
Malam telah berlalu, dan kini hari telah menjelang pagi
Dion dan kakek Birawa terlihat sedang berjalan jalan di sekitaran komplek vila, dengan di kawal oleh empat komandan utama, atau kalau dalam kedinasan tentara, mereka disebut dengan panglima
Sedangkan Awan, Langit dan Bumi, mengikuti mereka dari belakang. Sementara pengawal elit lainnya tidak terlihat sama sekali, mungkin sedang sibuk dengan tugasnya masing masing
Tuan Birawa, atau kita sebut saja kakek Birawa, berjalan berdampingan dengan Dion, sambil sesekali tertawa dan bersenda gurau, entah apa yang sedang mereka bicarakan itu, sampai tawa kakeknya bisa lepas begitu keras
Sejak dia tinggal di kota B, kesehatannya semakin membaik, tidak ada lagi keluhan yang terdengar dari mulutnya
Secara pribadi, kakek Birawa lebih senang tinggal di sini, ketimbang di kota J, yang sudah sangat padat itu
Selain itu, dia ingin terus dekat dengan cucunya, karena kalau di kota J, dia tinggal sendirian, hanya ditemani oleh para pengawal pengawal pribadinya saja
Sedangkan di kota B, dia bisa ditemani oleh Dion, Ivory, Maya, dan yang akan menyusul adalah Emily
Dalam acara jalan pagi, mengelilingi kompleks vila itu, kakek Birawa menyempatkan diri untuk menjelaskan, apa alasan Maya mengundurkan diri dari perjodohan tersebut
Kakek Birawa menjelaskan satu persatu, apa saja yang didengarnya dari mulut Maya itu, dan didukung pula oleh Tiger
Dari penjelasan itu, Dion jadi mengerti, kenapa Maya tidak mau menikah dengannya. Bukan karena dia tidak cinta, tapi karena dia tidak mau menyusahkan Dion di kemudian hari, walaupun sesungguhnya, penyakit seperti itu kemungkinan besar masih bisa diobati
Dion terus mengajukan protes, agar Maya tetap menjadi istrinya, Dia akan membawa Maya berobat ke luar negeri
Tapi kakeknya malah berkata. "Kemanapun kau membawa nya, Maya tidak akan bisa diobati, walaupun oleh si dewa medis sekalipun, karena menurut keterangan dari Maya, rahimnya tidak normal."
"Masih menurut keterangan nya, berdasarkan apa yang disampaikan oleh ahli medis, Maya mengalami kelainan rahim, atau agenesis rahim, yang lebih populer disebut dengan sindrom Mayer Rokitansky Kuster."
"Salah satu tanda, seorang perempuan itu mengalami kelainan rahim adalah, tidak mendapatkan menstruasi walau sudah berumur 16 tahun, tapi itu jarang terjadi kecuali pada Maya." Ucap kakeknya seperti dokter, menyampaikan apa yang didengarnya dari Maya, sehari sebelum kembali ke kota B itu
"Oleh karena itu, Maya bersikeras untuk membatalkan perjodohan dengan mu, dan bertekad tidak akan menikah seumur hidupnya." Sambung kakek Birawa terlihat sedih
Mendengar penuturan dari kakek nya itu, hati Dion terasa diiris, dan pilu tidak terperikan. Dia tidak menyangka, bahwa Maya yang terkenal cerdas, cantik dan baik hati itu, ternyata menanggung beban yang teramat besar
Mungkin dengan siapapun dia menikah, Maya tetap tidak akan bisa mempunyai keturunan, kecuali ada mukjizat yang turun dari langit
Di dalam hatinya membatin, "Walau Maya tidak bisa memberikan keturunan pada ku, tapi ada Ivory. Kalau aku tidak jadi menikahinya, lalu bagaimana nasibnya kedepan?. Apakah orang yang akan menikahinya nanti, akan menerima Maya apa adanya."
"Aku tidak sampai hati. Aku harus membicarakan ini pada Ivory, lengkap dengan alasannya." Batin Dion dalam hati, dan tak sabar ingin segera menemui Ivory, di hotel tempatnya menginap
Masalah Maya bisa atau tidak, itu masalah gampang bagi Dion. Dia bisa mendatangi Maya di kota Teluk Berlian bersama dengan Ivory, atau menyuruhnya datang ke kota B, dengan ditemani oleh ayahnya itu
__ADS_1
Tapi sepertinya dia harus sedikit bersabar, karena semuanya butuh proses dan waktu
***
Di sebuah ruang bangunan lantai sebelas, kota S, sekitar pukul 9.00 pagi
"Aku sudah mendengar berita kematian anak mu itu, tapi tidak mendengar penyebab kematiannya." Ucap seorang pria parlente, yang sedang memegang sebuah revolver di tangan kirinya
"Sudah hampir 10 hari, kasus kematian anakku itu belum juga terpecahkan, malah berbagai pihak sudah menghentikan penyelidikannya, dan menyimpulkan, bahwa kematian mereka, adalah murni kecelakaan, karena pengaruh minuman keras dan obat obatan terlarang." Jawab Victor pada rekannya parlente nya itu
"Itu bagi mereka!. tapi bagiku, dan orang orang ku, itu hal mudah, karena aku juga selalu melakukan hal seperti itu, pada target yang telah berhasil aku bunuh." Respon temannya itu sambil tersenyum sinis
"Kau memang selalu begitu Zephyr, selalu menganggap sesuatu itu mudah, tapi nyatanya, para ahli pun tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian anakku itu!" Bantah Victor tidak senang hati
"Kau tenang saja sobat!. Tidak ada hal berat yang tidak bisa aku selesaikan, dan belum pernah meleset sedikit pun, apalagi perkara sekecil itu." Balas Zephyr meremehkan ucapan dari Victor tersebut
"Oke!, kali ini aku percaya dengan ucapan mu!, tapi jika gagal!, maka aku tidak akan membayar sepeser pun. Kau ingat itu!" Balas Victor tidak mau kalah
"Hahaha!. Ternyata teman ku ini bisa marah juga." Ejek Zephyr sambil tertawa
"Kau jangan mengajak ku bercanda!, aku sedang serius!" Balas Victor kesal sekali
"Oke! oke! oke!. Aku akan serius. Jadi apa yang kau maukan?" ucap Zaphyr kali ini serius
"Jaminannya apa?"
"Kau terlalu perhitungan dengan teman mu sendiri. Belum apa apa sudah meminta bayaran." Jawab Victor ketus
"Kawan sih kawan! tapi bisnis tetaplah bisnis!" Tangkis Zaphyr bermuka tebal, dan seperti ingin membatalkan transaksi mereka
"Baik! baik!, aku akan menyebutkan jaminannya!" Jawab Victor cepat
"Bagus!. Senang berbisnis denganmu. Cepat katakan! apa jaminannya?" Ucap Zaphyr sekali lagi meminta penjelasan
"Aku akan memberi mu sejumlah uang yang banyak, dan kau boleh memilih satu diantara mobil mewah yang ku miliki." Jawab Victor tanpa ragu ragu lagi
"Hahaha! bagus! bagus!. Aku akan pegang janjimu ini. Jika kau ingkar, maka kau sendiri yang akan ku habisi!. Tapi ingat!, jika usaha ku gagal, kau tetap harus membayar ku." Ucap Zaphyr mengancam
"Mana bisa begitu!. Kau akan ku bayar, setelah bisa menemukan siapa dalang pembunuh anakku itu, tidak ada yang lain!" Tegas Victor tegas
"Baik kalau begitu Deal!" jawabnya enteng
__ADS_1
"Deal!" Balas Victor singkat
***
Kota Golden City, diwaktu yang sama
Karena keinginan hati sudah tidak bisa tertahankan lagi, Dion berinisiatif mendatangi hotel tempat dimana calon istrinya itu berada
Sebenarnya, Dion bisa saja memanggil Ivory untuk datang ke vilanya, tapi dia tidak mau melakukannya, karena dia ingin berbicara empat mata dengan Ivory secara pribadi
Maka dengan tergesa gesa, dia pergi ke hotel bintang 5, di mana Ivory sedang menginap di sana, ditemani oleh Hans dan 20 pengawal elit nya itu
Kepergian Dion kali ini tanpa sepengetahuan kakeknya, dia hanya menitipkan pesan pada Iron, untuk disampaikan pada kakeknya tersebut, bahwa dia pergi ke kota B menemui Ivory
Tidak membutuhkan waktu lama, Dion sudah berada di depan pintu hotel miliknya itu, dan disambut oleh beberapa orang sekuriti dengan sikap hormat, karena mereka mengetahui, bahwa Dion adalah pemilik hotel tersebut
Setelah banyak peristiwa yang kurang enak menimpanya, dan masalah yang dihadapi dengan para security itu, Dion menginstruksikan kepada bawahannya, untuk memberi pengertian kepada para sekuriti, untuk bersikap baik kepada siapapun, baik yang datang ke hotel, maupun tempat tempat lain
Karena dia tidak mau mendengar, ada keluhan dari calon pelanggan, yang ingin menginap di hotel tersebut, juga yang ingin makan di restoran yang ada di kota Golden City, maupun di kota B
Setelah ada pemberitahuan itu, dan diajarkan oleh bawahan Dion, para securiti yang ditugaskan untuk menjaga keamanan hotel, restoran, dan bangunan bangunan lain, sikapnya menjadi berubah dan tidak arogan lagi
Didikan Dion dan orang orangnya, benar benar membekas di hati masing masing, karena Dion mendekati mereka secara persuasif, dan Dion juga yang telah menggaji mereka
Tapi satu pesan yang sangat membekas di hati para sekuriti itu, Jangan menilai orang dari penampilan nya, tapi tanyalah apa tujuannya datang ke tempat itu dengan baik baik, dan sambut dengan prinsip 3S, senyum, salam dan sapa
Bukan hanya itu saja, Dion juga menekankan kepada seluruh sekuriti yang ada, untuk menanamkan kesadaran akan diri sendiri, kemudian sikap pengendalian diri, dan yang ketiga adalah sukses dalam pekerjaan
Semua itu Dion lakukan, karena dia menyadari, para security itu sudah memiliki sertifikat Gada pratama, yang harus bertanggung jawab penuh, terhadap keamanan di tempat dimana dia bekerja
Dengan pengajaran itu, semua tempat yang dijaga oleh para sekuriti tersebut, tidak terdengar lagi ada berita miring tentang mereka, karena rata rata telah menyadari, bahwa tugas mereka, bukan hanya sebagai pekerjaan untuk mencari uang, tapi juga adalah tugas untuk mengamankan sesuatu
Jadi karena mereka sudah menerapkan prinsip 3S itu, ketika Dion dan orang orangnya datang, mereka disambut dengan baik, malah terkesan sangat baik sekali
Tanpa membuang waktu lagi, Dion dan orang orangnya langsung naik ke lantai atas, dan menuju ke kamar Ivory
"Tuan muda!" Ucap Ivory terkejut sesaat setelah dia membukakan pintu kamarnya
Lagipula dia tidak menyangka, bahwa Dion akan menemuinya sepagi ini
Sikapnya sangat formal sekali pada Dion, tidak seperti ketika hanya berdua saja, karena itu sudah menjadi perjanjian mereka, kecuali setelah keduanya menikah
__ADS_1
"Apakah aku boleh masuk?" Tanya Dion tanpa basa basi lagi
"Silakan tuan muda!" Jawab Ivory gugup