Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Firasat dan mimpi


__ADS_3

"Apakah aku sedang bermimpi kek?" Tanya Sagara kebingungan dan seakan tidak percaya


"Ini semuanya nyata cucu ku, semua harta kekayaan ini adalah milik kakek!' Jawab Aminata berterus terang


"Tapi dari mana kakek bisa mendapatkan semua kekayaan ini, apakah kakek merampoknya?" Tanya Sagara penasaran


"Hus!" Ini semua kakek dapatkan ketika bekerja pada Birawa itu."


"Secara diam diam kakek memalsukan laporan keuangan dan mengkorupsi gaji karyawan, serta mencuri kas perusahaan tanpa di sadari oleh pemiliknya."


"Lama kelamaan harta yang terkumpul itu menjadi banyak, dan hasilnya kakek belikan emas batangan, dan menyimpan uang uang ini dalam brangkas bawah tanah ini."


"Sepuluh tahun sekali, kakek menukarkan uang uang cetakan lama, dengan uang cetakan baru, agar tetap berlaku dan tidak kadaluarsa."


"Tapi tentu saja kakek bekerja sama dengan orang dalam, dengan imbalan yang cukup besar."


"Menurut kakek, dengan uang atau emas emas ini, kau bisa membuka usaha di kota milik Birawa itu, dan berusaha melumpuhkan kekuatan kekuatannya dari dalam."


"Jika perlu, kau bayar orang orang yang dipercaya menangani laporan keamanan data data perusahaan, dan jika memungkinkan, kau suruh orang itu menghancurkan database perusahaan mereka tersebut."


"Janjikan pada orang itu kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan nya sekarang."


"Kakek yakin orang tersebut akan tergiur untuk berkhianat!" Ucap Aminata bersemangat dan sudah sangat yakin sekali


"Baik!. Akan Sagara lakukan secepatnya!"


"Dengan harta sebanyak ini, aku akan membuat Birawa Group hancur sedikit demi sedikit."


"Bagus!. Kau memang cucu ku yang bisa di andalkan."


"Tidak percuma kakek mempercayakan mu untuk menguasai harta kakek, kalau bukan untuk membalaskan dendam kakek pada si Birawa itu!'


"Sekarang kau ambillah kartu ATM ini. Didalamnya ada uang sekitar 4 milyar rupiah."


"Gunakan uang itu untuk membuka usaha di kota milik Birawa itu, dan pastikan langkah mu tersebut akan berhasil!'


"Nanti kakek akan memasukkan semua uang ini ke bank, dan kau bisa mempergunakannya untuk kepentingan mu."


"Jika masih kurang, kakek akan menukarkan tiga atau empat batang emas ini ke penadah, atau ke pihak bank, dan uangnya juga akan kakek berikan padamu." Ucap Aminata dengan polosnya


"Baik!' Jawab Sagara singkat. tapi mulutnya menyeringai buas, pertanda ada sesuatu yang sedang di direncanakannya


***


Kota Golden City pada waktu yang sama


"Ayah!" Sapa Dragon tiba tiba, sesaat setelah dia masuk ke kamar orang tuannya, yang saat itu sedang istirahat siang bersama dengan Ivory


"Draco?. Ada apa wajah mu pucat seperti itu. Apakah kau sakit?' Tanya Ivory cemas

__ADS_1


Tak lama kemudian dia bangkit dari sofa kamar mewahnya itu, dan mendekati anaknya yang kelihatan pucat juga ketakutan seperti itu


"Draco juga tidak tahu ma!. Tiba tiba saja perasaan ku menjadi tidak enak."


"Apa yang kau rasakan?. Cepat bilang sama mama. Jangan buat mama khawatir!" Respon Ivory sangat ketakutan


"Draco tidak merasa sakit atau sejenisnya ma!. Cuma perasaan ini saja yang tidak enak." Jawan Dragon apa adanya


"Coba kau katakan apa yang kau rasakan itu anak ku!" Ucap Dion menyela


"Di alam bawah sadar, Draco seperti melihat ada api panas yang sedang menuju kemari, dan berniat membakar kota kita itu ayah!" Ucap Draco apa adanya


Hem!." Batin Dion dalam hati.


"Ini seperti yang ada dalam mimpi ku beberapa malam lalu." Ucapnya kemudian


"Apa yang papa mimpikan itu?. Apakah sama dengan yang di rasakan oleh anak kita?" Tanya Ivory penasaran


"Ya, apa yang di rasakan oleh Draco sama seperti yang papa mimpikan itu." Jawab Dion berterus terang. Kemudian berkata lagi


"Dalam mimpi itu, papa juga sempat melihat ada api kecil berwarna hitam, yang datang dari arah timur, dan menuju kemari dalam kecepatan tinggi."


"Setelah api itu sampai. anehnya dia tidak segera membakar tempat ini, tapi malah tertidur dalam waktu yang cukup lama."


"Tapi setelah beberapa waktu, tiba tiba api itu membesar, dan membakar kota kita termasuk villa ini." Jawab Dion apa adanya


"Papa jangan berkata seperti itu lah, mama jadi takut pa!" Respon Ivory tidak senang


"Paling yang bisa kita lakukan adalah, mencegah agar api itu tidak jadi datang kemari apalagi membakar nya!' Reaksi Dion cepat


"Terus apa yang kau alami dan lihat dalam pendangan mu itu anak ku?" Tanya Ivory penasaran


"Dalam pandangan mata batin Draco. Api itu menyerupai seorang laki laki muda, yang datang bersama dengan ribuan api kecil berwarna merah kuning dan biru."


"Tapi mereka datangnya tidak serentak, namun sedikit demi sedikit, dan memenuhi kota kita ini, dan mengepungnya dari segala penjuru." Jawab Dragon panjang lebar, Kemudian memandang ayahnya untuk mendengar komentarnya


Tapi Dion malah melamun dan bermonolog sendiri dalam hati


"Ini benar benar aneh!. Mimpi ku sama dengan firasat anak ku."


"Aku harus mencari tahu apa kaitannya, Jika ini tetap di biarkan, aku khawatir akan menjadi kenyataan." Batin Dion dalam hati, sambil mendengarkan ujaran dari anaknya tersebut


"Pa!" Sapa Ivory lembut


Dion tersentak dari lamunannya gara gara teguran itu, kemudian berkata


"Papa sedang mengaitkan antara mimpi papa dengan firasat anak kita itu."


"Jika di kaitkan keduanya, sangat mirip dan mendekati kenyataan."

__ADS_1


"Masalah ini harus kita ceritakan pada kakek, agar dia bisa urun rembuk dan mencari solusinya." Ucap Dion penasaran


"Kalau begitu!. tunggu apa lagi?"


"Ayo kita datangi kakek, dan panggil seluruh petinggi pengawal keluarga kita, untuk sama sama mendengar apa yang menjadi ke khawatiran kita barusan." Ucap Ivory memberi solusi


"Papa setuju dengan usul mu ma!" Respon Dion cepat


"Ayo Draco kita temui kakek!" Jawab Ivory pada Dragon, Kemudian bangkit dari sofa, dan berjalan keluar dari dalam kamar, sambil mengandeng tangan anaknya


***


Sepuluh menit kemudian


Dion, Ivory, Drago juga tuan Birawa, sudah duduk dalam satu ruangan, sambil menunggu para pengawalnya datang


Tapi tak lama kemudian, Iron, Hans, Burgon, Leon, Eric dan Anjani sudah datang. Begitu juga dengan ketiga pengawal yang berasal dari Shanghai itu, dan empat gadis karateka. yang dua diantaranya sudah menikah tersebut


Baru saja mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan. sepuluh detik kemudian, si legenda Cyber, Deon, Austin dan Rams pun datang, dan segera bergabung dengan mereka


Setelah dirasa lengkap tuan birawa berkata. "Aku senang kalian datang tepat waktu!"


"Mari kita dengarkan saja, apa yang akan disampaikan oleh tuan kalian ini." Ucap tuan Birawa apa adanya


Tanpa mau membuang waktu lagi, Dion dan Dragon, menceritakan apa saja yang telah mereka katakan bertiga tadi, dan tidak dikurangi atau di tambah sedikitpun ceritanya


Sekitar sepuluh menit Dion memaparkan apa saja yang di alami dan di lihatnya dalam mimpi, termasuk juga apa yang di lihat oleh Dragon melalui mata batinnya.


Setelah menceritakan masalahnya, barulah Dion merasa lega, dan sedikit berkurang beban batinnya


"Bagaimana menurut kalian setelah mendengar cerita ku tadi?"


"Apakah menurut kalian, ini hanya mimpi dan bunga tidur saja?" Tanya Dion tiba tiba


Mendapat pertanyaan yang mendadak seperti itu, saat mereka sedang menganalisa cerita Dion, tentu saja mereka terkejut dan tidak bisa langsung menjawab pertanyaan tersebut


Tapi tuan Birawa cukup tanggap dengan berkata." Mimpi dan firasat seperti itu, jelas saja tidak bisa di anggap bunga tidur atau khayalan belaka."


"Menurut kakek. kita harus mencari orang pintar, untuk menafsirkan mimpi dan firasat seperti itu." Ucapnya dengan ekspresi yakin


"Mohon maaf tuan besar jika saya menyela!" Ucap Deon tiba tiba


"Ha!. Apakah paman akan mengusulkan sesuatu?" Tanya Dion penasaran


"Benar tuan besar!. Bukan bermaksud menyombongkan diri. Saya bisa menafsirkan mimpi tersebut, walau tidak seluruhnya."


"Menurut saya, tuan muda Draco lebih mengerti tentang mimpi itu, juga firasatnya."


"Maksud paman?" Tanya Dion penasaran

__ADS_1


"Mari kita tanyakan pada yang bersangkutan tuan besar!" Jawab Deon cepat


__ADS_2