Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kemunculan orang misterius


__ADS_3

"Kami tidak mengganggu kalian!. Justru kalianlah yang mengganggu kami dengan datang ke sini!" Jawab Serompit ketus, pada orang yang barusan bersuara tersebut


"Paman Iron!. Tahan tangan mu!. Jangan habisi dia dulu sebelum kita mendapatkan bukti kejahatannya!" Ucap Dion dengan suara kuat, mencegah anak buahnya, agar tidak bertindak secara berlebihan karena kesal dan marah


"Baik tuan besar!" Jawab Iron patuh


"Kalian semua!. Cepat periksa tempat ini. Cari dan temukan bukti kejahatan orang ini!" Perintah nya tegas


"Baik!" Respon anak buahnya cepat. Kemudian menyebar ke lokasi sekitar, untuk menemukan apa yang diperintahkan untuk di cari


Ada yang memasuki gua, ada yang menyusuri lereng bukit, bahkan ada yang menyusuri tepian sungai, untuk mencari barang barang yang Serompit dapatkan selama berburu itu


Benar saja sesuai seperti perkiraan Dion. Tak jauh dari air terjun, dalam radius 500 meter jauhnya, Terdapat tiga buah perahu besar bermesin diesel, penuh berisi barang hasil buruan selama di pulau K itu


Bukan hanya itu saja, di dalam gua juga dijumpai berbagai macam tanaman herbal yang sudah agak kering, juga terdapat puluhan kotak berisi dalaman binatang hasil buruan yang sudah di awetkan, juga terdapat kulit serta dagingnya


Kemungkinan barang barang itu belum sempat di masukkan kedalam perahu, karena berbagai alasan


Hasil temuan mereka, segera dilaporkan pada Dion dan di teruskan pada Iron serta yang lain agar diambil tindakan


"Terbukti sudah kejahatan mu di lintas negara ini!"


"Ternyata kau adalah pemburu liar, yang kemungkinannya mencari hasil buruan bukan hanya di negara ini saja, tapi juga di negara lain!"


"Benarkan begitu Serompit?" Ucap Dion dengan pertanyaannya menohok nya itu


Serompit tidak bisa atau berani menjawab pertanyaan Dion tersebut, karena dia sudah mulai menyadari, siapa orang yang sedang dia hadapi itu


Orang orang kuat bersenjata di depan juga di sekelilingnya, sangat patuh dan hormat pada Dion. Jadi bisa di simpulkan bahwa Dion adalah bos atau tuan mereka


"Cepat jawab pertanyaan tuan besar kami, kalau kau tidak ingin kami siksa!" Ucap Iron geram


"Kalian sudah melihat sendiri. Semua barang barang itu, memang punya kami, dan rencananya besok akan di bawa ke tempat lain untuk dijual!" Jawab Serompit berterus terang


"Kenapa kau tidak berburu di negaramu sendiri, atau di negara tetangga terdekat sini?" Tanya Dion ingin tahu


"Kami semua adalah manusia yang paling di cari di negara tetangga, apalagi di negara asal, karena kejahatan kami itu."


"Kalau kami mencari hasil buruan di negara tersebut, kemungkinan kami sudah lama di habisi oleh tentara mereka."


"Tapi kalau mencari di sini, situasi masih tergolong aman, karena jarang sekali ada patroli kecuali di wilayah perbatasan." Jawab Serompit apa adanya, dan sambil menahan sakit di bahu juga seluruh tubuhnya


"Walau selama ini kalian aman aman saja berburu di pulau ini. tapi jangan kau kira nasib mu akan selalu baik!"


"Tidak bertemu tentara, atau Jagawana, bukan berarti kalian akan tetap aman!"


"Masih ada kami di sini, yang mewakili mereka untuk menghabisi orang seperti kalian ini!" Respon Dion marah bukan kepalang

__ADS_1


"Tolong lepaskan aku tuan!. Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut, dan tidak akan lagi datang ke tempat ini." Ucap Serompit mencoba membujuk Dion dan orang orangnya


"Enak saja!. Setelah apa yang kalian lakukan pada kami, bahkan berniat merampok kami!. Kau pikir kami akan melepaskan kalian terutama kau begitu saja?" Jawab Adiwilaga tidak senang


"Tolong percaya sekali ini tuan!"


"Aku tidak akan melakukannya lagi. Percayalah!" Sambut Serompit bersungguh sungguh, tapi sekilas terlihat seringai di wajahnya


"Dasar orang orang bodoh!. Mudah sekali jatuh iba dengan ucapan yang memelas penuh tipu daya ini!" Batin Serompit dalam hati


"Kami juga minta tolong padamu Serompit!. Izinkan aku untuk mencabut nyawa mu sekarang!" Ucap Adiwilaga penuh rekayasa


"Jangan!. Tolong maafkan aku sekali ini!"


"Aku janji, akan.." Ucapnya terputus, karena dia secara tiba tiba, mengambil sebuah belati di tubuh anak buahnya yang sudah mati, dan berusaha menusuk Dion


"Akan membunuhnya!" Ucapnya menyambung kalimatnya tersebut.Tapi..


Crash!


Pamandangan sangat mengerikan segera terpampang di depan mata, dimana tubuh Serompit yang barusan berusaha mencelakai Dion, terbelah menjadi dua, dan mati seketika tanpa sempat menyentuh Dion


Darah segar mengalir dari belahan tubuh malang itu, dan segera membasahi tanah yang memang sudah basah dan lembab tersebut


Berakhir sudah petualangan Serompit di pulau K itu, dan hasil buruannya akan menjadi barang rampasan bagi Dion dan orang orangnya


***


Dua jam kemudian. Seluruh jasad perambah dan pemburu liar tersebut, telah selesai di kebumikan, di tempat yang lumayan jauh dari air terjun itu


Tanam tanaman herbal yang langka dan berkhasiat milik mereka, di ambil oleh orang orangnya Dion.Tapi daging daging hewan buruan yang tidak seberapa itu, semuanya di buang, atau dihanyutkan kedalam sungai, untuk menjadi santapan ikan serta yang lainnya


Kini jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, Dion memutuskan untuk kembali ke perkemahan, tapi kesulitan untuk membawa barang barang sebanyak itu, walau jumlah pengawalnya cukup banyak


Akhirnya di putuskan, seratus orang harus kembali duluan, dan kembali lagi dengan membawa lebih banyak pengawal untuk mengangkut barang barang tersebut


Jika di tempat itu ada areal terbuka, akan sangat mudah mengangkut tanaman herbal itu dengan menggunakan helikopter


Tapi karena hutan tersebut terlalu lebat, dengan pohon pohonnya yang tinggi dan besar. Maka mau tidak mau, tanaman herbal itu, harus diangkut secara manual


Di samping itu, tidak mungkin seluruh pengawal, harus menenteng atau memikul barang barang tersebut. Mereka juga harus memastikan dan konsentrasi dalam mengawal Dion dan Ivory, serta yang lainnya dari segala kemungkinan buruk yang akan terjadi


Setelah di putuskan seperti itu, Dion meminta pada Ivory, agar mengikuti rombongan pertama untuk kembali ke perkemahan dengan waktu tempuh sekitar dua jam, karena jalan sudah di buka sebelumnya


Sementara Dion, masih harus tinggal di lokasi air terjun itu, bersama dengan dewa obat, Iron, Hans, juga Adiwilaga untuk memastikan keselamatan para pengawalnya


Tapi secara tidak terduga. Baru saja rombongan pertama bergerak sejauh 600 meter, untuk kembali ke perkemahan. Tiba tiba mereka dihadang oleh sekumpulan orang berwajah asing dan sulit untuk di kenali karena wajah mereka ditutup dengan dedaunan

__ADS_1


Ivory dan yang lainnya, tentu saja terkejut bukan kepalang, karena kedatangan orang orang tersebut. Spontan para pengawal Ivory melindungi nyonya besarnya, agar tidak diganggu oleh mereka


Sedangkan 30 orang pengawal bersenjata, yang tidak memikul beban bawaan, spontan juga mengarahkan senjata otomatisnya ke arah orang orang tersebut, dan jika keadaan terpaksa, menembak mereka hingga mati


Penatua atau cenayang yang ikut dalam rombongan itu segera maju ke depan, untuk berbicara dengan penghadang tersebut, dan buru buru berkata dalam bahasa tempatan. untuk mencegah kesalahpahaman atara mereka


"Siapa kalian dan kenapa menghadang jalan kami?" Tanya penatua setelah diterjemahkan


"Kami yang harus bertanya pada kalian!. Kenapa kalian merusak hutan kami?" Jawab salah seorang diantara 20 orang itu malah balik bertanya


"Kami tidak merusak hutan. Kedatangan kami hanya ingin mencari bahan obat obatan di hutan ini."


"Kebetulan sekarang sedang ingin membawa hasil pencarian ke perkemahan kami." Jawab penatua tersebut dalam bahasa asli mereka


"Bohong!. Kalian telah membunuh bakal hewan hewan buruan kami, dan menebar racun di sungai sungai untuk membunuh ikan, juga menebangi pohon pohon besar di tempat lain!" Bentak orang tersebut yang kemungkinan nya adalah kepala suku mereka


"Kami tidak seperti yang kalian sangkakan!"


"Kedatangan kami ke hutan ini, baru dua hari dengan ini."


"Tidak mungkin bagi kami, untuk berbuat seperti itu!" Jawab penatua membela diri


"Kami tetap tidak percaya!"


"Kalian harus mati!, guna mempertanggungjawabkan perbuatan kalian itu!" Bentak ketua kelompok penghadang tersebut dengan ekspresi marah, dan tetap ngotot dengan tuduhannya itu


"Tahan. jangan turuti kemarahan mu itu. Orang orang ini bersenjata. Dalam sekejap saja kalian bisa mati."


"Mari kita bicara baik baik, dan jangan asal tuduh." Ucap penatua penuh perhitungan


"Kami tidak takut!. Kami juga bersenjata panah panah beracun ini!"


"Sedikit saja tergores kalian akan mati karena biasanya!" Jawab ketua mereka tidak kenal takut


"Tunggu. Kalau boleh aku tahu, dengan siapa aku bicara, agar kami tidak salah bertindak." Ucap penatua dengan suara rendah


"Aku Mongga, kepala suku mereka, dan penjaga hutan larangan yang kalian masuki ini!" Jawabnya berterus terang


"Aku Balboa, penatua atau cenayang dalam rombongan ini juga"


"Aku mohon beri jalan pada kami, untuk membawa bahan obat obatan yang sangat kami butuhkan."


"Tentu kami akan sangat berterima kasih, jika kepala suku bisa bermurah hati para kami, dengan memberi jalan untuk di lewati." Ucap Balboa dengan suara sesopan mungkin


"Tetap tidak bisa. Kalian harus kami tahan dan akan kami adili!" Jawab Mongga tidak terima


"Semuanya!. Arahkan panah panah kalian!, dan lepaskan jika mereka melawan!" Ucap Mongga memberi perintah

__ADS_1


"Tahan!. Jangan bertindak gegabah!" Ucap seseorang yang tiba tiba datang dengan penampilan sangat luar biasa sekali


__ADS_2