Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Masih ada tuan lain


__ADS_3

Satu jam kemudian, enam buah mobil melaju di jalanan dengan cara berpencar, seperti yang mereka lakukan ketika keluar dari perumahan tersebut agar tidak mencolok


Tujuan mereka adalah pergi ke luar kota, menuju rumah salah seorang anggota komplotan itu, yang kebetulan memang berisi anggota komplotan lainnya


Setengah jam setelah komplotan itu pergi, atau tepatnya pukul 3.30 pagi. Robin, Bumi, Awan serta Eric, beserta 100 anak buahnya pun sampai di lokasi persembunyian Rojak dan kawan kawannya


Tapi kedatangan mereka terlambat, karena target yang mereka cari telah melarikan diri


"Sayang sekali kita terlambat!"


"Kalau empat mata mata itu cepat memberitahu lokasi persembunyian mereka, tentu saat ini kita sedang berpesta darah!" Ucap Robin pada ketiga yuniornya bernada kesal


"Tapi mungkin mereka belum begitu jauh dari sini ketua!" Sambut Bumi menimpali


"Ini kota besar!. Akan sedikit sulit mencari lokasi keberadaan mereka di jam segini." Jawab Robin cepat


"Lagi pula orang orang yang berlalu lalang di jalanan sudah semakin banyak!"


"Lihat saja waktu kita menuju ke sini, bukankah banyak kendaraan yang berpapasan dengan kita?" Jawab Robin membantah perkataan anak buahnya


"Menurutku akan lebih baik jika kita berpencar ketua!"


"Kelompok ini kita bagi empat. yang masing masing kelompok dipimpin oleh seorang komandan, dan kebetulan kita berempat ini sudah cukup." Ucap Awan menimpali


"Saya setuju dengan pendapat senior Awan!"


"Jika berpencar, kemungkinan untuk menemukan komplotan mereka kesempatannya akan lebih besar!" Sambut Eric menimpali


"Baik Kalau itu kemauan kalian, aku setujui"


"Masing masing kita, membawa 25 orang anggota, dan berpencar ke empat penjuru"


"Aku dan anak buah ku, akan menuju ke arah timur, daerah pinggiran kota." Ucap Robin membagi tugas mereka masing masing


"Tim yang dipimpin oleh Bumi menuju ke arah barat."


"Tim yang satunya lagi menuju ke arah selatan, ke kabupaten tetangga."


"Tim 3 akan dipimpin oleh awan."


"Sedangkan tim terakhir yang dipimpin oleh Eric, akan menuju ke arah utara, menuju kabupaten yang ada di sana." Ujarnya cukup tanggap


"Sekarang berpencar!" Ucap Robin lagi tegas


"Baik!" Jawab mereka serempak


***


"Lapor ketua!. Mata mata yang di sebar oleh ketua Burgon, melihat ada iring-iringan mobil menuju ke arah timur jalan Yos Sudarso."


"Disinyalir mobil mobil tersebut berisi Rojak dan anak buahnya!" Ucap salah seorang anak buah Robin sesaat setelah melaju di jalan raya


"Pukul berapa dia melihat itu!" Respon Robin semangat


"Sekitar pukul 3.10 yang lalu ketua!" Jawab pengawal itu apa adanya


"Kenapa baru dilaporkan sekarang?" Tanya Robin sedikit kecewa


"Menurut mata mata itu, handphonenya kehabisan daya, dan baru bisa di charge setelah rombongan yang dicurigai berisi Rojak berhenti di sebuah rumah pinggiran kota." Jawab pengawal itu berterus terang


"Apakah dia sendiri?" Tanya Robin lagi


"Benar ketua!. Awalnya mereka bertiga, tapi ditengah jalan salah satu ban mobil mereka kempes, maka terpaksa harus berhenti."

__ADS_1


"Satu orang yang kebetulan menggunakan motor, terus mengikuti iring iringan mobil itu dari jarak jauh." Jawab pengawal itu apa adanya


"Baik!. Laporan di terima!" Ucap Robin senang. Kemudian menghubungi Bumi, Awan dan Eric, agar membatalkan pencarian mereka, dan bergabung dengannya


"Target sudah di temukan. Arah timur perbatasan kota jalan Yos Sudarso!"


"Cepat susul kami ke sana!" Ucap Robin memberi perintah pada mereka bertiga


"Sekali ini usaha kita harus berhasil, karena sudah cukup lama kita berada di kota ini." Ucap Robin pada anak buahnya


"Benar ketua!. Kami juga sudah bosan terus menerus dipermainkan oleh si Rojak itu!" Jawab anak buahnya membenarkan


"Kalau begitu masuk ke jalan Yos Sudarso dan susul mereka!" Respon Robin semangat


"Baik!" Jawab sopirnya tegas


Tiga puluh empat menit kemudian, Robin dan anak buahnya, sudah berada dekat lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian Rojak Babu, dan segera melakukan pemblokiran jalan


Dua puluh lima menit kemudian, Eric, Awan dan Bumi, beserta anak buahnya pun sampai, dan langsung bergabung dengan yang sudah duluan sampai


Kerumunan orang yang cukup banyak itu, tentu saja membuat pengguna jalan yang kebetulan sedang melintas jalan tersebut menjadi keheranan


Mendadak mereka berhenti untuk melihat apa yang terjadi, tapi di cegah oleh anak buah Robin, dan diminta untuk meneruskan perjalanannya


Beruntung daerah itu adalah pinggiran kota, yang penduduknya masih sepi. Tapi walau demikian, jalan yang mereka gunakan merupakan jalan antar provinsi, jadi penggunanya cukup ramai juga di jam jam segini


"Berpencar!. Bentuk empat kelompok kembali, dan kepung rumah tersebut dari berbagai arah!"


"Cegah agar mereka tidak melarikan diri lagi!" Perintah Robin pada bawahannya


"Baik ketua!" Jawab mereka serempak


"Tapi ingat jangan terlalu dekat karena mereka bersenjata!" Ucap Robin memberi peringatan. kemudian pergi


Anehnya, penghuni rumah yang mereka kepung itu, tidak menyadari, bahwa mereka sedang dikepung


Mungkin mereka sedang tidur, karena kelelahan diburu dan diperangi semalaman ini


"Buka pintu depan itu, dan lemparkan bom asap ke dalam rumah!" Ucap Robin memberi perintah


"Yang lain bersiap siap serta berlindung di tempat yang aman dari jangkauan peluru, jika mereka melakukan perlawanan." Perintahnya lagi


Tak menunggu waktu lama. Tiga pengawal spesialis kunci, mendatangi pintu depan tersebut dan langsung melakukan tugas mereka


Satu bertugas membuka pintu, dan dua lagi menjaga dari segala kemungkinan


Beruntung kerja mereka berhasil dengan baik. Hanya membutuhkan waktu tak kurang dari setengah menit. Pintu depan rumah tersebut sudah terbuka, dan mereka langsung melemparkan bom gas air mata ke dalam rumah itu. Kemudian bergegas kembali ke tempat persembunyiannya


Dalam sepersekian detik berikutnya, puluhan anak buah Rojak terlihat berebutan keluar dari dalam rumah untuk menyelamatkan diri, dengan mata merah berair dan sesak nafas


Mereka keluar tanpa membawa senjata, karena terburu buru. Tapi ada empat orang yang tidak terpengaruh oleh gas air mata tersebut, karena mereka memakai gas mask


"Jatuhkan diri kalian di tanah, karena kalian telah di kepung!" Ucap Robin sesaat setelah orang orang tersebut sudah bisa menguasai keadaan


Menyadari mereka sudah terkepung dengan senjata siap di tembakkan. Sontak mereka menjatuhkan diri ke tanah dan langsung tiarap di atasnya


Tapi Rojak Babu dan tiga anak buahnya tidak mau mendengarkan peringatan tersebut. Dengan angkuhnya mereka berkata


"Pantang bagi Rojak Babu untuk tunduk pada kecoak seperti kalian!"


"Ayo lawan anak buah ku satu persatu tanpa menggunakan senjata, kalau kalian memang berani!" Ucapnya menyombongkan diri, dan sedang mengatur siasat agar lawan termakan oleh provokasinya


"Menghabisi kalian itu perkara mudah!"

__ADS_1


"Hanya membalikkan telapak tangan saja!. Kalian sudah mati semua!" Jawab Bumi merasa geram


"Jangan terprovokasi dengan perkataan orang itu, karena dia sedang menipu kita." Ucap Robin mengingatkan Bumi, agar tidak menuruti kemauan Rojak Babu itu


"Hahahaha!. Ternyata kalian hanya terdiri dari orang orang penakut. Yang beraninya cuma terhadap penjahat kecil seperti kami saja!" Respon Rojak Babu penuh sindiran


Wus!


Crash! crash! crash! crash!


Buk! buk! buk! buk!


"Arg!" Teriak beberapa orang kesakitan, saat tangan yang sedang memegang senjata terkulai serta terpotong separoh dan jatuh ke tanah


Bukan hanya itu saja. tubuh mereka berguling guling di tanah dan berhenti ketika menabrak orang orang yang sedang tiarap di atasnya


Jeritan dan lolongan segera terdengar di pagi buta itu, dan membangunkan orang orang yang rumahnya kebetulan tidak begitu jauh dari rumah tersebut


Rasa sakit tidak tertahankan lagi, darah mengalir deras dari tangan yang terpotong itu, tapi segera dihentikan oleh anak buah Robin yang ahli di bidang itu, dengan menotok titik saraf di atasnya


Kepada mereka berempat, juga diberi sejenis pil penghilang rasa sakit agar mereka tidak menjerit serta melolong lagi seperti tadi


Sementara itu, senjata otomatis yang sedang mereka pegang tadi, ikut terjatuh ke tanah, dan gas mask mereka juga sudah terlepas dari wajah


Tapi bukannya berterimakasih. Rojak Babu malah dengan kasarnya memaki orang orang yang di pagi buta itu, menyatroni serta menyerang rumah mereka, saat mereka sedang tertidur lelap


"Badjingan!, Dasar iblis!"


"Kenapa kalian potong tangan kanan ku?" Teriak Rojak Babu penuh makian


"Siapa sebenarnya kalian?" Ucap dan makinya bergema di pagi buta tersebut


"Bukankah sudah aku katakan! menghabisi kalian itu semudah membalikkan telapak tangan?" Jawab Bumi cukup mengintimidasi sekali


"Siapa sebenarnya kalian?. Kenapa kalian terus memburu kami?" Tanya Rojak Babu sekali lagi pada Bumi


"Kau tidak perlu tahu siapa kami. Tapi yang perlu kau tahu!, kalian telah berani mengusik ketenangan tuan besar kami, pemilik Birawa Group itu!" Jawab Bumi berterus terang


"Jadi benar kalian semua orang orangnya dia?" Respon Rojak babu ketakutan sambil meringis kesakitan


"Benar!. Kami adalah orang orang yang ditugaskan untuk menumpas penjahat seperti kalian!"


"Perbuatan kalian telah menyusahkan orang orangnya, serta membuat pengiriman semen ke tempat lain jadi terkendala!"


"Kami tidak tahu motif kalian menghalangi usaha Birawa Group, dan berani membuat masalah dengan pemiliknya!" Jawab Bumi menjelaskan


"Katakan!. Kenapa kalian berani mengganggu usaha tuan besar kami?" Tanya Bumi penuh intimidasi dan ancaman


"Cuih!"


"Kau pikir kami takut dengan ancaman mu itu?"


"Kalian hanya pengawal kacangan, dan tidak sebanding dengan para pengawal bos besar kami di sana!"


"Dan perlu kalian tahu!. Kami tidak akan sudi dan pernah tunduk pada orang seperti kalian!. Karena tuan besar kami jauh lebih hebat, kaya dan kuat daripada tuan kalian itu!" Jawab Rojak babu cukup berani sekali


"Benarkah?" Respon Robin sudah merasa geram


"Buka totokan nya!, dan biarkan dia mati kehabisan darah!" Perintah Robin tegas pada anak buahnya


"Baik!" Jawab anak buahnya patuh


Kemudian tanpa membuang waktu lagi, satu anak buah Robin yang tadi diberi perintah, maju dan berusaha mendekati Rojak Babu, sambil mulutnya menyeringai cukup menyeramkan sekali

__ADS_1


"Badjingan!. Apa yang akan kau lakukan padaku?" Respon Rojak babu ketakutan


__ADS_2