
Setelah melakukan hal tersebut. Dragon langsung pergi meninggalkan tempat itu, dan berjalan menuju ke ruangan sebelah, yang hanya dibatasi oleh tembok tebal dan kokoh
Namun walaupun demikian, orang orang yang ada di ruangan tersebut, tidak mengetahui apa yang terjadi di ruangan sebelah itu. Karena pendengaran mereka dihalangi oleh formasi pelindung yang sengaja dipasang oleh Dragon
Jadi waktu kejadian pembantaian, penaklukan dan ikrar kesetiaan, sedikitpun mereka tidak tahu. termasuk para bodyguard nya, apalagi pihak penyelenggara pertandingan tersebut
Mereka sedang asik dengan jalannya pertarungan, yang terjadi di ruangan mereka, karena sangat seru dan menegangkan sekali
Apalagi saat itu yang sedang bertarung adalah Bumi, dimana terlihat dia sedang melawan seorang karateka kuat berasal dari Nigeria
Penampilan atau performa keduanya sangat memukau sekali. Sama sama kuat, sama sama lincah, dan sama sama penuh dengan kejutan
Langit, Awan, Eric serta Rudolf juga yang lainnya, yang melihat pertandingan tersebut juga sempat terpukau, dan mengagumi penampilan dari sahabatnya itu
Tapi waktu Dragon datang dengan penampilan barunya tersebut. Seluruh orang yang ada di ruangan itu, mendadak terdiam, begitu juga dengan Bumi. Mereka saling berpandangan satu sama lain, termasuk anak buahnya sendiri
Namun setelah melihat siapa yang mendampingi orang tersebut, mereka jadi tahu, siapa orang yang sedang dikawal itu
Sontak saja pertandingan jadi terhenti, Bumi langsung memberi hormat ke arah Dragon. Begitu juga dengan pengawal pengawal yang lain
Pemandangan hebat serta langka tersebut, tentu saja membuat hati semua orang bertanya tanya, siapa gerangan orang yang barusan datang itu
Kenapa banyak orang yang menundukkan kepalanya ke arah orang tersebut, dengan sikap hormat serta patuh pula
Salah satu orang yang merasa sangat penasaran itu adalah seorang pengusaha muda, putri dari seorang taipan besar berasal dari Cina
Dia merasa takjub dengan ketampanan Dragon, yang dalam pandangan matanya sangat luar biasa sekali. Ada rasa ingin berkenalan, juga bisa dekat dengan Dragon saat itu juga
Tapi melihat banyaknya bodyguard yang mengawalnya, membuat hati wanita muda tersebut jadi merasa bimbang
Tapi dia sempat bertanya pada sahabat yang ada di sebelah nya." Apakah kau tahu siapa orang itu Lian?" Tanya Theresia ingin tahu
"Mana aku tahu!".
"Sama seperti kau, aku juga merasa penasaran, dan ingin segera tahu siapa pria tampan tersebut?!" Jawab Lian apa adanya
"Atau begini saja!. Lebih baik kita cari tahu melalui pihak penyelenggara, siapa tahu mereka mempunyai data tentangnya?" Ucap Lian lagi
"Kau benar!. Suruh anak buah kita saja turun dan menanyakan tentang orang tersebut!" Jawab Theresia sudah mulai mendapatkan jalan
"Terserah kau saja!" Respon Lian singkat
Tak lama kemudian, terlihat dua orang bodyguard berbadan atletis, keluar dari ruang VIP yang ditempati oleh Theresia dan Lian, menuju ke arah meja panitia, dan langsung menanyakan siapa orang yang baru datang barusan
Tapi sayang, pertanyaan tersebut tidak mendapatkan jawaban. Malah sakit hati yang diterima
Tiada seorang pun yang tahu siapa Dragon itu. termasuk juga pihak penyelenggara. Mau bertanya ada rasa takut. Mau mendekati para pengawalnya sangat mengintimidasi
Jadi yang bisa mereka lakukan adalah menunggu, apa gerangan yang akan dilakukan oleh orang yang mereka anggap sangat misterius tersebut
Dragon yang menjadi pusat perhatian itu cuek cuek saja. Dia tetap melangkah, dan menuju kursi yang disediakan oleh anak buahnya, dan langsung duduk di situ
Tapi tak lama sesudah dia duduk tersebut, ada puluhan orang yang mendatanginya, walaupun terkesan takut takut, dan langsung bertanya kepada Dragon
"Maaf tuan!. Kalau boleh tahu, dari organisasi mana anda berasal?" Tanya ketua penyelenggara para Dragon
"Minggir lah!. Jangan mengganggu tuan muda kami sedekat itu!" Ucap Robin merasa tidak senang
"Maaf bukan berniat mengganggu, tapi kami hanya ingin tahu saja!" Respon Taksin kurang senang
"Tidak perlu!. Kami penonton biasa, dan tuan kami ini adalah bos dari semua orang yang ikut bertanding termasuk kami!"
"Jadi sudah cukup jelas siapa dia!" Jawab Robin tetap tidak mengizinkan Thaksin tahu siapa tuannya itu
__ADS_1
"Tolong jangan menyusahkan kami!"
"Kehadiran tuan kalian itu, telah membuat pertandingan di arena terhenti, dan ini tidak pernah terjadi selama acara!" Jawab Thaksin protes
"Jadi mau mu apa?" Tanya Adiwilaga sudah merasa tersinggung
"Silakan tinggalkan tempat ini! dan ganti rugi waktu yang tersita!" Jawab Thaksin seenaknya saja
"Kalau kami menolak?" Respon Bumi datang menyela
"Bukankah kau sedang bertanding, kenapa ikut campur masalah ini?" Ucap Thaksin tidak senang
"Dia tuan kami!. Dan kau berani mengintimidasinya"
"Apakah kau punya nyawa cadangan di sini?" Jawab Bumi sudah merasa tersinggung
"Apa peduli ku!. Ini tempat ku, arena ku dan wilayah kekuasaan ku!"
"Siapapun yang berada di sini harus tunduk pada aturan ku termasuk tuan mu itu!" Respon Thaksin tetap ngotot, dan tidak tahu bahaya yang sedang mengintainya
"Begitukah?" Respon Abhicandra sudah terlalu geram. Kemudian mengibaskan tangannya ke arah Thaksin, hingga membuat tubuh nya terlontar cukup jauh
Bukan dia saja yang mengalami nasib sial itu. 20 anak buahnya juga terdorong, dan jatuh secara bersamaan di tengah arena
Pemandangan tersebut, tentu saja membuat mata seluruh penonton terbelalak. Mulut terbuka lebar, hati tidak percaya dan pikiran teramat kacau
Mana ada orang yang mampu berbuat seperti itu. Selama ini mereka menganggap, bahwa bodyguard arena pertandingan, sekaligus anak buah organisasi cabang Thailand, adalah orang orang kuat, yang tidak mungkin bisa dikalahkan, apalagi hanya oleh seorang tua seperti Abhicandra itu
Tapi kenyataan telah ada di depan mata. Dua puluh bodyguard, ditambah dengan seorang ketua pertandingan, yang notabenenya adalah komandan pasukan. kalah dan dibuat terlempar, hanya dengan sekali kibasan tangan saja
Pemandangan tersebut, mau tidak mau membuat mata mereka terbuka lebar, dan harus percaya dengan apa yang dilihatnya barusan
Dragon yang melihat kejadian itu hanya tersenyum datar saja. Kemudian memberi kode kepada anak buahnya untuk bertindak
Mendapat perintah seperti itu, mereka menjadi maklum, dan tahu apa yang harus dilakukan terhadap 20 bodyguard itu
Namun anak buah Dragon tidak merasa gentar sedikitpun. Dengan beraninya mereka terus melangkah, menuju ke arah bodyguard yang terkapar di lantai tersebut. Kemudian menendang tubuh tubuh mereka satu persatu, hingga terlempar ke mana-mana
Penonton yang melihat pemandangan Itu bergidik ngeri. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena rata-rata dari mereka adalah penonton biasa. Kecuali beberapa orang bodyguard, yang terus menemani tuan nya yang ada di ruang VIP yang telah disewanya itu
Aksi nekat yang diperlihatkan oleh anak buah Dragon, membuat ratusan bodyguard organisasi menjadi marah. Kemudian dengan beringasnya maju, dan melancarkan serangan-serangan terbaik mereka ke arah musuhnya
Namun dengan mudahnya anak buah Dragon mengusir semua serangan tersebut. Bahkan balik menyerang para bodyguard itu, hingga membuat tubuh mereka mengalami luka. Banyak yang mati saat itu juga
Para petarung yang sudah maupun yang belum sempat bertanding, hanya duduk diam saja
Mereka tidak berani ikut campur, karena mereka tahu kekuatan dari orang-orangnya Dragon. Jadi mereka memutuskan untuk diam saja, tanpa melakukan perlawanan sama sekali
Kondisi mereka yang seperti itu, tentu saja membuat mata seluruh penonton sekali lagi terbelalak. Mereka sangat heran, kenapa orang-orang yang terkenal kuat itu, tidak mau membantu bodyguard bodyguard organisasi, termasuk juga karateka yang tadi sempat berlawanan dengan Bumi
Walau mereka sempat protes, termasuk juga bodyguard bodyguard yang menyadari aksi mereka. Tetapi mereka tidak bisa berbuat apa apa, apalagi memaksa, karena mereka tahu para petarung itu juga orang-orang kuat dari tempatnya masing-masing
Jadi yang terlihat sekarang adalah, tubuh tubuh kekar, tapi tidak berdaya ketika berhadapan dengan para pengawal Dragon, terlempar serta terkapar di mana mana
Hanya dalam beberapa menit saja, ratusan bodyguard yang tadi mencoba menangkap orang-orangnya Dragon, termasuk Dragon sendiri, dibuat terkapar di lantai arena. Bahkan ada yang dilemparkan ke arah penonton, dan mati di tempat itu
Kejadian itu disaksikan secara langsung oleh orang-orang organisasi, penonton gelap dunia, penjudi penjudi kakap, serta jutaan pasang mata, termasuk oleh Ronin serta Angkara
Bukan hanya mereka saja yang melihat peristiwa tersebut, tetapi Tejamaya serta Leopard dan anaknya, juga melihat kejadian itu. Karena pertandingan tersebut disiarkan secara langsung ke saluran gelap dunia dengan tujuan untuk berjudi
"Kurang ajar!. Siapa mereka?" Tanya leopard merasa geram
"Menurut pandangan mata batin ayah!. mereka adalah orang yang sama waktu itu!"
__ADS_1
"Karena diantara mereka itu, ada murid perguruan, tempat ayah menuntut ilmu dulu!"
"Dua diantara mereka itu ayah kenal!. Dia adalah Adiwilaga dan yang satunya lagi adalah Abhicandra!"
"Tapi ada satu lagi yang ayah lupa, karena penampilannya sudah berubah.!"
"Mungkin dia itu Adhi Pramana, Tapi sungguh ayah sudah lupa!"
"Ah sudahlah yah!. Yang penting siapapun mereka itu!. Yang jelas mereka sudah mengacau di markas anak buah kita!"
"Jika aku tidak memberikan hukuman!. Maka jangan sebut aku sebagai singa gurun lagi!"
"Hari ini juga aku akan mengirim bantuan ke sana!" Ucap Leopard garang, dan membantah serta menghentikan ucapan dari ayahnya itu
"Ayah rasa tidak perlu!"
"Kau lihatlah ke sana. Seluruh orang orang kita telah mereka taklukkan termasuk ketuanya!"
Para petarung yang kita harapkan agar membantu, malah duduk diam, dan hanya menonton aksi mereka saja!."
"Ahli racun yang kita kirim pun dibuat tidak berdaya!"
"Sepertinya dia sudah ditangani duluan oleh orang orang tersebut!"
"Pembunuh berdarah dingin yang kita kirim, juga ayah lihat tidak ada dalam kerumunan para petarung itu!"
"Mungkin dia sudah dihabisi, atau ditangkap oleh mereka!" Jawab Tejamaya menjelaskan apa adanya
"Kurang ajar!. Badjingan!"
"Kenapa selalu ada pengacau di tubuh organisasi ku?"
"Kalau begini terus!. Lama lama keuangan kita akan habis, dan organisasi kita bisa bubar!" Respon Leopard sangat geram
"Dasar orang orang lemah!"
"Percuma ku gaji tinggi, kalau menghadapi sekelompok orang tersebut saja tidak bisa!" Ucap Leopard berapi api
"Apakah ayah lupa jika diantara mereka itu ada orang kuat, yang tempo hari mengalahkan kakek juga Raga?" Ucap Ranggas Pati ikut menimpali
"Siapa orang yang kau maksudkan itu anak ku?"
"Apakah kau mengenalinya?" Respon Leopard merasa penasaran
"Tidak begitu jelas ayah!. Tapi auranya aku sudah tidak asing lagi!"
"Namun mana orangnya aku tidak bisa mengetahui!" Jawab Raga atau Ranggas Pati itu apa adanya
"Sama saja kalau begitu! Percuma!" Respon Leopard kecewa
"Lalu apa yang harus kita lakukan kakek?"
"Apakah Raga harus turun tangan sendiri, dan pergi ke negara miskin itu?" Tanya Ranggas Pati ingin penjelasan
"Dasar bodoh!"
"Apakah kau sudah merasa kuat ha?"
"Kakek buyut guru mu saja, kemungkinan telah dikalahkan oleh salah seorang diantara mereka. Apalagi kau!" Jawab Tejamaya marah
"Tapi jika kita biarkan mereka meraja lela seperti itu!. Lama lama organisasi ini berikut orang orangnya akan habis serta hancur!" Ucap Ranggas Pati protes
"Lalu apa yang bisa kau lakukan?" Tanya Tejamaya pada cucunya itu
__ADS_1
"Hehe!. Kakek dan ayah tenang saja!"
"Coba lihat dan perhatikan ini!" Jawab Ranggas Pati penuh misteri