
"Hahahaha!. Dari dulu bos kita ini masih saja selalu salah ucap."
"Tentu saja kedatangan kami kemari karena ingin menemui murid murid nakal kami!"
"Sejak bekerja pada mu, mereka praktis tidak pernah lagi menyambangi guru gurunya."
"Jadi kami datang karena ingin memberi pelajaran atau menjewer telinganya!' Jawab Adiwilaga, laki laki yang berjuluk dewa angin utara, atau kaisar perang dengan santainya
"Kalau boleh tahu siapa andika sebenarnya?" Tanya tuan Birawa penasaran
"Oh maaf!, jika kami datang tapi tidak memperkenalkan diri."
"Aku Adiwilaga, atau yang biasa dipanggil oleh saudara saudaraku dengan sebutan kaisar perang, dewa angin utara. Kakak tertua kedua, sekaligus guru dari beberapa orang orang ini. termasuk juga Leon."
"Selanjutnya aku akan perkenalkan mereka berlima "
"Seperti yang anda tahu, orang yang ada di sebelah ku ini, adalah manusia yang berjuluk dewa arsitektur, guru dari James, murid nakal itu!" Ucap Adiwilaga dengan ekspresi tenang
"Sedangkan laki laki yang di sebelah kiri ku ini bernama Taraka, atau yang bermakna mata bintang. berjuluk mata malaikat, guru dari Burgon."
"Sementara laki laki pendek dan buncit ini adalah dewa kekayaan Upasama, yang bermakna kesentosaan bergelimang harta, guru dari Shio Lung."
"Dua orang sisanya masing masing bernama Abhicandra, yang bermakna cahaya kepintaran, yang berjuluk dewa metafisika, sekaligus master agung di bidangnya."
"Sedangkan yang satunya lagi bernama Adhipramana, yang bermakna penguasa pertama, si dewa kilat, guru dari Iron dan Hans, yang juga bergelar dewa angin selatan. Murid pertama ku."
"Anak buah mu yang tidak berbakti itu, tentu saja mengenal gurunya. Tapi mereka berlagak seperti tidak kenal dengannya!" Ucap Adiwilaga sedikit kesal
"Benarkah begitu paman Iron dan kau Hans!. Apakah dia ini guru mu?" Tanya Dion kurang senang
"Benar tuan besar!. Dia adalah guru kami. Tapi karena kami menghormati keberadaan anda juga tuan senior, maka kami tidak berani bertindak di luar batas."
"Lagi pula guru besar Adiwilaga masih berbicara, jadi kami tidak berani memotongnya!" Jawab Iron takut takut
"Hahahaha!. Dasar murid murid nakal!. Ayo sini, biar aku saja yang memberi hukuman atas ketidak kesopanan kalian itu!" Ucap Adiwilaga sambil bercanda
"Cepat beri hormat yang sepantasnya pada guru mu ini ,jika tidak maka aku yang akan menghukum kalian!' Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab keduanya serempak, kemudian menghadap Adhipramana gurunya itu
"Guru!. Maafkan ketidak sopanan kami tadi!. Sungguh kami ingin memeluk dan memberi penghormatan pada guru, tapi ini tempat orang, jadi kami terpaksa menahan diri dari tadi!" Ucap Iron menyesal, kemudian berkata lagi
"Sekali lagi maafkan kami guru!. sungguh kami murid yang tidak berbakti!" Ucap Iron sambil berlutut sebelah kakinya
"Kami juga mohon maaf guru!" Ucap Hans juga sambil berlutut
"Bangunlah!. kalian tidak salah, karena kalian menghormati tuan rumah juga tuan kalian ini, guru tidak apa apa!" Respon Adhipramana enteng
"Terima kasih guru!" Jawab keduanya serempak, sambil berdiri dan mendekati gurunya untuk bersalaman
"Teruskan paman Adiwilaga!. aku sangat tertarik dengan keterangan paman tadi." Ucap Dion tiba tiba
"Oh ya!. Yang terakhir ini, tentu saja tuan besar Birawa kenal, Dia adalah dewa tabib atau dewa obat, guru dari Govin yang sekarang telah mendapat julukan dewa medis juga."
"Tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan olehnya, asal nyawa belum terlepas dari badan." Ucap Adiwilaga berapi api
"Luar biasa!. enam orang yang tadi sempat dihentikan langkahnya oleh pengawal villa ini, ternyata adalah orang orang hebat!" Respon Dion senang
"Kakek!" Ucapnya kemudian
"Ya kakek juga sependapat dengan mu!"Jawab tuan Birawa cepat
"Cucuku, penguasa kota emas juga wali kota B, sangat menginginkan agar kalian berenam bisa bergabung dengan Birawa Group"
"Apa!. Cucu mu?. Bukankah dia sudah meninggal, lalu bagaimana anda mengatakan, bahwa dia ini adalah cucu mu?" Respon Adiwilaga penasaran
__ADS_1
"Panjang ceritanya kawan!. dan tidak perlulah kau tahu cerita tentangnya, karena itu sudah sangat lama!" Jawab tuan Birawa sedikit kurang senang
"Sekarang kau jawab saja pertanyaan ku tadi. Apakah kalian bersedia bergabung dengan Birawa Group?" Tanya tuan Birawa tegas
"Hahahaha!. Anda tahu bagaimana kami selama ini, manusia yang tidak suka diatur dan terikat dengan orang lain!" Reaksi Adiwilaga tidak terduga
"Tapi cucu ku ini sangat menginginkan, agar kalian mau bergabung dengannya!" Balas tuan Birawa tegas
"Itu tergantung dari kemampuannya. Jika dia bisa mengalahkan ku, maka aku akan berlutut padanya, dan menganggap bahwa dia adalah guru ku!" Respon Abhicandra tiba tiba
"Tapi tunggu dulu!. Apakah benar laki laki yang terlihat lemah ini adalah cucu mu?" Tanya Abhicandra asal bicara
"Ya dia memang cucu ku, darah daging ku!. Memangnya kenapa, apakah kau meragukannya?" Tanya tuan Birawa semakin kurang senang
"Tidak! tidak! tidak!. Aku hanya terkejut saja!" Jawabnya ragu ragu
"Tapi sesuai janjiku, jika dia menang melawan ku, maka aku akan mengakuinya sebagai tuan, dan aku bersedia bekerja untuknya!" Jawabnya tegas tapi terkesan ragu ragu
"Melawan dengan cara bagaimana paman?" Tanya dion masih menjaga sopan santunnya
"Anda hanya perlu menahan satu pukulan jarak jauh ku saja. Kalau anda bisa menahannya, maka aku mengaku kalah, dan bersedia bergabung dengan perusahaan mu!' Jawab Abhicandra tegas
"Lalu bagaimana kalau aku yang kalah?"
"Hahahaha!. Jika anda kalah, maka kami akan bebas melangkah kemana saja kami mau, dan jangan ikat kami dalam aturan yang tidak jelas itu!" Jawabnya cukup pedas dan terkesan menyombongkan diri
"Baiklah kalau itu yang paman mau!" Respon Dion cuek
"Silakan anda mulai!. Aku tidak akan melawan, cuma bertahan saja!" ucap Dion dengan ekspresi santai
"Baik jangan salahkan paman kalau anda terluka!" Jawabnya tegas
"Paman tenang saja!" Jawabnya enteng
Seketika dari tubuh Abhicandra, keluar aura kuning yang sangat kental sekali, hingga menutupi tubuhnya. Lalu tiba tiba dia mengibaskan tangannya ke arah Dion.dan..
Wus!
Blar!
Pukulan jarak jauh yang dilancarkan oleh Abhicandra, sukses melabrak tubuh Dion dengan telaknya. Hingga membuat areal sekitarnya menjadi gelap. Semua orang mengira bahwa Dion akan terluka
Tapi apa yang terjadi?. Jangankan terluka, bajunya saja tidak mengalami robek, malah berkibar pun tidak."
"Bagaimana mungkin?. pukulan ku tadi adalah pukulan terbaik yang ku miliki. Jarang ada yang selamat ketika terkena pukulan tersebut!" Ucap Abhicandra terkejut
"Padahal aku sudah menggunakan kekuatan ku sebesar 70%, tapi dia tidak bergeming, malah berdiri dengan santainya di tempat semula!"
"Kalau bukan kekuatan dewa lalu apa lagi?"
"Tapi siapa sebenarnya orang itu?. Kenapa dia bisa menahan serangan tenaga dalam ku?" Batin Abhicandra dalam hati
"Sekarang giliran ku paman!" Ucap Dion dengan ekspresi serius. lalu..
Shut!
Blar!
"Arg!" Teriaknya kuat
Tubuh Abhicandra terdorong beberapa langkah ke belakang, dan tak lama kemudian hilang keseimbangan. lalu jatuh ke tanah, dan dari mulutnya keluar darah segar, walau tidak begitu banyak
"Paman guru!" Teriak Iron dengan ekspresi khawatir
"Jangan berteriak begitu!. Paman guru mu itu tidak apa apa!. cuma luka ringan saja!" Ucap Dion cuek
__ADS_1
"Bukankah di sinI ada dewa obat, tentu saja dengan mudah luka dalam guru mu akan sembuh?" Ucapnya santai
"Maafkan saya tuan besar!" Jawab Iron malu
"Hahahaha!" Gelak tawa tuan Birawa akhirnya lepas, kemudian berkata.
"Cucu ku ini adalah orang yang tidak mudah di provokasi oleh siapapun, kekuatannya sangat tidak wajar terlihat."
"Maka dengan tidak ragu ragu lagi, aku jamin kalian dan terutama kau Abhicandra. tidak akan berani lagi menolak tawaran dari cucu ku ini!" Ucap tuan Birawa cuek dan terkesan senang
"Baiklah!. Kami bukan laki laki yang tidak mau menepati janji!" Jawab Adiwilaga tulus
"Mari saudara saudaraku!. kita tunjukan pada dunia, bahwa kita bukan laki laki yang tidak mau bertanggung jawab!" Ucap Adiwijaya tegas
"Baik!" Jawab kelimanya serempak, lalu berkata.
"Kami enam sekawan!, dengan ini bersumpah, bahwa mulai saat ini, akan mengakui tuan penguasa Birawa Group, sebagai tuan kami!" Ucap keenamnya serempak, dan tanpa ragu ragu lagi
"Bagus!. Dengan ini Birawa Group telah mempunyai orang orang yang bertalenta tinggi, dan keahliannya sudah tidak perlu diragukan lagi!"
"Untuk itu aku ucapkan. Selamat bergabung orang orang hebat di perusahaan ku, dan selamat buat kalian, karena telah mendapat kepercayaan besar dari cucu ku!" Ucap tuan Birawa senang
"Kami juga senang bergabung di perusahaan anda!"
"Selain itu kami juga melihat, murid murid ku juga betah berlama lama bekerja di sini, tentu mereka telah menanamkan sejuta harapan pada kalian!" Jawab Adiwilaga berterus terang
"Tapi ngomong ngomong, kemana yang lain? kenapa mereka tidak terlihat?"
"Siapa yang anda maksudkan guru besar?" Tanya Dion ingin tahu
"Siapa lagi kalau bukan murid nakal Robin, Burgon, Leon, James, Shio Lung dan satu murid saudara kami Erisha itu!" Jawab Adiwilaga cukup jelas
"Oh mereka sekarang sedang menjalankan beberapa proyek besar!"
"Robin aku kirim ke Paris Prancis, untuk memegang kendali banyak perusahaan cabang ku di sana, dan dia belum mau diganti."
"Sedangkan Leon aku tugaskan untuk mengawal anak ku berguru di desa Argomulyo, beserta 150 orang pengawal lainnya."
"Desa Argomulyo?. Apakah maksud anda desa di mana guru sakti Sambudi atau Gentala itu tinggal, dan mengajar murid muridnya di sana?" Tanya Abhicandra penasaran
"Benar sekali yang paman katakan. Di sanalah Leon sekarang sedang berada, termasuk juga James, Shio Lung dan Erisha."
"Tapi dalam beberapa hari atau minggu ini. mereka akan pulang ke sini, karena semua bangunan yang sedang di bangun oleh mereka, dikabarkan hampir 100% selesai." Jawab Dion apa adanya
"Lalu bagaimana anda kenal dengan senior kami itu?" Tanya Adiwilaga keheranan
"Kebetulan aku pernah belajar barang satu atau dua buah jurus padanya." Jawab Dion merendah
"Apakah dia guru mu?" Tanya Abhicandra tambah penasaran
"Benar apa yang paman katakan itu. Beliau adalah guru tenaga dalam ku, termasuk guru spritual bagi banyak orang."Jawab Dion santai
"Pantas saja kemampuan mu sangat tinggi sekali. Jadi wajar kalau aku bisa kalah dari mu!" Respon Abhicandra lemah. lalu berkata lagi
"Kalau kami berenam bergabung dan melawan dia seorang, belum tentu kami akan menang melawannya!" Ucap Adiwilaga takjub
"Kalau begitu, apakah sekarang senior kami itu masih hidup atau masih sehat?" Tanya Taraka si mata malaikat itu dengan gembira
"Beliau masih sehat sehat saja sampai sekarang dan tentu saja masih hidup!' Jawab Dion keheranan
"Kalau begitu bisakah tuan ajak kami untuk mengunjunginya, karena kami adalah saudara seperguruan walau guru kami berbeda beda." Ucap Adiwilaga berharap
"Tentu saja paman Adi!. Besok atau lusa aku akan membawa kalian untuk menemuinya." Jawab Dion mantap
"Lalu dimana si Burgon itu. kenapa dia tidak terlihat?"
__ADS_1