
Lima belas hari, waktu yang ditentukan pun telah terlewati. segala persiapan kompetisi menjadi pengawal elit keluarga Birawa, sudah dimatangkan dengan baik
Gedung tempat penyelenggaraan juga sudah didapatkan, bukan hanya satu, tapi tiga sekaligus. Gunanya adalah untuk mempersingkat waktu pengujian bagi seluruh peserta
Izin penyelenggaraan pun sudah di dapatkan, dan hari kapan dimulai kompetisi itu, juga sudah di tentukan. Hanya tinggal menyelenggarakan saja
Metode seleksi yang digunakan adalah sistem gugur. Siapapun yang kalah dalam babak pertama, akan didiskulifikasi, dan tidak boleh lagi mengikuti pertandingan babak berikutnya
Bagi yang sudah masuk ke babak kedua, akan di laga kembali untuk masuk ke babak ke tiga
Peserta yang kalah di babak ke dua, tetap menjadi pengawal, tapi pengawal level bawahan
Bagi yang masuk ke babak ketiga, akan diadu lagi untuk menjadi pengawal level menengah
Pemenang dalam level ketiga ini, akan menjadi pengawal elit. Sedangkan yang kalah menjadi pengawal menengah, satu tingkat dibawah pengawal elit
Babak terakhir atau babak keempat, adalah seleksi untuk menjadi komandan pasukan, yang membawahi seratus sampai dua ratus orang pengawal
Bila diantara komandan itu, ada yang menginginkan posisi lebih tinggi lagi, dan mampu melewati babak level puncak dua, dengan mengalahkan atau setidaknya seimbang, ketika melawan trio terkuat pasukan pengawal, yaitu Awan, Langit dan Bumi, maka mereka berhak mendapat gelar seperti trio terkuat itu
Jika masih belum puas juga, pengawal yang sudah mendapat gelar itu, berhak menantang Iron, Hans, Robin Leon, dan Burgon
Apabila bisa menang, atau seimbang, maka pengawal itu, berhak menduduki posisi puncak pengawal, yang disebut dengan petinggi, dan berdiri sejajar dengan kelima dewa pengawal itu, kecuali Iron
***
Dua jam setelah diumumkan lowongan pekerjaan itu, berbondong bondong lah pelamar dari seluruh dunia, memasukkan data diri mereka melalui jaringan internet
Peserta kompetisi kali ini, lebih banyak dari biasanya.
mungkin karena sulit sekali mencari pekerjaan, sedangkan keahlian perkantoran mereka tidak punya, kalaupun punya, persaingan kerja sangat ketat sekali
Kebetulan yang dibuka kali ini adalah keterampilan adu otot dan kekuatan, tentu saja orang yang memiliki keahlian bela diri dari berbagai macam cabang dari seluruh dunia, beramai ramai mengadu nasib dalam kompetisi ini
Alhasil, pelamar yang mendaftar sudah melebihi kuota yang dibutuhkan, jadi mau tidak mau, pihak penyelenggara menerapkan sistem gugur, seperti yang sudah disebutkan di atas
Walaupun mereka sudah tahu peraturan seleksi itu, tapi peserta tetap antusias dan yakin, akan bisa lolos seleksi, serta diterima bekerja sebagai tim pengawal elit keluarga terkaya nomor 1 dunia tersebut
***
Karena mereka datang dari berbagai kota dan negara lain. tentu saja di kota B ini, mereka harus mencari tempat tinggal
Pihak penyelenggara yang bertanggung jawab dalam kompetisi ini, mau tidak mau harus menyiapkan tempat, bagi mereka yang ingin ikut dalam kompetisi tersebut
Kalau peserta menginap di hotel, mereka hanya diwajibkan membayar setengah harga dari biasanya, begitu juga dengan harga makanan yang ada di hotel itu
Kalau di penginapan atau tempat tempat sewa lain, mereka juga diwajibkan hanya membayar sewa dengan separoh harga. Sedangkan yang separuhnya lagi, ditanggung oleh pihak penyelenggara
Tapi bagi yang menyewa rumah rumah penduduk secara kelompok, dan berasal dari negara yang sama, maka sewa tempat itu akan ditanggung oleh pihak penyelenggara
***
Dihari yang sudah di tentukan, pendaftaran pun ditutup, dan langsung di kalkulasi, peserta yang melamar dalam kompetisi ini, sebanyak 12,575 orang, sedangkan yang diterima hanya 4.850 orang
Setelah melalui seleksi keahlian yang sangat ketat, yang berhak mengikuti tes itu hanya berjumlah 9.700 orang
__ADS_1
Bagi yang sudah lulus seleksi, baru mereka diundang untuk datang ke kota B, guna mengikuti kompetisi tersebut
***
Setelah semua persiapan selesai, dan para pelamar sudah menempati posisinya masing masing, akhirnya yang ditunggu tunggu pun sudah tiba
Kelompok pertama yang terdiri dari 3.236 orang peserta, menempati gedung olahraga milik pemerintah setempat, yang berkapasitas 4 ribu orang
Kelompok kedua yang terdiri dari 3.232 peserta, menempati gor sepakbola yang hanya mampu menampung sejumlah peserta tersebut
Sedangkan kelompok ketiga yang terdiri dari 3.232 peserta juga, menempati gedung yang sudah tidak terpakai, tapi masih terawat rapi, dan mempunyai aula yang sangat luas sekali
Selain digunakan untuk tempat kompetisi, gedung itu juga dipakai untuk tempat akomodasi bagi peserta, yang khusus tempat seleksinya berada di aula gedung tersebut
***
Hari pertama seleksi, gor sepakbola
"Aku yakin bisa mengalahkan mu dengan mudah, dan masuk ke babak kedua!" Ucap seorang peserta dari kota J, sebut saja Bram, sambil memasang kuda kuda yang cukup kuat. sepertinya dia ingin melakukan serangan dengan menggunakan kekuatan kaki kanannya
"Kau jangan menganggap remeh lawan, perhatikan kuda kuda mu itu, sangat lemah sekali." Respon Jo lawannya itu dengan tenang
"Kau buktikan saja kata katamu itu!. Hiaaaaa..!
Tubuh Bram melayang di udara dengan sekali loncatan. Kaki kanannya meluncur lurus, kearah dada lawan dengan kecepatan tinggi
Melihat serangan yang begitu cepat dan kuat, Jo memasang kuda kuda dengan cara, kaki kanan mundur kebelakang, sedangkan kaki kirinya dimajukan sedikit kedepan, tinju tangan kanannya diposisikan sejajar dengan dada samping kanan
Begitu tendangan yang lumayan kuat itu hampir sampai, tinju kanan Jo meluncur menyambut tendangan itu
Benturan yang sangat kuat itu menyebabkan Jo termundur kebelakang, dengan pergelangan tangan yang ngilu
Sedangkan Bram sendiri, tubuhnya terdorong kebelakang dan jatuh ke lantai, tapi masih bisa berdiri
Dalam pertarungan itu, belum ada yang menang diantara mereka, karena keduanya masih mampu berdiri tegak dan masih segar bugar
Sementara di bagian lain, masih dalam aula yang sama, terlihat seorang pria berkulit putih tapi bermata sipit, tengah melawan seorang pria berkulit sawo matang, seperti berasal dari negara ini
Di tangan mereka masing masing terlihat, 1 memegang tongkat sepanjang satu setengah meter, dan yang satunya lagi, memegang tombak yang ujungnya sedikit runcing, dan panjangnya juga sama
Serangan yang mereka lancarkan sangat berbahaya sekali, karena mengarah kepada titik vital lawannya, walaupun di dalam pertandingan tersebut, dilarang untuk saling membunuh, tapi mereka bertarung dengan segenap kemampuan mereka
Sudah hampir 7 menit pertarungan itu terjadi, tapi belum ada satupun yang keluar sebagai pemenangnya
Begitu juga dengan pertarungan pertarungan lain, yang masih terjadi di dalam aula yang sama
Ada yang roboh dan menyerah dalam satu serangan, ada juga yang masih bertahan, walaupun sudah mendapat pukulan bertubi tubi dari lawannya
***
Aula gedung tua di waktu yang sama
Trang! buk !
Sring! crash!
__ADS_1
Bunyi beradunya senjata pedang dan tongkat dari pertarungan yang cukup seru di salah satu bagian aula itu
Dua orang pria sedang mempertaruhkan gengsinya, untuk bisa merobohkan lawannya masing masing, dengan serangan yang cukup mematikan
Dalam pertarungan itu, pakaian salah satu peserta terlihat koyak di bagian lengan kirinya, sementara lawannya yang tidak berbaju tapi hanya mengenakan selempang, mengalami memar di punggung, namun demikian, belum ada yang yang mau menyerah. maka pertarungan terus dilanjutkan
Masih di tempat yang sama, terlihat dua orang wanita sedang mengadu keahlian bela dirinya, dengan menggunakan tangan kosong
Sepertinya mereka berasal dari perguruan karate, karena di pinggang mereka masing masing terikat sabuk berwarna hitam
Serangan dan langkah langkah mereka, sangat mengagumkan sekali, pukulan dan tendangan saling beradu, dan mengenai tubuh lawan masing masing, tapi belum ada yang roboh
Mereka berdua benar benar kuat dan ahli, itu ditandai dengan serangan dan tendangan mereka yang cukup kuat
Apabila serangan itu mengenai lawan yang lemah, sudah bisa dipastikan, lawannya itu pasti akan roboh, tapi sampai sejauh ini, walau sudah berkali kali mendapatkan pukulan dan tendangan, namun mereka masih tetap kokoh dan ngotot, tetap melanjutkan pertarungan tersebut
Benar benar pertarungan yang sangat menarik, sampai membuat Awan, dibuat terkagum kagum dengan keahlian mereka
Karena sabuk hitam yang mereka kenakan di pinggang itu, bukan sabuk sembarangan, maka pemakainya, benar benar petarung handal
Kalau didalam perguruan asal nya, bila sudah memegang sabuk hitam, maka mereka bisa dikatakan sebagai senior atau pelatih
***
Gedung olahraga daerah, juga di waktu yang sama
Buk!
Des!
Dua pukulan keras saling beradu, masing masing mengenai tubuh lawan secara bergantian
Dua tubuh yang masing masing terkena pukulan tersebut, sama sama roboh, tapi tidak sampai pingsan. Tak lama kemudian, masih bisa bangkit kembali, dan melanjutkan pertarungan yang tertunda
"Hiiaaat! Buk !
"Uuuggghhh!
Tubuh salah seorang peserta roboh ke lantai, dan tidak bangun lagi, ketika tendangan kuat mengenai dadanya dengan telak, hingga membuatnya tidak bisa bernafas, dan tidak sadarkan diri
Peserta yang berhasil merobohkan lawan kuatnya itu, dinyatakan menang, dan berhak maju ke babak selanjutnya
"Hiiaaa! Aku menang!" Teriaknya kuat karena senang
Di tempat lain pun, masih di gedung yang sama, pertarungan terus berlanjut. Ada yang roboh karena terkena tinju di dagunya, ada yang roboh ketika terkena tendangan di punggung, dan ada juga yang roboh ketika tubuhnya dibanting ke lantai dengan kuat
Pada hari itu, seleksi tahap pertama telah menghasilkan banyak petarung handal, dengan keahliannya masing masing
Ada petarung tangan kosong, petarung dengan menggunakan senjata, baik tongkat maupun pedang, dan ada juga petarung yang menggunakan tombak serta cambuk
Dalam seleksi tersebut, juga terdapat 3 orang perempuan modis, berpakaian mirip pendekar jaman dulu, yang keluar sebagai pemenang, mereka berasal dari perguruan yang sama dari daratan Cina
Senjata yang mereka gunakan adalah kipas ungu, merah dan hijau, yang bergagang besi. Satu hal yang jarang sekali digunakan di negara kita, tapi bagi mereka, kipas itu adalah senjata andalannya, mirip sekali seperti pendekar pendekar zaman dinasti dulu
Dengan kipas itulah, mereka bisa memenangkan pertarungan tersebut dengan mudah
__ADS_1