senjata itu, bukan dibawa dari Amerika. Namun memang sudah ada di rumah mewah itu, yang disiapkan oleh satu tim misterius, yang sengaja dikirim untuk itu. sekaligus untuk mengawasi gerak gerik Ranggaspati


Albion juga Darta, yang sudah dikenal oleh Ranggaspati, juga membantu pekerjaan mereka. Dan ternyata mereka diterima menjadi bagian dari tim pengawalan Ranggaspati. Dan itu sangat menggembirakan buat mereka berdua


***


"Bison!. Kau sekarang sudah tumbuh besar!"


"Kakek berharap kau akan menjadi orang kuat suatu hari nanti!"


"Ingatlah satu hal. Balas kan dendam dan sakit hati ibumu pada seseorang. Yang dulu telah menyebabkan ibu mu mati!" Ucap pria 6 puluhan tahun, pada seorang anak berumur sekitar tujuh atau delapan tahun


"Siapa orang itu kakek?" Tanya Bison penasaran

__ADS_1


"Kau lihatlah gambar itu!. Dialah orangnya!" Jawab pria tersebut mempengaruhi pola pikir cucu angkatnya tersebut


__ADS_2